Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan SCOR 12.0 Dan AHP Pada Industri Batik Tulis Glorya, Chlistier Flovenzia; Setiafindari, Widya
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.23441

Abstract

PT Batik Danar Hadi Pabelan merupakan perusahaan tekstil yang memproduksi dan menjual batik tulis dan batik cap. Permasalahan yang terjadi diperusahan ialah perusahaan mendapatkan tingkat hasil kinerja rantai pasok yang berada dibawah rata-rata sejak tahun 2020-2022, yaitu kurang (<) dari 40% yang berarti sangat buruk, sedangkan target yang di inginkan perusahaan yaitu 70%-90% kategori good. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan tingkat kinerja rantai pasok. Metode yang digunakan yaitu SCOR untuk mencari hasil pengukuran kinerja supply chain dan metode analytical hierarchy process yang digunakan untuk mencari matrik kategori yang menyebabkan penurunan kinerja rantai pasok. Hasil dari penelitian didapatkan nilai akhir rantai pasok adalah sebesar 1,82 dimana nilai tersebut masih berada didalam kategori sangat buruk (poor). Key performance indicator yang sangat mempengaruhi kinerja rantai pasok perusahaan adalah indicator perencanaan pemesanan material, terdapat motif batik yang baru, efisiensi penggunaan mesin dalam proses produksi, dan penanganan kerusakan mesin. Kata kunci: AHP, Kinerja rantai pasok, KPI, SCOR
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance dengan Metode Overall Equipment Effectiveness Dan Six Big Loses di CV Renjana Offset Kristianto, Hendrikus Andrean; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.217 KB) | DOI: 10.28989/jumantara.v1i1.1297

Abstract

CV Renjana Offset merupakan sebuah lini usaha yang bergerak dalam sektor bisnis percetakan dengan menggunakan offset printing method. Secara keseluruhan pesanan yang telah didapat CV Renjana Offset yaitu buku sehingga mesin cetak SM 74 ini menjadi mesin utama dan sangat diandalkan. Biarpun mesin SpeedMaster 74 telah di berlakukan reparasi perbulan nya, akan tetapi SpeedMaster 74 masih menghadapi breakdown saat jam kerja dan Downtime akan terjadi. Selama kurun waktu bulan Oktober 2021 s/d Maret 2022, tercatat telah terjadi sepuluh kali Breakdown dengan total waktu 19,5 jam Downtime. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang efektivitas kinerja SpeedMaster 74. Overall Equipment Effectiveness merupakan pendekatan dalam pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan. Selanjutnya, untuk mencari penyebab kurangnya efektif akan digunakan perhitungan Six Big Losses, yang berguna untuk mengetahui faktor yang paling dominan. Kedua pendekatan ini merupakan alat pengukur dalam keberhasilan diterapkan nya Total Productive Maintenance. Overall Equipment Effectiveness mesin SpeedMaster 74 bulan Oktober 2021 – Maret 2022 memiliki rerata 84,66%. Dengan Nilai tersebut < standar world class OEE yaitu 85%. Losses terbesar adalah Set Up dan Adjustment Losses yaitu sebesar 36,68% dan Reduced Speed Losses yaitu sebesar 35,24%.
Analisis pengendalian kualitas produksi General Plywood di PT ABC menggunakan Six Sigma dan TRIZ Jayzyuli, Ahmad; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 3, No 2 (2024): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/jumantara.v3i2.2301

