Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Durasi Tidur Dengan Status Gizi Pada Remaja di SMP negeri 2 Samarinda abbas, zein qorie amanda; Astutik, Widya; Hartati, Dwi; Norhapifah, Hestri
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1599

Abstract

Latar Belakang : Masalah status gizi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada setiap usia salah satunya pada remaja. Di Indonesia sendiri saat ini terdapat sekitar seperempat remaja mengalami stunting atau pendek, 9% remaja memiliki indeks masa tubuh rendah atau kurus, sedangkan 16% remaja lainnya mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami masalah status gizi, salah satu faktor penyebab tidak langsung terjadinya masalah status gizi remaja yaitu faktor aktivitas fisik dan durasi tidur. Tujuan : Untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dan durasi tidur dengan status gizi pada remaja di SMP Negeri 2 Samarinda Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data aktivitas fisik diambil dengan kuesioner PAL (Physical Activity Level), durasi tidur dengan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Indeks), dan status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Jumlah responden sebanyak 88 remaja SMP dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment.  Hasil : Sebagian besar aktivitas fisik berkategori ringan (46,6%), dengan durasi tidur sebagian besar diperoleh kategori cukup (56,8%), dan sebagian besar memiliki status gizi kategori normal (69,3%). Dari hasil analisis Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan status gizi sebesar 0,038 (ρ<0,05), dan tidak ada korelasi antara durasi tidur dengan status gizi sebesar 0,147 (ρ>0,05), Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja dengan p-value (0,038). Dalam hal ini perlu diadakan sosialisasi tentang pentingnya tidur dengan durasi waktu yang cukup dan melakukan aktivitas fisik sebagaimana anak usia sekolah. Kata Kunci : Status gizi, Aktivitas fisik, Durasi tidur, Remaja      1Mahasiswa Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 2Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 3Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda 4Dosen Program Studi Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMK KESEHATAN SAMARINDA Linda Ayu Puspita Sari; Astutik, Widya; Norhapifah, Hestri; Puspitasari, Dwi Ida
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Medika Karya Ilmiah Kesehatan
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v11i1.1602

Abstract

Latar Belakang : Remaja adalah individu yang sedang mengalami pubertas, yaitu proses peralihan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Salah satu tanda pubertas pada wanita ialah terjadinya menstruasi. siklus menstruasi yang tidak teratur dapat menyebabkan anemia dan jantung koroner. Salah satu penyebab tidak teraturan menstruasi ialah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang aman dilakukan untuk memicu siklus menstruasi mejadi teratur yaitu olahraga seperti jalan kaki, bersepeda, jogging, dan membersihkan rumah, aktivitas tersebut akan memperlancar aliran darah dan dapat memperlancar haid. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK Kesehatan Samarinda tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini ialah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling bisa dilakukan dengan memastikan bahwa setiap individu yang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam populasi memiliki peluang yang setara untuk dipilih sebagai sampel. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 57 Siswi SMK Kesehatan Samarinda. Hasil : Uji statistik penelitan ini menggunakan Spearman rho dan mendapatkan hasil p-value = 0,630 (p>0,05) degan nilai kekuatan 0,650 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Kesehatan Samarinda. Kesimpulan Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan spearman rho mendapatkan hasil bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri SMK Kesehatan Samarinda khususnya kelas. Kata kunci : Remaja, Aktivitas Fisik, Siklus Menstruasi