Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARAKTERISTIK ELEMEN ARSITEKTUR MASJID DI WONOSOBO Adinda Septi Hendriani; Hermawan Hermawan; Eko Wahyu Kurniawan; Dama Primanda; Annisa Nabila Arrizqi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3409

Abstract

Masjid seringkali dibangun dengan menerapkan gaya arsitektur Islam. Beberapa masjid juga dibangun dengan menggabungkan Arsitektur Islam dan Nusantara. Kajian karakteristik elemen arsitektur pada masjid akan memperlihatkan perkembangan gaya arsitektur. Penelitian bertujuan melakukan kajian elemen bangunan masjid di Wonosobo. Metode penelitian menggunakan metode kulaitatif deskriptif dengan cara menggali dan mendokumentasikan elemen beberapa masjid di Wonosobo. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada masjid yang mencoba untuk total dalam menerapkan arsitektur Islam dan ada masjid yang menggabungkan antara gaya arsitektur Islam dan Nusantara.
STRATEGI PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA MI BERBASIS TEKNOLOGI PADA MASA PANDEMI COVID19 MELALUI PROGRAM KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR Muhamad Fuat Asnawi; Dede Irma; Muslim Hidayat; Hidayatus Sibyan; Adinda Septi Hendriani
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/sorot.v1i1.2504

Abstract

Pendidikan seharusnya sudah menjadi prioritas seluruh masyarakat di Indonesia. Dalam bidang pendidikan, tidak selamanya pendidikan di sekolah berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Berbagai upaya untuk mengatasi problemtika pendidikan dapat dilakukan, salah satunya melalui kegiatan pendampingan belajar yang merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa KPM Universitas Sains Al-Qur'an dengan nama kegiatan “Kelas Belajar Anak di Kelurahan Bandingan Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai sarana penyampaian kebermanfaatan ilmu dan rasa peduli para mahasiswa terhadap anak sekolah di bidang pendidikan dalam bentuk pendampingan belajar melalui kegiatan bimbingan belajar anak di lingkungan posko KPM Universitas Sains Al-Qur'an. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan prestasi akademik dan motivasi belajar anak. Kegiatan ini melibatkan siswa SD/MI yang berjumlah 20 siswa. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan dengan kita mengkonfirmasi kepada penanggung jawab untuk disampaikan kepada orangtua siswa bertempat di kelurahan Bandingan Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu dalam bidang bahasa dan seni. Kegiatan pembimbingan tersebut dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan. Metode pelaksanaan kegiatan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan prestasi dan motivasi belajar siswa mengalami perkembangan yang baik.
Revegetasi Pemulihan Lahan Bekas Tambang Pasir melalui Pengelolaan Lansekap dengan Teknologi "Soil Block" di Desa Candimulyo Wonosobo Hendriani, Adinda Septi; Sunaryo, Sunaryo; Widodo, Muhammad Pudji
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6430

Abstract

Kegiatan penambangan pasir yang dikelola oleh masyarakat Desa Candimulyo Kabupaten Wonosobo menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Lahan yang semula dapat ditanami berubah menjadi lahan yang tidak subur banyak dijumpai lubang bekas galian yang memiliki kemiringan lereng yang terjal. Penataan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan menjadi lahan siap tanam dengan tanaman keras (kayu) dan tanaman sayuran. Tanaman kayu yang dipilih adalah tanaman kayu jenitri, sedangkan untuk tanaman sayuran yaitu adalah cabai dan selada. Penataan lahan ini dilakukan dengan menyiapkan lahan menjadi lahan yang siap tanam menggunakan teknologi “Soil Block” sebagai media tanam, formula Soil Block terdiri dari sedimen endapan rawa, kompos, pupuk kandang, serbuk serabut kelapa (cocopeat), kapur dolomit, dan fosfat alam. Kegiatan revegetasi ini diharapkan bertujuan yang pertama yaitu untuk memulihkan kondisi lahan di bekas tambang pasir sedangkan tujuan yangkedua yaitu untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penanaman tanaman sayur sehingga jumlah produksi semakin banyak dan kualitas produksi menjadi lebih baik.
WONOSOBO FOOTBALL TRAINING CENTER WITH A FUTURISTIC ARCHITECTURAL APPROACH ardani; Hermawan Hermawan; Adinda Septi Hendriani
Clean Energy and Smart Technology Vol. 2 No. 1 (2023): October
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v2i1.51

