Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Intervensi Perkembangan Motorik pada Anak Down Syndrome Studi Kasus di Special Olympics Indonesia (SOIna) DKI Jakarta Tahun 2015 Pramesty, Dyah Ageng
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v6i2.1572

Abstract

Hasil temuan penelitian ini menunjukan bahwa: (1) SOIna adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tunagrahita, (2) Subjek penelitian ini adalah seorang anak Down Syndrome dari Young Athletes yang berusia 4 tahun 8 bulan dan kecerdasan umum Ai berfungsi pada taraf hambatan intelektual ringan (IQ=62, skala Stanford Binet), (3) Kegiatan yang dilakukan terdiri dari: berjalan, berlari, melompat, meloncat, melempar, dan menangkap. Alat yang digunakan yaitu: simpai, papan titian, cones, half cones, balok plastik, tongkat plastik, penanda lantai berbentuk bintang dan angka, lompat gawang, bola, raket plastik, bilah dan matras, (4) Dukungan orang tua berupa sikap kooperatif dengan mengantar dan ikut andil ketika proses latihan, (5) Faktor pendukung dalam pelaksanaan intervensi yaitu dari masyarakat, atlet (anak), orang tua, relawan, pelatih, sarana prasarana dan pemerintah sebagai pemegang kebijakan. Faktor penghambatnya yaitu kurangnya motivasi masyarakat, meningkatkan anggaran, sulitnya mencari pelatih, kehadiran relawan, orang tua, dan kurangnya sarana prasarana untuk pemberian intervensi.
Musik sebagai Sarana Edukatif dalam Pembentukan Nilai Karakter pada Anak di Taman Kanak-kanak Mawarni Mawarni; Dyah Ageng Pramesty Koenarso
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2025): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel bertujuan untuk memahami proses pembentukan nilai karakter pada anak usia dini melalui kegiatan musik di Taman Kanak-Kanak, dengan fokus pada pengembangan karakter religius, disiplin, mandiri, rasa ingin tahu, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan peneliti, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan musik bukan hanya untuk mengasah keterampilan bermusik anak, tetapi sebagai media pembentukan karakter melalui lagu-lagu mendidik dan islami yang sesuai dengan materi pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan melalui bernyanyi dan bermain alat musik dapat meningkatkan keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri anak, serta mendorong kreativitas dan penghargaan terhadap sesama. Faktor yang mendukung pembentukan karakter melalui kegiatan musik meliputi peran guru sebagai demonstran dan ketersediaan instrumen musik, sedangkan faktor penghambatnya termasuk ketidakhadiran guru dan keterbatasan waktu.
Assessment and Evaluation of Early Childhood Education Institutions Koenarso, Dyah Ageng Pramesty
THUFULA Vol 11, No 1 (2023): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v11i1.19377

Abstract

Assessment is a systemic and continuous process or activity to collect information about the process and learning outcomes of students in order to make decisions based on certain criteria and considerations. This study aims to determine the reality of assessment and evaluation conditions in early childhood education. This study used a qualitative approach and was conducted in five A-accredited ECE institutions in Banjarbaru City. The techniques used to collect data were by interview, observation and documentation. Data analysis used in this study followed the Miles and Hubermen model. Based on the results of the research, the five institutions use 3 types of assessments in their implementation for their students, namely diagnostic assessments, formative assessments, and summative assessments. The results of children's reports to parents in the form of report cards each semester which use checklist techniques, work results, anecdotal records, and serial photos. The activity of reporting the results of children's assessments to parents is carried out every semester. So if the school has already completed the semester, the results of the assessment will be given to the children's parents. The report form for each semester is in the form of a report card. So the report card will represent all children's assessments in their learning.
An Assessment of Early Childhood Education School Infrastructure to Support the Wash Program in Indonesia Koenarso, Dyah Ageng Pramesty; Aziza, Aspiya
THUFULA Vol 10, No 1 (2022): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v10i1.13661

Abstract

The purpose of this study was to explain an assessment of early childhood education schools infrastructure to support the WASH program in Indonesia. Quantitative research data collection methods were carried out in a survey with 186 samples in Banjarmasin. All early childhood education schools in Banjarmasin City have clean water and handwashing facilities with soap with water sources from the Municipal Waterworks (PDAM). Drinking water storage is in gallons and uses a dispenser processed through filtration. There is 5% of drinking water in schools in the category of less safe for consumption. Unsafe drinking water is indicated to come from water filtration that lacks maintenance and regular checks. The toilets owned by the school are shared toilets that are not used separately. The septic tank is not in accordance with Indonesian National Standard (SNI) 2398:2017. Most early childhood education schools have provided trash cans in the toilets. Each early childhood education school has a person in charge of toilet cleanliness and has a schedule for cleaning toilets. The handwashing station is located adjacent to the toilet and has a warning (in the form of a poster or banner) for washing hands after defecating. For the waste disposal used for washing hands, some are channeled into sewers, flowed under schools, flowed into septic tanks, and flowed into rivers.