Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI EDUKATIF ANTARA GURU DENGAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 WERA KABUPATEN BIMA Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2021): November : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jkk.v8i2.48

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Edukatif Antara Guru dengan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima” Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima 2) Bagaimana penerapan pola sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi sosial antara guru dan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, kaitan dengan empat belas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi interpersonal antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi interpersonal yang baik hal ini ditandai dengan adanya kesediaan guru untuk mendengarkan keluhan setiap siswanya. Untuk membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa perlu adanya rasa pengertian dan memahami kondisi maupun keadaan yang dialami oleh setiap siswa. Sikap menyenangkan dan terbuka selalu ditunjukan oleh pembina dalam memberikan arahan dan tuntunan kepada siswa. Kedua, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait dengan kesebelas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa hal ini ditandai dengan adanya komunikasi yang akrab, hangat dan menyenangkan antara guru dan siswa, serta suasana nyaman dalam lingkungan sekolah. Adanya keberhasilan komunikasi untuk menumbuhkan tindakan nyata dalam pribadi siswa dengan bersikap menghargai orang lain dan mendengarkan apa yang disampaikan lawan bicaranya. Penyampaian yang disampaikan oleh guru dapat di dengar dengan jelas sehingga mampu dimengerti dan dipahami oleh siswanya. Ketiga, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait dengan keempat indikator dari variabel dampak komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa upaya mengembangkan pribadi dan potensi siswa sepenuhnya dengan selalu membangun komunikasi yang baik dengan siswa, agar siswa tidak merasa takut dan minder terhadap guru.
Public Speaking dan Gaya Kepemimpinan Birokrat pada Instansi Pemerintahan (Studi kasus di kelurahan Penaraga Kota Bima) Ariani Rosadi; Lubis Hermanto; Ahmad Hidayat
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2020): November: Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul Penelitian “Public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada Instansi Pemerintahan ( Studi kasus di Kelurahan Penaraga Kota Bima)”. Masalah penelitian ini adalah bagaiman public speaking dan gaya kepemimpinan birokrat pada instansi Pemerintah Kelurahan Penaraga Kota Bima?. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi Public speaking birokrat gaya kepemimpinan birokrat pada instansi pemerintahan di Kelurahan Penaraga Kota Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah birokrat lurah dan sekertaris lurah Kelurahan Penaraga .Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi dayta, penyajian data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu Perbedaan Public Speaking di kalangan birokrat dan gaya kepemimpinannya diantaranya dilatar belakangi oleh sudut pandang tentang pengetahuan dan latar belakang pendidikan serta pengalaman karier sebelumnya. Namun demikian, mereka memperhatikan unsur lain dalam berbicara yaitu berbudaya dan berbahasa di tengah masyarakat agar mudah dipahami. Pada realitasnya, tidak semua birokrat pernah dan paham terhadap konsep public speaking sebagai ilmu pengetahuan. Adapun saran dari peneliti adalah sebagai berikut pertama, pemerintah pusat harus mengadakan kegiatan pelatihan untuk public speaking kepada para birokrat. Kedua, para birokrat harus pandai mengkaji lebih dalam tentang tehnik penguasaan public speaking. Dan Ketiga, menjaga identitas gaya kepemimpinan yang melekat secara posistif dan tidak otoriter di mata masyarakat.
STUDI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MASYARAKAT BEDA AGAMA DI KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA Lubis Hermanto; Ariani Rosadi; Fajrul Imam
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 8 No. 1 (2021): Mei : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jkk.v8i1.77

