Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

INVENTORY CONTROL ANALYSIS USING KANBAN AND JUNBIKI MODELS Herawan, Fredi; Setiafindari, Widya
Jurnal Disprotek Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdpt.v15i2.6486

Abstract

The development of many companies in Indonesia requires good and disciplined management, particularly in inventory control. PT XYZ has experienced inefficiency and ineffectiveness due to inventory buildup. The problems stem from employees performing double jobs, leading to production delays and increased storage costs, which have caused the company to incur losses. This research analyzes and evaluates the effectiveness of two inventory control methods, kanban and junbiki, aiming to determine which method is more effective in minimizing inventory control issues. The kanban production system involves creating the necessary kanban cards, calculating the number of kanbans required, planning an efficient kanban flow, and providing supporting facilities for the system. There are two commonly used types of kanban: withdrawal kanban and production order kanban. The junbiki method (JIT) is a production system designed to meet customer needs on time and in the desired quantity. The just in time (JIT) production system is implemented to avoid overproduction. Based on the kanban method calculations, the required number of kanban is two workers, whereas the junbiki method calculations require three workers. The comparison results show that the kanban method reduces labor by one worker or 50%, and reduces the area size by 574 m² or 88%. Therefore, it can be concluded that the kanban method is more effective and efficient than junbiki, as it occupies a smaller area of 4357.1 m², thus saving work process time, labor, and costs incurred.
Analisis Variabilitas Permintaan dan Bullwhip Effect dalam Rantai Pasok Sayur Organik: Implikasi bagi Manajemen Persediaan Putri Bidari, Adinda; Ilham Robbani; Yulvania, Farah; Setiafindari, Widya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.414

Abstract

Supply chain management dalam industri pertanian memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ketidakpastian permintaan dan pasokan produk yang mudah rusak (perishable). Salah satu fenomena yang dapat terjadi adalah Bullwhip Effect, yaitu distorsi permintaan yang meningkat seiring dengan pergerakan rantai pasok dari hilir ke hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Bullwhip Effect dalam rantai pasok produk sayur organik dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat distorsi permintaan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pihak terkait, serta dianalisis menggunakan perhitungan koefisien variasi antara permintaan dan pesanan di tingkat distributor dan retailer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Bullwhip Effect sebesar 25% pada tingkat distributor dan 11% pada tingkat retailer. Distorsi permintaan yang lebih besar cenderung terjadi akibat selisih yang signifikan antara jumlah pesanan dan permintaan aktual, terutama karena strategi pengadaan yang melebihkan jumlah pesanan untuk mengantisipasi risiko produk rusak. Oleh karena itu, diperlukan penerapan metode peramalan yang lebih akurat serta integrasi sistem informasi dalam rantai pasok untuk mengurangi dampak Bullwhip Effect dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Optimasi Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) untuk Meningkatkan Efisiensi Material Handling Febriyanto, Bayu; Setiafindari, Widya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.522

Abstract

Perusahaan di sektor industri kreatif menghadapi permasalahan tata letak fasilitas produksi yang belum optimal, menyebabkan ketidakefisienan dalam aliran material dan meningkatnya biaya material handling. Studi ini bertujuan untuk mengusulkan perbaikan tata letak fasilitas produksi menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) guna mengoptimalkan efisiensi perpindahan material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perbaikan, jarak perpindahan material mencapai 102,5 meter per hari dengan biaya material handling sebesar Rp201.190 per hari. Setelah perbaikan tata letak, jarak perpindahan berkurang menjadi 79,5 meter per hari, sehingga biaya material handling menurun menjadi Rp165.066 per hari. Dengan demikian, implementasi metode SLP menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp35.584 atau sekitar 17% dibandingkan dengan tata letak awal. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perusahaan sejenis dalam meningkatkan efisiensi produksi melalui optimasi tata letak fasilitas.
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN AIR JET LOOM MENGGUNAKAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DAN AGE REPLACEMENT PADA DEPARTEMEN WEAVING PT PRIMISSIMA Salsabila, Noviana; Setiafindari, Widya
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v14i1.8934

