Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pembagian Masker Dan Hand Sanitizer Serta Sosialisasi Pencegahan Penyebaran Covid-19 Pada Masyarakat Dusun Banngoi Kabupaten Seram Bagian Timur La Rakhmat Wabula; Ira Sandi Tunny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 4 (2021): JPMI - Agustus 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.30

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan masalah yang dialami secara global tidak terkecuali masyarakat Dusun Banggoi. Kasus positif Covid-19 di Dusun Banggoi Kabupaten Seram Bagian Timur masih relative tinggi dan terus bertambah. Hal ini mengakibatkan tingkat penularan Covid-19 semakin tinggi. Oleh karena itu, masalah ini perlu menjadi perhatian khusus agar secepatnya dilakukan penanganan penanggulangan penularan Covid-19. Fenomena terkait kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mentaati protokol kesehatan masih sangat minim, seperti saat bepergian tidak menggunakan masker, tidak mencuci tangan, dan tidak menjaga jarak. Berdasarkan permasalahan tersebut, sehingga pentingnya melakukan suatu upaya yang dapat menyadarkan pola pikir masyarakat betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan melakukan kegiatan pembagian masker, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19, pembuatan dan pemasangan tempat cuci tangan. Sosialisasi ini dilakukan di Dusun Banggoi Kabupaten Seram Bagian Timur. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari sosialisasi ini, yaitu masyarakat lebih peduli dalam mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Sosialisasi Covid-19 Dan Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Upaya Pemeliharaan Kesehatan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Tehoru Kabupaten Maluku Tengah La Rakhmat Wabula; Syahfitrah Umamity
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 5 (2021): JPMI - Oktober 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.34

Abstract

Penyebaran Covid-19 sangat cepat sehingga semua negara di dunia ini sedang menghadapi masalah kesehatan yang sama. Tak terkecuali di Indonesia, hingga saat ini di Kabupaten Maluku Tengah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 20-an. Hal itu tentu saja membuat semua orang khawatir akan terjadi penularan yang lebih masif. Di awal Covid-19 masuk Indonesia, di masyarakat beredar informasi bahwa empon-empon dapat menyembuhkan Covid-19. Fenomena yang muncul setelah berita tersebut, memicu persepsi masyarakat Desa Tehoru bahwa empon-empon bisa dijadikan obat tradisional untuk menyembuhkan Covid-19. Dari permasalahan tersebut maka, tim pengabdian mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya pemeliharaan kesehatan tubuh sehingga upaya mencegah penularan lebih maksimal. Serta edukasi bagi masyarakat Desa Tehoru bahwa empon-empon itu belum terbukti secara klinis dapat menyembuhkan Covid-19, melainkan untuk menjaga kesehatan dari segi imunitas tubuh. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan terutama pada masyarakat Desa Tehoru Kabupaten Maluku Tengah tentang upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya pemeliharaan kesehatan tubuh.
Sosialisasi Manfaat dan Pembuatan Hand Sanitizer Daun Sirih Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Desa Tehoru Kabupaten Maluku Tengah La Rakhmat Wabula; Maryam Lihi; Mohammad Dahlan Sely
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 5 (2021): JPMI - Oktober 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.35

Abstract

Virus Covid-19 pertama kali muncul di tahun 2019. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus corona sebagai pandemik. Hal ini membuat pemerintah dan masyarakat dunia makin waspada dengan penyebaran virus corona. Meski penting untuk mencari informasi terpercaya, kita juga perlu mengetahui langkah-langkah untuk membentengi diri dari stres dan panik berlebih di tengah wabah corona. Pemerintah menghimbau setiap masyarakat melakukan isolasi mandiri dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Selain itu pemerintah juga menghimbau menerapkan pola hidup bersih untuk mencegah penularan Covid-19. Salah satunya adalah tetap menjaga tangan agar tetap bersih. Sulitnya mendapatkan hand sanitizer sekarang ini membuat masyarakat khawatir bila harus beraktifitas di luar rumah. Fenomena tersebut juga terjadi pada masyarakat Desa Tehoru Kabupaten Maluku Tengah. Sesuai dengan fenomena tersebut, maka Tim Pengabdian Masyarakat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi penggunaan dan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar daun sirih di Desa Tehoru. Metode yang digunakan adalah observasi dan sosialisasi tentang penggunaan dan pembuatan hand sanitizer serta praktek langsung dengan masyarakat desa. Kegiatan ini diakhiri dengan evaluasi dan pembagian hand sanitizer untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sosialisasi ini memiliki dampak positif terhadap masyarakat Desa Tehoru dan dari segi ekonomi dapat menurunkan biaya pengeluaran untuk pembelian produk hand sanitizer.
Sosialisasi Dan Simulasi Pemberian Bantuan Hidup Dasar pada Nelayan Tradisional di Desa Kawa Kabupaten Seram Bagian Barat La Rakhmat Wabula; Maritje S. J. Malisngorar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 1 No 6 (2021): JPMI - Desember 2021
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.45