Abstract

Penelitian ini berjudul “Studi Komunikasi Interpersonal Pada Masyarakat Beda Agama Di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima”. Komunikasi sebagai bagian terpenting dari kehidupan manusia telah ditelah sejak berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun yang lalu. Pergaulan manusia merupakan salah satu bentuk peristiwa komunikasi dalam masyarakat. Dengan melakukan komunikasi, maka kehidupan di lingkungan masyarakat akan berjalan dengan baik, meskipun berbeda agama seperti yang terjadi pada masyarakat di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Studi Komunikasi Interpersonal Pada Masyarakat Beda Agama di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menemukan, menganalisis dan menjelaskan komunikasi Interpersonal pada masyarakat beda agama di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dengan lokasi penelitian di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan key informan dan informan pendukung sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukan, bahwa; 1). Yang berperan sebagai komunikator merupakan tokoh agama yang ada di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima dan anggota masyarakat. Pesan yang disampaikan oleh komunikator cepat direspon oleh komunikan. Informasi yang disampaikan merupakan segala jenis kegiatan keagamaan dan lain-lainnya. 2). Respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang disampaikan sangat baik dan dibuktikan dengan ikut berpartisipasinya dalam kegiatan dan lain-lainya. 3). Media yang digunakan dalam studi komunikasi interpersonal pada masyarakat beda agama di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima adalah secara langsung antara komunikator dan komunikan dalam penyampaian pesan tanpa mengunakan media komunikasi canggih seperti saat ini. Karena masyarakat di Kecamatan Donggo merasa komunikasi yang dilakukan secara langsung dapat mempererat hubungan mereka. 4). Gangguan yang terjadi dalam komunikasi beda agama ini tidaklah terlalu besar, melainkan hanya gangguan kecil dan mudah diatasi secara cepat oleh pelaku komunikasi. 5). Dalam setiap proses komunikasi yang dilakukan oleh masyarakat beda agama, selalu tampak sikap saling menghargai antara kelompok masyarakat muslim dengan non muslim. Sehingga timbul tanggapan yang positif setiap ada informasi yang disampaikan. Toleransi yang diperlihatkan oleh masyarakat muslim kepada masyarakat non muslim dan sebaliknya, merupakan suatu kesuksesan komunikasi yang dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam kehidupan sosial. Masyarakat Donggo hidup dengan rukun tanpa ada tindakan intimidasi dan, diskriminasi terhadap sesama.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ DIFFICULTIES IN CONSTRUCTING ENGLISH SENTENCES A CASE STUDY AT SECOND GRADE STUDENTS OF SMAN 2 WERA IN THE ACADEMIC YEAR 2014/2015 Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2022): Mei : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jkk.v9i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kesulitan­kesulitan murid­murid dalam mengkontruksi kalimat-kalimat bahasa Inggris khususnya kalimat deklaratif (afirmatif dan negatif ) untuk mengungkapkan aktifitas sehari-hari dengan memfokuskan pada kesesuaian subjek dan predikat. Populasi dalam penelitian ini adalah murid­murid kelas dua SMAN 2 Wera sejumlah 140 murid. Akan tetapi, peneliti hanya mengambil 1 kelas (kelas XI IPA 1) sebagai perwakilan dari seluruh populasi yaitu bsejumlah 36 murid. Data dikumpulkan dengan menggabungkan jawaban­jawaban beberapa tes seperti pilihan ganda, menulis, kuisioner, dan kalimat rumpang. Peneliti menemukan bahwa murid­murid tidak mengerti bagaimana cara mengkontruksi kalimat deklaratif negatif dibandingkan dengan kalimat deklaratif positif. Data menunjukkan bahwa ada 83,33 % murid­murid yang mempunyai nilai yang berada dikatagori paling bawah. Hal ini berarti bahwa kemampuan murud­murid adalah sangat rendah. Ada tiga faktor yang mengkontribusi kesulitan­kesulitan murid didalam mengkontruksi kalimat bahasa Inggris antara lain Interference, Intralingual, and developmental errors.
VARIASI BAHASA: SAMBORI DAN MASYARAKAT MBOJO KONTEMPORER Ariani Rosadi; Lubis Hermanto
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 5 No. 2 (2018): November : Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang perbedaan mendasar dari dialek masyarakat adat desa sambori kecamatan lambitu kabupaten bima dengan masyaraka mbojo pada umumnya. Bahasa merupakan alat seseorang dalam mengenal dunia dan memahami kehidupannya. Seseorang tidak dapat hidup tanpa adanya komunikasi. Pola komunikasi khususnya pada bahasa verbal merupakan sebuah khazanah ilmu pengetahuan yang harus tetap dicari arti dan maknanya. Hakikat dalam komunikasi itu sendiri adalah mencari makna dari segala sesuatu yang ada di alam ini, baik secara verbal maupun non verbal. Daerah Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat, sungguh banyak memiliki keanekaragaman budaya khusunya dalam keanekaragaman bahasa aslinya. Salah satu suku yang masih kental dengan penggunaan bahasa asli ibunya adalah suku sambori. Sambori adalah wajah lama Bima yang memiliki keunikan tersendiri baik dari sisi sejarah maupun budayanya. Salah satu dari keunikan itu adalah Bahasa (Dialek) yang dituturkan warganya yang berbeda dengan bahasa Bima atau Nggahi Mbojo. Bahasa Sambori menyebar di sejumlah kampung dan Desa yang ada di gugusan pegunungan La Mbitu di tenggara Kota Bima seperti di Desa Tarlawi, Kaboro, Teta, Kalodu, Sambori, Kadi dan Kuta. Desa-desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan pemekaran La Mbitu. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi)
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Di Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) Mushola Nurul Iman Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima Hermanto, Lubis; Rosadi, Ariani; Junaidin, Junaidin; Irham, Irham; Mas’ud, Mas’ud; Syamsuddin, Syamsuddin
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v2i2.995

