Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STATUS PENGUASAAN LAHAN TERHADAP NILAI SOSIAL EKONOMI PETANI PADI SAWAH MUSIM GADU DI DESA GENTUNGANG KECAMATAN BAJENG BARAT KABUPATEN GOWA Irma Handayani; Jumiati Jumiati; Sahlan Sahlan
AgriMu Vol 2, No 1 (2022): AgriMu Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v2i1.7159

Abstract

Status penguasaan lahan terhadap tingkat sosial petani padi sawah musim gadu dan nilai ekonomi petani padi sawah ditinjau dari aspek penguasaan lahan di Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa. Populasi pada penelitian ini petani padi sawah sebanyak 300 orang, terdiri dari petani pemilik 190 orang, penyewa 80 orang dan penyakap 30 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode proporsional sampling dengan persentase pengambilan sampel penelitian 10%, sehingga sampel diperoleh 30 orang, sampel dipilih secara proporsional sehingga dapat ditentukan petani pemilik 15 orang, penyewa 10 orang dan penyakap 5 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriktif kualitatif seperti reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan lahan terhadap tingkat sosial petani di Desa Gentungang pada musim gadu dilihat dari status penguasaan lahan, cara petani memperoleh lahan, serta umur dan tingkat pendidikan yang dimiliki petani, dimana penguasaan lahan cenderung mengarah pada perorangan, Bentuk hubungan yang terjadi pada petani yaitu pemilik sekaligus penyakap dan bukan pemilik tapi penyakap. Status sosial yang ada pada petani di Desa Gentungang yaitu berstatus Hj, PNS, ketua RW dan ketua RT, wiraswasta, guru, iman desa, pedagang dan pengusaha  dimana luas lahan dan kepemilikan rumah juga yang dimiliki petani dapat meningkatkan status sosialnya dalam masyarakat.   Sedangkan kondisi ekonomi petani padi sawah pada musim gadu di Desa Gentungang memiliki nilai ekonomi yang berbeda-beda, ada yang memiliki status ekonomi yang tinggi, sedang dan rendah, dimana pada salah satu petani pemilik memiliki penghasilan Rp 46.750.000, penyewa Rp.17.875.000 dan penyakap Rp.13.007.500 pada saat musim gadu. Pendapatan petani masih tergolong rendah serta belum mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka. Sehingga banyak petani mencari pekerjaan sampingan untuk meningkatkan pendapatan. Jumlah tanggungan keluarga serta aset dan modal juga berpengaruh terhadap perekonomian keluarga petani.Kata kunci: Status, Penguasaan Lahan,  Nilai Sosial Ekonomi dan Musim Gadu  
Pengaruh Pembalajaran PPKn Terhadap Karakter Disiplin Peserta Didik Sekolah Dasar Adika Nur Ramadhan; Jumiati Nur; Muliani Azis
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Educational and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v2i4.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh pembelajaran PPKn terhadap pembentukan karakter disiplin peserta didik di SD Inpres Andi Tonro Kecamatan Tamalate Kota Makassar. penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei secara langsung Hasil Penelitian menunjukkan bahwam Pembelajaran PPKn pada siswa kelas Va SD Inpres Andi Tonro Kecamatan Tamalate Kota Makassar mendapatkan hasil yang tinggi. Hal yang sama juga terjadi pada karakter disiplin siswa di kelas Va SD Inpres Andi Tonro Kecamatan Tamalate Kota Makassar yang juga berada dalam kategori tinggi.
The Integration of Pancasila Values in Building Students’ Character as An Effort to Prevent Lost Generation At SMP Muhammadiyah 1 Makassar Jumiati Nur; Musdalifah Syahrir; Dewa Bagus Sanjaya; Ya’kub Ya’kub; Sharah Adriani Jafar
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 8, No 3 (2023): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v8i3.11906

Abstract

This study aims to describe the integration of Pancasila values in building the character of students as an effort to prevent the Lost Generation and the inhibiting factors in integrating Pancasila values in the school environment of SMP Muhammadiyah 1 Makassar. This study uses a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Research findings: 1. The integration of Pancasila values is carried out through various main activities at the school, namely: (1) through moral habituation or moral culture within the school, (2) during the Civics Education (PPKn) learning process, and (3) through extracurricular activities conducted at the school. 2. Inhibiting factors in integrating Pancasila values at the school include both internal and external factors. Internal factors are caused by inadequate funding and resources from the school, while external factors involve a lack of support from students' parents and the social environment.
Kelembagaan dalam Pengelolaan Daerah Irigasi Kampili Menurut Perspektif Keberlanjutan Secara Sosial, Ekonomi dan Lingkungan Jumiati, Jumiati; Rumallang, Ardi; Akbar, Akbar; Molla, Saleh
Agrikultura Vol 34, No 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i1.41645