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan manufaktur pengolahan kayu lapis di kabupaten Temanggung. Permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan adalah adanya produk cacat pada hasil produksi general plywood disetiap periode produksi. Untuk mengurangi jumlah produk yang cacat maka dilakukan upaya perbaikan dengan menggunakan metode six sigma dan TRIZ untuk mengembangkan ide perbaikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai DPMO dan level sigma, mengidentifikasi jenis cacat yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab cacat produk dan menentukan rencana perbaikan pada cacat produk prioritas. Hasil penelitian menunjukan, didapatkan nilai DPMO rata-rata sebesar 685,416 dan level sigma 4,741. Terdapat 23 jenis cacat produk dengan cacat delaminasi face/back paling dominan (21,84%). Setelah dilakukan identifikasi dengan fishbone dan diagram FTA, beberapa faktor yang menimbulakn terjadinya cacat produk adalah faktor manusia, material dan metode. Berdasarkan pencarian solusi menggunakan metode TRIZ didapatkan rencana perbaikan mencakup, melakukan rotasi tugas secara berkala serta mengganti penggunaan micrometer manual dengan digital, meningkatkan pengawasan pre-prosesing dengan cara melakukan sampling bahan sebelum digunakan, penyesuaian komposisi dempul dengan waktu pengeringan agar dempul kering secara maksimal dengan waktu seefisien mungkin dan terakhir menambah jumlah pengoperasian mesin kempa dingin agar standar waktu pengerjaan kempa dingin dapat dicapai.
Optimasi Penjadwalan Produksi Menggunakan Metode Nawaz Enscore Ham Pada PT XYZ Syabani, Syahrul Fadlil; Setiafindari, Widya
JUMANTARA: Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa Vol 1, No 1 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.703 KB) | DOI: 10.28989/jumantara.v1i1.1288

Abstract

Pada PT XYZ terdapat 19 jenis produksi dalam seminggu yang diselesaikan dengan 3 shift dalam 7 hari kerja. Perencanaan produksi yang kurang tepat membuat produksi PT XYZ tidak mampu memenuhi target produksi sehingga mengakibatkan kurangnya produk yang diminta vendor, tidak ada upaya revisi penjadwalan yang dilakukan oleh PPIC dengan MPP mingguan menunjukkan bahwa proses produksi tetap berjalan walaupun dengan jumlah pada bulan minggu pertama terdapat kekurangan produksi yang sangat banyak sehingga mengakibatkan jadwal produksi yang tidak memenuhi target akan bergeser pada jadwal yang lain. sehingga menyebabkan keterlambatan produksi. Urutan penjadwalan perusahaan yang di jadwalkan yaitu Container GM5Z-3B PS, GM5Z-3B PS, Support FR Bumper Side RH, Support FR Bumper LH, T-Belt Cover Protector Base, T-Belt Cover Protector Cover, dan Register Inst. Panel No.1 dengan nilai makespan 1545,76 jam. Untuk itu dilakukan penjadwalan ulang pada PT XYZ agar dapat meminimalkan waktu waktu penyelesaian produksi (makespan) terhadap proses produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan keterlambatan produksi yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi dengan menggunakan metode Nawaz Enscore Ham. Penerapan metode Nawaz, Enscore, dan Ham dengan Shortest Processing Time (SPT) dan Longest Processing Time (LPT) menghasilkan penurunan mean flowtime dan lateness sebesar 1,56% serta pengurangan makespan sebesar 23,79 jam dengan LPT dan SPT didapatkan nilai Efficiency Index (EI) sebesar 1,01563 Dari nilai Relative Error (RE) memiliki selisih 1,56% yang dibandingkan antara model algoritma NEH dalam penelitian ini dengan model penjadwalan First Come First Service (FCFS).
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Metode Seven Tools Dan Kaizen Pada PT Sinar Semesta dartawan, dartawan; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal ARTI : Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v18i1.517

Abstract

PT Sinar Semesta merupakan perusahaan industri bergerak dalam bidang pengecoran logam yang salah satu produksinya adalah Eq Spacing. Permasalahan yang timbul di PT Sinar Semesta adalah kualitas pada produk yang masih mengalami kecacatan, Berdasarkan hasil analisis bulan November 2021 sampai bulan Agustus 2022 dengan jumlah produksi keseluruhan yaitu 3134 produk, terdapat data reject sebanyak 794 produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis-jenis cacat serta faktor penyebab cacat yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode Seven Tools untuk menemukan akar penyebab masalah yang diselesaikan, serta Kaizen Five-M Checklist untuk memberikan usulan perbaikan pada perusahaan. Berdasarkan hasil diagram pareto untuk kecacatan ekor tikus diperoleh presentase kecacatan sebesar 93% dengan presentase kumulatif sebesar 93%, untuk kecacatan salah alir diperoleh presentase kecacatan sebesar 7% dengan presentase kumulatif sebesar 100%. Berdasarkan diagram fishbone dapat diketahui terjadinya cacat disebabkan beberapa faktor yaitu dari manusia, material, metode. Usulan perbaikan masalah yang didapatkan pada analisis kaizen adalah dengan peningkatan pengawasan terhadap pekerja, pengarahan SOP terutama pada proses material (bahan baku), dan juga perlu melakukan pelatihan untuk mengasah kemampuan pegawai pada perusahaan.
Pengendalian Persedian Kayu Dengan Metode Min-Max Stock dan Economiq Order Quantity Pada PT Alis Jaya Ciptatama Ade, Rifki; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v18i2.593

