Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MORFOFONOLOGI KATA POLIMORFEMIK BERKONSTRUKSI MORFEM TERIKAT {məN-} DAN MORFEM DASAR BERFONEM AWAL /k, p, s, t/ DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN SECARA INDUKSI Yani, Sofi Andri; Yusuf, Cahyo; Herpindo, Herpindo
Salingka Vol 20, No 1 (2023): SALINGKA, Edisi Juli 2023
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v20i1.808

Abstract

This study aims to: (1)  described the morphophonological process of polymorphemic words consisting of bound morphemes {məN-} and basic morphemes starting with phonemes /k,p,s,t/ if it is studied by induction, (2) prove the position of nasal-consonant sound segments /ŋ, m, ɲ, n/ abstracted by the nasal N when proven by the Praat program tool. Provision of data using the listening method followed by fishing, recording, and note-taking techniques.  Data recording in this study using the speech analizier praat. Furthermore, the data were analyzed using the induction method (decline) and continued with the jabar-comparison technique. The results of this study presented that (a) the position of the consonant-nasal sound segment /ŋ, m, ɲ, n/ abstracted from nasal N was in the energy unit of the second syllable and was rigid at the onset of the second syllable as in the word polymorphemic [mə.ŋa.lah],  polymorphemic words, for example  [mə.րan.tap] was derived in bound morpheme {məN-} and base morpheme with initial phoneme /s/ including  {(s)antap}. The construction of polymorphemic word sounds is compared with its derivative morphemes, phonological/morphophonological symptoms are found, among others: (1) shift of nasal consonants /ɲ/ which were initially at the onset of the syllables of the two polymorphemic words [mə.րan.tap] shifted to the coda of the first syllable in the bound morphemes of the form {məր-}, (2) consonant increased /s/ was the result of polymorphemic words [mə.րan.tap], and (3) changes in nasal consonants [ ɲ] coda first syllable allomorphs  {məր-} were abstracted into N nasals so that the derived bound morpheme became {məN-}. 
PENDAMPINGAN SEKOLAH INKLUSI: INTEGRASI INOVASI MODEL DESAIN UNIVERSAL DI SEKOLAH KABUPATEN MAGELANG Astuty, Astuty; Herpindo, Herpindo; Farikah, Farikah; Nikmatullah, Miftahula Rizkqin; Sofi, Rizal Muh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28514

Abstract

Keragaman peserta didik di kelas inklusif merupakan keniscayaan. Keragaman dapat terjadi karena berbagai sebab, salah satunya keragaman karena siswa memiliki kebutuhan khusus. Pada konteks ini harus dilakukan proses adaptasi kurikulum agar dapat memenuhi keragaman peserta didik. Naskah ini menawarkan rujukan bagi guru dalam melakukan proses adaptasi kurikulum di kelas inklusif. Kerangka kerja adaptasi kurikulum didasarkan pada tiga prinsip pendidikan inklusif yaitu kehadiran, partisipasi dan prestasi. Ketiganya harus secara seimbang menjadi landasan kerja adaptasi kurikulum. Pelaksanaan adaptasi kurikulum dilakukan pada tiga dimensi yaitu kurikuler, instruksional dan lingkungan pembelajaran. Pada bagian akhir dijelaskan secara singkat strategi pengembangan rencana pembelajaran dari kurikulum yang diadaptasi dari integrasi model desain universal
Pembuatan Katalog Online Layanan Jasa Berbasis Web Sebagai Media Periklanan Penyedia Layanan Jasa UMKM Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang Herpindo, Herpindo; Suwito Singgih; Wildan Yudhanto; Miftahula Rizqin Nikmatullah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 4 (2024): AGUSTUS - SEPTEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan bangkitnya ekonomi mikro dan meningkatnya kebutuhan akan penyedia layanan, semakin banyak badan usaha milik desa yang dituntut untuk menyediakan layanan. Namun, sebagian besar badan usaha milik desa ini Jdak dapat tumbuh dengan cepat karena kurangnya iklan. Kurangnya iklan dari penyedia layanan pada badan usaha milik desa juga mempersulit konsumen untuk menemukan informasi tentang penyedia layanan ini. Promosi sangat penJng dalam meluncurkan dan meningkatkan penjualan produk atau layanan. Promosi sangat penJng dalam meluncurkan dan meningkatkan penjualan produk atau jasa. Pengusul program pengabdian masyarakat ini merekomendasikan sebuah metode pemasaran, yaitu penggunaan katalog online untuk mempromosikan perusahaan penyedia jasa. Katalog online ini diharapkan dapat membantu pengenalan dan promosi perusahaan penyedia jasa di wilayah Kediri. Katalog online ini akan memuat informasi seperti nama usaha penyedia jasa, jasa yang disediakan, lokasi usaha penyedia jasa, dan nomor telepon penyedia jasa. Ketersediaan katalog online ini diproyeksikan untuk membantu Jdak hanya pemilik bisnis penyedia jasa, tetapi juga konsumen. Konsumen Jdak akan lagi kesulitan untuk menemukan jasa yang mereka butuhkan karena katalog online ini telah menawarkan semua informasi yang terkait dengan barang jasa yang dibutuhkan. Metode pembuatan katalog online ini dibagi menjadi lima tahap yaitu persiapan, analisis kebutuhan, pembuatan katalog, implementasi, dan pembuatan laporan. Diharapkan katalog online ini dapat menjadi media untuk menarik klien baru.
Sistem Diatesis Bahasa Indonesia dalam Berita Tempo Puji Lestari, Dewi; Herpindo, Herpindo; Daniel Fahmi Rizal, Muhammad
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7074

