Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengendalian Kualitas Guna Meminimasi Cacat Pada Produksi Batako Menggunakan Metode Six Sigma di UD Yadi Batako Maharani, Natasya Dyah; Setiafindari, Widya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UD Yadi Batako adalah sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi batako sebagai bahan bangunan alternatif. Meskipun memiliki kapasitas produksi hingga 900 unit per hari, perusahaan menghadapi tantangan berupa cacat produk sebanyak 2% dari total produksi mingguan. Masalah ini berdampak pada efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi dan merancang usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma. Pendekatan Six Sigma dengan tahapan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) diterapkan untuk menganalisis penyebab cacat dan memberikan usulan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua jenis cacat utama adalah retak (48%) dan patah (52%). Penyebab utama meliputi ketidaktelitian pekerja, waktu pengeringan yang tidak optimal, mesin pencetak yang kurang presisi, serta cuaca yang tidak menentu. Rekomendasi perbaikan mencakup penggunaan timbangan untuk memastikan komposisi bahan baku yang akurat, pengaturan jadwal produksi yang lebih fleksibel, perawatan rutin mesin pencetak, serta penyimpanan batako yang lebih tertata dan menggunakan penutup seperti terpal. Penerapan metode Six Sigma terbukti efektif dalam mengidentifikasi masalah utama dan memberikan rekomendasi perbaikan.
ANALISIS EFEKTIFITAS MESIN BUBUT MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENES DAN SIX BIG LOSSES PADA UD LARAS JAYA LOGAM Sutrisno, Rizqi Nurrahman Tri; Setiafindari, Widya
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 1 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i1.2104

Abstract

Dalam proses produksi mesin yang digunakan setiap hari, ditemukan kendala yang mengalami kerusakan berupa kelistrikan motor penggerak, overheating, bearing dan part sudah aus. Berdasarkan data sekunder terkait total waktu Total Produktive Maintenance yang ada pada mesin bubut selama periode Maret 2022 hingga Februari 2023 adalah 124 jam atau 7.440 menit dari jumlah total waktu produksi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode Total Productive Maintenance dengan analisis nilai overall equipment effectiveness. Pengukuran efektivitas mesin dapat diketahui dengan menggunakan metode OEE. Untuk mengetahui kegagalan terbesar dapat diketahui menggunakan six big losses untuk memastikan komponen yang menjadi kendala terbesar. Selanjutnya penyebab permasalahan tersebut akan dilakukan analisis menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dengan tujuan mengetahui urutan prioritas dari permasalahan yang terjadi dan yang nantinya dicari cara menanggulangi permasalahan tersebut (improvement) agar tidak terjadi downtime saat proses produksi. Dilakukan analisis dalam penerapan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang dilihat dari faktor availability, performance dan rate of quality. Hasil pengukuran efektivitas menunjukan bahwa rata-rata nilai availability 96,2%, performance efficiency 92,71%, rate of quality 95,02% dengan OEE sebesar 84,71%. Nilai OEE tersebut belum memenuhi syarat standar OEE ideal yakni sebesar 85%. Berdasarkan hasil penelitian, pada UD Laras Jaya Logam terdapat beberapa penyebab rendahnya nilai OEE mesin bubut tersebut, diantaranya yaitu breakdown time losses, setup and adjustment loading time, idling & minor stoppage, reduced speed, dan defects or rework losses. Tingginya angka downtime dan defect menyebabkan proses produksi kurang efektif sehingga perlu adanya penjadwalan perawatan mesin.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Disc Holder Menggunakan Metode Six Sigma di PT A Devi, Anggi Riska; Setiafindari, Widya
Widya Teknik Vol. 22 No. 1 (2023): May
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v22i1.4609