Abstract

PT Alis Jaya Ciptatama merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak industri furniture. Mahoni dan jati adalah bahan baku yang digunakan, dalam satu periode perusahaan melakukan pembelian sebanyak 2000-3000 m3 rata-rata frekuensi Jati sebesar 39,98 m3 dan Mahoni sebesar 152 m3 dengan buffer sebesar 30% setiap pembelian. Frekuensi order  2022 sangat tinggi dengan 23 kali untuk Mahoni dan 9 kali untuk Jati, frekuensi tinggi ini menyebabkan bengkaknya biaya pemesanan. Tujuan penelitian ini untuk memperkecil nilai Total Biaya Keseluruhan dan pengoptimalan bahan baku. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini EOQ dan Min-Max. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai minimum dan maksimum bahan baku adalah 98,93 m3 dan 273,56 m3 untuk kayu Mahoni, 30,77 m3 dan 67,51 m3 untuk kayu Jati. Untuk pembelian optimal adalah dengan menggunakan metode EOQ dengan nilai 226,33 m3 untuk Mahoni dengan frekuensi 10 kali dan 45,06 m3 untuk Jati dengan frekuensi 8 kali. Total Inventory Cost metode EOQ menjadi biaya paling minimal dengan pembelian Mahoni Rp6.470.637.299 untuk pembelian Jati Rp1.517.758.350. Dari hasil tersebut metode EOQ meminimalisir biaya persediaan dengan penurunan sebesar Rp209.077.475 atau 3,13% dari TIC perusahaan untuk persediaan Mahoni dan untuk persediaan Jati sebesar Rp560.503.655 atau 26,97% dari TIC perusahaan
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Kaos Sablon Melalui Pendekatan Hybrid System Untuk Penggurangan Biaya Total Mustofa Kamal, Ahmad; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i1.771

Abstract

Dalam industri penyablonan, terdapat bahan-bahan yang tidak dimurnikan, khususnya afdruk, berbagai jenis cat, dan pelarut. Strategi yang dilakukan perusahaan adalah menimbun komponen yang belum dimurnikan dengan cara membeli secara rutin dalam jumlah yang sama. Hal ini dilakukan karena dinilai bahwa membeli dalam jumlah yang sama akan lebih murah. Namun, permintaan pasar semakin berkurang atau bersifat fluktuatif. Industri ini memiliki kelebihan persediaan bahan mentah hingga 10%, sedangkan pada Elnoss Sablonase diusahakan agar kelebihan tersebut hanya 3%. Metode Hybrid System adalah pengendalian stok antara metode Q dan P. Mixture Framework memiliki titik pemesanan ulang untuk level stok paling ekstrem. Setiap kali dilakukan peninjauan, tidak akan ada permintaan jika posisi stok masih di atas level stok dasar atau titik pemesanan kembali. Namun, jika level stok berada di bawah level stok dasar, permintaan diajukan untuk membangun tingkat stok ke level paling ekstrem, khususnya untuk mencapai tujuan stok. Pengendalian stok bahan baku dengan teknik Hybrid System memiliki biaya yang lebih rendah dan ideal, yaitu Rp 24.309.669. Jika dibandingkan dengan biaya sebenarnya dari strategi perusahaan yang sebesar Rp 25.574.186, hal ini berarti dengan menerapkan teknik Hybrid System dalam pengendalian stok, perusahaan memiliki dana cadangan biaya sebesar Rp 1.264.517 atau 4,94%.
Analisis Kapasitas Produksi Menggunakan Metode Rough Cut Capacity Planning Pada CV Tahaki Multi Kreasi Wirawan, Eko; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v19i2.1028

