Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Sondir

ANALISA PERBANDINGAN PORTAL GABLE FRAME BAJA WF DAN STRUKTUR RANGKA BAJA SIKU DAN T Al Imran; Ir. Ester Priskasari, MT; Ir. Agus Santosa, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.763 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2561

Abstract

Konstruksi portal baja dengan profil baja custom atau rekayasa profil baja akan mendapatkan baja dengan volume yang paling efisien. Maka dari itu, penulis ingin membandingkan dua profil baja untuk kebutuhan balok pada gable frame yaitu profil baja WF dan struktur kerangka baja siku dan T. Dalam studi perbandingan ini, penulis akan menerima dimensi profil yang pas terlebih dahulu. Pada desain penampang profil baja WF dan baja siku dan T menggunakan metode LRFD yaitu suatu metode yang ada faktor faktor reduksi untuk memproleh desain yang aman dan ekonomis, selain itu untuk memproleh jumlah baut yang dibutuhkan untuk setiap sambungannya dan hasil perhitungan dengan pembebanan yang sama didapatkan dimensi profil WF 700.600.18.34. Didapatkan dimensi profil Siku 130.130.9 dan T beam 400.300. Kebutuhan baut untuk sambungan profil WF adalah 112 baut dan profil Siku dan T adalah 688 baut. Berat struktur balok menggunakan WF 700600.18.34 sebesar : 37238,4 kg .Sedangkan menggunakan Struktur rangka baja siku 130.130.9 dan T 400.300 berat struktur sebesar : 36545,1 kg. Terdapat selisih berat struktur sebesar 693,3.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK POLYVINYL CHLORIDE PADA CAMPURAN ASPHALT TREATED BASE ATB TERHADAP NILAI PARAMETER MARSHALL TEST Arif Rizky Andika Pratama; Mohammad Erfan; Ester Priskasari; Agus Prajitno
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.81 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2566

Abstract

Dalam penelitian ini, dicoba pemanfatan limbah plastik PVC pada campuran ATB -ditinjau dari karakteristik Marshall Test- dengan menggunakan 6% kadar aspal. Variasi penambahan PVC yang digunakan yakni 2%, 4%, 6% dan 8% dari berat keseluruhan benda uji. Agregat batu pecah diambil dari queri Desa Toyomerto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan limbah Polyvinyl chloride bekas baliho. Dari pengujian tersebut didapatkan nilai optimum PVC sebesar 4,98% pada parameter Marshall Test sebagai berikut: Stabilitas (1004,59 kg), Flow (3,48mm), VIM (3,34%), VMA (17,39%), MQ (288,53 kg/mm), VFA (80,98%) dan IP (88,34%). Nilai ini masuk dalam batas Spesifikasi Umum Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur 2018. Untuk pengujian hipotesis parameter Marhall Test seperti stabilitas, flow dan MQ terdapat pengaruh akibat penambahan PVC dan untuk parameter Marshall Test seperti VIM, VMA, VFA tidak terdapat pengaruh akibat penambahan PVC.
PERENCANAAN DINDING GESER DENGAN BUKAAN PADA GEDUNG DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PONOROGO Widya Ayu Mayasari; Ir. Sudirman Indra, MSc; Ir. Ester Priskasari, MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.685 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2570