Abstract

PT A merupakan perusahaan pengecoran logam dengan salah satu produknya adalah Disc Holder. Pada tahun 2021, produk Disc Holder di PT A memiliki presentase cacat produk sebesar 1,8% melebihi maksimal sasaran kualitas perusahaan sebesar 1%. Tujuan digunakannya metode Six Sigma dengan prosedur DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) adalah untuk meningkatkan kualitas produk Disc Holder dengan strategi yang aktual. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 karakteristik cacat yang terdapat pada produk Disc Holder yaitu cacat salah alir, cacat retakan, cacat berlubang, dan cacat salah ukuran dengan hasil nilai sigma keseluruhan untuk produksi pada tahun 2021 adalah sebesar 2,24. Nilai sigma yang dhasilkan masih kurang dari nilai yang dikehendaki yaitu 6, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Usulan perbaikan diberikan berdasarkan hasil analisis faktor penyebab dari diagram sebab akibat, usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode 5W+1H yaitu memberikan pelatihan kembali pada pekerja untuk proses penuangan, memberikan pengawasan dan peringatan kepada pekerja agar mengikuti SOP dengan baik, memperbanyak pemberian lubang angin pada cetakan agar cukup untuk cetakan kering sempurna, diberlakukannya penggunaan APD telinga untuk faktor kebisingan, dan melakukan maintenance rutin untuk mesin heat treatment.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan SCOR 12.0 Dan AHP Pada Industri Batik Tulis Glorya, Chlistier Flovenzia; Setiafindari, Widya
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23441

Abstract

PT Batik Danar Hadi Pabelan merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi dan menjual batik tulis dan batik cap. Permasalahan yang terjadi diperusahan ialah perusahaan mendapatkan tingkat hasil kinerja rantai pasok yang berada dibawah rata-rata sejak tahun 2020-2022, yaitu kurang (<) dari 40% yang berarti sangat buruk, sedangkan target yang di inginkan perusahaan yaitu 70%-90% kategori good. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan tingkat kinerja rantai pasok. Metode yang digunakan yaitu SCOR untuk mencari hasil pengukuran kinerja supply chain dan metode analytical hierarchy process yang digunakan untuk mencari matrik kategori yang menyebabkan penurunan kinerja rantai pasok. Hasil dari penelitian didapatkan nilai akhir rantai pasok adalah sebesar 1,82 dimana nilai tersebut masih berada didalam kategori sangat buruk (poor). Key performance indicator yang sangat mempengaruhi kinerja rantai pasok perusahaan adalah indicator perencanaan pemesanan material, terdapat motif batik yang baru, efisiensi penggunaan mesin dalam proses produksi, dan penanganan kerusakan mesin. Kata kunci: AHP, Kinerja rantai pasok, KPI, SCOR
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Dan Six Big Loses di CV Renjana Offset Kristianto, Hendrikus Andrean; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.217 KB) | DOI: 10.28989/jumantara.v1i1.1297

Abstract

CV Renjana Offset merupakan sebuah lini usaha yang bergerak dalam sektor bisnis percetakan dengan menggunakan offset printing method. Secara keseluruhan pesanan yang telah didapat CV Renjana Offset yaitu buku sehingga mesin cetak SM 74 ini menjadi mesin utama dan sangat diandalkan. Biarpun mesin SpeedMaster 74 telah di berlakukan reparasi perbulan nya, akan tetapi SpeedMaster 74 masih menghadapi breakdown saat jam kerja dan Downtime akan terjadi. Selama kurun waktu bulan Oktober 2021 s/d Maret 2022, tercatat telah terjadi sepuluh kali Breakdown dengan total waktu 19,5 jam Downtime. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang efektivitas kinerja SpeedMaster 74. Overall Equipment Effectiveness merupakan pendekatan dalam pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan. Selanjutnya, untuk mencari penyebab kurangnya efektif akan digunakan perhitungan Six Big Losses, yang berguna untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Kedua pendekatan ini merupakan alat pengukur dalam keberhasilan diterapkan nya Total Productive Maintenance. Overall Equipment Effectiveness mesin SpeedMaster 74 bulan Oktober 2021 – Maret 2022 memiliki rerata 84,66%. Dengan Nilai tersebut < standar world class OEE yaitu 85%. Losses terbesar adalah Set Up dan Adjustment Losses yaitu sebesar 36,68% dan Reduced Speed Losses yaitu sebesar 35,24%.
Analisis pengendalian kualitas produksi General Plywood di PT ABC menggunakan Six Sigma dan TRIZ Jayzyuli, Ahmad; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2301

