Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efektivitas Home Pharmacy Care dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Kepatuhan Terhadap Pengobatan Pasien Hipertensi (Studi dilakukan selama 3 bulan di Apotek Kota Malang) Illahi, Ratna Kurnia; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas; Pramestutie, Hananditia Rachma; Diana, Hilliyah
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan hipertensi dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Karena hal tersebut, seringkali pasien hipertensi memiliki masalah ketidakpatuhan dalam pengobatannya sehingga menyebabkan pasien sulit mengontrol tekanan darahnya. Pengetahuan pasien akan hipertensi juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Peningkatan pengetahuan pasien akan mengarah pada kemajuan berfikir tentang perilaku kesehatan yang lebih baik sehingga berpengaruh terhadap terkontrolnya tekanan darah. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien yaitu home pharmacy care. Pemberian konseling dalam home pharmacy care menyebabkan pasien lebih paham mengenai penyakit hipertensi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas home pharmacy care dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan pasien hipertensi di Apotek Kota Malang hingga akhir bulan ke-3. Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan jenis penelitian menggunakan pre test-post test design. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi di Apotek kota Malang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol merupakan pasien hipertensi yang mendapatkan konseling oleh apoteker di Apotek dan kelompok eksperimen merupakan pasien hipertensi yang mendapatkan home pharmacy care. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner untuk mengukur pengetahuan menggunakan modifikasi Hypertension Knowledge-Level Scale dan kuesioner kepatuhan menggunakan Morisky Medication Adherence Scale yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, checklist konseling apoteker sebagai panduan bagi apoteker dalam pelayanan konseling, leaflet untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi pasien, dan pill box digunakan untuk membantu pasien dalam mengatur pengobatannya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikasi >0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan maupun kepatuhan pasien hipertensi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol hingga bulan ke-3.
Karakteristik Efek Samping terkait Penggunaan Kontrasepsi Oral serta Angka Kunjungan Ulang kepada Tenaga Kesehatan Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pil Oral Kombinasi adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron yang bekerja dengan cara menekan ovulasi. Efek samping merupakan alasan utama untuk penghentian penggunan pil kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik efek samping yang dialami oleh akseptor terkait penggunaan kontrasepsi oral serta angka kunjungan ulang kepada tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel akseptor dan teknik stratified random sampling untuk menentukan apotek yang digunakan sebagai tempat penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Apotek yang sesuai kriteria penelitian dan dijadikan tempat pengambilan data sebanyak 18 apotek dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 106 akseptor. Berdasarkan hasil penelitian ini, dari total 106 akseptor menunjukkan efek samping tidak haid sama sekali sebanyak 14 akseptor, bercak saat menstruasi sebanyak 19 akseptor, pusing/sakit kepala sebanyak 49 akseptor, peningkatan berat badan sebanyak 54 akseptor, perubahan suasana hati sebanyak 11 akseptor, mual/muntah sebanyak 28 akseptor, timbul jerawat sebanyak 23 akseptor, dan efek pembesaran/ketat payudara sebanyak 9 akseptor. Angka kunjungan ulang kepada tenaga kesehatan dari 106 akseptor kontrasepsi oral kombinasi sebanyak 66,04% tidak pernah pergi ke tenaga kesehatan jika mengalami efek samping. Kesimpulan yang diperoleh yaitu efek samping yang paling banyak dialami oleh akseptor adalah peningkatan berat badan, diikuti oleh pusing/sakit kepala, mual/muntah, timbul jerawat, bercak saat menstruasi, amenore, perubahan suasana hati, dan efek samping yang paling sedikit terjadi adalah pembesaran/ketat payudara serta angka kunjungan ulang kepada tenaga kesehatan masih kurang. Kata kunci: efek samping, kontrasepsi oral, kontrasepsi oral kombinasi, kunjungan ulang kepada tenaga kesehatan kesehatan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Ketepatan Penggunaan Obat Simvastatin Pada Pasien Hiperkolesterolemia Di Apotek Kota Malang Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.4

Abstract