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bagaimana sistem diatesis bahasa Indonesia dalam berita Tempo.co, dan proses bentuk aliansi gramatikalnya. Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode simak-catat dan dianalisis menggunakan metode agih pada penggunaan konstruksi aktif, pasif, ergatif, dan antipasif. Sumber data penelitian diambil dari portal berita daring Tempo.co edisi Oktober 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan diatesis aktif dengan bentuk verba transitif yang diikuti markah {meN-}, Zero (ø), {meN-/-kan}, {meN-/-i}, {ke-/-an}, {-kan}, dan verba intransitif dengan markah {meN-}, Zero (ø), {ber-}, serta diatesis pasif dengan bentuk verba transitif diikuti {di-}, {di-/-kan}, {ter-} dan verba intransitif dengan markah {di-i}, {ber}. Selain itu, diatesis ergatif dengan perilaku transitif yang diikuti markah {ter-}, Zero (ø), {-nya}, {ke-/-an}, {meN-}, dan bentuk perilaku intransitif dengan markah {meN-/-i} dengan perilaku sintaksis transitif, serta antipasif dengan perilaku intransitif yang ditandai markah {ter-} dan transitif dengan markah {meN-}. Dengan kata lain, penggunaan diatesis dalam berita Tempo.co bertujuan untuk menekankan peran subjek atau pelaku pada fokus informasi berita, menjaga objektivitas serta menghindari adanya ambiguitas.
Transitivitas dalam Debat Pilkada Gubernur Jawa Tengah Tahun 2024: Kajian Linguistik Fungsional Sistemik Unggul Sadewa, Tatag; Herpindo, Herpindo; Jendriadi, Jendriadi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13940

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis transitivitas dalam debat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 sebagai cerminan strategi dan ideologi politik kontestan di medan politik penting yang menyumbang 56,3% suara nasional dan menjadi indikator politik nasional strategis. Pertanyaan utama adalah bagaimana kandidat membentuk realitas politik melalui pilihan linguistik dalam sistem transitivitas yang merepresentasikan orientasi kebijakan praktis dan abstrak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis 499 data dari tiga sesi debat di KOMPAS.TV (30 Oktober, 10 November, dan 20 November 2024) dengan kerangka Linguistik Fungsional Sistemik Halliday, melibatkan proses, partisipan, dan sirkumstansi. Temuan mengungkapkan dominasi proses material (75,8%) dan proses mental (24,2%), menegaskan strategi "legitimasi melalui tindakan" dengan pola adaptasi strategis dan peningkatan intensitas komunikasi 61%. Kandidat nomor satu menggunakan pendekatan teknokratis berbasis target kuantitatif, sedangkan kandidat nomor dua menerapkan strategi kearifan lokal yang merangkul nilai tradisional Jawa. Implikasi teoretis memperkuat teori LFS dengan mengidentifikasi "formula 3:1" sebagai proporsi ideal komunikasi politik lokal Indonesia, kontras dengan temuan internasional dan menegaskan karakteristik demokrasi Indonesia yang pragmatis serta berorientasi program nyata. Kata kunci: transitivitas; debat politik;  ; Pilkada Jawa Tengah; proses material; komunikasi politik
Register dan Pola Pasangan Berdampingan pada Negosiasi Jual Beli Gawai di Facebook Wulan Ramadhani; Jendriadi, Jendriadi; Herpindo, Herpindo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7110

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bentuk register, makna register, dan pola pasangan berdampingan yang terbentuk dalam negosiasi jual beli gawai di grup Facebook Jual Beli Hp Gadget Jogja Istimewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Holmes, Halliday, dan  Schegloff & Sacks untuk menganalisis register dan pola pasangan berdampingan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis penggunaan register yaitu model Miles & Huberman. Sementara itu, pola pasangan berdampingan dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian menemukan 29 register yang terdiri dari 9 register selingkung terbatas dan 20 register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas didominasi oleh register yang berkaitan dengan spesifikasi gawai. Berbeda halnya dengan register selingkung terbuka yang didominasi oleh register yang berkaitan dengan kondisi gawai. Selanjutnya, untuk pola pasangan berdampingan ditemukan sebanyak 3 pola, yaitu pertanyaan-jawaban, tawaran-penolakan, dan tawaran-penerimaan. Pola pasangan berdampingan didominasi pola pertanyaan-jawaban. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan register menunjukkan adanya pemilihan variasi bahasa yang disesuaikan dengan konteks situasi. Sementara pola pasangan berdampingan menunjukkan struktur percakapan yang terbentuk saat proses negosiasi.
Struktur Konstituen Bahasa Indonesia: Kajian Tata Bahasa Leksikal Fungsional dan Tipologi Herpindo, Herpindo; Wulandari, Sri; Afiq, Muhammad Nur; Ariefian, Maftukhin; Huda, Muhammad Khoirul
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2438