Abstract

Perencanaan dan pembangunan konstruksi bangunan gedung bertingkat di Indonesia dengan beton bertulang terus mengalami peningkatan. Hal tersebut merupakan cara untuk menanggulangi permasalahan pertambahan penduduk yang selalu meningkat (padat), kelangkaan lahan, dan harga lahan yang terus melambung tinggi. Secara otomatis hal ini membuat pemanfaatan lahan yang seefisien mungkin sehingga muncul bangunan gedung bertingkat tahan gempa guna dapat memenuhi kebutuhan penduduk baik untuk tempat tinggal maupun perkantoran. Dengan adanya satu kendala dominan beban lateral yaitu gempa, maka sekarang ini juga telah banyak digunakan struktur khusus yang dipergunakan untuk mengatasi beban lateral tersebut. Struktur tersebut dikenal dengan nama dinding geser atau Shear wall. Dinding geser juga berfungsi sebagai dinding utama untuk menahan gaya horisontal yang diakibatkan oleh gempa. Dinding geser adalah elemen lentur dan tekan aksial. Pada penulisan Tugas Akhir ini adalah dinding geser dengan bukaan, dinding geser yang ditinjau dari gedung 7 lantai yang berfungsi sebagai gedung perkantoran. Perencanaan difokuskan untuk menentukkan dimensi dinding geser, menganalisa tulangan tranversal dan tulangan longitudinal. Analisa statika pada model gedung menggunakan program bantu ETABS. Dari hasil gaya-gaya dalam yang didapat dari program bantu direncanakan tulangan tranversal dan longitudinal untuk dinding geser. Maka, didapatkan jumlah tulangan longitudinal pada masing – masing rangkaian ialah 56 D 22 Pada tulangan transversal setiap rangkaian didapatkan 26  12 dengan jarak bervariasi 10cm dan 15 cm kemudian pada sambungan berjumlah 10  12- 8cm dengan panjang bentang dinding geser 580cm dan tebal 30cm.
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA KOLOM ENCASE DAN BALOK CASTELLA PADA GEDUNG KULIAH TERPADU III FK UB DI RSSA MALANG DENGAN GAYA GEMPA DINAMIS Nando Risky Rahmadhani; Ester Priskasari; Bambang Wedyantadji
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2750.6 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i2.2584

Abstract

Struktur bangunan bertingkat tinggi menggunakan baja pada struktur utamanya dengan menggunakan profil yang ada dipasaran seperti profil WF, profil H pada balok dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan menahan lentur dengan metode modifikasi profil baja WF menjadi balok castella sehingga terjadi peningkatan kemampuan menahan lentur yang diakibatkan oleh peningkatan momen kelembaman karena terjadinya peninggian balok. Sedangkan kolom komposit baja beton (Encased) adalah suatu alternatif metode konstruksi yang memanfaatkan kebaikan baja yang kuat terhadap tarik dan beton yang kuat terhadap tekan. Perhitungan gaya gempa direncanakan dengan menggunakan gaya gempa dinamis dikarenakan konstruksi dikategorikan pada KDS D, dengan menghitung secara dinamis akan didapatkan model ragam getaran yang mendekati secara real apa yang terjadi pada struktur akibat gaya gempa yang terjadi.
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BAJA MENGGUNAKAN BRESING KONSENTRIS TYPE V PADA GEDUNG UMAR BIN KHOTOB UNISMA MALANG Ahmad Fajar Sofwan; Ir. Ester Priskasari,MT; Vega Aditama,ST.,MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.302 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i1.2588

Abstract

Baja sering digunakan dalam konstruksi bangunan tinggi. Merancang struktur gedung bangunan tinggi harus memperhatikan beberapa hal seperti keselamatan (strength and ductile) dan kenyamanan (stiffness). Karakteristik baja identik dengan kekerasan, kekuatan, kekuatan tarik yang tinggi dan daktilitas. Salah satu jenis sistem rangka baja yang dirancang untuk menahan beban gempa adalah Sistem Rangka Bresing Konsentris (Concentrically Braced Frame). Sistem ini memiliki sifat daktilitas namun juga bersifat kaku, dimana bresing diletakkan secara konsentris terhadap hubungan balok-kolom. Sistem Rangka Bresing Konsentrik dikembangkan sebagai sistem penahan gaya lateral dan memiliki tingkat kekakuan yang cukup baik. Pada struktur gedung tinggi, kekakuan kekakuan dapat menahan gaya beban lateral akibat adanya elemen pengaku bresing yang berfungsi sebagai penahan gaya lateral yang terjadi pada struktur. Objek studi Yang diambil adalah gedung Hotel Ijen Suites Malang dengan bentang memanjang 35.95m dan bentang melintang 22.83 m dan tinggi gedung 25.50m. Perencanaan struktur di sesuaikan dengan peratuaran SNI 1726 - 2012 dan SNI 1729 - 2015 dengan metode LRFD. Pemodelan dan analisa struktur menggunakan program bantu ETABS 2016. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ulang, struktur utama menggunakan profil baja WF 450 x 200 x 9 x 14 untuk balok 1, WF 400 x 200 x 8 x 13 untuk balok induk 2, 350 x 175 x 7 x 11 untuk balok anak, 350 x 175 x 7 x 11 untuk bresing dan KC 700 x 300 x 13 x 24 untuk kolom. menggunakan sambungan baut dengan mutu A325 diamater 3/4 in dan sambungan las menggunakan elektroda 7014 (tebal las 6 mm dan 10 mm). Ukuran Base plate 900 mm x 900 mm, ketebalan 30 mm dan jumlah angkur 8 Ø 3/4 in.
ANALISA PORTAL GABLE FRAME DENGAN PEMAKAIAN BALOK CASTELLA DIBANDING WF UNTUK BANGUNAN HANGGAR Mahesa Bayu Permana; Ester Priskasari; Mohamad Erfan
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.047 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i1.2591