Abstract

CV Tahaki Multi Kreasi is a company engaged in interior, exterior and advertising. The number of requests for cabinet room products tends to fluctuate every month. In 2023, from January to December, CV Tahaki Multi Kreasi received 143 cabinet room order projects. To estimate the amount of demand, effective forecasting is needed. Forecasting uses methods namely Moving Average, Exponential Smoothing, and Trend Analysis. The most effective forecasting uses the Trend Analysis method which has the smallest forecasting error. The MAD value is 1.9005, MSE is 4.5343, and MAPE is 19.2362. The production schedule at CV Tahaki Multi Kreasi is carried out every two weeks for optimal results. Production capacity requirements are calculated using the Rough Cut Capacity Planning (RCCP) method. The RCCP method is used to determine the possibility of insufficient capacity or overload in determining production capacity.. The total capacity required in all work centers is 962 hours, while the total available capacity is 2016 hours. The analysis shows that there is no capacity shortage at each work station because the variance shows negative and the load percentage is 54.2%.
Penerapan Sistem Enterprise Resource Planning Inventory Bahan Baku Dan Penjualan UMKM Bakpia Pathok XYZ Berbasis Odoo Pamungkas, Tri Atmaja; Setiafindari, Widya
Jurnal ARTI (Aplikasi Rancangan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal ARTI: Aplikasi Rancangan Teknik Industri
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/arti.v1i20.1220

Abstract

UMKM Bakpia Pathok XYZ dalam proses bisnisnya tidak memiliki   pembukuan   pada   bagian   penyimpanan,   dan akuntansi, sedangkan pada proses penjualan hanya terdapat buku tabel sederhana sehingga sering terjadi kesalahan dalam perhitungan pada penjualan serta stok bahan baku. Pada bulan Juni 2024 bahan baku tepung terigu yang tersedia sebesar 900kg sedangkan kebutuhan produksi mencapai 1000kg, sehingga terjadi stockout. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis odoo dan melakukan usability test. Metode yang digunakan  yaitu  7S  McKinsey  untuk  mengetahui  kesiapan perusahaan dalam menerapkan bentuk bisnis baru. Hasil analisis pengujian usability test sistem odoo dapat diterapkan dengan baik, namun terdapat kendala akses internet yang buruk, serta keryawan yang masih awam dengan teknologi baru yang diujikan. Sedangkan hasil 7S McKinsey didapatkan skor rata-rata 70 dan berada pada range 50-75 dengan kategori high yang artinya, perusahaan sudah siap menerapkan bentuk bisnis baru, namun perlu sedikit perbaikan dan penyesuaian.
Analisis Variabilitas Permintaan dan Bullwhip Effect dalam Rantai Pasok Sayur Organik: Implikasi bagi Manajemen Persediaan Putri Bidari, Adinda; Ilham Robbani; Yulvania, Farah; Setiafindari, Widya
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.414

Abstract

Supply chain management dalam industri pertanian memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mengelola ketidakpastian permintaan dan pasokan produk yang mudah rusak (perishable). Salah satu fenomena yang dapat terjadi adalah Bullwhip Effect, yaitu distorsi permintaan yang meningkat seiring dengan pergerakan rantai pasok dari hilir ke hulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Bullwhip Effect dalam rantai pasok produk sayur organik dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tingkat distorsi permintaan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pihak terkait, serta dianalisis menggunakan perhitungan koefisien variasi antara permintaan dan pesanan di tingkat distributor dan retailer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi Bullwhip Effect sebesar 25% pada tingkat distributor dan 11% pada tingkat retailer. Distorsi permintaan yang lebih besar cenderung terjadi akibat selisih yang signifikan antara jumlah pesanan dan permintaan aktual, terutama karena strategi pengadaan yang melebihkan jumlah pesanan untuk mengantisipasi risiko produk rusak. Oleh karena itu, diperlukan penerapan metode peramalan yang lebih akurat serta integrasi sistem informasi dalam rantai pasok untuk mengurangi dampak Bullwhip Effect dan meningkatkan efisiensi distribusi.