Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Tinjauan Teori Vitruvius pada Desain Gubuk dengan Konsep Tumpeng di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 3 No 1 (2024): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v3i1.664

Abstract

Dalam rangka pendampingan petani dan peningkatan produktivitas padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi bekerja sama dengan IAI Jatim utnuk membuat acara Archifarming-Architextile. Gubuk sawah yang biasanya tidak didesain secara khusus, dicoba untuk memasukkan unsur arsitektur ke dalam desainnya agar menarik namun tetap bermanfaat. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada para petani yang menjadi tonggak utama keberadaan Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi di Jawa Timur. Metode perencanaan dan pembangunan yang digunakan meliputi tahap persiapan (pra rancangan), tahapan perancangan termasuk analisa sistem dan bahan yang digunakan, dan tahap konstruksi (implementasi) di lapangan. Penerapan teori Arsitektur Vitruvius dalam perancangan gubuk sawah di Ngawi meliputi tiga hal. Pertama, Firmitas, menonjolkan kekuatan dan kekokohan Gubuk Tumpeng di tengah-tengah area sawah. Kedua, Utilitas, gubuk yang didesain mampu berfungsi sesuai dengan yang seharusnya, menjadi tempat peneduh dan beristirahat bagi petani. Ketiga, Venustas, bagaimana desain gubuk tidak hanya memberikan fungsi tapi memberi nilai estetika di tengah-tengah sawah.
Perencanaan dan Perancangan Kafe Kreatif dan Bersahabat di Surabaya Timur Sutanto, Felicia Ivena; Jatmiko, Ary Dwi; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.473 KB)

Abstract

Pembangunan gedung-gedung baru banyak bermunculan guna memenuhi kebutuhan manusia. Salah satu dari pembangunan gedung baru yang paling banyak dibangun saat ini adalah kafe atau restoran. Surabaya merupakan salah satu kota yang cukup banyak memiliki kafe atau restoran yang tersebar luas. Hal ini diketahui dari data-data yang telah terkumpul, baik dari studi obyek sejenis, data literatur, maupun studi lapangan. Hasilnya di Surabaya Timur terdapat banyak potensi membangun kafe dengan membawa konsep atau inovasi baru. Kafe ini akan membawa aspek-aspek edukasi, kesehatan, dan rekreasi dengan tujuan utama pengunjung adalah keluarga. Dalam aspek edukasi akan disediakan ruang baca, untuk aspek kesehatan akan dibuat area bersepeda, sedangkan untuk aspek rekreasi akan disediakan area berenang. Dalam desain pada bentuk kafe banyak dipengaruhi dari analisa site, program ruang, dan tujuan utama pengunjung yakni keluarga. Selain itu, desain kafe menerapakan unsur green dalam sistem bangunannya sehingga ramah lingkungan. Perencanaan dan perancangan kafe kreatif dan bersahabat ini akan menjadi kafe yang mampu memenuhi berbagai fasilitas dan menjadi inovasi baru yang pertama di Surabaya Timur.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN DOG CARE CENTER SEBAGAI PUSAT WADAH PELAYANAN DAN KESEHATAN HEWAN PELIHARAAN ANJING DI SURABAYA Tanoyo, Harris; Jatmiko, Ary Dwi; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.237 KB)

Abstract

Anjing merupakan salah satu hewan sosial karena perilakunya yang layak untuk dijadikan teman manusia. Berbagai manfaat bisa diambil dari memelihara hewan anjing, salah satunya adalah Animal Assisted Therapy. Oleh karena itu keberadaan sebagai hewan sosial seperti Pet Therapy ini harus mendapatkan suatu wadah yang dapat menyediakan dan mengoptimalkan peranan hewan anjing tersebut. Berawal dari permasalahan tersebut maka diperlukan suatu pusat wadah yang dapat menunjang dan memenuhi kebutuhan hewan anjing serta menjadi fasilitas untuk mewujudkan para pecinta hewan anjing untuk dapat mengenalkan informasi dan edukasi ke masyarakat umum serta juga mendukung dan membantu mengurangi hewan anjing terlantar lewat komunitas pecinta hewan anjing. Fasilitas yang dapat disediakan untuk hewan anjing antara lain Playground Indoor dan Outdoor, grooming, klinik dan penitipan hewan anjing. Dan terdapat juga fasilitas penunjang antara lain cafe, tempat komunitas pecinta hewan anjing, dan shelter. Dengan demikian, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu terciptanya Dog Care Center sebagai pusat wadah pelayanan dan kesehatan hewan anjing yang dapat memperkuat eksistensi dunia pecinta hewan anjing di masyarakat terutama Surabaya.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PASAR MULTIFUNGSI DI KOTA SURABAYA Setiawan, Alfon Julio; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 1 No 1 (2017): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2017
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.929 KB)

