Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tradisi Adat Ngayikka di Desa Negeri Kaya Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat Okpini, Shelli; Hera, Treni; Sepdwiko, Deria
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 5 (2022): Vol 1 No 5. Page: 240 - 293
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.42

Abstract

This study aims to describe the traditional Ngayikka tradition in Negeri Kaya Village, Tanjung Sakti District, PUMI, Lahat Regency. This study uses qualitative methods using observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. The object in this study is the Ngayikka traditional tradition, the Ngayikka traditional tradition is one of the traditions originating from Tanjung Sakti District, PUMI, Lahat Regency which is one of Indonesia's cultural treasures and the research subjects are girls who are in Gadiska (Ngayikka) in the Indonesian language. Indonesia. Lahat area. The results of this study explain that the form of presenting the Ngayikka traditional tradition is recognized by the people of Tanjung Sakti, Lahat Regency, because the Ngayikka custom is still practiced every time they want to circumcise a girl (Ngayikka) until now. The persistence of the Ngayikka traditional tradition to this day, because this custom has become a hereditary tradition carried out by every girl entering school age known as Ngayikka (Ngayikka).
Pengaruh Penggunaan Metronom Terhadap Stabilitas Tempo Dalam Menyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini pada Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Belitang Wicaksana, Agung Amanda; Sepdwiko, Deria; Hera, Treny
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Nomor 2. Page: 147 - 306
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i2.105

Abstract

This study aims to determine the effect of the metronome on tempo stability when students sing Ibu Kita Kartini's song. to approach this problem, the Jack Plano theory is used, namely, stability is stability, balance stability, and consistency that affect singing Ibu Kita Kartini's song. the research method used is quantitative. the data was collected through a questionnaire, pre-test, and post-test. The data analysis technique used is the normality test and the hypothesis t-test. this study concludes that there is an effect of using the metronome on the stability of the tempo of extracurricular students with the final average score of 72 which is in the right category in the stability of the tempo of singing Ibu Kita Kartini.
Pembelajaran Tari Kreasi “Salune Nue” Melalui Metode Demonstrasi Siswa Kelas IX SMP Negeri 8 Kota Sungai Penuh Emalia, Citra; Setyaningrum, Naomi Diah Budi; Sepdwiko, Deria
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 3 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i3.153

Abstract

The problem in this study is the Learning of the Creative Dance "Salune Nue" Through the Demonstration Method for Class IX Students of SMP Negeri 8 Kota Sungai Lilin. This study aims to find out how the creation of the "Salune Nue" dance is taught using the demonstration method. The method used is descriptive qualitative. The sample in this study were students of class IX.A, totaling 34 students. Data collection techniques used in this study were tests and documentation.Research in the teaching and learning process must be carried out systematically and continuously so that it becomes meaningful information in decision-making by conducting an assessment to find out the abilities possessed by students in achieving the competencies that have been determined. Where the test used uses the properties of coconut trees and chrysanthemums, in carrying out the test students are asked toform groups where each group consists of 5 students whose results are then displayed in front of the class accompanied by music and the correct floor pattern. Based on the results of the documentation shown through photos of studentactivities, shows that the learning the "Salune Nue" creative dance was given directions by the teacher on how to practice the "Salune Nue" creative dance.
UTILIZATION OF ART, CULTURE, AND TECHNOLOGY IN THE DEVELOPMENT OF TOURIST VILLAGES THROUGH POKDARWIS Inderawati, Rita; Saputra, Ardi; Septiani, Yin Yin; Sepdwiko, Deria
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i1.2601

Abstract

Purwosari Village gained recognition with the Embung Puri Idaman tourist attraction, the only tourist village in East Ogan Komering Ulu Regency. Managed by the Pokdarwis (Tourism Awareness Group), formed in 2022, the site is now facing challenges, including a decrease in the number of visitors. The causes include limited tourism creativity and innovation, economic capital, suboptimal marketing, and low community cohesion. To overcome this, online cultural arts and marketing training programs were held to boost Pokdarwis creativity, attract more visitors, and provide educational value for tourists. This training used the Asset Based Community Development (ABCD) approach and involved 40 participants, including Pokdarwis members, village officials, children, and village residents. The material provided includes training on the mini saron musical instrument, the bancakan weton procession, tourism management, and social media marketing. The results showed an increase in participants' knowledge from 11.5% to 75.5%, as well as an increase in creativity from those who only relied on nature and facilities as tourist attractions, now being able to play mini saron and understand the bancakan weton cultural procession. Interviews revealed that participants gained new motivation to promote local arts and culture, aiming to increase recognition and provide economic value for the village community.
Penyajian Musik Antar-antaran Pada Acara Pernikahan Di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sepdwiko, Deria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v6i2.1717