Abstract

PT Primissima merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang industri tekstil dengan melakukan perbaikan mesin apabila terjadi kerusakan (breakdown maintenance), hal ini menyebabkan produksi tidak berjalan sesuai dengan target. Selama bulan Januari sampai dengan agustus 2023 mengalami perbaikan mesin sebanyak 5 - 20 kali dalam waktu perbaikan 10 - 120 menit. Berdasarkan permasalahan tersebut digunakan metode TPM dengan menerapkan indikator OEE serta six big losses untuk mengetahui perbandingan efektivitas mesin dengan standar JIPM dan faktor penyebab permasalahan terjadinya penurunan efektivtitas mesin serta dilakukan perhitungan interval melalui metode Age Replacement untuk penerapan preventive maintenance. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui nilai OEE 78,30% dimana nilai ini belum memenuhi standar JIPM yaitu 85%, nilai OEE adalah hasil perkalian dari availability 81,70%, nilai performance 138,63%, dan nilai quality rate yaitu 69,3%. Setelah dilakukan perhitungan dari six losses diketahui faktor yang mendominasi adalah reduce yield losses dengan beberapa sebab akibat yaitu dari faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan. Hasil dari perhitungan metode Age Replacement untuk penerapan preventive maintenance adalah 11 hari.
Penerapan Sistem Enterprise Resource Planning Inventory Bahan Baku Dan Penjualan UMKM Bakpia Pathok XYZ Berbasis Odoo Pamungkas, Tri Atmaja; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1220

Abstract

UMKM Bakpia Pathok XYZ dalam proses bisnisnya tidak memiliki   pembukuan   pada   bagian   penyimpanan,   dan akuntansi, sedangkan pada proses penjualan hanya terdapat buku tabel sederhana sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan pada penjualan serta stok bahan baku. Pada bulan Juni 2024 bahan baku tepung terigu yang tersedia sebesar 900kg sedangkan kebutuhan produksi mencapai 1000kg, sehingga terjadi stockout. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis odoo dan melakukan usability test. Metode yang digunakan  yaitu  7S  McKinsey  untuk  mengetahui  kesiapan perusahaan dalam menerapkan bentuk bisnis baru. Hasil analisis pengujian usability test sistem odoo dapat diterapkan dengan baik, namun terdapat kendala akses internet yang buruk, serta keryawan yang masih awam dengan teknologi baru yang diujikan. Sedangkan hasil 7S McKinsey didapatkan skor rata-rata 70 dan berada pada range 50-75 dengan kategori high yang artinya, perusahaan sudah siap menerapkan bentuk bisnis baru, namun perlu sedikit perbaikan dan penyesuaian.
The Visualization of the Batik Cloth Stamping Machine Using Augmented Reality at the Yogyakarta City Crafts and Batik Center Sena, Prasdika Widas; Setiafindari, Widya; Dwiyanto, Fikri
Journal of Industrial Engineering and Halal Industries Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Industrial Engineering and Halal Industries (JIEHIS)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Science and Engineering, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiehis.4948

Abstract

The batik stamp machine is one of the machines used by the Center for Crafts and Batik to make batik cloth. This machine has been automated using PLC (Programmable Logic Controler) which makes machine can be controlled by computer. The batik products produced are 15 page/month. From the results of the production carried out, it has not met the production target which is targeted to reach 50 page/month, so there is a need for innovation in the machine which will increase production. The redesign of this stamp machine using technology Augmented Reality namely visualizing a 3D image to be object 3D so that it can evaluate the object to be made before it reaches the development machine stage so as to reduce costs. The process that must be carried out is to make a drawing of a batik stamp machine including: machine size, and machine specifications, make a license on Vuvoria Engine to making markers on software unity. The method used in the development of Augmented Reality is single marker method i.e. one image marker can only display single objects, so the method cannot display multi object. From the results of making Technology Augmented Reality is a redesign carried out on the stamping machine for batik at the Center for Crafts and Batik is a rare step that can be done to increase the productivity of making batik so that it meets the production targets expected by the Center for Crafts and Batik. So it is necessary to visualize the machine with AR technology so that it becomes an evaluation material for batik cloth stamping machines and reduces the cost of the development of machines which in the future will be able to increase batik production.
Analisis Efektivitas Kinerja Mesin Printing SM-52 untuk Produk Buku Tahunan Candra, Dwi Dasa; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i1.1769