Abstract

Pasar Tradisional merupakan tempat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, dimana masyarakat sangat tergantung dengan keberadaan pasar. Latar belakang dari perancangan ini yaitu paradigma masyarakat yang menganggap bahwa pasar tradisional lekat dengan hal yang kotor, kumuh, dan kurang layak, hal ini menyebabkan masyarakat berpindah ke pasar modern untuk mencari kebutuhan akan bahan pokok. Adapun tujuan Perencanaan dan Perancangan Pasar Multifungsi di Kota Surabaya adalah untuk meningkatkan kualitas pasar tradisional di kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah dengan observasi langsung dan daftar pustaka. Hasil pengolahan data nantinya akan dijadikan sebagai dasar dalam perencanaan dan perancangan, dimana menghasilkan konsep makro identitas pasar. Oleh karena itu, pasar seharusnya perlu untuk dikembangkan kualitasnya agar masyarakat senang untuk pergi ke pasar dan juga tidak hanya pada kalangan wanita saja, namun dari berbagai kalangan, oleh sebab itu fungsi dari pasar perlu untuk ditambah, agar masyarakat yang pergi tidak hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, namun juga dapat menikmati fasilitas lain dari pasar itu sendiri.Hal ini juga dapat menjadi potensi bagi para pedagang kecil, agar dapat membuka lapangan kerja yang luas dan mencakup seluruh lapisan masyarakat.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KOMPLEKS RESORT AIR TERJUN SELENDANG BIDADARI DI KABUPATEN BOJONEGORO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMIMETIK Devi, Villa Navida; Mutfianti, Ririn Dina; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.543 KB)

Abstract

Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kawasan di Provinsi Jawa Timur yang memilikipotensi wisata yang patut untuk dikembangkan. Salah satunya yaitu Air Terjun SelendangBidadari yang berada di Kecamatan Malo. Air terjun ini memiliki 3 tingkat dengan tinggi 15meter dan berada ditengah kawasan hutan lindung. Pemandangan alam yang masih asri membuatlokasi ini semakin istimewa. Hanya saja lokasi berada 40 KM dari pusat kota, membuat lokasiini tidak memiliki fasilitas yang menunjang. Sebuah kompleks Resort akan sangat membantumemenuhi fasilitas lokasi ini. Keberadaan Resort ini akan menjadi pendukung lokasi wisata. Disetiap daerah atau negara, umumnya bangunan Resort didesain berdasarkan kebutuhan dan letaktopografinya. Karakteristik sebuah bangunan harus bisa beradaptasi dengan keadaan alam sekitar.Konsep Biomimetik pada arsitektur bisa jadi mirip dengan penerapan metafora, berfokus padabentukan-bentukan alam dan proses yang terjadi di dalamnya. Memadukan keseimbangan antaraalam dan manusia diyakini dapat menjadi nilai tambah dalam kehidupan manusia. Pemilihanlokasi yang tepat sehingga memberi arah pandangan (view) berupa gunung, danau, atau hutanpada arsitektur bangunan biomimetik akan semakin selaras bila diterapkan di daerah pedesaanatau pegunungan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ISLAMIC CENTER BERDASAR PADA ARSITEKTUR TROPIS DI KABUPATEN GRESIK Muqsithoh, Luthfiyyatul; Jatmiko, Ary Dwi; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 4 No 1 (2020): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2020
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.193 KB)

