Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Efektivitas Proses Inspeksi Genting dengan Sistem Integrasi Conveyor dan Operator Manusia Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT XYZ Purnomo, Anggie Shefira Novian; Prasetio, Murman Dwi; Suryadhini , Pratya Poeri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT XYZ merupakan salah satu industrimanufaktur genting di Jatiwangi, Majalengka. Dalam prosesproduksi genting mengalami penurunan jumlah pekerja setiaptahun, yang berdampak pada kemampuan perusahaan dalammemenuhi permintaan pasar. Karena proses produksi rata-ratamasih dilakukan secara manual, maka diberikan solusi yaitumelakukan otomatisasi. Otomatisasi yang dilakukan yaitudengan membuat perancangan sistem integrasi conveyor yangdiharapkan dapat mengatasi permasalahan kekurangan tenagakerja dalam perusahaan. Sistem ini diterapkan dalam prosesinspeksi genting karena proses ini merupakan yang palingpenting untuk menilai kualitas genting. Oleh karena itu,dilakukan perhitungan efektivitas dalam inspeksi genting padakondisi awal dan kondisi usulan. Pada kondisi awal, inspeksidilakukan secara manual oleh operator menggunakan tenagamanusia, sementara dalam kondisi usulan, digunakan sistemintegrasi conveyor dengan tiga kecepatan berbeda: 420 rpm,600 rpm, dan 750 rpm. Perbandingan efektivitas antara kondisiawal dan usulan dilakukan menggunakan metode OverallEquipment Effectiveness (OEE), dengan hasil OEE kondisi awal84% dan OEE kondisi usulan masing-masing 41,17%, 42,62%,dan 41,78%. Selain itu, dilakukan juga perhitungan biayamenggunakan metode Life Cycle Cost (LCC) mencakup biayapembuatan alat, biaya operasional, dan biaya pemeliharaanalat. Hasil analisis OEE dan LCC ini akan digunakan olehstakeholder untuk pengambilan keputusan lebih lanjut. Kata kunci—Overall Equipment Effectiveness (OEE), LifeCycle Cost (LCC), Sistem Integrasi Conveyor, Tenaga Kerja, Kualitas
Pemodelan Matematika Pada Parameter Proses Vertical Direct Chill (Vdc) Casting Aluminium Billet Dengan Menggunakan Regresi Linear Berganda Usman , Nurfadiyah Farhani; Prasetio , Murman Dwi; Sjafrizal , Teddy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Vertical direct chill (VDC) casting memegangperanan penting dalam menentukan keberhasilan dan efisiensiproduksi aluminium billet. Pengendalian parameter proses,khususnya suhu, sangat penting untuk memastikan konsistensidalam proses casting. Suhu yang terlalu tinggi dapatmemperlambat proses pendinginan sehingga menyebabkanketidakseimbangan pada proses pendinginan dalam aluminium.Ketidakseimbangan ini penting karena pendinginan yang terlalulambat atau tidak merata dapat memengaruhi keseragamanstruktur mikro. Studi ini memanfaatkan model matematikauntuk menggambarkan hubungan parameter seperti waterflow,gas pocket flow, level metal, billet length, dan casting speedterhadap suhu. Model regresi linear berganda dibangunmenggunakan parameter yang paling berkorelasi terhadap suhu.Hasil korelasi menunjukkan bahwa level metal dan gas pocketflow memiliki hubungan paling kuat dengan suhu dibandingkanparameter lainnya. Evaluasi model memberikan nilai kesalahanRoot Mean Squared Error (RMSE) sebesar 37,24, Mean AbsoluteError (MAE) sebesar 27,90 dan R-squared sebear 0,82, yangmenunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 82% darivariabilitas dalam data suhu. Namun, meskipun modelmenunjukkan bahwa regresi linear berganda mampumemberikan pemahaman mengenai pengaruh level metalterhadap suhu, hasil untuk gas pocket flow menunjukkan adanyaketidaksesuaian. Kata kunci— Suhu, Aluminium billet, Korelasi, RegresiLinear Berganda, Vertical Direct Chill Casting
Pengembangan Model Machine Learning Parameter Mesin Terhadap Temperatur Pada Mesin Sir Degasser Di Pt Xyz Menggunakan Extreme Gradient Boosting Idham, Alvito Ahmad Cannavaro; Prasetio , Murman Dwi; Sjafrizal, Teddy
