Fahmi, Yusran
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH SARANA PRASARANA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Pahriati, Pahriati; Jumaidi, Jumaidi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1727

Abstract

Permasalahan terkait sarana dan prasarana di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara masih terindifikasi, antara lain keterbatasan fasilitas penyimpanan arsip, kendala pada sistem absensi berbasis online, serta belum tersedianya area khusus bagi pegawai yang merokok. Kondisi tersebut berpotensi menghambat kelancaran pelaksanaan tugas dan berdampak pada tingkat kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sarana prasarana terhadap kinerja pegawai serta mengetahui besarnya kontribusi pengaruh tersebut. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan responden 66 pegawai yang ditetapkan melalui teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dengan observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, serta pengujian hipotesis dengan aplikasi IBM SPSS versi 25. Temuan analisis memperlihatkan sarana prasarana memengaruhi kinerja pegawai dengan signifikan, terlihat pada nilai signifikansi 0,000 (<0,05) serta nilai t hitung 6,844 > 1,998 (t tabel ) pada taraf signifikansi 5%. Besarnya pengaruh sarana prasarana terhadap kinerja pegawai terlihat melalui nilai koefisien determinasi (R²) 0,423 atau 42,3%. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa ketersediaan serta kondisi sarana prasarana yang memadai berperan tinggi dalam menunjang kenaikan kualitas kinerja pegawai.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PANGAN LOKAL BALITA GIZI KURANG DI DESA PANDAMAAN KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadiasari, Nadiasari; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1739

Abstract

Masalah gizi balita masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal merupakan salah satu upaya penanggulangan, namun pelaksanaannya masih menghadapi permasalahan seperti pemantauan yang belum optimal, ketidaktepatan sasaran, rendahnya pemahaman orang tua, penerimaan balita terhadap makanan, serta hasil program yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas Program PMT pangan lokal balita gizi kurang di Desa Pandamaan Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan berjumlah 16 orang secara puposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pangan Lokal Balita Gizi Kurang ini berada pada kategori cukup efektif (60%-89%) dinilai dari indikator-indikator berikut: Pertama, pemantauan pelaksanaan program yang masih kurang efektif. Kedua, mekanisme program yang sudah berjalan cukup efektif. Ketiga, kebijakan organisasi yang cukup efektif. Keempat, prosedur penetapan sasaran yang sudah efektif. Kelima, ketepatan sasaran yang masih kurang efektif. Keenam, pemenuhan kebutuhan program yang cukup efektif. Ketujuh, kualitas pelayanan program yang masih kurang efektif. Kedelapan, ketersediaan PMT pangan lokal yang cukup efektif. Kesembilan, hasil program yang masih kurang efektif. Kesepuluh, pencapaian target program yang kurang efektif. Kesebelas, kesadaran gizi orang tua yang cukup efektif meskipun belum sepenuhnya optimal. Faktor pendukung meliputi Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan pola kerja yang terarah, Kebijakan dan pedoman teknis sebagai acuan pelaksanaan, Data status gizi dijadikan dasar penentuan penerima program, Kader yang aktif berperan dalam kegiatan lapangan, Ketersediaan bahan pangan lokal didukung oleh pembiayaan serta Sebagian orang tua mulai menunjukkan perubahan sikap dalam pemenuhan gizi anak Faktor penghambat meliputi Pengawasan program belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di rumah balita, Pemberian makanan tambahan sering tidak sesuai sasaran, Penyampaian informasi kepada orang tua masih belum merata dan kurang mendalam, Daya terima anak terhadap makanan tergolong rendah serta Perubahan gizi anak belum menunjukkan hasil yang signifikan. Untuk meningkatkan efektivitas Program PMT Pangan Lokal balita gizi kurang, pengawasan, edukasi, pendampingan, koordinasi kader, dan partisipasi orang tua perlu ditingkatkan, serta peneliti selanjutnya fokus pada evaluasi program dan faktor gizi anak.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Aisya, Nahdia; Arpandi, Arpandi; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1743

