Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Metode Pembelajaran Seni Musik Di SLBA PRPCN (Panti Rehabilitas Penyandangan Cacat Netra) Palembang Sepdwiko, Deria; Adoma, Auzy Madona; Yelli, Nofroza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun permasalahan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah metode pembelajaran musik di SLBA PRPCN ( Panti Rehabilitas Penyandng Cacat Netra) Palembang. Berupa Teknik dasar teori musik dengan materi solfegio, pola rytme serta insting kepekaan dalam mendengarkan dan menerapkan dari bunyi instrument keyboard. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan Teknik Dasar Teori Musik di SLB A PRPCN (Panti Rehabilitas Penyandangan Cacat Netra) PALEMBANG, sumber data yang digunakan ialah siswa kelas VII SMPLB A dan bapak Hafizur Rahman selaku guru seni musik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Deskriptif Kualitatif, tekhnik pengumpulan data. Dalam penelitian ini adalah berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, didapatkan hasil yang baik dalam penelitian ini dilihat dari berdasarkan data yang di analisa dan di peroleh kesimpulannya bahwa teori musik dasar menggunakan instrument keyboard pada siswa kelas VII SMPLB PRPCN dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat dilihat dari hasil evaluasi yang cukup memuaskan dengan hasil nilai rata-rata pada siswa, subjek jumlah siswa pada kelas VII 2 orang dengan kriteria "Sangat Baik" dan dengan kriteria "Baik" berjumlah 1 orang. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru seni budaya telah menerapkan metode yang tepat hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang memperoleh nilai rata-rata 80 - 100.
Struktur Penyajian Kesenian Anggawak di Desa Mengulak Kabupaten Oku Timur Adoma, Auzy Madona
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3015

Abstract

Penelatian ini bertujuan mengindentifikasi dan mendeskripsikan secara rinci tentang struktur penyajian Kesenian Anggawak di Desa Mengulak Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Masalah difokuskan pada bagaimana elemen musikal kesenian Anggawak tersusun dan berinteraksi membentuk suatu penyajian yang kohesif. Guna mendekati masalah ini, dipergunakan teori dari Alan P. Merriam, khususnya konsep “suara musik itu sendiri” dalam model tiga bagiannya,yang mengkaji elemen-elemen struktural bunyi secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan seniman dan tokoh adat, serta dokumentasi visual dan audio. Data dianalisis secara deskriptif-analitis, mengidentifikasi pola dan relasi antar elemen penyajian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur penyajian kesenian Anggawak memiliki pola teratur, mencakup aspek musikal ( melodi dan pola ritme) Terdapat tiga bagian dalam Struktur penyajian Sastra tutur Anggawak, yaitu bagian Awal, Tengah dan Akhir. Bagian awal dimulai dengan pola 1 dan syair salam atau pembuka, bagian tengah dilanjutkan dengan pola 1, pola 2 dan syair-syair improvisasi yang disampaikan oleh penutur, dan bagian akhir ditutup dengan syair penutup/permohonan maaf jika kurang berkenan dengan tuturan yang disampaikan dan diakhiri dengan pola 2 yang diulang dua kali.
BENTUK PENYAJIAN TARI NGUNDANG KARYA RADEN GUNAWAN DI KABUPATEN BANYUASIN: Tari Ngundang Apriyani, Anisa; Adoma, Auzy Madona; Rochayati, Rully
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 8 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngundang Dance is a creative dance created by Raden Gunawan in 2002, raised from a hereditary tradition carried out by the people of Banyuasin regency. The Ngundang dance tells about the habits of the Banyuasin people in gathering relatives and friends to attend and help with celebrations or almsgiving. The purpose of the writing is to describe the form of presentation of the Ngundang dance by Raden Gunawan in Banyuasin Regency. The research method used is a qualitative descriptive method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The form of presentation can make the dance work presented well organized, so that it can be studied and analyzed as a whole or divided according to the elements needed. The results of the research are in the form of a description of the form of presentation based on the theory of Y. Sumandiyo Hadi which consists of various elements such as dance movements, floor patterns, accompaniment, makeup, dress, dancers, and performance venues.
Jejak Pengabdian KKN Pada Masyarakat di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Adoma, Auzy Madona; Utama, Heldi Putra; Angelia, Novie; Irhamna, Lubna; Iparina, Erika; Kurniawati, Ade; Prasetia, Dell Ayu
Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Kegiatan Pengabdian Mahasiswa (JKPM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jkpm.v1i2.273

