Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Infomanpro

STUDI ALTERNATIF STRUKTUR ATAS JEMBATAN DENGAN BALOK GIRDER PRATEGANG TIPE I: (Studi Kasus : Jembatan Langgaliru Kecamatan Umbu Ratunggay Kabupaten Sumba Tengah) Yustika Hubertha Haning; Ester Priskasari; Mohammad Erfan
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3634

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman dan mengingat semakin meningkatnya volume lalu lintas kendaraan yang akan melewati Jembatan Langgaliru, maka perlu direncanakan alternatif struktur atas Jembatan Langgaliru dengan menggunakan balok girder prategang.Bentuk penampang balok girder yang digunakan pada perencanaan adalh balok girder tipe I. Pemberian tegangan dilakukan dengan metode Pasca Tarik (Post-Tensioning) dimana compressive force diinduksi ke dalam struktur beton dengan menggunakan high strength steel tendon yang dipasang dalam ducts embedded dalam beton. Tendon distressing setelah beton dicor dan dicuring sampai kuat tekan beton yang disyaratkan. Jumlah tendon yang digunakan 3 buah yang masing-masing tendon terdiri dari 15 untaian(strand).Tulangan Geser yang digunakan adalah D 19 – 250,penghubung geser yang digunakan adalah D 19 – 700,pulangan pecah ledak arah vertikal yang digunakan adalah D 10 – 550,tulangan pecah ledak arah horizontal yang digunakan adalah D 10 – 550, Tulangan Pecah Gumpal arah vertikal yang digunakan adalah D 36 – 60,tulangan pecah gumpal arah horizontal yang digunakan adalah D 36 – 240.
PANEL BETON PRACETAK UNTUK ELEMEN STRUKTUR RUMAH DUA LANTAI vega aditama; Sudirman Indra; Ester Priskasari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 2 (2021): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i2.4465

Abstract

Beton Bertulang pracetak merupakan sebuah alternatif elemen struktur bangunan untuk tempat tinggal , bisa terbagi dalam beberapa jenis yaitu : kolom pracetak, balok pracetak dan pelat beton pracetak . Beton Bertulang Pracetak diuji dengan menghasilkan kekuatan struktur yang mampu memikul beban beban konstruksi untuk rumah / Bangunan 2 Lantai. Penerapan panel beton bertulang pracetak ini akan di laksanakan oleh industri inovasi struktur bangunan, PT ETERNIT KERANG, sehingga perlu adanya pengawasan dan pendampingan dari pengecoran, perangkaian penulangan sampai uji sebelum dipasarkan.sesuai dengan analisa dan teori pembuatan beton pracetak
PENGARUH SERAT BAMBU TERHADAP KAPASITAS LENTUR PELAT BETON CAMPURAN STYROFOAM DEGAN PERKUATAN TULANGAN WIREMESH vega aditama; Ester Priskasari; Mohammad Erfan
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 1 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i1.10369

Abstract

Lightweight concrete is a concrete technology innovation that is currently developing. The advantage of lightweight concrete is that it uses less time and costs compared to concrete in general but has the disadvantage of lower strength. This research aims to determine the effect of adding bamboo fiber on the flexural capacity of lightweight concrete slabs mixed with Styrofoam. The lightweight concrete mixture used is Styrofoam at 50% of the weight of the mixed aggregate. Variations in adding bamboo fiber with a diameter of 1 mm and a length of 40 mm are 0% and 0.5% of the cement weight. The test object consists of a lightweight concrete plate measuring 50 cm x 150 cm x 8 cm with wire mesh reinforcement with a diameter of 8 mm. Tests were carried out when the concrete was 28 days old by applying an even load gradually until the slab collapsed. From the test results, at a loading of 300 kg, the average deflection value for lightweight concrete slabs with reinforcement reinforcement with 0% bamboo fiber was 1.18 mm and for lightweight concrete slabs with 0.5% bamboo fiber was 1.57 mm. Lightweight concrete slabs mixed with bamboo fiber have a greater deflection than lightweight concrete slabs without a mix of bamboo fiber. This shows that the addition of bamboo fiber to lightweight concrete slabs does not increase the flexural capacity of the slab. The difference between theoretical calculations and testing is due to the theoretical calculation formula used in this research not taking into account the content and properties of Styrofoam in the plates. The two variations of concrete slabs used in the test did not experience any cracks and met the maximum allowable deflection requirements at loads reaching 300 kg.