Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN BODY SHAMING DENGAN CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI Carsita, Wenny Nugrahati; Melany Oktavia Putri; Bambang Eryanto; Alvian Pristy Windiramadhan
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.315

Abstract

Tujuan: Remaja putri cenderung mengalami ketidakpuasan terhadap bagian tubuh dan penampilannya, yang disebabkan oleh sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bentuk tubuh, sehingga berpotensi mengganggu persepsi terhadap citra tubuh. Persepsi terhadap citra tubuh pada remaja putri dipengaruhi oleh penilaian fisik dari orang lain, yang dikenal dengan body shaming. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body shaming dengan citra tubuh pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik. Populasi dalam penelitian terdiri atas siswi kelas VIII dan IX yang berjumlah 390 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 197 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner body shaming dan kuesioner citra tubuh dari Multidimentional Body Self Relation Questionanaire-Apperence Scale (MBSRQ-AS). Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 101 (51,3%) responden yang mengalami body shaming ringan sebanyak 61 responden (56%) memiliki citra tubuh positif, 88 responden yang mengalami  body shaming sedang sebanyak 47 (43,1%) memiliki citra tubuh positif, dan 8 responden yang mengalami body shaming berat sebanyak 7 (87,5%) memiliki citra tubuh negatif. Hasil analisis didapatkan nilai p= 0,028 (α = < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara body shaming dengan citra tubuh. Disarankan untuk pihak sekolah untuk dapat melakukan pencegahan terhadap perilaku body shaming dengan melakukan pembinaan kepada siswa dan menggali alasan body shaming melalui sesi konseling.
GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA Kamsari, Kamsari; Carsita, Wenny Nugrahati; Riyanto, Riyanto; Husnaniyah, Dedeh; Alfiani, Selvi
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.458

Abstract

Latar belakang Lansia rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua, salah satunya hipertensi. Salah satu faktor resiko hipertensi pada lansia adalah gaya hidup. Gaya hidup suatu pola hidup seseorang dengan memperhatikan faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi kesehatan diantaranya makanan dan olahraga. Hipertensi di seluruh Indonesia sebesar 63.309.620 jiwa dan berdasarkan Dinas Kesehatan Indramayau bahwa jumlah penderita hipertensi pada lansia yang tertinggi yakni puskesmas lelea sebanyak 2.507 jiwa. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea Kabupaten Indramayu. Metode Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lansia yang menderita hipertensi yang berjumlah 209 responden, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sebanyak 136 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil didapatkan bahwa sebanyak 73 responden (53,7%) memiliki gaya hidup sehat, dan sebanyak 77 responden (56,6%) mengalami hipertensi sedang. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value = 0,485 (p-value > 0,05). Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara gaya hidup dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lelea Kabupaten Indramayu. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk mengkaji lebih dalam penyebab terjadinya hipertensi pada lansia.
Pengalaman Psikologis Pasien Covid-19: Literatur Review: Literatur Review Carsita, Wenny Nugrahati; Windiramadhan, Alvian Pristy
Viva Medika Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v14i02.581

Abstract

The Covid-19 disease causes global health problems. The increasing number of cases and deaths causes infected patients to experience not only physical suffering but also psychological problems. Patients infected with Covid-19 report anxiety, depression and post-traumatic stress. Patients with psychological problems will have difficulty controlling the symptoms of the disease, which will prevent recovery. This study aims to determine the psychological experience of Covid-19 patients. The research method used literature review. The data search was sourced from Google scholar, Pubmed, Science direct, and ProQuest using the keyword "psychological experience" "COVID-19 patients" "infection". Inclusion criteria: qualitative study, full text, English, 2020 limited search. The search found 159 articles and resulted in 5 articles that qualify for analysis. The results showed that Covid-19 patients experienced psychological problems at the beginning of diagnosis, during treatment, and after testing negative for Covid-19. Patients infected with Covid-19 are prone to experiencing psychological problems, so that health workers in carrying out treatment are expected to not only focus on physical problems, but also provide treatment related to psychological problems they are experiencing.
Pendidikan Kesehatan tentang Pencegahan Karies Gigi pada Anak Wenny Nugrahati Carsita; Alvian Pristy Windiramadhan; Aan Nurfauziah; Feronika Pratama Darojatun; Nada Aisyah Humairoh; Tarumi
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v1i2.147