Abstract

KKN atau kuliah kerja nyata merupakan program yang dibuat oleh pihak Universitas PGRI Palembang melalui LPPKM (lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat). Program kuliah kerja nyata diadakan selama kurang lebih 40 hari, antara dari tanggal 16 Oktober sampai dengan 27 November 2023. Pada program kuliah kerja nyata dibagi menjadi 66 kelompok yang tersebar diberbagai wilayah Sumatra Selatan. Pada masing-masing kelompok terdiri dari 20 atau 21 orang. Masing-masing kelompok lebih banyak mendominasi perempuan dari pada laki-laki. Pada program kerja kuliah nyata, setiap kelompok didampingi oleh satu dosen pembimbing lapangan. Sebelum terjun kelapangan mahasiswa/mahasiswi diberikan pembekalan secara offline selama dua hari serta terdapat empat sesi (di ruang aidil fitri yang terletak dilantai 5 business science center) pada tanggal 6 sampai 7 Oktober 2023.
Bentuk Tari Munai Serapah di Sanggar Seni Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin (Komponen Nonverbal) Sari, Mia Julita; NAD, Nugroho; Adoma, Auzy Madona
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 2 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i2.115

Abstract

The purpose of this study was to determine and describe the form of Munai Serapah Dance in Sedulang Setudung Art Studio, Banyuasin Regency. The method used in this research is the qualitative method. The data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showedthat the body movements in munai serapah dance use basic Malay movements that are developed and created so as to create movements and music that are in harmony without reducing the meaning of the dance conveyed. The floor patterns used in Munai Serapah dance are arrows, circular, angled, straight, "V" shape, "A" shape, and face. the makeup used in Munai Serapah dance is stage makeup. Stage makeup is makeup intended for performance.This makeup is more assertive and bold and emphasizes certain effects such as the eyes, nose, lips, and eyebrows so that special attention is drawn to the face because theface is to be seen from a distance under bright lights. The music that accompanies the Munai Serapah dance was created simultaneously with the creation of the dance. Raden Gunawan is the music director as well as the dance director of Munai Serapah dance, adjusting between dance and music, and vice versa between music and dance. Munai Serapah dance accompaniment music was created using typical Malay musical instruments and modern musical instruments but still maintains the characteristics of thick Malay music. The musical instruments used in Munai Serapah dance include drums, organ, guitar, bass, drums, and vocals.
Pembelajaran Seni Teater Tradisional Menggunakan Metode Role Playing di Kelas X SMA Negeri 1 Rambang Dangku Astari, Maresta; NAD, Nugroho; Adoma, Auzy Madona
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 2 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i2.225

Abstract

Learning traditional theater arts in class X SMA Negeri 1 Rambang Dangku using the role-playingmethod is carried out with data validity techniques through observation, interviews, and documentation. Here the researcher gets class X to be studied, assisted by Mr. Ade Setiawan. S.Pd. as a cultural arts teacher to complete the research. The role-playing method is a role-playing method which means that the learning method is part of a simulation that is directed to express historical events, and create actual events or events that will appear in the future. In learning traditional theater arts in class X 1 the material learned is reading scripts that are more directed to realist scripts.
Bentuk dan Struktur Pertunjukan Tari Reog Ponorogo di Desa Tri Mulya Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin Lestari, Desi Dwi; Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon; Adoma, Auzy Madona
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 3 (2022): Vol 1 No 3. Page: 134 - 184
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i3.21

Abstract

The purpose of this study was to describe the form and structure of the Ponorogo Reog dance performance. The method used in this research is a descriptive qualitative method, with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The result of theanalysis of research data on Ponorogo is a dance that grows and develops in the village of Tri Mulya Agung this dance is usually danced by seven people. Reog Ponorogo dance is usually performed at weddings, circumcisions, etc, this dance uses the dadak peacock property made of bamboo and rattan, and artificial horses made of woven bamboo, while the costumes use clothes, udengan, cute, sempyok, katok panji, stagen, sampur, jarik binggel sikel, and boroboro. The accompaniment music used in the Reog Ponorogo dance performance is saron, drums, kenong, kempul, gongs, and angklung. While the structure of the show includes the opening, the core, the closing
Pembelajaran Vokal Dengan Metode Demonstrasi pada Kelas X di SMAN 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan Gunawan, Reza; Kurniawan, Irfan; Adoma, Auzy Madona
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 5 (2022): Vol 1 No 5. Page: 240 - 293
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.43