Simvastatin adalah obat yang harus diperoleh dengan resep dokter. Ketidaktepatan penggunaannya dapat berdampak kesalahan dalam pengobatan dan berisiko menimbulkan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD). Penggunaan obat yang tidak tepat salah satunya disebabkan oleh informasi yang tidak lengkap atau tidak benar yang didapatkan pasien dimana akan berpengaruh pada tingkat pengetahuan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin pada pasien hiperkolesterolemia di Apotek Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, pemilihan sampel apotek dilakukan dengan teknik random sampling secara cluster sampling. Untuk pemilihan sampel responden digunakan teknik purposive sampling yaitu dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini subyek penelitian berjumlah 100 responden, analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin adalah analisis korelasi somers’d. Didapatkan hasil penelitian responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik cenderung lebih tepat dalam penggunaan simvastatin (tepat = 51,8%, tidak tepat= 48,2%) dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup (tepat= 27,3%, tidak tepat= 72,7%) dan kurang(tepat= 16,7%, tidak tepat= 83,3%). Hasil analisis uji somers’d menunjukkan p=0.000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin dan dari uji somers’d diketahui koefisien korelasi sebesar 0,287 sehingga keeratan hubungan adalah lemah tapi pasti antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat simvastatin.Kata kunci :Pengetahuan, Ketepatan, Simvastatin, Hiperkolesterolemia
The Knowledge and Practice in the Self-Medication Use of Topical Benzoyl Peroxide and Clindamycin Anjarwati, Riska Auliah; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas; Ebtavanny, Tamara Gusti
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Acne vulgaris or acne is a condition of chronic inflammation of the pilosebaceous unit. Topical clindamycin and topical benzoyl peroxide (BP) are therapy with antibacterial and anti-inflammatory effects. The pharmacist's role during self-medication services and the knowledge possessed by the patient are needed to produce the correct drug use. This study aimed to determine the relationship between knowledge and accuracy of using topical benzoyl peroxide and clindamycin self-medication either alone or in combination with students of Brawijaya University with Acne vulgaris. This research was conducted online which is observational analytic with a cross-sectional design. The sampling technique used was a purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria and 105 respondents were obtained. Student knowledge was measured using a Guttman scale questionnaire with right and wrong answer choices. The accuracy of student use was measured using semi-open questions with multiple-choice answers and essays. The results showed that the respondents had good knowledge (79.05%), sufficient (20.95%), and less (0.00%). Meanwhile, the results of the accuracy of the use of therapy showed that students were correct (60.00%) and not correct (40.00%). The results of the Spearman correlation test showed a significant positive relationship between knowledge and the accuracy of using self-medicated topical benzoyl peroxide and clindamycin therapy (p = 0.012; r = 0.245). Based on the study results, it is concluded that there is a significant positive relationship between knowledge and the accuracy of using self-medicated topical benzoyl peroxide and clindamycin therapy in Brawijaya University students with Acne vulgaris. Keyword: Acne vulgaris, knowledge, practice, benzoyl peroxide, clindamycin
Pharmacist-Led Pediatric Diarrhea Management: A Systematic Review of Knowledge and Recommendation Appropriateness Ebtavanny, Tamara Gusti; Fitri, Salsabilah Aida; Suhartono, Suhartono; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Diarrhea remains a leading cause of morbidity and mortality among children, particularly in areas with inadequate sanitation. Community pharmacists often serve as the first point of care, making their role crucial in ensuring appropriate, guideline-based management of pediatric diarrhea. This systematic review aimed to evaluate pharmacists’ knowledge and the appropriateness of their recommendations for treating pediatric diarrhea. A systematic literature review was conducted using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol. Searches were performed via Harzing’s Publish or Perish on Google Scholar, PubMed, and Crossref using keywords: "diarrhea" AND "pediatric" OR "children" AND "treatment" AND "pharmacist" AND "knowledge". Ten articles met the inclusion criteria. Among five studies assessing knowledge, three reported generally good pharmacist knowledge, while two showed significant improvements post-intervention (P < 0.001 and P < 0.01). Pharmacists demonstrated good understanding of ORS use, treatment options, and non-pharmacological advice. However, they showed limited ability to identify signs of dehydration. In terms of treatment recommendations, six of nine studies reported inappropriate use of antibiotics, with few pharmacists recommending WHO-recommended therapies (ORS and zinc). In contrast, five studies found that non-pharmacological advice was the primary approach. Three factors significantly influenced knowledge and appropriateness: patient assessment (P = 0.006), self-medication training (P < 0.0005), and year of graduation (P = 0.004). Pharmacists generally possess good knowledge in certain aspects of pediatric diarrhea management, but often make inappropriate treatment recommendations. Structured education and training are needed to improve clinical decision-making and adherence to treatment guidelines.