Abstract

Penelitian ini merumuskan masalah bagaimana bentuk penyajian musik dalam antar-antaran pada acara pernikahan di desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyajian musik dalam antar-antaran pada acara pernikahan yang berada pada desa Penanggoan Duren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa antar-antaran ini hanya dilakukan pada saat mempelai  laki-laki dan  perempuan berasal dari desa yang sama hal ini dikarenakan jauh nya jalan tempuh dalam proses berjalan kaki, dan antar-antaran ini hanya menggunakan alat musik kenong dan rebana srebagai media mengiring antar-antaran. Pola tabuhan dalam kenong terdapat 1 pola yang biasanya dimainkan, selanjutnya rebana memiliki pola tabuhan yaitu tabuhan 1, 2 , 3, dan 4. Kesenian musik antar-antaran yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kalangan masyarakat desa penanggoan duren kecamatan tulung selapan kabupaten ogan komering ilir sebagai khusus media pengiring dan penghibur yang selalu digunakan dalam antar-antaran pada acara pernikahan. Antar-antaran merupakan suatu kesenian tradisi yang ada di desa Penanggoan Duren, ialah proses berjalan kaki yang dilakukan oleh pihak mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan dengan membawa seserahan yang akan diberikan kepada pengantin perempuan tanpa adanya perjanjian sepihak. Berupa bahan pangan seperti beras, ayam, bumbu dapur, pohon pinang, pisang dan masih banyak lagi.
BENTUK PENYAJIAN MUSIK IRINGAN TARI PASAMBAHAN DI SANGGAR CARANO LEMABANG PALEMBANG Nurkhoiriya, Enny; Putra, Rio Eka; Sepdwiko, Deria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2468

Abstract

Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Musik Iringan Tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang” masalah dalam penelitian ini ialah bagaimanakah bentuk penyajian musik iringan tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang. Dari permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk penyajian musik iringan tari pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah musik iringan tari Pasambahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara dan dokumentasi. Musik iringan tari Pasambahan di Sanggar Carano Lemabang Palembang merupakan musik yang dikresikan kembali menjadi bentuk baru yaitu musik kreasi. Hasil penelitian terkait dengan penyajian musik iringan tari Pasambahan memiliki unsur yaitu alat musik, musik yang disajikan,seniman,kostum busana, tempat dan waktu penyajian. Musik ini dimainkan oleh 6 orang dengan menggunakan alat musik sarunai, gendang, talempong, dan tasa dan modern. Menggunakan kostum beskap kuning dengan aksesoris kepala dan celana panjang hitam. Musik iringan tari ini dibagi menjadi 4 bagian yaitu himbauan, ragam 1 penari, ragam tengah, dan penutup cepat. Tempat dan waktu penyajian tari biasanya di sesuaikan dengan tempat acara diruang tertutup atau ruang terbuka.
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR MODEL ALAT MUSIK TRADISIONAL DENGAN TEKNIK POINTILIS PADA SISWA KELAS VIII SMPN 41 PALEMBANG Istiqomah, Mutiara; Sepdwiko, Deria; Putra, Rio Eka
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i2.2482

Abstract

Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang memiliki wujud pasti dan memanfaatkan unsur seni rupa, termasuk ke dalam bentuk gambar, lukis, patung dan lainnya. Seni menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis merupakan salah satu wujud pembelajaran karya seni rupa pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah pembelajaran menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran menggambar model alat musik tradisional dengan teknik pointilis pada siswa kelas VIII SMPN 41 Palembang. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode kualitatif untuk memperoleh data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai "Pembelajaran Menggambar Model Alat Musik Tradisional dengan Teknik Pointilis pada Siswa Kelas VIII SMPN 41 Palembang". Penelitian mendapatkan hasil yang sudah cukup baik pada siswa kelas VIII dalam melakukan proses pembelajaran dengan bimbingan Ibu Andi bunga, S.Pd selaku guru seni budaya. Pembelajaran yang memerlukan proses latihan dan kesabaran dalam menggambar dengan titik-titik serta ketepatan dalam menentukan kesan gelap terang, serta alat pena/drawing pen pada teknik pointilis. Melalui penelitian ini diharapkan siswa dapat mengembangkan bakat dan kemampuannya dalam bidang menggambar.
BENTUK PENYAJIAN MUSIK TARI NGAGAH IMO PADA MASYARAKAT KERINCI PROVINSI JAMBI DALAM WADAH ESTETIKA Sepdwiko, Deria
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v7i1.2583