Abstract

Islamic Center merupakan pusat kegiatan pembinaan dan pengembangan keislaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas umat dalam berbagai macam kegiatan. Belum adanya pusat dari kegiatan agama Islam membuat Kabupaten Gresik membutuhkan wadah untuk mengakomodasi berbagai macam kegiatan keislaman. Perencanaan dan perancangan Islamic Center ini dirancang di Kabupaten Gresik dengan mengambil Arsitektur Tropis sebagai dasar perancangan dan memaksimalkan pada aspek kenyamanan termal, pencahayaan alami dan bentuk bangunan yang dapat disesuaikan dengan iklim tropis. Yang dapat terasa nyaman bagi para penggunanya. Metode yang dipakai merupakan tahapan desain menurut Donna P. Duerk (1993): Tahap persiapan, Pengumpulan data (primer dan sekunder), Analisa, Konsep perancangan, Desain arsitektur. Konsep yang diambil dalam perencanaan dan perancangan Islamic Center ini adalah Arsitektur Tropis. Bentuk pada bangunan merupakan hasil dari kebutuhan yang dapat menyesuaikan dengan kondisi iklim yang ada di site, seperti bentukan atap yang memiliki kemiringan, memiliki ventilasi dan bukaan, untuk ruang yang ada pada bangunan ditata linier dari Timur ke Barat agar dapat memaksimalkan pergerakan angin pada bangunan, sedangkan untuk penataan site dibuat terpusat pada masjid namun tetap memakai penataan linear dari Utara ke selatan dan membuat jarak antar bangunan agar angin dapat masuk ke dalam site, selain itu meminimalisir perkerasan dan menambahkan banyak vegetasi pada ruang luar yang ada pada site. Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dari desain Islamic Center di Indonesia.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TOURIS INFORMATION CENTER BERSIFAT REKREATIF KEKINIAN DI KOTA SURABAYA Sugianto, Yolanda; Jatmiko, Ary Dwi; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 5 No 1 (2021): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2021
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.572 KB)

Abstract

Tourist Information Center merupakan suatu tempat yang didirikan dengan tujuan memberikan pelayanan pada para wisatawan. Dalam Tourist Information Center, para wisatawan dapat memperoleh informasi secara lisan, tulisan, audio, maupun visual. Di Kota Surabaya sendiri sangat diperlukan Tourist Information Center, mengingat Surabaya adalah kota besar dan memiliki julukan kota pahlawan. Banyak wisatawan yang datang ke Surabaya untuk berwisata sejarah dan budaya. Tourist Information Center dididirikan di Surabaya untuk mewadahi para wisatawan yang belum banyak tau tentang Kota Surabaya dan memberi fasilitas yang memadai. Tourist Information Center akan dibuat dengan konsep arsitektur modern yang bersifat rekreatif kekinian. Metode yang dipakai yaitu tahapan desain menurut Donna P. Duerk (1993) yang terdiri dari : tahap persiapan, pengumpulan data (Primer dan Sekunder), Analisa, Konsep perancangan, Desain arsitektur. Dengan adanya tugas akhir ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat menjadi referensi yang ingin mempelajari tentang Tourist Information Center.
DESAIN LABORATORIUM ALAM SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KENYAMANAN DALAM ARSITEKTUR PERILAKU Rosilawati, Hana; Andarini, Risma
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um037v5i22020p106-113

