Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI PUSKESMAS KARANGREJO KOTA METRO Puspitaningrum, Elisa Murti; Aghniya, Rofana; Lestari, Gangsar Indah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.1966

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi, khususnya pada kelompok usia 6–12 bulan. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor individu dan lingkungan, antara lain riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat imunisasi, status gizi, dan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan di Puskesmas Karangrejo. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karangrejo sebanyak 66 responden, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli–Agustus 2025 menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi dan kejadian ISPA (p-value = 0,023), serta antara paparan asap rokok dan kejadian ISPA (p-value = 0,04). Sebaliknya, status gizi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA (p-value = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa riwayat imunisasi dan paparan asap rokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6–12 bulan, sementara status gizi tidak berhubungan secara bermakna. Oleh karena itu, penguatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan upaya pencegahan paparan asap rokok di lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan ISPA pada bayi.
The Effectiveness Of Massage Olive Oil On Reducing Nocturnal Enuresis In Preschool Children Lestariningsih, Sri; Wijayanti, Yoga Tri; Lestari, Gangsar Indah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 4 (2026): Volume 12 Nomor 4 April 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i4.25587

Abstract

Latar Belakang: Nocturnal enuresis merupakan kondisi medis umum pada anak prasekolah yang menyebabkan dampak psikologis dan sosial signifikan. Anak berusia empat tahun seharusnya sudah mampu menggunakan toilet secara mandiri dan tidak mengompol lebih dari sekali seminggu, sehingga diperlukan terapi non-farmakologi yang aman dan alami seperti pijat minyak zaitun. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas pijat minyak zaitun terhadap penurunan frekuensi nocturnal enuresis pada anak prasekolah di PAUD Kota Metro.Metode:  Terdapat tiga puluh anak prasekolah yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini, yang dilakukan menggunakan one-group pretest-posttest design. Pijat minyak zaitun dilakukan empat belas hari, selama lima belas menit sebelum tidur. Setelah observasi, wawancara, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (non-parametrik).Hasil: Dengan nilai p=0,000 (0,05), dan mean skor efektivitas intervensi sebesar 1,700, analisis statistik menunjukkan penurunan signifikan dalam frekuensi enuresis di malam hari.Kesimpulan: Pijat minyak zaitun efektif menurunkan nocturnal enuresis pada anak prasekolah.Saran: Terapi pijat minyak zaitun terbukti efektif dan aman. Ini mendukung penerapannya oleh bidan dalam edukasi kesehatan dan penyuluhan di masyarakat sebagai edukasi bagi orang tua, dan terapi ini dapat diintegrasikan dalam asuhan kebidanan pada anak dan dikembangkan sebagai strategi non-farmakologi untuk mengatasi enuresis nokturnal pada anak prasekolah. Kata Kunci: Pijat, Minyak zaitun, Nocturnal enuresis, Anak prasekolah, Terapi non-farmakologis ABSTRACT Background: Nocturnal enuresis (NE) is a common medical condition in preschool children that causes significant psychological and social impacts. Four-year-old children should be able to use the toilet independently and not wet the bed more than once a week, so safe and natural non-pharmacological therapies such as olive oil massage are needed.Purpose: To evaluate the effectiveness of olive oil massage in reducing the frequency of NE in preschool children at PAUD Kota Metro. Methods: Thirty preschool children were used as samples in this study, which was conducted using a one-group pretest-posttest design. Olive oil massage was performed for fourteen days, for fifteen minutes before bedtime. After observation, interviews and questionnaires were used to collect data. Data analysis used the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: With a p-value of 0.000 (0.05) and a mean intervention effectiveness score of 1.700, statistical analysis showed a significant decrease in the frequency of NE.Conclusion: Olive oil massage is effective in reducing NE in preschool children.Suggestions: Olive oil massage therapy has been proven to be effective and safe. This supports its application by midwives in health education and community outreach as education for parents, and this therapy can be integrated into midwifery care for children and developed as a non-pharmacological strategy to treat nocturnal enuresis in preschool children. Keywords: Massage, Olive oil, Nocturnal enuresis, Preschool children, Non-pharmacological therapy