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk penyajian tari ngagah imo pada masyarakat Kerinci Provinsi Jambi dalam Wadah Estetika.  Terciptanya tari ngagah imo berangkat dari ritual yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya yaitu ritual pengobatan. Ritual tari ngagah imo berfungsi sebagai pengobatan suatu penyakit yang berhubungan dengan makhluk gaib. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif (deskriptif analisis), yaitu, ucapan, tulisan dan prilaku yang dapat diamati dari orang atau subjek itu sendiri yang dideskripsikan dan dianalisis dengan cara menyaksikan secara langsung pertunjukan tari ngagah imo, maupun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian. Ritual tari ngagah imo dipercayai oleh masyarakat Kerinci Provinsi Jambi sebagai sarana pengobatan yang berhubungan dengan makhluk gaib. Namun seiring dengan pergeseran waktu ritual ini dijadikan sebagai ide dalam menciptakan tari ngagah imo yang hanya berfungsi sebagai hiburan. Kehadiran tari ngagah imo ini mendapat tempat dalam kehidupan masyarakatnya, hal ini terlihat bahwa tari ngagah imo ditampilkan dalam berbagai acara-acara yang terdapat di Sulak deras Kabupaten Kerinci, seperti acara-acara yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Kerinci, sekolah-sekolah yang terdapat di Kerinci, event-event, maupun acara lainnya. Fokus penelitian yang dibahas dalam penelitian ini yaitu melihat estetika yang dihadirkan dalam tari ngagah imo secara keseluruhan dalam segi pertunjukan. Karena tarian ini berangkat dari ritual pengobatan yang bersifat sakral di lahirkan dalam bentuk seni tari. Kemajuan dan perkembangan zaman membuat masyarakat Kerinci Provinsi Jambi sangat memperhatikan perkembangan tari ngagah imo kedepannya agar tidak akan mengalami kepunahan.
Tradisi Adat Ngayikka di Desa Negeri Kaya Kecamatan Tanjung Sakti Pumi Kabupaten Lahat Okpini, Shelli; Hera, Treni; Sepdwiko, Deria
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 5 (2022): Vol 1 No 5. Page: 240 - 293
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.436 KB) | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.42

Abstract

This study aims to describe the traditional Ngayikka tradition in Negeri Kaya Village, Tanjung Sakti District, PUMI, Lahat Regency. This study uses qualitative methods using observation techniques, interview techniques, and documentation techniques. The object in this study is the Ngayikka traditional tradition, the Ngayikka traditional tradition is one of the traditions originating from Tanjung Sakti District, PUMI, Lahat Regency which is one of Indonesia's cultural treasures and the research subjects are girls who are in Gadiska (Ngayikka) in the Indonesian language. Indonesia. Lahat area. The results of this study explain that the form of presenting the Ngayikka traditional tradition is recognized by the people of Tanjung Sakti, Lahat Regency, because the Ngayikka custom is still practiced every time they want to circumcise a girl (Ngayikka) until now. The persistence of the Ngayikka traditional tradition to this day, because this custom has become a hereditary tradition carried out by every girl entering school age known as Ngayikka (Ngayikka).
Pengaruh Penggunaan Metronom Terhadap Stabilitas Tempo Dalam Menyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini pada Ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Belitang Wicaksana, Agung Amanda; Sepdwiko, Deria; Hera, Treny
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 Nomor 2. Page: 147 - 306
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i2.105

Abstract

This study aims to determine the effect of the metronome on tempo stability when students sing Ibu Kita Kartini's song. to approach this problem, the Jack Plano theory is used, namely, stability is stability, balance stability, and consistency that affect singing Ibu Kita Kartini's song. the research method used is quantitative. the data was collected through a questionnaire, pre-test, and post-test. The data analysis technique used is the normality test and the hypothesis t-test. this study concludes that there is an effect of using the metronome on the stability of the tempo of extracurricular students with the final average score of 72 which is in the right category in the stability of the tempo of singing Ibu Kita Kartini.