Abstract

Laboratorium alam ini merupakan sarana prasarana belajar mengajar siswa Sekolah Dasar. Dalam proses belajar mengajar dilakukan metode praktikum, sehingga siswa dapat langsung mengamati tumbuhan dan hewan sebagai obyek pembelajaran. Laboratorium alam sangat diperlukan guru dalam menjelaskan pembelajaran mata pelajaran IPA secara langsung. Perancangan Laboratorium Alam ini berdasarkan Arsitektur Perilaku siswa Sekolah Dasar yang memperhatikan kenyamanannya. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Nation Star Academy Surabaya. Sekolah ini belum memiliki laboratorium alam dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pelajaran IPA, sehingga guru mata pelajaran IPA kurang optimal dalam menjelaskan ilmu pengetahuan alam secara nyata kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun secara sistematis data hasil studi literatur, wawancara, observasi obyek sejenis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengasilkan desain laboratorium alam yang nyaman dalam bentuk massa bangunan, penataan massa bangunan, warna, ukuran dan bentuk, perabot dan penataannya, suara, temperature, serta pencahayaam untuk penunjang mata pelajaran Sekolah Dasar Nation Star Academy,Surabaya.Laboratorium alam ini merupakan sarana prasarana belajar mengajar siswa Sekolah Dasar. Dalam proses belajar mengajar dilakukan metode praktikum, sehingga siswa dapat langsung mengamati tumbuhan dan hewan sebagai obyek pembelajaran. Laboratorium alam sangat diperlukan guru dalam menjelaskan pembelajaran mata pelajaran IPA secara langsung. Perancangan Laboratorium Alam ini berdasarkan Arsitektur Perilaku siswa Sekolah Dasar yang memperhatikan kenyamanannya. Lokasi penelitian berada di Sekolah Dasar Nation Star Academy Surabaya. Sekolah ini belum memiliki laboratorium alam dalam menunjang kegiatan belajar mengajar pelajaran IPA, sehingga guru mata pelajaran IPA kurang optimal dalam menjelaskan ilmu pengetahuan alam secara nyata kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menyusun secara sistematis data hasil studi literatur, wawancara, observasi obyek sejenis, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengasilkan desain laboratorium alam yang nyaman dalam bentuk massa bangunan, penataan massa bangunan, warna, ukuran dan bentuk, perabot dan penataannya, suara, temperature, serta pencahayaam untuk penunjang mata pelajaran Sekolah Dasar Nation Star Academy,Surabaya.
Perencanaan dan Perancangan Pusat Kebudayaan Pencak Silat Sebagai Tujuan Wisata Guna Membangun City Branding di Kota Madiun. Tema : Arsitektur Simbolis Noviani, Risa Tri; Andarini, Risma; Suprobo, F.Priyo
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 8 No 1 (2024): Vol 8 No 1 (2024): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2024
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planning and design of the Pencak Silat cultural center in Madiun City, with a symbolic architectural approach, are motivated by the absence of a dedicated center for Pencak Silat culture in Madiun City. The Pencak Silat Cultural Center is intended not only as an educational and tourism facility but also as an icon that strengthens the city branding of Madiun in the eyes of domestic and international tourists. To address this challenge, the design method by Charles Jencks is used to ensure an effectively directed design flow. Data collection is conducted quantitatively, including measurements of area and dimensions, and qualitatively, including studying behavioral, socio-cultural conditions, and spatial needs. The selected location for the planning and design is on Taman Praja Street, Madiun City, East Java, Indonesia. The data analysis results provide a synthesis in the form of macro and micro concepts with a symbolic architectural approach. The analysis results recommend the use of the macro concept of Pencak Silat cultural locality. The micro concept of form is linked to Pencak Silat movements, such as the 'sikap pasang' (posture) and 'sikap kuda-kuda' (horse stance). The micro concept of space uses a radial or dispersed spatial arrangement to create a sense of spaciousness and openness. The micro concept of arrangement with the 'kuda-kuda' movement results in a mass arrangement that aligns with the meaning of the 'kuda-kuda' movement.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN GELANGGANG PEMUDA SEBAGAI RUANG PENGEMBANGAN BAKAT PEMUDA DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Amalia, Khisnatul; Mutfianti, Ririn Dina; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 8 No 1 (2024): Vol 8 No 1 (2024): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2024
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The planning and design of the Youth Center in Nganjuk Regency as a space for youth talent development are motivated by the issue of juvenile delinquency, which arises due to a lack of environments that cater to their interests. Additionally, existing facilities in Nganjuk Regency do not fully address these needs. To achieve an appropriate design, Donna P. Duerk's design methodology is utilized to ensure a structured and efficient design process. The selected site for the project is located at Jalan Gatot Subroto 99-97, Ringin Anom, Kauman, Nganjuk District, Nganjuk Regency, Indonesia. The data analysis produced both macro and micro concepts, applied through a behavioral architecture approach. The analysis recommends the implementation of the macro concept of Youth Dynamization. The micro concept, rooted in behavioral architecture theory, focuses on personal space and territoriality, resulting in a spatial layout and mass organization that align with these principles. The design outcome features two primary structures: the Youth Center and the Community Building, supported by additional facilities such as a management office, café, parking area, and service buildings. The spatial arrangement is designed to make the youth feel that the spaces are intentionally created for their activities, while the mass organization emphasizes territoriality, allowing visitors to experience an environment that fosters social interaction based on their needs. This Youth Center's planning and design process is guided by extensive studies and analysis to ensure its optimal functionality.