Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Need For Dominance Dengan Fungsi Kepemimpinan Pada Mahasiswa Aktif Universitas Syiah Kuala Shila, Ashilah; Bustamam, Nurbaity; Bakar, Abu; Yahya, Martunis
Jurnal Suloh Vol 8, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i2.40050

Abstract

Need for Dominance merupakan suatu kebutuhan manusia pada kategori sikap sosial, need for dominance salah satu kebutuhan manusia untuk bisa memenuhi fungsi-fungsi kepemimpinan pada suatu organisasi. Fungsi kepemimpinan seseorang akan lebih efektif apabila seseorang memiliki need for dominance diatas rata-rata. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara need for dominance dengan fungsi kepemimpinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaf dengan teknik deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pengurus harian organisasi kemahasiswaan dengan jumlah 29 organisasi dan populasi yang ditujukan kepada 87 mahasiswa yaitu ketua, wakil ketua dan sekretaris. Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu need for dominance dan fungsi kepemimpinan dengan jenis skala likert yang disebarkan secara online kepada mahasiswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa need for dominance pada mahasiswa aktif berorganisasi 71%(62 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi, 26%(23 mahasiswa) berada pada kategori tinggi dan 2%(2 mahasiswa) pada kategori sedang, dan hasil pada fungsi kepemimpinan mahasiswa aktif berorganisasi menunjukkan 90%(78 mahasiswa) berada pada kategori sangat tinggi dan 10%(9 mahasiswa) berada pada kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji korelasi Rank Speaerman menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,969 yang artinya adanya korelasi yang positif dan signifikan ini termasuk kedalam kategori sempurna antara need for dominance dengan fungsi kepemipinan pada mahasiswa aktif berorganisasi Universitas Syiah Kuala.
Kemampuan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Yang Mengikuti PLP 2 Nurfajri, Muhammad Tawsy; Nurhasanah, Nurhasanah; Yahya, Martunis
Jurnal Suloh Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i2.25364

Abstract

The Education Department of Syiah Kuala University implements two internship program series, PLP 1 and PLP 2. In such programs, students should have good communication skills. This study aims to describe the interpersonal communication skills of students who have participated in the school field introduction program (PLP2). This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The research population was 40 Guidance and Counseling students of the Education Department of Syiah Kuala University with saturated sampling; that is, the entire population was the sample. The data collection technique used a Likerts model scale questionnaire, a descriptive percentage technique applied to analyse the data. The results showed that the description of interpersonal communication skills of students who had participated in the PLP 2 program was in the high category with a percentage of 47.5% (19 students), very high category 45% (18 students), moderate category 5% (2 students), and deficient category 2.5% (1 student). The description of interpersonal communication skills on openness and empathy is in the high category, with an average value percentage above 36.35%. The aspects of mutual support, positive feelings, and elements of equality are in the very high category with a percentage of the average value. The average is above 40.33% from a total sample of 40 students. The research concluded that the interpersonal communication skills of students who take part in PLP 2 are in the high category.Keywords: College Students, Interpersonal Communication, Internship.ABSTRAKKemampuan komunikasi interpersonal merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam layanan konseling, termasuk dalam pelaksanaan program pengenalan lapangan persekolahan (PLP2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa BK FKIP USK yang telah mengikuti program pengenalan lapangan persekolahan (PLP2). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah 40 mahasiswa dengan pengambilan sampel jenuh yaitu seluruh populasi menjadi sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket bentuk skala likert, data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa BK FKIP USK yang telah mengikuti program PLP 2 berada pada kategori tinggi dengan persentase 47,5% (19 mahasiswa), kategori sangat tinggi 45% (18 mahasiswa), kategori sedang 5% (2 mahasiswa), dan kategori sangat rendah 2,5% (1 mahasiswa). Gambaran kemampuan komunikasi interpersonal pada aspek keterbukaan dan empati berada pada kategori tinggi dengan persentase nilai rata-rata diatas 36,35%, kemudian pada aspek sikap saling mendukung, aspek sikap perasaan positif, dan unsur kesetaraan berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase nilai rata-rata di atas 40,33%, dari jumlah sampel sebanyak 40 orang mahasiswa. Dari itu dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa BK FKIP USK yang mengikuti PLP 2 berada pada kategori tinggi.
Socio-Demographic Factors Shaping Parental Awareness of Children’s Positive Self-Concept Development Bustamam, Nurbaity; Asfaruddin, Khairiah; Yahya, Martunis; Chalidaziah, Wan
KONSELOR Vol. 14 No. 4 (2025): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/02025144138-0-86

Abstract

Parents play a crucial role in shaping a child’s self-concept, although socio-demographic factors may affect awareness of this responsibility. A total of 326 parents (93 fathers and 233 mothers), aged between 19 and 82 years, from various districts in Aceh participated in the study. They completed the Parental Awareness Scale of Self-Concept Promotion (PAS-SCP), a 42-item self-report instrument developed by the authors. The scale assesses three dimensions of parental awareness in promoting children’s positive self-concept: cognitive, affective, and behavioural. Content validity was confirmed through expert review, and reliability testing showed acceptable internal consistency (Cronbach’s α = .79–.86). Data were analysed using bivariate correlations (point-biserial and Spearman’s rho) and mean comparisons with effect sizes. Results indicated that parental education (r = .56, p < .01, large effect) and occupational field (r = .41, p < .01, moderate effect) were positively correlated with awareness. Conversely, age showed a negative correlation (r = –.29, p < .05, small-to-moderate effect). Gender differences were minimal (d = 0.05). These findings emphasise the importance of parental education and occupational background in fostering self-concept awareness. The results offer practical guidance for school counsellors and policymakers to enhance family-based interventions.