Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) “AYO SIKAT GIGIMU” DI TK NURUL HIKMAH CIPAYUNG TAHUN 2022 Gustina, Irwanti; Yuria, Mella
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.522 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v1i2.926

Abstract

Setiap Anak perlu mendapatkan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini agar terbentuk pribadi yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan individu secara mandiri. Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan dimasyarakat luas yaitu karies gigi, karies tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi dapat pula terjadi pada anak.  Tujuan dilakukan Edukasi tentang sikat gigi ini  agar anak memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar secara mandiri. Peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh siswa taman kanak-kanak Nurul Huda Cipayung Jakarta Timur yang berjumlah 25 siswa. Metode kegiatan yang diberikan berupa edukasi dalam bentuk video sikat gigi dan diskusi.  Hasil dari kegiatan  beberapa siswa menjawab pertanyaan yang diajukan  dalam diskusi kegiatan dan terdapat  dokumentai kegiatan. Adapun kesimpulan dari kegiatan Edukasi yang dilaksanakan berjalan dengan baik, siswa kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan gosok gigi. Adapun saran dari kegiatan penyuluhan dapat dilakukan lebih sering agar siswa lebih mengetahui bagaimana cara menyikat gigi yang benar
PENCEGAHAN STUNTING PADA PERIODE GOLDEN AGE MELALUI PENINGKATAN EDUKASI PENTINGNYA MPASI Anandita, Mella Yuria Rachma; Gustina, Irwanti
Al Ghafur : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.176 KB) | DOI: 10.47647/alghafur.v1i2.917

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi nasional dikarenakan berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi stunting di Indonesia adalah 30,8%. Angka tersebut masih cukup jauh dari target WHO yaitu sebesar 20%. Stunting pada balita salah satunya disebabkan oleh masih minimnya pengetahuan ibu tentang gizi. Stunting akan berdampak pada penurunan kecerdasan dan kerentanan terhadap penyakit. Salah satu upaya pemenuhan gizi yang baik sejak dini adalah dengan pemberian MPASI di usia 6-24 bulan. Hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian besar ibu-ibu yang memiliki balita di wilayah Cililitan Kecil Jakarta Timur kurang memahami tentang pengolahan MPASI. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengedukasi ibu yang memiliki bayi pada periode golden age mengenai pemberian MPASI yang baik dan benar. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 30 orang ibu yang memiliki anak usia 6 bulan – 24 bulan. Metode yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan tentang MPASI 2) penyuluhan tentang MPASI; 3) diskusi dan tanya jawab. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 31 Mei 2022. Penyuluhan tentang pemberian MPASI secara berkesinambungan dapat meningkatkan pengetahuan para ibu dalam mencegah stunting. Kata kunci: Stunting, Golden Age, Pengetahuan Ibu, MPASI
PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA MELALUI IR/EDUCATION Chairiyah, Royani; RA, Mella Yuria; Gustina, Irwanti
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1460

Abstract

Juvenile delinquency is an act / crime / offense committed by adolescents that is unlawful, anti-social, anti-moral, and violates religious norms. Juvenile delinquency occurs because it is influenced by internal factors and external factors can have an impact on the teenager himself, family, and the community. Efforts made in tackling juvenile delinquency behavior can be grouped into preventive, curative, corrective and preservative actions can be carried out in the family, school and community environment. This PKM activity aims to provide understanding to adolescents regarding the prevention of juvenile delinquency in the form of education. The implementation of this PKM was carried out at SMK Bina Mandiri Depok on January 26, 2024 in the Classroom which was attended by 64 students and class XII students. Implementation method with lectures, discussions, active participation, questions and answers, evaluation and follow-up. This activity was attended by adolescents, the majority of the female sex 64.06%, the majority of adolescents aged mid-15-17 years 92.19%. Dedication material on Introduction to Juvenile Delinquency, Negative Impact of Juvenile Delinquency, Driving Factors of Juvenile Delinquency Solution and Prevention, Family Role, Social Skills Development, Importance of Education. The evaluation results showed an increase in knowledge related to juvenile delinquency with the pre-test score result was 53.78 after the activity there was an increase in the post-test score results to 91.78. The good response of the participants was seen with enthusiasm to follow it from the beginning to the end of the activity. There is an increase in adolescent knowledge.  It is expected that adolescents increase self-awareness, provide a strong foundation, become responsible and productive individuals.
OPTIMALISASI PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI BERBASIS RESPECTFULL MIDWIFERY CARE (RMC) Yuria R. A., Mella; Gustina, Irwanti; Chairiyah, Royani
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1892