Abstract

Maluku merupakan salah satu provinsi bahari di Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai nelayan tradisional dan tinggal di Kawasan Pesisir. Sebaran masyarakat Desa Kawa adalah hidup di daerah pesisir yang berhadapan dengan lautan dimana bermata pencaharian utama adalah nelayan. Letak Desa Kawa dengan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dibatasi dengan transportasi darat dan lautan dengan jarak tempuh ± 45 menit. Hal ini membuat masyarakat tidak terlalu peka dengan masalah kesehatan dan terbiasa hidup mandiri namun tidak tahu akan tndakan mandiri dalam menangani sebuah masalah kegawatdaruratan. Berdasarkan data yang diperoleh di Masyarakat Desa Kawa selama ini sering terjadi kecelakaan berupa tenggelam, sehingga masyarakat ingin tahu akan penanganan pertama pada kasus tenggelam. Hal ini didasari pada lokasi desa yang jauh dari tenaga penolong (paramedis dan medis) dan tempat pertolongan (Puskesmas), sehingga masyarakat berkeinginan kuat untuk bisa secara mandiri melakukan cara pertolongan (Bantuan Hidup Dasar) pada kasus kecelakaan yang terjadi di laut, salah satunya adalah tenggelam. Demi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam di pesisir untuk memberikan pertolongan BHD yang tepat, maka berdasarkan analisis tim pengabdian di Desa Kawa untuk diberikan solusi yaitu melakukan sosialisasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk masyarakat awam dengan sasaran adalah masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dengan metode ceramah dan simulasi tindakan. Adapun hasil kegiatan yang dicapai dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan diketahui dari hasil post-test. Kenaikan nilai post-test sebesar 61,5% nelayan tradisional mempunyai pengetahuan baik
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Upaya Pencegahan Hipertensi terhadap Pengetahuan Penderita Hipertensi di Desa Iha Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Iha Kabupaten Seram Bagian Barat Suryanti Tukiman; La Rakhmat Wabula; Idham Soamole; M. Yasir Payapo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu24

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ vital tubuh. Pada hipertensi berat, biasanya muncul tanda dan gejala seperti pusing, mual, muntah, penglihatan kabur, dan mengantuk. Maka dengan tanda dan gejala tersebut penderita hipertensi perlu penanganan yang tepat. Pendidikan kesehatan merupakan upaya atau kegiatan yang menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif bagi kesehatan serta menambah wawasan pengetahuan tentang upaya pencegahan hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan one group pretest posttest, analisis dengan uji statistik berupa Wilcoson Test. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket pengetahuan yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan. Sebagian besar responden berusia 56-65 tahun, dan sebagian besar berpendidikan sekolah dasar. Setelah pre-test pengetahuan responden sudah baik, hanya 2 orang, 9 orang memiliki pengetahuan cukup dan 19 orang kurang. Pada saat dilakukan penyuluhan pengetahuan responden meningkat dengan pengetahuan baik sebanyak 23 orang dan hanya 7 orang. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai pengetahuan (p = 0,000)
Relationship between Diabetes Self-Management Knowledge and Stress Levels of Diabetic Mellitus Patients Who Follow a Diet During the Covid-19 Pandemic in Working area of the Piru Health Center La Rakhmat Wabula; Endah Fitriasari; Mursalim Saman
Jambura Nursing Journal Vol 5, No 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v5i2.16502

