Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Neo Societal

PENGARUH PSYCHOLOGICAL WELL BEING TERHADAP PERILAKU MELAYANI MAHASISWA DI UNIVERSITAS “X“ DI SURABAYA Eva Nur Rachmah; Fahyuni Baharuddin; Prakrisno Satrio; Setiabudhi Setiabudhi
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.973 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i1.10759

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological well being terhadap perilaku melayani mahasiswa di Universitas X di Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah dosen  di lingkungan Universitas X Surabaya dan subjek dalam penelitian ini berjumlah 75 orang dengan menggunakan sample jenuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan 5 (lima) skala Likert. Reliabilitas  psychological well being sebesar 0,876, dan reliabilitas perilaku melayani sebesar 0,917. Sedangkan nilai pengaruh psychological well being terhadap perilaku melayani mahasiswa sebesar 0,488.
MASYARAKAT PENDALUNGAN (Sekilas Akulturasi Budaya di Daerah “Tapal Kuda” Jawa Timur) Prakrisno Satrio; Suryanto Suryanto; Bagong Suyanto
Jurnal Neo Societal Vol 5, No 4 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.089 KB) | DOI: 10.52423/jns.v5i4.14316

Abstract

Masyarakat Pendalungan adalah contoh kecil dari bangsa Indonesia yang memiliki banyak ragam suku bangsa, dengan banyak pula latar belakang budayanya. Masyarakat Pendalungan berlatar dua kultur yang memiliki banyak perbedaan walau berasal dari satu rumpun yang sama, yaitu kultur Jawa dan kultur Madura. Walaupun kultur Madura adalah sub-kultur dari kultur Jawa namun diantara keduanya terdapat perbedaa-perbedaan mendasar. Dua kultur tersebut berakulturasi menjadi Pendalungan. Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian pendahuluan yang melibatkan 3 orang informan dan beberapa ahli. Lokasi penelitian ini adalah di daerah Kabupaten Jember dan daerah kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia. Dari penelitian ini didapatkan beberapa hal yang merupakan bukti-bukti bahwa masyarakat Pendalungan melakukan adaptasi untuk mengatasi perubahan yang terjadi dan mengurangi tekanan akulturasi yang datang dari adanya pertemuan budaya Jawa dan Madura. Adaptasi tersebut akhirnya berpengaruh pula pada identitas sosial individu. Strategi akulturasi yang dipergunakan untuk beradaptasi oelh masyarakat Pendalungan juga memunculkan adanya budaya baru sebagai peleburan dari budaya yang sudah ada.