Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Kolesterol pada Masyarakat Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira: The Influence of Health Education on Cholesterol Prevention behavior in the Community in Kasoloang Village, Bambaira District Azhar; Suharni Montjai; Suriani; Ni Luh Fidriana; Misbahudin; Kartika Sari; Medriono Morsal Lamo; Aprilia; Nur Afni; Fadly Umar; Ayu Lestari
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9846

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk hiperkolesterolemia, merupakan salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Data WHO menunjukkan bahwa sekitar 45% penduduk dunia mengalami kolesterol tinggi, sementara di Indonesia prevalensinya mencapai 28%. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya hidup tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan kolesterol. Penyuluhan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai pengendalian kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan tentang kolesterol di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest design dengan total sampel berjumlah 23 orang yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) penyuluhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada ketiga variabel. Pengetahuan kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 95,7% setelah penyuluhan. Sikap kategori baik meningkat dari 65,2% menjadi 91,3%, sementara tindakan baik meningkat dari 56,5% menjadi 91,3%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value pengetahuan = 0,020, sikap = 0,034, dan tindakan = 0,005 (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketiga variabel tersebut. Media leaflet yang digunakan dalam penyuluhan turut membantu responden memahami materi secara lebih mudah dan berulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terkait pencegahan kolesterol. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya kegiatan penyuluhan rutin oleh tenaga kesehatan, peningkatan akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang mudah dipahami, serta penerapan gaya hidup sehat secara berkelanjutan untuk menekan risiko kolesterol tinggi di masyarakat pedesaan.
Faktor-Faktor Apa Saja Yang Berhubungan Dengan Pencapaian Pelaksanaan Ambulasi Dini Pada Ibu Pascapartum Di Ruang Rawat Inap RSKDIA Siti Fatimah Makassar Elfina, Elfina; Muchtar, Risma; Umar, Fadly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.628 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v2i2.569

Abstract

Ibu biasanya khawatir gerakan-gerakan yang di lakukan akan menimbulkan dampak yang tidak di inginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan pencapaian pelaksanaan ambulasi dini pada ibu pascapartum. Desain penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ”cross sectional study” Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen adalah pengetahuan, bimbingan bidan/perawat, jenis pertolongan persalinan dan dukungan keluarga. Variabel dependen adalah ambulasi dini pasca partum. Instrumen penelitian dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi.  Berdasarkan  hasil uji Fischer’s exact test dengan taraf kesalahan (α)=0,05 diperoleh nilai p=0,006 untuk pengetahuan, nilai p=0,000 untuk bimbingan perawat/bidan, nilai p=0,001 untuk jenis pertolongan persalinan dan nilai p=0,003 untuk dukungan keluarga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, bimbingan perawat/bidan, jenis pertolongan persalinan dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan ambulasi dini pasca partum. 
Analisis Faktor-Faktor Risiko Stunting Anak Balita pada Masa Pandemi Covid-19 di Puskesmas Tawaeli Kota Palu Tahun 2020: Analysis of the Risk Factors of Children's Stunting in the Covid-19 Pandemic Period at Tawaeli Puskesmas Tawaeli, Palu City, 2020 Umar, Fadly; Nurhaeda; Juwita
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.308 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i3.1612

Abstract

Stunting merupakan perhatian utama kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Tujuan penelitian menganalisis faktor risiko stunting anak balita pada masa pandemi di Sulawesi Tengah. Kunci kesuksesan pencegahan stunting adalah pemantauan gizi dan pengukuran berat badan bayi dan balita yang dilakukan kader masyarakat di posyandu. Saat pandemi covid-19, kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan, dampak pandemi ini terhadap indonesia dapat menyebabkan generation lost di masa depan. Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program-program pencegahan stunting di masa pandemi covid-19 ini. Penelitian kualitatif dan kuantitatif dilaksanakan pada tanggal 06 November-28 Desember 2021 di Puskesmas Tawaeli Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penarikan sampel dengan simple random sampling sebanyak 27 orang. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner, Faktor risiko yang paling dominan dilakukan analisis multivariat regresi logistik terhadap variabel faktor risiko rumah tangga dan keluarga, risiko makanan pendamping ASI, risiko praktek menyusui, risiko penyakit infeksi, risiko sosial dan masyarakat. Selanjutnya faktor risiko dominan dikendalikan dengan model promosi multilevel dengan pendekatan Multilevel Approach To Community Health (MATCH). Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki faktor risiko terhadap kejadian stunting adalah berat badan lahir rendah OR=5,512 (1,992-15,256) tidak mencuci tangan OR=5,359 (1,758-16,341) serta tidak memiliki jamban dengan OR= 7,398 (2,072-30,714). Model MATCH dengan melaksanakan program peningkatan efektivitas program Kesehatan ibu dan anak seperti antenatal care, kelas ibu hamil, suplementasi Fe dan kalsium. Pemberian makanan tambahan ibu hamil. Pelatihan praktik mencuci tangan pada air mengalir menggunakan sabun. Dukungan prasaran Air bersih dengan pemipaan. Bantuan kepemilikan jamban dan cara perawatannya serta pelatihan sanitasi berbasis masyarakat.
Hubungan Pengetahuan Prilaku dan Sikap dalam Pengolahan Makanan terhadap Kejadian Penyakit Diare Pasca Bencana di Pengusian Desa Wani 1 Kabupaten Donggala Tahun 2020: The Relationship Between Knowledge Behavior and Attitude in Food Processing to the Incidence of Diarrhea Post-Disaster in Wani 1 Village, Donggala Regency in 2020 Umar, Fadly; Juwita, Juwita; Kartiani, Andi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.803 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1613

Abstract

Pada wilayah Desa wani 1 terjadi diare balita sebesar 19 kasus denganjumlah KK 299 dan jumlah balita 63 jiwa (30,16%). Berdasarkan survey pendahuluan, masyarakat di pengungsian mempunyai pengetahuan yang cukup terhadap pengolahan makanan tetapi masih ada yang bersikap acuh. Kemungkinan hal ini dikarenakan kondisi lingkumgan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengolahan makanan terhadap kejadian penyakit diare pasca bencana dipengungsian desa wani 1. Desain penelitian yang digunakan adalah potong silang (Cross Sectional). Penelitian ini dilaksanakan di tempat pengungsian desa Wani 1 dengan populasi berjumlah 63 balita, dimana teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling. Luaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pengolahan makanan sehingga mengurangi kejadian penyakit diare di pengungsian Desa wani 1 Kabupaten Donggola.