Abstract

Patients with Type II Diabetes Mellitus need to improve the Self-Management diet to prevent acute complications and reduce the risk of long-term complications and to do a fairly strict diet that causes boredom and stress because they have to follow dietary recommendations throughout their lives. The purpose of this study was to determine the relationship between diabetes self-management knowledge and stress in type II diabetes mellitus patients on a diet in Telaga Piru Hamlet, West Seram District, SBB Regency. The research design used quantitative research with a cross sectional approach and the number of samples was 93 respondents using total sampling, the instrument was a questionnaire and the analysis used the Spearman rank test. The results showed that the results of the analysis obtained a p-value of 0.000. Thus it is smaller than the level α = 0.05. This means that the hypothesis (H1) is accepted, that is, there is a relationship between diabetes self-management knowledge and the stress of type II diabetes mellitus sufferers on a diet. This can be proven by the value of the significance level, which means that the better self-management knowledge, the lighter the stress of going on a diet in people with type II diabetes mellitus. The results of this study are expected so that diabetes can implement good self-management dietary behavior and can reduce stress felt by sufferers independently.
Fracture patient experience in undergoing traditional massage therapy (Topu Bara) in Maluku Province: phenomenology study Wabula, La Rakhmat; Umamity, Syahfitrah; Fitriasari, Endah; Lombonaung, Ellen; Windari, Arindiah Puspa; Tehupelasury, Fahrunnissa
Jurnal Ners Vol. 17 No. 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v17i2.27190

Abstract

Introduction: In Indonesia, especially among the Maluku people, there was a culture of seeking traditional fracture treatment, namely "Topu Bara." Their belief has been passed down from generation to generation who believe that conventional medicine (Topu Bara) can cure the problem of fractures experienced by sufferers  The study aimed to explore patient's fracture healing experience in Topu Bara Methods: The method used wasa  phenomenological study that used deep interviews from August to September 2021  The participants were taken by purposive sampling, adults aged 21 to 59-years old, and were in the second or more of healing series  Data originated from 15 participants  Interviews were recorded, transcribed verbatim, and subjected to Collaizi analysis. Results: The results of the study found 7 themes, including causes of fracture, time events, action taken directly after inside, pain experiences during handling in "Topu Bara" therapy, coping of the patients, pain management, and advice given by healer to other participants. Conclusions: Most of them stated that safety and comfort were the priority for fracture healing  The concept of culture in the behavioral alteration of fracture healing can have an impact on the participants.
End-of-Life Acceptance in Hemodialysis Patients: A Conceptual Analysis Wabula, La Rakhmat; Yetti, Krisna; Masfuri, Masfuri; Widyatuti, Widyatuti; Widyawati, Ika Yuni; Septiwi, Cahyu
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i3.561

Abstract

End-of-life (EOL) acceptance is a crucial but underexplored concept among patients with end-stage renal disease (ESRD) undergoing hemodialysis. This study aimed to analyze and clarify the concept of EOL acceptance in hemodialysis patients using Walker and Avant’s eight-step method. These patients often face progressive physical deterioration and limited life expectancy, making psychological, emotional, and spiritual readiness to confront death a fundamental component of care. However, the term “EOL acceptance” lacks conceptual clarity and consistency in nursing practice. A comprehensive literature review was conducted using PubMed, CINAHL, and Scopus databases, targeting studies published between 2014 and 2024. The keywords used included ‘end-of-life,’ ‘terminal care,’ ‘death acceptance,’ ‘dying acceptance,’ ‘hemodialysis,’ ‘end-stage renal disease,’ and ‘terminal care nursing’. The analysis identified three attributes of EOL acceptance:  psychological readiness to face death, integration of existential and spiritual meaning, and proactive decision-making toward dignified dying. Supporting factors include awareness of terminal illness, therapeutic communication, and psychosocial-spiritual support. The identified consequences are emotional peace, enhanced family preparation, and improved quality of life. This analysis delineates a conceptual framework for EOL acceptance, enabling nurses to assess and support patients facing terminal illness effectively. It also provides a foundational framework for developing assessment tools and nursing interventions to improve person-centered EOL care for individuals with ERSD.