Abstract

The purpose of this study was to determine how the vocal learning process using the demonstration method. In this study, the researcher used a qualitative descriptive approach. The object to be studied is the process of learning art and culture which is in terms of vocal learning with the demonstration method at SMA Negeri 2 Toboali. Teachers and students at SMA Negeri 2 Toboali who will be informants for this research. Data collection techniques are observation, interviews, documentation. Based on the results of the analysis of research data and the discussion contained in the previous chapter about vocal learning with the demonstration method in class X at SMA N 2 Toboali, South Bangka Regency. It can be concluded that vocal learning with the demonstration method in learning arts and culture is very helpful, especially vocal learning in class X SMA N 2 Toboali, because students more easily understand the material presented by the teacher so that learning takes place more efficiently. Based on the results of research data analysis and discussion contained in the previous chapter on vocal learning with the demonstration method in class X at SMA N 2 Toboali, South Bangka Regency. It can be concluded that vocal learning with the demonstration method in learning arts and culture is very helpful, especially vocal learning in class X SMA N 2 Toboali, because students understand the material presented by the teacher more easily so that learning takes place more efficiently.
PEMANFAATAN SOFTWARE MAESTRO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN NOTASI BALOK PADA KELAS VIII DI MTS ISLAMIYAH ULU DANAU Zuhdi, Hamzir; Adoma, Auzy Madona
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2030

Abstract

The formulation of the problem in this study is how to use Maestro software as a learning medium for beam notation in class VIII at MTs Islamiyah Ulu Danau? The purpose of the study was to find out how to use maestro software in the learning process of beam notation at MTs Islamiyah Ulu Danau. The method used in this research is a qualitative approach. The data collection technique used is triangulation, namely observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the use of maestro software really helped students and teachers in carrying out the teaching and learning process, with the maestro students became easier to understand and more active in learning, the easy use of maestro also helped students to quickly understand and run the application before being notified by the teacher. he importance of empowering technology in education is to support easy and fun learning. To achieve the goals of education, aspects that support the learning process are also needed, including teachers, active students, innovative media and the availability of qualified facilities and infrastructure. The maestro software itself is a technological music published by Future Sculptor for Android users, this software serves to make it easier for users to write block notation. In addition to writing block notation, we can also hear the notes we make on our worksheets, making it easier to correct if there is an error in the position of the typed note. Utilization of maestro software at MTs Islamiyah Ulu Danau here is used as a notation writing medium where students will later copy the notation of the national anthem.
PEMBELAJARAN TARI TANGGAI MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 46 PALEMBANG Seftin, Rindy; Murniviyanti, Liza; Adoma, Auzy Madona
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2483

Abstract

Pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk terjadinya proses pembelajaran, kegiatan yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada peserta didik Pelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam berbagai pengalaman apresiasi maupun pengalaman berkreasi untuk menghasilkan suatu karya yang nyata dan bermanfaat  langsung bagi kehidupan peserta didik salah satunya ialah mata pelajarlan seni budaya. Mata pelajaran seni budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni berbasis budaya yang memiliki aspek-aspek meliputi seni rupa, seni musik, seni tari, dan juga keterampilan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pembelajaran Tari Tanggai Menggunakan Metode Drill Pada Kelas VII Di Smp Negeri 46 Palembang? Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hasil Pembelajaran Tari Tanggai Menggunakan Metode Drill Pada Kelas VII Di Smp Negeri 46 Palembang. Metode yang dipakai pada penelitian adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai ialah tringulasi yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hasil data penelitian yang telah dilakukan oleh penulis baik melalui teknik observasi,teknik wawancara dan dokumentasi menunjukkan bahwa ketika pembelajaran tari Tanggai terlihat baik dikarenakan guru yang mengajar seni budaya di SMP Negeri 46 Palembang cukup aktif, dapat membuat perangkat pembelajaran yang lengkap dan terperinci sesuai dengan yang ditetapkan kurikulum, serta fasilitas yang cukup. Proses pembelajaran tari Tanggai menggunakan metode Drill memberikan hasil yang positif bagi guru dan siswa terbukti dengan melihat proses belajar siswa yang sangat antusias dengan pembelajaran tari Tanggai dan dilihat dari hasil    penilaian yang diperoleh pada siswa dari kelas VII.2 mendapatkan nilai rata-rata 86 sedangkan nilai tertinggi 90 dan yang terendah 75.