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efektifitas mesin dan memberikan saran perbaikan loss pada mesin SM-52, selama 6 bulan terjadi breakdown selama 17,5 jam. Overall Equipment Effectiveness digunakan untuk mengukur Total Productive Maintenance (TPM). Nilai Availability Rate dan Quality Rate sudah memenuhi standar, sedangkan rata-rata Performance Rate belum memenuhi standar. Hasil perhitungan Overall Equipment Effectiveness sebesar 94,54% telah memenuhi standar World Class OEE. Penyebab rendahnya nilai tersebut adalah Set Up And Adjustment Losses sebesar 30%. Perusahaan dapat melakukan pemeliharaan terencana, pemeliharaan berkelanjutan, dan pemeliharaan mutu.
Pengendalian Kualitas Guna Meminimasi Cacat Pada Produksi Batako Menggunakan Metode Six Sigma di UD Yadi Batako Maharani, Natasya Dyah; Setiafindari, Widya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD Yadi Batako adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi batako sebagai bahan bangunan alternatif. Meskipun memiliki kapasitas produksi hingga 900 unit per hari, perusahaan menghadapi tantangan berupa cacat produk sebanyak 2% dari total produksi mingguan. Masalah ini berdampak pada efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi dan merancang usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma. Pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) diterapkan untuk menganalisis penyebab cacat dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua jenis cacat utama adalah retak (48%) dan patah (52%). Penyebab utama meliputi ketidaktelitian pekerja, waktu pengeringan yang tidak optimal, mesin pencetak yang kurang presisi, serta cuaca yang tidak menentu. Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan timbangan untuk memastikan komposisi bahan baku yang akurat, pengaturan jadwal produksi yang lebih fleksibel, perawatan rutin mesin pencetak, serta penyimpanan batako yang lebih tertata dan menggunakan penutup seperti terpal. Penerapan metode Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi masalah utama dan memberikan rekomendasi perbaikan.
ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN BUBUT MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES DAN SIX BIG LOSSES PADA UD LARAS JAYA LOGAM Sutrisno, Rizqi Nurrahman Tri; Setiafindari, Widya
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2104

Abstract

Dalam proses produksi mesin yang digunakan setiap hari, ditemukan kendala yang mengalami kerusakan berupa kelistrikan motor penggerak, overheating, bearing dan part sudah aus. Berdasarkan data sekunder terkait total waktu Total Produktive Maintenance yang ada pada mesin bubut selama periode Maret 2022 hingga Februari 2023 adalah 124 jam atau 7.440 menit dari jumlah total waktu produksi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode Total Productive Maintenance dengan analisis nilai overall equipment effectiveness. Pengukuran efektivitas mesin dapat diketahui dengan menggunakan metode OEE. Untuk mengetahui kegagalan terbesar dapat diketahui menggunakan six big losses untuk memastikan komponen yang menjadi kendala terbesar. Selanjutnya penyebab permasalahan tersebut akan dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan tujuan mengetahui urutan prioritas dari permasalahan yang terjadi dan yang nantinya dicari cara menanggulangi permasalahan tersebut (improvement) agar tidak terjadi downtime saat proses produksi. Dilakukan analisis dalam penerapan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang dilihat dari faktor availability, performance dan rate of quality. Hasil pengukuran efektivitas menunjukan bahwa rata-rata nilai availability 96,2%, performance efficiency 92,71%, rate of quality 95,02% dengan OEE sebesar 84,71%. Nilai OEE tersebut belum memenuhi syarat standar OEE ideal yakni sebesar 85%. Berdasarkan hasil penelitian, pada UD Laras Jaya Logam terdapat beberapa penyebab rendahnya nilai OEE mesin bubut tersebut, diantaranya yaitu breakdown time losses, setup and adjustment loading time, idling & minor stoppage, reduced speed, dan defects or rework losses. Tingginya angka downtime dan defect menyebabkan proses produksi kurang efektif sehingga perlu adanya penjadwalan perawatan mesin.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Disc Holder Menggunakan Metode Six Sigma di PT A Devi, Anggi Riska; Setiafindari, Widya
Widya Teknik Vol. 22 No. 1 (2023): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v22i1.4609

Abstract

PT A merupakan perusahaan pengecoran logam dengan salah satu produknya adalah Disc Holder. Pada tahun 2021, produk Disc Holder di PT A memiliki presentase cacat produk sebesar 1,8% melebihi maksimal sasaran kualitas perusahaan sebesar 1%. Tujuan digunakannya metode Six Sigma dengan prosedur DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) adalah untuk meningkatkan kualitas produk Disc Holder dengan strategi yang aktual. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 karakteristik cacat yang terdapat pada produk Disc Holder yaitu cacat salah alir, cacat retakan, cacat berlubang, dan cacat salah ukuran dengan hasil nilai sigma keseluruhan untuk produksi pada tahun 2021 adalah sebesar 2,24. Nilai sigma yang dhasilkan masih kurang dari nilai yang dikehendaki yaitu 6, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan hasil analisis faktor penyebab dari diagram sebab akibat, usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode 5W+1H yaitu memberikan pelatihan kembali pada pekerja untuk proses penuangan, memberikan pengawasan dan peringatan kepada pekerja agar mengikuti SOP dengan baik, memperbanyak pemberian lubang angin pada cetakan agar cukup untuk cetakan kering sempurna, diberlakukannya penggunaan APD telinga untuk faktor kebisingan, dan melakukan maintenance rutin untuk mesin heat treatment.