Annisa Rahmi Galleryzki
Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen (STIKes Kepanjen), Malang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN EFIKASI DIRI MASYARAKAT SETELAH VAKSIN TERHADAP PROTOKOL PENCEGAHAN COVID-19 Prabarini, Lintang; Galleryzki, Annisa Rahmi; Fanani, Qori
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v9i2.156

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran efikasi diri masyarakat terhadap tindakan protokol pencegahan COVID-19 setelah diberikan vaksinasi dosis primer.  Metode: Penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 250 responden.  Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata responden berjenis kelamin laki-laki, berada pada rentang usia 20-30 tahun dan mayoritas responden adalah lulusan perguruan tinggi. tingkat observasi masyarakat terhadap kepatuhan protokol pencegahan dan vaksinasi di negara lain tinggi, yaitu dengan persentase 76.8%, pengetahuan dan observasi masyarakat terkait pandemi di masa lalu tinggi sebesar 77.2%, tingginya persuasi sosial pada responden yaitu 69.6%, dan tingkat kecemasan responden terhadap penularan COVID-19 juga berada pada rentang tinggi, yaitu 86.8%.  Simpulan: Efikasi diri sangat perlu ditingkatkan untuk meningkatkan keyakinan diri pada masyarakat dalam melewati pandemi COVID-19. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam proses peningkatkan efikasi diri melalui promosi kesehatan, percepatan vaksin dan penyusunan program kebijakan serta strategi meningkatkan efikasi diri di masyarakat.
IMPLEMENTASI ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Galleryzki, Annisa Rahmi; Prabarini, Lintang Puspita; Jainurakhma, Janes; Fanani, Qori
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.233

Abstract

Pendahuluan: Rata-rata skor implementasi enam Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) di Indonesia adalah 64,81%. Peningkatan kebutuhan keselamatan pasien meningkat selama pandemi COVID-19. Penelitian sebelumnya menjelaskan gambaran implementasi SKP sebelum terjadi pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persepsi perawat tentang pengimplementasian 6 SKP pasien di RS selama pandemi. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 133 perawat dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengambilan sampel menggunakan google form. Kuesioner implementasi SKP yang digunakan adalah Kuesioner Implementasi 6 SKP yang sudah diisesuaikan dengan standar SNARS. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata usia perawat adalah 36 tahun, masa kerja perawat adalah 12 tahun, dengan jenjang karir terbanyak adalah pada PK 2. 59,4% perawat bertugas di unit rawat inap, dan hanya 67,7% perawat yang pernah mendapatkan pelatihan keselamatan pasien. 85,4% perawat telah mengimplementasikan SKP. Nilai persentase SKP tertinggi adalah SKP 1 yaitu identifikasi pasien sebesar 90,1%, sedangkan nilai SKP 4 pada posisi implementasi terendah dengan persentase 68,8%. Kesimpulan: Kepatuhan dan ketelitian perawat terhadap prosedur yang diterapkan di rumah sakit, ketatnya tim pengawas terhadap penggunaan APD, dan kinerja perawat saat di ruangan, menjadi kunci penting keberhasilan implementasi SKP di masa pandemi COVID-19. Capaian SKP pada penelitian ini berada pada kondisi baik. Namun, belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yaitu 100%. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan lebih lanjut dengan menilai faktor-faktor pelaksanaan SKP.