Abstract

Football is currently the most popular sport in the world. Among the countries in the world, in Indonesia football is the most popular sport and Surakarta is one of the cities with high fanaticism for the sport of football. In its development, football is now not just a sport to nourish the body, but has become an entertaining sport that can be enjoyed and done by anyone. In addition, football has now led to a competitive match that requires a victory and achievement. Training facilities are used to shape the character of players so that later they can excel and can improve the quality of a professional football club. So the existence of a Wonosobo Football Training Center in Wonosobo is very important. This is closely related to the coaching and training process of a professional football club. The representative and complete facilities of the Wonosobo Football Training Center in Wonosobo are one of the benchmarks and mirrors of the professionalism and progress of a football club. The Wonosobo Football Training Center area planning in Wonosobo uses a futuristic architectural design. By applying the elements of football which are then transformed into appropriate building forms by applying modern buildings and the use of modern materials by emphasizing the design of free, flowing forms and spaces and avoiding planning norms that tend to be rigid and binding. So that it can support the expression of the building and can accommodate all activities related to football, especially proportional football learning.
VARIASI BENTUK ATAP JOGLO DAN IKLIM MIKRO Prasetya, Tegar Wiguna; Sofatullah, Muhammad Rifqi; Nangim, Muhammad Ngainun; Hermawan, Hermawan; Hendriani, Adinda Septi
Device Vol 15 No 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v15i1.9211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi bentuk atap joglo terhadap kenyamanan termal hunian tradisional di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Dusun Kragilan, Desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini menganalisis empat tipe atap tradisional—tajug, joglo, limasan, dan kampung—melalui observasi langsung, pengukuran suhu, serta pengumpulan data persepsi termal dari penghuni rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk atap sangat mempengaruhi kenyamanan termal, terutama dalam konteks iklim tropis. Atap tajug, joglo, dan limasan cenderung lebih mampu meredam panas berkat bentuk dan material genteng tanah liat yang digunakan, serta desain atap yang meminimalkan celah ventilasi terbuka. Sebaliknya, atap kampung yang memiliki lebih sedikit perlindungan dari sisi samping berpotensi meningkatkan paparan terhadap kondisi eksternal. Vegetasi sekitar juga terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kenyamanan termal ruang dalam. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan bentuk dan material atap dalam mendesain bangunan tradisional yang adaptif terhadap iklim lokal.
ABHIRAMA SPORTS CENTER WITH BIOPHILIC ARCHITECTURE APPROACH Fitri, Abimanyu Kusuma Nur; Hermawan; Adinda Septi Hendriani
Clean Energy and Smart Technology Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v3i2.135

Abstract

The planning of Abhirama Sports Center with a biophilic architecture approach is a study of how to combine sports needs with design concepts inspired by nature. This approach aims to create a sports center that promotes a harmonious relationship between humans and nature through the use of natural elements. In this planning, the main focus is on creating an environment that supports the health and physical fitness of users. The concept of biophilic architecture is applied by utilizing natural elements such as sunlight, fresh air, plants, and other natural elements. In addition, the use of the latest technology is also considered to enhance the sports experience for users. Through this planning, it is hoped that Abhirama Sports Center will become a place that not only facilitates sports activities, but also provides a pleasant and calming experience for users. School students, college students, and the general public are expected to be able to use this facility to improve their health, fitness, and happiness. In order to achieve this goal, this planning involves collaboration between architects, sports experts, and environmental experts. Through a holistic and integrated approach, Abhirama Sports Center is expected to become an example of an environmentally friendly sports center and contribute to the welfare of users and environmental sustainability.
RELOCATION OF REMBANG PEOPLE'S MARKET WITH A GREEN ARCHITECTURE APPROACH IN REMBANG DISTRICT Hermawan, Hermawan; Lutfiyah, Siti; Hendriani, Adinda Septi
Clean Energy and Smart Technology Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v3i2.137

Abstract

Rembang is one of the regencies located in Central Java province. More precisely, it is located on the north side of Java Island, adjacent to East Java province. The area of ​​Rembang Regency is 1036 km2 with most of the area being lowlands. Rembang Regency is divided into 14 sub-districts, 287 villages, and 7 urban villages. With the large number of residents divided into these areas, a market is needed to mediate the economic needs of the community. Rembang city market is located in Sumberjo Village, Rembang District, Rembang Regency. The design of the market reflects the traditional Central Javanese house, namely Joglo. This can be seen from the Joglo roof of the building. Although it displays regional diversity, the Rembang city market has not fully highlighted its design identity and spatial layout other than the Joglo roof. Therefore, it is necessary to carry out the relocation of the Rembang city market as well as a new building to further highlight diversity and spark people's purchasing power by increasing people's interest in the market. Green architecture has another term, namely ecological architecture or environmentally friendly architecture. This definition emphasizes development that refers to environmental conservation with the aim of producing energy-efficient and environmentally friendly buildings. In its construction, the building utilizes environmentally friendly materials and recycled materials that do not damage the surrounding environment. The positive impact obtained from the green architecture concept is the use of energy to be more efficient. In addition, green architecture is designed to be able to adapt to the environment. In addition, green architecture is identical to the use of light and solar energy, the use of openings such as windows to maximize natural air. Therefore, the relocation of the Rembang city market with a green architecture approach can increase public interest. In addition, a clean, organized, and comfortable market can make the Rembang city market competitive with modern markets.
Revegetasi Pemulihan Lahan Bekas Tambang Pasir melalui Pengelolaan Lansekap dengan Teknologi "Soil Block" di Desa Candimulyo Wonosobo Hendriani, Adinda Septi; Sunaryo, Sunaryo; Widodo, Muhammad Pudji
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6430