Abstract

Penelitian ini didasari adanya bangunan irigasi yang rusak, dan penyadapan air yang mengindikasikan bahwa Daerah Irigasi Kampili tidak berkelanjutan, maka perlu dilakukan penelitian untuk dapat dijadikan dasar dalam menilai pengelolaan irigasi dengan menggunakan kinerja kelembagaan dan konsep keberlanjutan. Kelembagaan merupakan aturan main yang diterapkan di dalam lembaga untuk mengatur pengelolaan Irigasi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kinerja kelembagaan irigasi dan keberlanjutan pengelolaan irigasi pada Daerah Irigasi Kampili. Analisis data untuk penilaian keberlanjutan dilakukan kepada petani sebagai pengguna sistem irigasi. Evaluasi menggunakan Indeks Penilaian Kinerja Sistem Irigasi dengan kriteria kinerja: kinerja sangat baik  = 80 – 100, kinerja baik  = 70 – 79, kinerja kurang =  55 – 69, perlu perhatian = < 55  dengan menggunakan rumus keberlanjutan Nilai Total (N) = Nilai Sosial (NS) + Nilai Ekonomi (NE) + Nilai Lingkungan (NL) dengan syarat keberlanjutan jika: N≥70  dan NS + NE + NL ≥70 (N/1x70). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa lembaga yang terlibat dalam pengelolaan Daerah Irigasi Kampili.  Aspek sosial dengan nilai kinerja 81,33 dengan kategori sangat baik , keberlanjutan irigasi pada aspek ekonomi dengan nilai kinerja 74,73 dengan kategori baik dan keberlanjutan irigasi pada aspek lingkungan dengan nilai kinerja 75,33 dengan kategori baik. Secara simultan daerah Irigasi Kampili berkelanjutan dilihat dari nilai N > dari 70, akan tetapi secara parsial dilihat untuk wilayah hilir tidak berkelanjutan dimana nilai N < dari 70  yaitu 65,73.
Strategi pengembangan usahatani cabai rawit di desa banyuanyara kecamatan sanrobone kabupaten takalar Salma Wati; Siti Wardah; Jumiati ;
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.2582

Abstract

Salah satu tanaman pokok yang banyak ditanam petani yaitu cabai rawit. Namun hasil produksi tanaman cabai rawit menurun. Karena disebabkan oleh harga cabai rawit selalu berubah-ubah dan akses pasar terbatas, petani hanya menjual cabai rawit ke pedagang pengumpul. Tujuan dari penelitian ini adalah Menyusun faktor internal dan eksternal usahatani cabai rawit serta menganalisis strategi pengembangan usahatani cabai rawit. Metode purposive (sengaja) digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer dan data sekunder serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan usahatani cabai rawit meliputi faktor kekuatan yaitu pengalaman petani dalam membudidayakan cabai rawit, faktor kelemahannya yaitu kurangnya informasi pasar. Sedangkan faktor peluang meliputi Faktor eksternal meliputi adanya kontribusi pemerintah daerah dalam pembangunan pertanian dan faktor ancaman adalah adanya serangan hama/penyakit pada tanaman yang seharusnya siap panen. Strategi pengembangan usahatani cabai rawit berada pada I keempat yang mendukung strategi agresif, memanfaatkan kekuatan dan peluang untuk meningkatkan pertumbuhan perkembangan usahatani cabai rawit.
ANALISIS STRUKTUR PASAR USAHATANI KENTANG DI DESA TONASA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Wardianto, Wardianto; Jumiati, Jumiati; Saleh, Muh. Ikmal
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i1.1351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar dan perilaku pasar usahatani kentang di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Penelitian ini di laksanakan di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jenis data dalam penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif, Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel ini dilakukan ada dua cara yaitu untuk petani di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa diambil dari populasi sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode sensus (secara keseluruhan) sedangkan untuk pedagang dengan menggunakan metode snowball sampling (bola salju). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar usahatani kentang di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa menuju pada struktur pasar kompetitif (pasar persaingan sempurna). Dimana dalam menghitung struktur pasar dibedakan menjadi dua bagian yaitu hasil pangsa pasar petani 50,95% dari volume yang diproduksikan. Sedangkan hasil perhitungan pangsa pasar pedagang pengumpul sebesar 34,22% dan pedagang pengecer sebesar 14,83%. Hasil perhitungan Consentratio Ratio 2 menunjukkan dua petani kentang terbesar mempunyai pangsa pasar 15,21%. Apabila terdapat dua petani kentang menguasai pasar dari ≤ 33 % termasuk dalam sruktur pasar yang bersaing dan mengarah pada pasar kompetitif.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Karakter Disiplin Peserta Didik pada Mata Pelajaran PPKn UPTD SDN 119 Ir. Wasito Kabupaten Maros Sri ayu ningsi; Jumiati Nur; Musdalifah Syahrir
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5920

Abstract

This study aims to examine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on the discipline character of students in the Civics (PPKn) subject at SDN 119 Ir. Wasito, Tompobulu District, Maros Regency. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 11 fourth-grade students. Data were collected using a discipline character questionnaire, classroom observations, and documentation. Descriptive analysis revealed an increase in the average discipline score from 119.64 (pretest) to 149.55 (posttest). A paired-samples t-test showed a significance value of p = 0.000 (< 0.05), indicating that the application of the PBL model significantly improves students' discipline character. Therefore, the PBL model is recommended to be implemented as an alternative instructional strategy in Civics education to enhance character development in primary schools.