Abstract

Interpersonal communication suggests that communication is important for building self-concept, for survival, self-actualization, for obtaining happiness, avoiding pressure and dependency, among others through entertaining communication, and fostering relationships with other people. Through interpersonal communication we can work together with community members to achieve common goals. Through communication with other people, we can fulfill our emotional and intellectual needs, by cultivating warm relationships with those around us. Interpersonal communication indicates that communication is done for self-fulfillment, to feel entertained, comfortable and at ease with oneself and also others. The methods used include varied lectures, demonstrations, and exercises. The results of this training will benefit students and youth, so that the communication delivered is better and has a clear meaning, which is easily understood by the other person. The process of learning and teaching in training activities will be more interesting by understanding the concepts and knowledge conveyed by professional lecturers in their fields. Besides that, with training activities for developing interpersonal communication skills, it is hoped that it will increase students' knowledge, especially communication science so that students can maximize their potential, develop their public speaking and be able to communicate well.
STRATEGI KOMUNIKASI LURAH DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI KELURAHAN PENARAGA KOTA BIMA: LURAH COMMUNICATION STRATEGY IN FLOOD MANAGEMENT IN PENARAGA KELURAHAN BIMA CITY Lubis Hermanto; Ariani Rosadi; Iskandar Iskandar
Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.135 KB) | DOI: 10.55606/juitik.v2i2.176

Abstract

Bencana banjir menerjang Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima telah melakukan upaya penanganan darurat merespons bencana tersebut. Seperti dikutip dari siaran pers BNPB, BPBD Kota Bima telah mengevakuasi warga yang terdampak banjir di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Asakota, Rasanae Barat, Raba dan Mpunda. BPBD dibantu personel TNI dan Polri dalam mengevakuasi warga. Langan bencana, metode penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun strategi komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah kelurahan dalam menanggulangi bencana, baik itu yang bersifat mengantisipasi bencana maupun setelah terjadinya bencana atau pasca bencana terjadi sangat beragam dan menggunakan metode yang berbeda-beda. Pemerintah Kelurahan dalam hal ini, telah melakukan berbagai upaya strategis dalam menangulangi bencana banjir tersebut terutama dalam hal melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, agar pihak-pihak terkait dapat membantu dan menentukan langkah strategis guna mempercepat pemulihan masyarakat yang terkena dampak banjir baik pemulihan secara fisik maupun non fisik. Terkait langkah strategi komunikasi yang dibangun oleh Pemerintah Kelurahan dalam melakukan komunikasi baik secara vertikal maupun horizontal kepada semua unsur yang ada pada Pemerintahan Daerah maupun Pemerintah Propinsi, dalam hal ini seluruh komponen masyarakat juga dilibatkan dalam upaya pemulihan dan pencaian perbaikan aspek sarana dan parasana pasca banjir..
Pengembangan Sumber Daya Manusia (Sdm) Melalui Kemampuan Berbahasa Inggris Di Panti Asuhan At-Thoibah Aisyiyah Kelurahan Pane Kecamatan Rasa Na’e Barat Kota Bima Hermanto, Lubis; Rosadi, Ariani; Putri, Nunung; Adiningsih, Jumiati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmda.v2i1.1182