Abstract

Kegiatan penambangan pasir yang dikelola oleh masyarakat Desa Candimulyo Kabupaten Wonosobo menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius. Lahan yang semula dapat ditanami berubah menjadi lahan yang tidak subur banyak dijumpai lubang bekas galian yang memiliki kemiringan lereng yang terjal. Penataan lahan dilakukan untuk menyiapkan lahan menjadi lahan siap tanam dengan tanaman keras (kayu) dan tanaman sayuran. Tanaman kayu yang dipilih adalah tanaman kayu jenitri, sedangkan untuk tanaman sayuran yaitu adalah cabai dan selada. Penataan lahan ini dilakukan dengan menyiapkan lahan menjadi lahan yang siap tanam menggunakan teknologi “Soil Block” sebagai media tanam, formula Soil Block terdiri dari sedimen endapan rawa, kompos, pupuk kandang, serbuk serabut kelapa (cocopeat), kapur dolomit, dan fosfat alam. Kegiatan revegetasi ini diharapkan bertujuan yang pertama yaitu untuk memulihkan kondisi lahan di bekas tambang pasir sedangkan tujuan yangkedua yaitu untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penanaman tanaman sayur sehingga jumlah produksi semakin banyak dan kualitas produksi menjadi lebih baik.
PLANNING OF ATHLETE'S VILLAGE IN WONOSOBO WITH A GREEN ARCHITECTURE APPROACH Romadhoni, Desika; Muafani; Hendriani, Adinda Septi
Clean Energy and Smart Technology Vol. 4 No. 1 (2025): October
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the planning of an Athlete’s Village in Wonosobo, Central Java, using a green-architecture approach to deliver high-quality temporary housing and training facilities while minimizing environmental impacts. The study combines literature review, field observation, and comparative analysis of established athlete housing precedents (e.g., Kemayoran and Jakabaring) with site appraisal and space-requirement programming. The proposed scheme organizes the 1-ha site into clear functional precincts—accommodation and training, management and support, utilities and waste, and visitor/public interface—linked by legible, barrier-free circulation. Passive design is prioritized through cross-ventilation, daylighting, strategic orientation, and a robust green/open-space network; active systems are limited to targeted, high-efficiency equipment. Resource strategies include rainwater harvesting, low-impact materials, and waste-to-resource handling (segregation, hygienic collection, and landscape-based polishing). The outcome is a context-responsive layout that improves athlete comfort and performance, strengthens operational safety and maintainability, and positions Wonosobo as a competitive-sports hub that models environmentally responsible development. The work’s contribution is a replicable planning framework for medium-scale athlete housing in Indonesian secondary cities, coupling spatial programming with green-infrastructure tactics that are feasible under local climatic, managerial, and budgetary constraints.
WONOSOBO GELORA STADIUM DESIGN WITH A FUTURISTIC ARCHITECTURAL APPROACH Setiawan, Agus; Hermawan, Hermawan; Hendriani, Adinda Septi
Clean Energy and Smart Technology Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Nacreva Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/cest.v2i2.79

Abstract

Stadiums are the most influential supporting facilities for the sport of football in the world. Having a stadium can add pride to an area. Gelora Wonosobo Stadium is a football stadium in Wonosobo district as well as a stadium that will be used as the headquarters for the PSIW football club (Wonosobo Indonesian Football Association). The club, which has the nickname Laskar Kolodete, was previously headquartered at the Kalianget Stadium which is adjacent to the Kalianget Recreation Park and has not yet received proper stadium facilities and also cannot be called a stadium considering how it is now, therefore the Gelora Wonosobo Stadium was built which is located on Jalan Wonosobo. Kertek is opposite the Dewasni Café Restaurant, the choice of location also takes into consideration several things, namely land use, accessibility, supporting facilities for the surrounding environment and city utilities so that it will make it easier for stadium users. Gelora Wonosobo Stadium is a district class B type stadium which has FIFA standard facilities and has a capacity of approximately 20,000 spectators with a distribution of 400 VIP/VVIP spectator seats, 18,600 general spectator seats, 1000 disabled spectator seats which is 5% of the general spectators. The Gelora Wonosobo Stadium will adopt a modern, futuristic architectural style and without an athletics track. With the absence of an athletics track, the distance between the field and the stands will be closer, so there will be a distance between the stands and the field or a safety zone to see the less orderly behavior of the Indonesian people.