Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Akulturasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Berbasis Multikultural di Pondok An Nahdloh Tanjung Sepat, Selangor, Malaysia M. Hadi Sutiyo; M. Sholihun; Moh. Mofid
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i1.4260

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengembangkan akulturasi nilai-nilai pendidikan Islam berbasis multikultural di Pondok An Nahdloh Tanjung Sepat, Selangor, Malaysia. Pondok ini memiliki santri dengan latar belakang budaya yang beragam, berasal dari berbagai daerah, yang membawa adat istiadat dan tradisi masing-masing. Keberagaman ini menjadi tantangan sekaligus potensi dalam menciptakan suasana pendidikan yang inklusif dan harmonis. Melalui pendekatan berbasis multikultural, PkM ini berfokus pada integrasi nilai-nilai universal dalam Islam, seperti toleransi, saling menghormati, dan penghargaan terhadap perbedaan, dengan tetap mempertahankan akar budaya lokal setiap santri. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan bagi pengurus pondok, pengajaran kurikulum berbasis multikultural, dan diskusi tentang pentingnya pendidikan yang mampu mengakomodasi berbagai identitas budaya dalam konteks Islam. Hasil dari pengabdian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan para santri dalam menghadapi dinamika sosial yang beragam, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya hidup berdampingan dalam keragaman budaya. Dengan demikian, Pondok An Nahdloh menjadi model pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan keberagaman budaya dalam kerangka pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang universal.
Pendampingan Peningkatan Kemampuan Membaca Kitab di Majelis Ta’lim Fatayat Nu Desa Kayukebek Tutur Kabupaten Pasuruan Hufron; Moh. Mofid; Khoirul Anwar; Fatmah. K
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan peningkatan kemampuan membaca kitab merupakan upaya strategis untuk meningkatkan literasi keislaman di kalangan jamaah Majelis Ta’lim Fatayat NU Desa Kayukebek, Tutur, Kabupaten Pasuruan. Program ini dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan membaca kitab sebagai sumber rujukan utama dalam kajian Islam. Metode yang digunakan melibatkan pendekatan partisipatif dengan tahapan asesmen awal, pelatihan terstruktur, dan evaluasi progres peserta. Pendampingan dilakukan oleh mentor yang memiliki kompetensi di bidang kitab menggunakan berbagai metode. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca kitab peserta, ditunjukkan oleh penguasaan kaidah dasar nahwu dan sharaf, serta pemahaman lebih mendalam terhadap teks keislaman. Program ini juga berdampak positif pada peningkatan semangat belajar dan penguatan nilai-nilai religius di lingkungan komunitas Fatayat NU. Dengan keberlanjutan program ini, diharapkan literasi keislaman masyarakat setempat semakin kokoh dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
Penggunaan Metode Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Maharah Kalam di Kelas X MA Al Jawahir Malakah Komis Kedungdung Sampang Moh. Mofid; Syamsul Arifin
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 2 (2025): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v7i2.4418

Abstract

Metode dalam pembelajaran mempunyai posisi yang paling urgen, penggunaan metode yang tepat bisa menentukan terlaksananya pembelajaran, kedudukan metode pembelajaran menentukan terlaksananya pembelajan yang efektif. Ada berbagai metode yang dapat digunakan oleh guru diantaranya ialah metode tutor sebaya untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa khususnya dalam Pembelajaran Maharah Kalam di Kelas X MA Al Jawahir Malakah Komis Kedungdung Sampang. Tutor sebaya merupakan salah satu dari metode pembelajaran yang memberikan kesempatan dan mendorong pada peserta didik mempelajari sesuatu dengan baik, dan pada waktu yang sama ia menjadi narasumber bagi yang lain.Fokus masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana Penggunaan Metode Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Maharah Kalam di Kelas X MA Al Jawahir Malakah Komis Kedungdung Sampang? 2) Apa saja faktor Pendukung dan Penghambat dalam Penggunaan Metode Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Maharah Kalam di kelas X MA Al Jawahir Malakah Komis Kedungdung Sampang? Adapun pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif, adapun pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah: 1). Penggunaan metode tutor sebaya mampu memberikan dampak yang positif serta segnifikan dalam pembelajaran adapun langkah-langkahnya meliputi: 1). Guru membuat Rpp dan Media Pembelajaran, 2). Guru menjelaskan Materi Pembelajaran tujuan pembelajaran dan langkah-langkah kegiatan yang akan dilalui siswa, 3). Guru Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 4-6 siswa secara merata (setiap kelompok terdapat Siswa yang pintar), 4). Di dalam kelompok belajar siswa belajar dengan sesama siswa. 5). Masing-masing anggota kelompok secara bergiliran mempersentasikan hasil bahasannya dihadapan kelompok lain, 6). Setiap kelompok diminta memberikan tanggapan (krtitik, saran, pendapat, pernyataan dan komentar), 7). Guru memberikan kesimpulan permasalahan dan pemecahan. 2) Faktor pendukungnya meliputi interaksi antara guru dan siswa, minat siswa dan kenyamanan siswa, sedangkan penghambatnya dari metode ini meliputi kurangnya persiapan tutor, kondisi siswa dalam kelas, dan sarana-prasarana yang belum memadai.
Pendampingan Dalam Penguatan Moderasi Beragama Dan Kerukunan Antarumat Di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan Moh. Mofid; Hufron; Gatut Setiadi; Zizi Nurhikmah; Mohammad Zainal Hamdy
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4435