Abstract

Dalam Manajemen Pengembangan Pariwisata pada Disporapar ini terdapat beberapa masalah yang di temukan, seperti Perencanaan Pengembangan Pariwisata yang memerlukan waktu cukup lama sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan anggaran. Selain itu, kurangnya pelatihan menyebabkan sebagian pengelola wisata belum memahami pengelolaan potesi lahan secara optimal, yang berakibat pada pembagian tugas yang belum berjalan dengan baik. Keterbatasan SDM serta minimnya anggaran dan koordinasi juga menghambat pengembangan potensi wisata, sehingga pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata masih tergolong rendah. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung terjun ke lapangan dengan jumlah sampel 13 orang. Dalam Teknik penarikan sampel menggunakan metode “purposive Sampling”. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU saat ini kurang baik yang di ukur berdasarkan teori George R. Terry dalam Abd. Rohman, M. AP (2017:20) yaitu: Pertama, Sub Variabel Fungsi Perencanaan dengan Indikator Anggaran kurang baik, Tempat kurang baik dan Waktu cukup baik. Kedua, Sub Variabel Fungsi Pengorganisasin dengan Indikator Pembagian Tugas kurang baik, Pencapaian Tujuan kurang baik dan SDM kurang baik. Ketiga, Sub Variabel Fungsi Penggerakkan dengan Indikator Stakeholder kurang baik dan Cara Menggerakkan Waktu Pelaksanaan cukup baik. Keempat, Sub Variabel Fungsi Pengawasan dengan Indikator Pemantauan Terkait Memastikan Kegiatan Yang Direncanakan cukup baik dan Evaluasi Pencapaian Hasil cukup baik. Adapun faktor pendukung, yaitu: Kedisiplinan pelaksanaan dan Kearifan lokal serta promosi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Kurangnya Anggaran, Kurangya Pelatihan, Belum tercapainya tujuan dan Kurangnya koordinasi dan sinergi antar pihak terkait. Saran ditujukan kepada kepala Dinas Disporapar HSU untuk perlu mengoptimalkan pengelolaan anggaran, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program tercapai. Kabid pariwisata diharapkan lebih aktif mengusulkan penambahan dana anggaran, meningkatkan pelatihan kepada pengelola wisata. Pengelola pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan objek wisata melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran. Selain itu, pengelola perlu aktif mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan. Masyarakat diharapakan dapat bereperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata melalui upaya menjaga lingkungan dan fasilitas wisata.
IMPLEMENTASI PROGRAM TRIBINA DI KELURAHAN ANTASARI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Novitasari, Novitasari; Budiman, Arif; Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1744

Abstract

Program Tribina yang mencakup Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah dalam memperkuat peran keluarga. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan keluarga, dengan tujuan mendorong terciptanya ketahanan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Pada pelaksanaan program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara ditemukan fenomena masalah yaitu, kurangnya sosialisasi program Tribina di Kelurahan Antasari, kurangnya kemampuan dan sumber daya kader, serta waktu pelaksanaan program yang tidak menetap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deksriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penentuan secara purposive sampling berjumlah 14 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amutai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup baik diukur melalui model George Charles Edwards III dalam Leo Agustino (2022:154-158) yaitu: Pertama Sub-variabel Komunikasi indikator Penyaluran Informasi (Sosialisasi) masih kurang optimal, Kejelasan sudah baik, dan Konsistensi waktu masih kurang konsisten. Kedua sub-variabel Sumber Daya indikator Sumber Daya Manusia kurang memadai, Sarana Prasarana memadai, dan Anggaran sudah memadai. Ketiga sub-variabel Disposisi indikator Komitmen/ Tanggung Jawab cukup baik, Pengaturan Birokrasi/Kesesuaian Penempatan Kader cukup sesuai, dan Insentif cukup memadai. Keempat sub-variabel Struktur Birokrasi indikator Standar Operasional Prosedur (SOP) cukup sesuai, Koordinasi sudah baik, dan Evaluasi cukup baik. Adapun faktor pendukung implementasi program Tribina di Kelurahan Antasari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah Pertama, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai; Kedua, anggaran yang cukup memadai; Ketiga, dukungan pemerintah dan instansi terkait. Sedangkan faktor penghambat yaitu Pertama, kurangnya inisiatif dan peran kader dalam menyebarluaskan informasi adanya program Tribina di Kelurahan Antasari; Kedua, penyesuaian jadwal/waktu yang sulit untuk ditentukan; Ketiga, kurangnya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan bagi kader dalam mengelola kegiatan Tribina ini.