Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAFE DENGAN PRINSIP CO-WORKING SPACE DI KOTA SURABAYA TEMA : ARSITEKTUR TROPIS Nanda, Leo; Andarini, Risma; Jatmiko, Ary Dwi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.553

Abstract

Mark Corbett, salah satu pendiri Pace Ventures, mengatakan ruang kerja bersama dipandang sebagai referensi terhadap ruang di gedung perkantoran yang relatif mahal. Kebutuhan akan ruang kerja muncul karena banyaknya startup dan meningkatnya permintaan akan pekerjaan freelance. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para freelancer dan startup yang ada. Kedai kopi merupakan tempat konsumsi yang kerap memberikan hiburan bagi pengunjungnya. Kafe merupakan tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik, warung makan, dan kantin minuman. Secara umum kedai kopi merupakan suatu tempat yang menyediakan makanan dan minuman layaknya restoran dalam sistem pelayanan wisata, yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai dan menghibur dengan musik. Secara umum arsitektur yang baik adalah arsitektur yang dapat merespon menyesuaikan lingkungan di mana tapak bangunan tersebut, sehingga arsitektur tropis merupakan arsitektur yang mengarah sebagai upaya pemecahan masalah-masalah bangunan yang ditimbulkan oleh iklim tropis. Data terbagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti atau dikumpulkan langsung dari sumber data. Sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti atau dikumpulkan dari berbagai sumber yang ada. Perencanaan dan Perancangan Kafe dan Co-Working Space di Surabaya bertema Arsitketur Tropis ini menyediakan ruang bersama yang cukup untuk menampung aktivitas para pekerja kantoran, khususnya startup dan komunitas. Seiring dengan berkembangnya dunia startup, industri kreatif dan freelancer, ukuran tempat kerja yang tidak terlalu besar namun sewa yang rendah menjadi prioritas bagi para startup atau freelancer.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN SKATEPARK CENTER DI KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Antonio D.W, Nicholaus; Rosilawati, Hana; Andarini, Risma
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.554

Abstract

Bagi seorang skaters, skateboard merupakan gaya hidup. Latar belakang Perencanaan dan Perancangan Skatepark Center di Kota Surabaya dengan pendekatan Arsitektur Perilaku ini adalah kurangnya wadah berupa fasilitas skatepark di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan para skaters menyalurkan hobi mereka serta adanya masyarakat non-skaters juga yang ingin menikmati bagian dari gaya hidup di dunia skateboard. Metode yang digunakan dalam Perencanaan dan Perancangan Skatepark Center yang berlokasi di Jl. Dharmahusada Indah Timur, Mulyorejo, Kec. Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, yang menggunakan tema Arsitektur Perilaku ini dimulai dengan pengumpulan data primer secara kuantitatif yang dapat dihitung secara fisik serta disusul dengan data kualitatif yaitu data yang tidak dapat diukur secara fisik. Dari data yang sudah dikumpulkan maka penentuan terhadap tema bisa ditentukan yang kemudian akan diproses kembali menjadi konsep desain. Dengan menerapkan pendekatan arsitektur perilaku maka perencanaan dan perancangan kali ini menerapkan konsep “seimbang” yang kemudian diterapkan pada bentuk yang direpresentasikan dengan bentuk bujursangkar. Pada ruang yang dikaitkan dengan teritorialitas dan terklaster. Pada tatanan massa bangunan yang juga dikaitkan dengan teritorialitas dan terklaster. Dengan memperhatikan berbagai kajian dan analisa yang ada diharapkan Perencanaan dan Perancangan Skatepark Center di Kota Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku mampu mewadahi kebutuhan baik dari skaters ataupun non-skaters.
Perencanaan dan Perancangan Buddhist Center di Surabaya dengan Pendekatan Arsitektur Simbolis Yong, Valerie Crystalia; Shirleyana; Andarini, Risma
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.851

Abstract

Di Kota Surabaya, Buddhist Center yang ada masih terbatas berupa vihara hingga cetiya yangberskala kecil. Hal ini menyebabkan kurangnya fasilitas yang memadai dan lengkap sehinggaaktivitas yang dapat dilakukan oleh umat beragama Buddha di Kota Surabaya untukmemperoleh informasi serta melakukan kegiatan peribadatan menjadi terbatas. Oleh karenaitu, dengan adanya perencanaan dan perancangan Buddhist Center di Kota Surabaya denganpendekaan Arsitektur Simbolis akan memberikan kemudahan bagi umat Buddha khususnyadi Kota Surabaya untuk mewadahi segala aktivitas keagamaan dalam wilayah yang strategis.Metode desain yang digunakan menggunakan metode Donna P. Duerk dengan proses yangmeliputi fact, issue, goal, performance requirements dan concept. Tema arsitektur simbolisdiwujudkan melalui bentuk bangunan yang berbentuk stupa sebagai lambang agama Buddhayang mudah ditangkap oleh masyarakat. Stupa sebagai lambang yang bermakna pencerahanjuga memberikan kesan dan ciri khas yang mudah ditangkap secara visual dalammendeskripsikan fungsi dari bangunan. Perencanaan dan Perancangan Buddhist Centerdiharapkan dapat menjadi referensi ilmu, wawasan serta pengetahuan dalam pengembanganilmu Arsitektur, khususnya perancangan gedung ibadah.
Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia sebagai Tempat Fun-Education di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis Hionasis, Albert Sebastian; Andarini, Risma; Shirleyana
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.853

Abstract

Dari tahun ke tahun terlihat dari jumlah kunjungan terdapat penurunan minat masyarakat terhadap museum konvensional. Museum perlu melakukan pendekatan baru yang mengintegrasikan teknologi kini ke dalam program pembelajaran museum. Para pengunjung tidak hanya melihat secara visual, tetapi juga seolah-olah diikutsertakan dalam peristiwa yang diceritakan dalam museum. Maka, dengan adanya perencanaan dan perancangan sensory museum perjuangan Bangsa Indonesia akan membantu memberikan edukasi sejarah dengan pendekatan yang berbeda dari museum konvensional. Buku Architectural programming dari Donna P. Duerk digunakan sebagai metode perancangan yang melibatkan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, konsep perancangan, dandesain arsitektur. Lokasi perancangan berada pada Jalan Taman Jayengrono, Surabaya. Tema arsitektur simbolis menggunakan konsep makro Pancasila pada perancangan sensory museum. Bentuk bangunan mengimplementasikan simbol dan sifat dari setiap sila Pancasila, mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Pada konsep mikro diterapkan sila-sila dan juga pengalaman sensori pada setiap ruang pameran. Perencanaan dan Perancangan Sensory Museum Perjuangan Bangsa Indonesia Sebagai Tempat Fun-Education Di Kota Surabaya Tema: Arsitektur Simbolis ini dibuat berdasarkan kajian dan analisa yang telah dilakukan dan diharapkan perancangan museum dapat menjadi lebih optimal.