Abstract

Masalah kesehatan gigi yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia salah satunya adalah karies gigi. Prevalensi karies gigi tertinggi yakni pada anak-anak. Angka kejadian karies gigi pada anak dipengaruhi salah satunya adalah faktor perilaku orang tua dalam kebiasaan memberi makan manis, lengket dan minum susu, kebiasaan pemeliharaan kebersihan gigi anak dan kebiasaan pemeriksaan gigi dan mulut anak. Pada anak yang mengalami karies gigi akan mengalami nyeri pada mulut, sulit mengunyah, terganggunya pola makan, susah tidur, sulit berkonsentrasi sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar dan sosial anak. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk perilaku. Hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap kejadian karies gigi pada anak. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah agar para orang tua memahami tentang pencegahan karies gigi pada anak. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa meningkatnya pengetahuan orang tua tentang pencegahan karies gigi pada anak.
Pendidikan Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Mental Wenny Nugrahati Carsita; Kusumawati, Mira Wahyu; Basir, Muhammad Ichsan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i2.717

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam menunjang kesejahteraan individu, khususnya pada masa remaja yang merupakan fase rentan terhadap berbagai tekanan kehidupan serta dinamika perkembangan emosional. Masalah kesehatan mental yang dialami pada masa remaja dapat memberikan dampak jangka panjang hingga masa dewasa. Kegagalan dalam menangani kondisi kesehatan mental berpotensi menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kesehatan fisik maupun psikologis. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang upaya pencegahan kesehatan mental. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan menggunakan metode ceramah dan sesi tanya jawab. Prosedur kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test menggunakan kuesioner, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan dan diakhiri dengan post-test. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XI-1 berjumlah 30 orang. Hasil: Diketahui adanya peningkatan rata-rata skor dari 85 pada pre-test menjadi 93 pada post-test setelah pelaksanaan kegiatan. Simpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja.
Analysis of Factors Associated with The Incidence of HIV AIDS among Housewives: A Mixed-Methods Study Windiramadhan, Alvian Pristy; Carsita, Wenny Nugrahati; Husnaniyah, Dedeh
Babali Nursing Research Vol. 7 No. 1 (2026): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2026.71537

Abstract

Introduction: While new HIV infections among key populations have declined, infections among women traditionally considered low-risk, particularly housewives, have increased. The problem that arises in housewives with HIV is the tendency to keep their disease status secret, resulting in delayed diagnosis and treatment, which leads to an increase in HIV transmission. However, factors related to HIV incidence in housewives have not been sufficiently explored. This study aims to analyze factors associated with HIV/AIDS incidence among housewives.Methods: This study used a sequential explanatory mixed methods design. A total of 323 respondents were involved in the quantitative study, while the qualitative study involved 6 housewives and 4 triangulation informants, including family members, nurses, counselors, and non-governmental organization leaders. The sampling technique used was purposive, based on the inclusion criteria. This study was conducted at a hospital in Indramayu Regency. Data analysis used the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).Results: Structural model analysis showed that predisposing factors and sexual behavior have a significant direct effect on HIV incidence, while precipitating factors have an indirect effect through sexual behavior.Conclusion: HIV incidence among housewives is influenced by predisposing factors, precipitating factors, and risky sexual behavior. HIV incidence among housewives is not only influenced by individual behavior, but also by social, economic, cultural, and gender relations within the household. Therefore, HIV prevention must be carried out comprehensively, taking these aspects into account.