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan manufaktur pengolahan kayu lapis di kabupaten Temanggung. Permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan adalah adanya produk cacat pada hasil produksi general plywood disetiap periode produksi. Untuk mengurangi jumlah produk yang cacat maka dilakukan upaya perbaikan dengan menggunakan metode six sigma dan TRIZ untuk mengembangkan ide perbaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DPMO dan level sigma, mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk dan menentukan rencana perbaikan pada cacat produk prioritas. Hasil penelitian menunjukan, didapatkan nilai DPMO rata-rata sebesar 685,416 dan level sigma 4,741. Terdapat 23 jenis cacat produk dengan cacat delaminasi face/back paling dominan (21,84%). Setelah dilakukan identifikasi dengan fishbone dan diagram FTA, beberapa faktor yang menimbulakn terjadinya cacat produk adalah faktor manusia, material dan metode. Berdasarkan pencarian solusi menggunakan metode TRIZ didapatkan rencana perbaikan mencakup, melakukan rotasi tugas secara berkala serta mengganti penggunaan micrometer manual dengan digital, meningkatkan pengawasan pre-prosesing dengan cara melakukan sampling bahan sebelum digunakan, penyesuaian komposisi dempul dengan waktu pengeringan agar dempul kering secara maksimal dengan waktu seefisien mungkin dan terakhir menambah jumlah pengoperasian mesin kempa dingin agar standar waktu pengerjaan kempa dingin dapat dicapai.
Optimasi Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Nawaz Enscore Ham Pada PT XYZ Syabani, Syahrul Fadlil; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.703 KB) | DOI: 10.28989/jumantara.v1i1.1288

Abstract

Pada PT XYZ terdapat 19 jenis produksi dalam seminggu yang diselesaikan dengan 3 shift dalam 7 hari kerja. Perencanaan produksi yang kurang tepat membuat produksi PT XYZ tidak mampu memenuhi target produksi sehingga mengakibatkan kurangnya produk yang diminta vendor, tidak ada upaya revisi penjadwalan yang dilakukan oleh PPIC dengan MPP mingguan menunjukkan bahwa proses produksi tetap berjalan walaupun dengan jumlah pada bulan minggu pertama terdapat kekurangan produksi yang sangat banyak sehingga mengakibatkan jadwal produksi yang tidak memenuhi target akan bergeser pada jadwal yang lain. sehingga menyebabkan keterlambatan produksi. Urutan penjadwalan perusahaan yang di jadwalkan yaitu Container GM5Z-3B PS, GM5Z-3B PS, Support FR Bumper Side RH, Support FR Bumper LH, T-Belt Cover Protector Base, T-Belt Cover Protector Cover, dan Register Inst. Panel No.1 dengan nilai makespan 1545,76 jam. Untuk itu dilakukan penjadwalan ulang pada PT XYZ agar dapat meminimalkan waktu waktu penyelesaian produksi (makespan) terhadap proses produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan keterlambatan produksi yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi dengan menggunakan metode Nawaz Enscore Ham. Penerapan metode Nawaz, Enscore, dan Ham dengan Shortest Processing Time (SPT) dan Longest Processing Time (LPT) menghasilkan penurunan mean flowtime dan lateness sebesar 1,56% serta pengurangan makespan sebesar 23,79 jam dengan LPT dan SPT didapatkan nilai Efficiency Index (EI) sebesar 1,01563 Dari nilai Relative Error (RE) memiliki selisih 1,56% yang dibandingkan antara model algoritma NEH dalam penelitian ini dengan model penjadwalan First Come First Service (FCFS).
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Seven Tools Dan Kaizen Pada PT Sinar Semesta dartawan, dartawan; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal ARTI : Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v18i1.517

