Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGUATAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP SEHAT (PKHS) PADA SISWA UPT SDN 145 GRESIK Ikwan, Mochamad; Setiawan, Arif Helmi; Bistara, Difran Nobel
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32816

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk: a) Membentuk karakter peserta didik yang sehat, jauh dari kekerasan, perundungan dan perilaku yang menyimpang; b) Meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pentingnya kesehatan reproduksi; c) Meningkatkan pemahaman orang tua dan tenaga pengajar UPT SDN 145 Gresik dalam pendidikan karakter peserta didik; d) Menciptakan suasana belajar yang nyaman tanpa kekerasan dan perundungan. Metode pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Langkah-langkah pelaksanaan program meliputi: a) Tahap persiapan dengan melakukan survey dan koordinasi awal dengan kepala sekolah UPT SD Negeri 145 Gresik, mengurus perijinan kepada pihak-pihak terkait, melakukan koordinasi dengan Pembina/pengelola UKS dan mendiskusikan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama pengabdian masyarakat, serta menyiapkan alat, bahan, dan instrumen yang digunakan dalam kegiatan; b) Tahap Pelaksanaan, yang dilakukan dengan menggunakan empat metode yakni metode diskusi kelompok, metode edukasi, dan metode pemberdayaan dan metode bermain; c) Tahap Evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test dan pemasangan banner PKHS (Pendidikan Keterampilah Hidup Sehat). Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya merokok sangat baik sebanyak (49%), tentang bullying sangat baik sebanyak (47%), dan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi baik sebanyak (61%). selain adanya peningkatan pengetahuan kegiatan pengabdian masyarakat peran mitra memberikan dukungan penggunaan fasilitas kelas dan pengaturan jadwal peserta kegiatan Dengan adanya peningkatan ini diharapkan mitra mampu berperan secara aktif pada setiap program Trias UKS khususnya pendidikan ketrampilan hidup sehat (PKHS) sehingga dapat mewujudkan UPT SDN 145 Gresik sebagai sekolah sehat.
Internalisasi Nilai-nilai Islam dalam Membangun Resiliensi Psikologis Muallaf di Surabaya Moch. Ikwan; Arif Helmi Setiawan; Difran Nobel Bistara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3782

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena muallaf di Surabaya yang sering menghadapi tantangan psikologis berupa kecemasan, penolakan sosial, dan krisis identitas pasca-konversi. Nilai-nilai Islam diyakini dapat menjadi sumber daya spiritual yang memperkuat resiliensi psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana internalisasi nilai-nilai Islam berperan dalam membangun ketahanan mental muallaf di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria muallaf yang telah memeluk Islam minimal enam bulan dan maksimal lima tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan analisis tematik dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi psikologis muallaf terbentuk melalui tiga dimensi utama, yaitu praktik ibadah personal (shalat, dzikir), interaksi dengan Al-Qur’an sebagai sumber makna, dan dukungan sosial dari komunitas Muslim. Penelitian ini juga menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam secara utuh berperan penting dalam membangun resiliensi psikologis muallaf. Proses ini tidak hanya dipengaruhi oleh aspek individual, tetapi juga ditopang oleh ekosistem sosial dan spiritual yang mendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program pembinaan muallaf yang lebih komprehensif, integrasi pendekatan psikospiritual, serta penguatan peran komunitas dalam pendampingan muallaf.