Abstract

Perkembangan konstruksi modern sudah sangat pesat, terutama konstruksi baja, baik dari segi metode perencanan yang diterapkan, maupun pembuatan pabrikasi material yang bermutu dan berkualitas tinggi. Salah satunya adalah balok castella dimana dilakukan modifikasi dari bentuk asli yang bertujuan menjadikan bentuk yang lebih tinggi memiliki daya kekuatan yang lebih besar namun ringan serta memiliki nilai ekonomis, dan bertujuan untuk estetika pula. Dalam penelitian ini akan membandingkan dua profil baja untuk kebutuhan balok pada gable frame yaitu profil baja WF dan baja castella, kedua tipe balok akan ditinjau dulu agar mendapat hasil yang maksimal menggunakan metode LRFD dengan analisa pembebanan yang telah dihitung dianalisa dengan program bantu STAAD Pro Vi8 untuk medapatkan nilai-nilai momen, gaya lintang, dan gaya normal. Sehingga menghasilkan perhitungan struktur dan gambar perencanaan. Dari hasil perhitungan dengan pembebanan yang sama didapatkan dimensi profil WF 700.600.18.34. Didapatkan dimensi profil Castella 900.600.18.34 yang berasal dari H beam 600.600.18.34. Kebutuhan baut untuk sambungan dari kedua profil hampir sama. Berat struktur balok menggunakan WF 700600.18.34 sebesar : 25303,0658 kg .Sedangkan menggunakan Castella 900.600.18.34 berat struktur sebesar :24440,8532 kg. Terdapat selisih berat struktur sebesar 862,2126 kg.
PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN CAMPURAN UNTUK MEMPERKUAT TIMBUNAN TANAH LEMPUNG Nendro Saktining Sukmoyudho; Ester Priskasari; Eri Ardian Y, ST.,MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.198 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i1.2592

Abstract

Tanah sebagai pondasi dari berbagai bangunan memiliki berbagai karakteristik dan jenis yang sangat beragam, tanah lempung dengan katerisktik yang lunak dengan daya dukung rendah dengan nilai Indeks Plastisitas yang tinggi dan butiran relatif homogen memperlukan metode perbaikan tanah supaya daya dukung menjadi lebih besar, ada berbagai cara untuk itu seperti dengan memadatkan tanah sehingga lempung lunak menjadi lempung kaku atau medium dengan timbunan seperti dengan mencampur tanah lempung dengan tanah berbutir kasar yang menjadikan tanah heterogen butirannya, peneliti akan mencampur tanah lempung dengan serat dengan tujuan menambahkan variasi bentuk dan ukuran dari tanah sebagai bahan tanah timbunan. Penelitian akan dilaksanakan Laboratorium Mekanika Tanah ITN Malang pada tanggal 7 April – 19 Juli 2019. Benda uji dalam penelitian ini berasal dari Ds. Argotirto, Kec. Sumbermanjing Wetan, Kab. Malang dan bahan campuran potongan serat sabut kelapa per ≥ 1cm - ≤ 3cm. Variasi kadar campuran sebanyak; 0%, 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3% dari berat total tanah pada saat kadar air optimum pemadatan. Hasil pengujian nilai tertinggi untuk bahan timbunan mendapatkan prosentase kadar campuran potongan serat sabut kelapa sebanyak 1% pada pengujian standart dan modified Compaction sebesar; 1,609g/cm3. Pengujian Triaxial UU, Kohesi (c) sebesar; 0,678kg/cm², dengan nilai Sudut Geser (φ) sebesar; 5,960⁰ pada kadar campuran 1%. dan tertinggi nilai kohesi sebesar 0,90kg/cm2 pada kadar campuran 2% dengan nilai sudut geser (ϕ) sebesar 4,004°. Hasil uji Unconfined tegangan normal optimum terjadi pada penambahan serat sabut kelapa sebanyak 2,15 yang mengalami peningkatan tegangan normal dari 0,48 kg/cm2 menjadi 1,118 kg/cm2.
STUDI PERENCANAAN STRUKTUR BAJA DENGAN MENGGUNAKAN BREISING KONSENTRIS TIPE X PADA GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG Lorenzo Fernandito Moruk; H.Sudirman Indra; Ester Priskasari
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.744 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i2.2596