Abstract

PT Sinar Semesta merupakan perusahaan industri bergerak dalam bidang pengecoran logam yang salah satu produksinya adalah Eq Spacing. Permasalahan yang timbul di PT Sinar Semesta adalah kualitas pada produk yang masih mengalami kecacatan, Berdasarkan hasil analisis bulan November 2021 sampai bulan Agustus 2022 dengan jumlah produksi keseluruhan yaitu 3134 produk, terdapat data reject sebanyak 794 produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis-jenis cacat serta faktor penyebab cacat yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode Seven Tools untuk menemukan akar penyebab masalah yang diselesaikan, serta Kaizen Five-M Checklist untuk memberikan usulan perbaikan pada perusahaan. Berdasarkan hasil diagram pareto untuk kecacatan ekor tikus diperoleh presentase kecacatan sebesar 93% dengan presentase kumulatif sebesar 93%, untuk kecacatan salah alir diperoleh presentase kecacatan sebesar 7% dengan presentase kumulatif sebesar 100%. Berdasarkan diagram fishbone dapat diketahui terjadinya cacat disebabkan beberapa faktor yaitu dari manusia, material, metode. Usulan perbaikan masalah yang didapatkan pada analisis kaizen adalah dengan peningkatan pengawasan terhadap pekerja, pengarahan SOP terutama pada proses material (bahan baku), dan juga perlu melakukan pelatihan untuk mengasah kemampuan pegawai pada perusahaan.
Pengendalian Persedian Kayu Dengan Metode Min-Max Stock dan Economiq Order Quantity Pada PT Alis Jaya Ciptatama Ade, Rifki; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v18i2.593

Abstract

PT Alis Jaya Ciptatama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak industri furniture. Mahoni dan jati adalah bahan baku yang digunakan, dalam satu periode perusahaan melakukan pembelian sebanyak 2000-3000 m3 rata-rata frekuensi Jati sebesar 39,98 m3 dan Mahoni sebesar 152 m3 dengan buffer sebesar 30% setiap pembelian. Frekuensi order  2022 sangat tinggi dengan 23 kali untuk Mahoni dan 9 kali untuk Jati, frekuensi tinggi ini menyebabkan bengkaknya biaya pemesanan. Tujuan penelitian ini untuk memperkecil nilai Total Biaya Keseluruhan dan pengoptimalan bahan baku. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini EOQ dan Min-Max. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai minimum dan maksimum bahan baku adalah 98,93 m3 dan 273,56 m3 untuk kayu Mahoni, 30,77 m3 dan 67,51 m3 untuk kayu Jati. Untuk pembelian optimal adalah dengan menggunakan metode EOQ dengan nilai 226,33 m3 untuk Mahoni dengan frekuensi 10 kali dan 45,06 m3 untuk Jati dengan frekuensi 8 kali. Total Inventory Cost metode EOQ menjadi biaya paling minimal dengan pembelian Mahoni Rp6.470.637.299 untuk pembelian Jati Rp1.517.758.350. Dari hasil tersebut metode EOQ meminimalisir biaya persediaan dengan penurunan sebesar Rp209.077.475 atau 3,13% dari TIC perusahaan untuk persediaan Mahoni dan untuk persediaan Jati sebesar Rp560.503.655 atau 26,97% dari TIC perusahaan
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Kaos Sablon Melalui Pendekatan Hybrid System Untuk Penggurangan Biaya Total Mustofa Kamal, Ahmad; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i1.771

Abstract

Dalam industri penyablonan, terdapat bahan-bahan yang tidak dimurnikan, khususnya afdruk, berbagai jenis cat, dan pelarut. Strategi yang dilakukan perusahaan adalah menimbun komponen yang belum dimurnikan dengan cara membeli secara rutin dalam jumlah yang sama. Hal ini dilakukan karena dinilai bahwa membeli dalam jumlah yang sama akan lebih murah. Namun, permintaan pasar semakin berkurang atau bersifat fluktuatif. Industri ini memiliki kelebihan persediaan bahan mentah hingga 10%, sedangkan pada Elnoss Sablonase diusahakan agar kelebihan tersebut hanya 3%. Metode Hybrid System adalah pengendalian stok antara metode Q dan P. Mixture Framework memiliki titik pemesanan ulang untuk level stok paling ekstrem. Setiap kali dilakukan peninjauan, tidak akan ada permintaan jika posisi stok masih di atas level stok dasar atau titik pemesanan kembali. Namun, jika level stok berada di bawah level stok dasar, permintaan diajukan untuk membangun tingkat stok ke level paling ekstrem, khususnya untuk mencapai tujuan stok. Pengendalian stok bahan baku dengan teknik Hybrid System memiliki biaya yang lebih rendah dan ideal, yaitu Rp 24.309.669. Jika dibandingkan dengan biaya sebenarnya dari strategi perusahaan yang sebesar Rp 25.574.186, hal ini berarti dengan menerapkan teknik Hybrid System dalam pengendalian stok, perusahaan memiliki dana cadangan biaya sebesar Rp 1.264.517 atau 4,94%.