Abstract

About 33.3% of adolescent girls aged 15-19 years started dating when they were not yet 15 years old. The number of adolescents who have received reproductive health counselling in Indonesia is 25.1%. Limited access to information on reproductive health results in a lack of knowledge, traits and risky behaviours in adolescents that have an impact on the reproductive health status of adolescents. One of the results of the international conference in line with the concept of Respectfull Midwifery Care (RMC) has been agreed on the right to information and reproductive health education. For this reason, the availability of adolescent care health services that can fulfil the health needs of adolescents is needed. This community service is organised to increase awareness and participation of adolescents in maintaining their reproductive health. This community service activity is in the form of reproductive health counselling for class XII students of SMAN 51 East Jakarta, totalling 100 people. This community service was carried out on 7 December 2023 with lecture, discussion, active participation, question and answer, evaluation and follow-up methods. In this activity, students were given pre and postest to measure the level of knowledge about reproductive health. The pretest results showed an average score of 67.3 and the post-test results showed an increase in the average score of 95.7. This activity showed significant results with a pvalue of 0.353 which indicates there is a significant difference before and after counselling. Adolescent girls are subjects who need health education, especially adolescent reproductive health. This service activity is expected to increase students' understanding and awareness and maintain their reproductive health.
Penyebab Langsung dan Penyebab Tidak Langsung Terjadinya Stunting pada Anak Balita Anggraeni, Legina; Yuria, Mella; Maryuni, Maryuni; Gustina, Irwanti
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.358

Abstract

Abstrak Stunting merupakan masalah gizi anak yang mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan dari kondisi tersebut antara lain dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berisiko mengalami penurunan kemampuan intelektual dan berisiko mengalami penyakit degeneratif dikemudian hari. Ada dua klasifikasi penyebab dari stunting yaitu penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara penyebab langsung dan penyebab tidak langsung kejadian stunting. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Sampel yang digunakan sebesar 75 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pengukuran berat badan serta tinggi badan secara langsung kepada balita. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara penyebab langsung (berat badan lahir dengan p-value 0,001 dan tinggi badan ibu dengan p-value 0,022) dan penyebab tidak langsung (pola asuh dengan p-value 0,002, pendidikan ibu dengan p-value 0,03, pengetahuan dengan p-value 0,043) terhadap kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat lahir, tinggi badan ibu, pola asuh, pendidikan ibu dan pengetahuan terhadap kejadian stunting. Saran kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi pra nikah dan memperkuat pelayanan kepada ibu hamil untuk mencegah komplikasi yang dapat menimbulkan stunting pada anak yang dilahirkan. Kata kunci  : Stunting, balita, penyebab langsung, penyebab tidak langsung Abstract Stunting is a worrying child nutrition problem. The impact of these conditions, among others, can inhibit brain growth and development so that they are at risk of decreased intellectual ability and at risk developing degenerative diseases in the future. There are two classifications of stunting events: direct causes and indirect causes. This study aimed to find out the relationship between immediate causes and indirect causes with stunting events. The method used is quantitative with a cross-sectional design in Kramat Jati subdistrict, East Jakarta 75 respondents used the sample. Data collection techniques using questionnaires and measurements of weight and height directly to toddlers. The results obtained in this study there is a significant relationship between direct causes (birth weight with a p-value of 0.001 and length of mother's body with a p-value of 0.022) and indirect causes (parenting with a p-value of 0.002, maternal education with a p-value of 0.03, knowledge with a p-value of 0.043) to stunting events in toddlers. This study a concludes a relationship between weight birth, maternal height, parenting, maternal education and knowledge to stunting events. Advice health workers to provide premarital education and strengthen services to pregnant women to prevent complications that can cause stunting in children born. Keywords            :               Stunting, toddler, direct cause, indirect cause
PENYEGARAN KADER MEMPERSIAPKAN MASA MENOPAUSE YANG SEHAT DAN BAHAGIA: Entering Menopause: Stay Beautiful and Productive Gustina, Irwanti; Handayani, Lutfi; Yuria, Mella
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v2i1.46

Abstract

Menopause is a natural stage in a woman's life characterized by the end of her menstrual cycle. Preparation for menopause is crucial to manage the physical, mental and emotional changes that may occur during this transition. This service activity aims to provide information to cadres in identifying important aspects in preparation for menopause as well as strategies that can help women deal with these changes. This activity also discusses efforts made to create a healthy and happy menopause so that every woman can understand the changes that occur in their bodies and deal with them better. The activity was held at the Pancoran mas community center in Depok.