Abstract

Kebutuhan akan perencanaan bangunan bertingkat pada jaman sekarang yang bertahan terhadap displacement yang terjadi akibat beban lateral (gempa) sudah menjadi sebuah keharusan dalam sebuah perencanaan. Dalam perkembangan dunia modern saat ini baja semakin banyak diminati sebagai material bangunan bertingkat karena alasan memiliki kekuatan yang mumpuni serta memengaruhi waktu kerja secara signifikan. Struktur rangka baja yang dirancang untuk menahan beban lateral adalah Sistem Rangka Breising Konsentris. Sistem ini memiliki tingkat kekakuan yang lebih tinggi dibandingkan sistem portal biasa karena pada sistem ini terdapat pengaku tambahan pada portal berupa breising yang dipasang pada sambungan balok dan kolom untuk meningkatkan kekuan pada portal. Dalam kajian ini diambil objek studi yakni gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang dengan bentang 70m dan bentang melintang 28m serta memiliki tinggi 34.25m. Perencanaan struktur rangka baja ini disesuaikan dengan peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 1729-2015. Untuk pemodelan dan analisa struktur digunakan program bantu ETABS 2016. Hasil yang diperoleh dari perencanaan ulang dengan menggunakan profil baja KingCross 700x300 untuk kolom, WideFlange 450x200 untuk balok utama, WideFlange 350x175 untuk balok link, serta WideFlange 350x350 untuk breising, ternyata displacement yang terjadi pada struktur akibat beban lateral tidak melebihi batas maksimum dan struktur bangunan tidak mengalami keruntuhan.
ALTERNATIF DESAIN STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE HALF THROUGH ARCH PADA JEMBATAN TRISULA BLITAR, JAWA TIMUR Ester Priskasari; Kartika, Deviani; Vincentius Ivan Gandhi; Wahyu Bangkit Pangestuaji
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i1.5168

Abstract

The bridge is an important infrastructure in the transportation system, namely as a means of crossing the river, as well as connecting between cliffs. The bridge has various shapes, one of which is a curved bridge with cables. Arch bridge is suitable for trident bridge because it has a long span. Through this thesis, the author tries to plan an alternative building over an existing bridge with a curve type. Preliminary planning data includes the total length of the existing bridge 150 m wide by 9 m. The planning method used is LRFD (Load Resistance Factor Design) and uses the Staad Pro v8i assist program. In this planning the author planned floor plates, elongated girders, transverse girders, parent girders, wind bonds, cables, joints and elastomers. From the results of the analysis obtained the structure of the building over the bridge for floor plates using the principal bones D10-200 and reinforcements for D13-200, the elongated steel gelagar profile WF 500 x 200 x 10 x 16, the steel transverse gelagar profile WF 800 x 350 x 16 x 36, the parent steel gelagar profile WF 700 x 300 x 13 x 24, steel steel bond double profile L250 x 250 x 35, for the dimensions of dyform cable D38, for laying using elastomer size 120 cm long, width 120 cm, height 26 cm