Abstract

The desire to increase the effectiveness of the success of non-formal education has carried out various evaluations of the progress of non-formal education so far. Countries that are members of UNESCO have concluded that the development of non-formal education must be participatory as much as possible, implemented by the community itself and the government's role should be positioned more as a facilitator.Formal education and the school system are apparently not enough to answer the various problems faced by society. This can be seen from the low level of public education, the high level of illiteracy for adults, the high level of unemployment, the high level of poverty and so on. Meanwhile, government policy in educational development places great emphasis on formal education and the school system. The attention to non-formal education is still very limited. This can be seen from the allocation of budgets and facilities as well as various other resources which are much greater devoted to formal education and the school system.In terms of the human achievement index (HDI), Bima City, even though it is ranked 2nd (second) contributor to the smallest poverty rate after Mataram City, still has quite big problems, based on data from the Bima City Education and Youth Service in 2015, in Bima City there are still 48% of people of productive age. age range 16-23 years who have not received education from various levels of education. Of course this is a serious problem.Bima City, as an autonomous region in its development, has begun to establish a non-formal education center in Bima City. The scope and variety of forms of activities currently not only take the form of the activities described above, but also organize various formal out-of-school educational activities that are oriented towards the abilities of students who have skills, these various activities start from Life Skills (Education). Life Skills) and courses, so today's educational activities cannot be underestimated, which for some people is considered only oriented towards providing equivalent diplomas to people who do not have the opportunity or are forced to leave their formal education.Efforts that are being promoted by the central government, including the Bima City government, through leading sectors that deal with these problems continue to try to promote programs that are felt to be able to unravel the common thread of poverty and educational backwardness, however there is an interrelated correlation between Educational progress is seen from the level of educational participation and poverty. One of these efforts is of course by raising public awareness to receive education, even though not through formal channels (school).
ANALISIS KOMUNIKASI INTERPERSONAL MELALUI APLIKASI WHATSAPP GROUP ANTARA GURU DAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 3 KOTA BIMA Fikhratul, Fikhratul; Rahmi; Ariani Rosadi
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol. 10 No. 1 (2023): Mei: Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan
Publisher : Universitas Mbojo Bima - Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.957 KB) | DOI: 10.59050/jkk.v10i1.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis komunikasi interpersonal melalui aplikasi Whatsapp Group antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 3 Kota Bima dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori efektivitas komunikasi interpersonal yang dikemukakan oleh Devito (1997). Komunikasi interpersonal dinilai berdasarkan 5 dimensi umum yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan efektif bila hanya melalui media Whatsapp Group tanpa menggunakan metode penyampaian materi secara langsung. Hal ini dibuktikan dengan siswa dan guru yang masih mengalami banyak kendala pada saat proses pembelajaran berlangsung. Berbagai kendala yang dialami pada saat kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui media Whatsapp Group yaitu tingkat keterbukaan yang kecil dari siswa, empati yang sulit untuk ditunjukkan baik oleh siswa maupun guru, sikap dukungan yang terbangun tidak sekuat pada saat pembelajaran dilakukan dengan pertemuan langsung di kelas, sikap yang ditunjukkan sebagian besar siswa berlaku sebaliknya dengan apa yang diharapkan oleh guru, serta perbedaan kesetaraan makna materi pembelajaran bagi siswa dan guru.
Learning outcomes through role play by simulating real-life scenarios: English for Information Technology System (ITS) Students Rosadi, Ariani; Setyawati, Gitalis
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 4 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i4.8014

Abstract

This study aims to investigate learning outcomes through role-play with real-life scenario simulations in English lessons for Information Technology Systems (STI) students at Mbojo Bima University. This study applied a qualitative research method with a descriptive type. The data sampling technique used purposive sampling and the researcher intentionally selected students of first semester. The methods of qualitative data collection most commonly used are document study, observations, semi-structured interviews and focus group discussion. Then, the data was analyzed using the Miles and Huberman model which consisted of data reduction, data presentation and conclusion drawn. The conclusions of this study include students’ learning experiences and learning approach. Students' learning experience in this study involved applying real-life contexts, active participation, enhancing confidence, practicing specific grammatical structures and vocabulary related to the scenario. Then, in this research, PBL as a learning approach facilitated students’ opportunity to develop their critical thinking in order to connect students’ learning experiences in real-life with language competence and skill.