Abstract

Permasalahan masyarakat di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan muncul dari keragaman agama Islam, Hindu, dan Kristen yang selama ini harmonis, namun menghadapi tantangan perubahan sosial, arus informasi digital, serta masuknya paham keagamaan transnasional yang berpotensi memicu kesalahpahaman jika tidak dikelola melalui komunikasi inklusif dan literasi keagamaan yang memadai. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah memperkuat pemahaman moderasi beragama melalui nilai tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa perbedaan keyakinan merupakan kekayaan sosial yang perlu dirawat dengan dialog, empati, serta kolaborasi lintas komunitas demi ketahanan sosial desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek kegiatan. Tahapan meliputi identifikasi masalah bersama tokoh agama dan warga, perencanaan program edukasi, pelaksanaan sosialisasi dan dialog lintas agama, serta refleksi dan evaluasi partisipatif. Kegiatan diwujudkan melalui seminar interaktif, diskusi kelompok terarah, kerja bakti lintas iman, penanaman pohon, dan kegiatan budaya desa. Pendekatan komunikasi partisipatif dipilih agar warga terlibat aktif, berbagi pengalaman, membangun kepercayaan, serta merumuskan komitmen bersama menjaga kerukunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran hidup damai, keterbukaan terhadap perbedaan, serta partisipasi warga dalam aktivitas sosial lintas agama. Muncul pula inisiatif pembentukan forum komunikasi antarumat beragama tingkat desa sebagai wadah berkelanjutan untuk memelihara dialog, mencegah konflik, dan menguatkan solidaritas masyarakat, sekaligus mendorong tokoh lokal menjadi agen moderasi yang konsisten menanamkan nilai harmoni sosial.
The Deconstruction of Literary Criticism Approaches to the Qur’an: Amin al-Khuli’s Perspective adminojs, adminojs; Moh. Mofid; Hamdy, Mohammad Zainal
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v4i2.744

Abstract

The Qur'an is a collection of texts that require a very deep understanding and interpretation. Without interpretation, the text of the Qur'an remains a text that cannot speak. Literature is the result of human creation using the medium of written and spoken language, is imaginative, delivered in a unique way, and contains messages that are relatively. The purpose of this study is to explain the literary criticism approach to the Qur'an according to Amin Al-Khuli's view, so that we as Muslims understand more deeply about the contents of the Qur'an. Literary Approach as a Knife of Analysis in Understanding the Text of the Qur'an, Literary approach in interpretation actually emerged due to the large number of non-Arabs who converted to Islam and due to the weakness of the Arabs themselves in the field of literature, so it was felt necessary to explain to them about privileges and circumstances of the meaning of the content of the Qur'an. Then in the modern era the literary approach in the Qur'an was driven by Amin al-Khuli (died. 1968 AD) at the end of the twentieth century (20). He is a professor of Qur'anic studies at Cairo University. According to Amin al-Khuli, the Qur'an is the greatest book in Arabic. One of his theses states that the Qur'an is the greatest work of Arabic literature. The Qur'an has made the Arabic language never die, and along with its status as the language that God has chosen to convey His divine messages, makes the Qur'an itself as something that does not know dry.