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki banyak kekhasan dalam kajian struktural. Kekahsan tersbut dapat dilihat dari pandangan morfologis, sintaksis, hingga tipologi. Penelitian ini menguji korespondensi struktur konstituen (str-k), fungsional (str-f) serta hubungan tipologisnya. Dalam menguji Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis data yaitu primer yang bersumber dari tuturan yang diperoleh dari penutur asli bahasa, sedangkan data primer yang merupakan data tulisan diperoleh dari buku tata bahasa, sumber tulisan ilmiah yang valid, dan tulisan-tulisan yang relevan sesuai dengan kriteria penelitian. Beberapa temuan penting dalam penting dalam penelitian ini setelah dilakukan uji korespondensi str-k dan str-f serta hubungan tipologisnya didapatkan bahwa dalam konstruksi bahasa Indonesia pendekatan TLF masih relevan dengan kesemestaan dalam kondisi entri leksikal, pola str-f dan str-k masih bisa berterima pada bentuk nomiatif akusatif (diatesis aktif dan pasif). Sedangkan pada pola bahasa ergative TLF tidak berterima karena dianggap tidak tuntas disebabkan oleh masalah verba dalam ergatif memiliki sifat perilaku intransitif.
Deixis in Hate Speech in the 2024 Presidential Election Campaign on Social Media X: A Cyber Pragmatic Study Herpindo, Herpindo; Astuty, Astuty; Khoirul Huda, Muhammad; Shohibul Ghoni, Ahmad; Aulia Rahman, Fandi
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v13n1.p179-202

Abstract

The purpose of this study is to analyze the systematic use of deictic expressions in hate speech targeting presidential candidates on platform X during Indonesia's 2024 election campaign period. This research seeks to understand how linguistic mechanisms, particularly deixis, function as strategic tools for constructing power relationships, facilitating dehumanization, and undermining democratic discourse in digital political communication. The study employs a descriptive qualitative design using a cyber-pragmatic approach to analyze hate speech on social media platform X during Indonesia's 2024 presidential election campaign, with data collected through observation and screenshot documentation of linguistic phenomena containing deictic expressions, followed by analysis using note-taking techniques to identify hate speech components and their linguistic patterns. Based on the analysis of 45 hate speech incidents targeting Indonesian presidential candidates on social media platform X during the 2024 election campaign, the study reveals that Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka received the highest targeting (44.4%), followed by Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (37.8%), with insults and profanity comprising the dominant category (34.8%) of hate speech. The deictic analysis demonstrates that social deixis shows the strongest correlation with ethnic attacks and stereotyping, while systematic dehumanizing language patterns vary distinctly across candidate pairs, reflecting deep political polarization facilitated through strategic linguistic positioning mechanisms. The systematic distribution of hate speech through deictic linguistic strategies during Indonesia's 2024 presidential election campaign, which disproportionately targeted certain candidates through social deixis-facilitated ethnic attacks and dehumanization, necessitates the immediate implementation of AI-powered pattern recognition systems, real-time monitoring protocols, and comprehensive digital literacy programs to protect democratic discourse integrity and safeguard future electoral processes.
Representation of Multicultural Values in Indonesian and English Textbooks for Junior High School Ekawati, Mursia; Herpindo, Herpindo; Jendriadi, Jendriadi; Shalima, Irsyadi; Prasetya, Ryan; Wastiana, Wastiana
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 12 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v12i1.42264

Abstract

This research is motivated by the need to understand how multicultural values ​​are represented in language textbooks used in junior high schools (SMP) in Indonesia, considering that language education plays a crucial role in shaping students' character and social awareness. This study aims to identify and analyze the representation of multicultural values ​​reflected in the text and visuals of Indonesian and English textbooks published by the Ministry of Education and Culture. This study uses a descriptive qualitative approach with Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) method, which views language as a social practice. Research data were obtained through documentation, learning observations, and teacher interviews to gain a contextual understanding of students' interpretations of multicultural values. The results show that both textbooks have presented ethnic, cultural, and religious diversity, but the representation is still symbolic and not entirely critical. Multicultural values ​​are more dominant in the visual aspect than in the text, while the integration between the two is still weak. These findings confirm that language textbooks are not merely linguistic learning tools, but also ideological means that shape students' social awareness. Therefore, this study recommends developing textbooks and pedagogical strategies that are more reflective, contextual, and oriented towards multicultural character education.