Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Community Empowerment Governance for Ex-Terrorists: Deradicalization Efforts Through Social Capital Tando, Cahyoko Edi; Biafri, Vivi Sylviani; Aulia, Qisthina
Jurnal Borneo Administrator Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v21i2.1624

Abstract

Terrorism is an extraordinary crime that has a profoundly negative impact on society,with the Cirebon area having the highest red-zone level in West Java Province. Thisregion is highly vulnerable to the spread of radical ideologies and terrorist activitieswithin the community. Ex-terrorists get difficulty in finding job after imprisonmentand face negative stigma from the society. Therefore, community governancethrough empowerment of ex-terrorists is required. The research employs a qualitativemethod, collecting data through interviews with six informants. The results of thisstudy indicate that, according to social capital theory, which encompasses threedimensions, the process for ex-terrorist convicts involves soft-power strategies in theform of microeconomic empowerment conducted by the Social Identification(Idensos) Team and the Class 1 Probation Office (Bapas) in Cirebon. This approachis applied because all of them are members of JAD, which has low economicconditions. The second dimension, bridging, involves these former convicts activelyparticipating in community service activities, remaining open, and no longerisolating themselves as part of efforts to eliminate societal stigma. The thirddimension, linking, involves collaboration with private companies in the agriculturalsector, including mentorship for agricultural activities. Looking forward, challengesidentified include the lack of local regulations in Cirebon aimed at preventingterrorism and post-sentence rehabilitation, as well as the limited presence of counterterrorism activities in the media. These two challenges could provide useful input for future research.
Koping Religius pada Narapidana Lansia di Lapas Kelas IIa Banjarmasin Puspita, Raden Ayu; Biafri, Vivi Sylviani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3443

Abstract

Lanjut usia merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan kondisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga menghadapi tantangan berat dalam menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Narapidana lansia berisiko tinggi mengalami stres, kecemasan, dan kesepian akibat kehilangan kebebasan dan keterbatasan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk koping religius yang digunakan narapidana lansia di Lapas Kelas IIA Banjarmasin serta dampak yang dirasakan terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah tiga orang narapidana lansia beragama Islam yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di dalam Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga narapidana lansia menerapkan koping religius positif dalam menghadapi stres dan kecemasan. Aktivitas keagamaan seperti sholat wajib dan sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, pengajian, dan yasinan menjadi media mereka menemukan ketenangan batin, penerimaan diri, serta penguatan spiritual untuk bertahan di Lapas. Faktor pendukung koping religius mereka adalah pendidikan agama sebelumnya, pengalaman hidup, kondisi kesehatan, dan program pembinaan kepribadian di Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga narapidana lansia menerapkan koping religius positif dalam menghadapi stres dan kecemasan. Ketiga informan menerapkan koping religius positif seperti aktivitas sholat wajib dan sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, pengajian, dan yasinan untuk memperoleh ketenangan batin dan penerimaan diri. Menariknya, ditemukan satu informan yang semula cenderung menggunakan koping religius negatif seperti merasa dihukum oleh Tuhan, namun berangsur berubah menjadi koping religius positif setelah mengikuti pembinaan keagamaan di Lapas. Faktor pendukung perubahan tersebut meliputi pendidikan agama, pengalaman hidup, kondisi kesehatan, dan adanya program pembinaan kepribadian di Lapas. erdasarkan temuan tersebut, diusulkan program SEHATI LANSIA (Sharing Hati Lansia) sebagai bentuk pendampingan psikospiritual yang membantu lansia mengelola emosi negatif, memperkuat koping religius positif, meningkatkan penerimaan diri, serta mencegah munculnya kembali koping religius negatif.
Penerapan Pendidikan Formal Sekolah Dasar Pada Anak Di LPKA Kelas I Tangerang Silitonga, Desti Kristi; Hamzah, Imaddudin; Biafri, Vivi Sylviani; Aulia, Qistina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah hal yang penting dan menjadi indikator penting kemajuan suatu bangsa. Setiap warga negara yang berusia antara 7 dan 15 tahun berhak mengikuti pendidikan wajib. Penelitian yang dilaksanakan berdasarkan tujuan peneliti sekaligus penulis adalah menggunakan teknik penelitian kualitatif.Dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan, LPKA tentunya memiliki aturan waktu dalam pelaksanaan kegiatan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMP Istimewa LPKA Kelas I Tangerang seperti berikut: Berdasarkan ungkapan diatas, dapat dikatakan bahwa LPKA Kelas I Tangerang memiliki kegiatan penunjang pendidikan bagi Andikpas seperti Olahraga, Pengajian dan Pramuka. Penulis juga melihat langsung kegiatan lainnya seperti LKBB (Latihan Keterampilan Baris Berbaris). Kegiatan ini mengajarkan anak tentang PBB yang baik dan benar, mengajarkan kekompakan, kedisiplinan, kerapihan, kebersamaan, dan mereka agar mengetahui bagaimana susunan upacara yang baik dan benar. Kegiatan ini juga dilakukan untuk bekal anak ketika ia bebas nanti dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. LPKA Kelas I Tangerang telah memberikan hak Andikpas melalui kegiatan pendidikan, namun kegiatan pendidikan belum optimal dikarenakan adanya faktor antara lain yaitu sedikitnya sarpras pendidikan, kurangnya tenaga pengajar yang belum memiliki kualifikasi pendidikan yang baik dan petugas yang belum sepenuhnya menguasai materi pembelajaran. Kata Kunci: anak binaan, formal, pendidikan, sekolah dasar
Faktor Determinan Pada Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Muara Bulian Vyolicha, Pani; Biafri, Vivi Sylviani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk menganalisis faktor apa saja yang memotivasi anak melakukan penyalahgunaan narkotika ditinjau dari faktor determinan serta bagaimana pelaksanaan program pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Muara Bulian. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ialah terdapat 3 faktor. Pertama ialah faktor predisposisi yang mencakup minimnya pengetahuan tentang narkotika. Kedua ialah faktor pemungkin yang mencakup tentang akses dalam mendapatkan narkotika. Terakhir ialah faktor penguat yang berasal dari orang-orang memotivasi untuk melakukan penyalahgunaan narkotika. Disimpulkan juga program pembinaan yang dilaksanakan dalam rangka memenuhi hak anak binaan sesuai dengan faktor determinan ialah sudah cukup baik, namun masih memiliki beberapa kendala karena beberapa hal diantaranya ialah sarana dan prasana serta sumber daya atau pengajar khusus yang masih terbatas.
Aksi Sosial Klien Bapas: Pengabdian Kebersihan Lingkungan Pujon sebagai Sosialisasi Pidana Kerja Sosial Menuju KUHP 2026 Bahroin, Ahmad Nabil; Mahardika S, Jefryan; Sasmito, Reno Renaldo; Priyatmono, Budi; Biafri, Vivi Sylviani; Tando, Cahyoko Edi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 9 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i9.3243

Abstract

Artikel ini mengkaji pelaksanaan Aksi Sosial Gerakan Nasional Klien Bapas Peduli melalui kegiatan kebersihan lingkungan di kawasan Pujon sebagai upaya sosialisasi pidana kerja sosial menjelang implementasi KUHP 2026. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 26 Juni 2025, di empat lokasi strategis: Kantor Kecamatan Pujon, Tugu Pujon, Masjid Pujon, dan jalan-jalan sekitar Pujon. Melibatkan 23 klien Bapas Malang, pegawai Bapas, Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia, mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Islam Negeri Malang, serta TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif kolaboratif dengan gotong royong dan interaksi sosial. Kegiatan mendapat sambutan baik dari Kecamatan Pujon, Polsek Pujon, dan Koramil Pujon. Hasil menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak berhasil meningkatkan kebersihan lingkungan, mengurangi stigma terhadap klien, dan memperkenalkan konsep pidana kerja sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mempersiapkan implementasi KUHP 2026 yang memperkenalkan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan. Melalui aksi nyata ini, masyarakat dapat melihat bahwa klien bukan ancaman, melainkan individu yang berproses memperbaiki diri dan mampu berkontribusi positif. Dengan demikian, program ini efektif sebagai media sosialisasi, edukasi, dan reintegrasi sosial yang humanis dan berkelanjutan.
PEMENUHAN PENDIDIKAN ANAK BINAAN MELALUI SEKOLAH NKRI DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 MEDAN Bramulia Tarigan, Michael; Aulia, Qisthina; Biafri, Vivi Sylviani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i12.2024.5261-5267

Abstract

Perlindungan hak anak, khususnya hak atas pendidikan, merupakan aspek penting dalam pembangunan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menyelidiki pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan melalui program Sekolah NKRI. Kerangka hukum yang mendukung hak ini meliputi ratifikasi Konvensi Hak Anak dan berbagai undang-undang nasional yang menjamin akses pendidikan yang adil. Namun, LPKA Kelas I Medan menghadapi tantangan signifikan dalam penyampaian pendidikan berkualitas, seperti infrastruktur yang tidak memadai, hambatan administratif dalam transisi dari sekolah sebelumnya, kurangnya identitas sekolah, dan rendahnya motivasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Temuan menunjukkan bahwa meskipun inisiatif Sekolah NKRI memberikan kesempatan pendidikan yang penting, masalah sistemik menghambat efektivitas program tersebut. Rekomendasi menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan masyarakat untuk meningkatkan lingkungan pendidikan, memotivasi siswa, dan memperlancar proses administratif. Peningkatan akses pendidikan bagi anak binaan sangat penting untuk rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.
Gambaran Regulasi Emosi Antara Narapidana Dengan Status Register F Dan Non-Register F Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi Firdaus, Kharisma Huril’in; Biafri, Vivi Sylviani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11220

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan regulasi emosi narapidana berdasarkan status Register F dan Non-Register F di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi. Narapidana Register F merupakan individu yang pernah melanggar tata tertib lapas, sedangkan Non-Register F tidak memiliki catatan pelanggaran. Pendekatan kualitatif metode studi kasus digunakan dengan partisipan enam narapidana (masing-masing tiga Register F dan Non-Register F) serta satu petugas lapas sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan: narapidana Register F cenderung mengekspresikan emosi secara reaktif, mengandalkan strategi penghindaran, dan kesulitan merespons situasi emosional secara konstruktif. Sebaliknya, Non-Register F mampu mengenali dan mengatur emosi menggunakan strategi coping positif seperti berdiskusi, beribadah, dan berpikir reflektif. Berdasarkan temuan, diusulkan program pembinaan SERASI (Sesi Emosi dan Regulasi Adaptif) berbasis Cognitive Behavioral Therapy, konseling, dan role play, bekerja sama dengan mahasiswa Magister Psikologi Universitas Airlangga Banyuwangi, untuk meningkatkan regulasi emosi dan kesiapan reintegrasi sosial.