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Proses degassing penting dalam pembuatan billetalumunium untuk menghilangkan pori yang dapat mengurangiproperti mekanik. Mesin degasser penting dalam proses iniuntuk menyuntikan gas argon dan mengaduk alumunium cairuntuk menghilangkan gelembung gas terperangkap. Kontrolsuhu penting dalam proses degassing yang lancar sehinggasebuah model yang memberikan perkiraan nilai suhu dapatmembantu penyesuaian langsung pada parameter mesin untukmenjaga suhu. Pemodelan aspek-aspek proses menggunakanmesin atau juga dikenal sebagai machine learning semakinmarak digunakan dalam industri. Studi ini akan menggunakankonsep dalam machine learning yang disebut sebagai extremegradient boosting. dan memberikan hasil terbaik ketika semuavariabel, yaitu torsi rotor, penggunaan ejektor, dan tekananudara, menjadi variabel input. Model ini dapat membantuseorang operator dalam melakukan penyesuaian langsungterhadap tekanan udara, penggunaan ejektor, dan torsi rotoruntuk menjaga suhu tetap optimal. Model yang dihasilkanmemberikan kesalahan rata-rata atau MAE sebesar 13.06Cdan rata-rata kesalahan relatif atau MAPE sebesar 2.523%. Kata kunci— suhu, machine learning, degassing, rotor, tekanan
Perancangan Sistem Integrasi Conveyor Dengan Sensor Kualitas Pada Pt Xyz Untuk Menghitung Kuantitas Produksi Genting Dengan Pendekatan Multi Layer Rizaldi, Muhammad Yusuf; Prasetio, Murman Dwi; Suryadhini, Pratya Poeri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ merupakan perusahan yangmemproduksi genting yang terletak di Jatiwangi, Majalengka,Jawa Barat. Pada proses perpindahan genting dari prosespembakaran ke proses inspeksi hingga ke tempat penyimpananpada proses produksi dilakukan secara manual oleh operatoryang bisa mengakibatkan genting jatuh. Pada saat perpindahangenting tersebut terdapat genting yang jatuh mengakibatkangenting tersebut mengalami defect. Selain itu Pada PT XYZterjadi perbedaan data hasil produksi genting yang berada diaktual lapangan dengan yang ada di pencatatan pembukuanhasil produksi. Dalam menyelesaikan permasalahan yangterdapat pada PT XYZ tersebut pada Tugas Akhir inimenggunakan pendekatan multi-layer pada digital Twin. Prosesperancangan sistem integrasi conveyor dengan sensor kualitas inidirancang dengan berdasarkan tiga lapisan utama dalampendekatan multi-layer pada digital twin yaitu model, signal, daninterfaces. Setelah dilakukan perancangan sistem integrasiconveyor dengan sesor kualitas dengan pendekata multi-layerpada digital twin maka diperoleh hasil kekakuratan dataproduksi genting menjadi 100%. Selain itu dengan melakukanperancangan ini proses perpeindahan genting dari prosespembakaran ke proses inspeksi hingga ke tempat penyimpananbisa dilakukan secara otomatis menggunakan conveyor sehinggamenurunkan defect genting yang diakibatkan jatuhnya gentingpada proses perpindahan. Kata kunci — [Digital Twin, Multi-layer, Akurasi Data, Proses Perpindahan, Defect ]
Pengendalian Variasi Proses Produksi Frame Dengan Metode Statistical Quality Control Untuk Menurunkan Defect Rate Pada Industri Fabrikasi Karoseri Kendaraan Fauzi, Muhammad Rizky; Prasetio, Murman Dwi; Rachmat, Haris
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab cacat (defect), menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi cacat, dan mengevaluasi bagaimana penerapan metode Statistical Quality Control dapat membantu menurunkan defect rate pada produksi frame di industri fabrikasi karoseri kendaraan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data internal dalam periode 24 pekan yang dianalisis dengan menggunakan peta kendali untuk memantau stabilitas proses yang diteliti, analisis korelasi untuk memahami korelasi antar variabel independen, dan analisis regresi untuk mengetahui pengaruh dan signifikansi variabel independen, yaitu keuausan roda potong, kecepatan mesin, dan ketebalan roda potong. Hasil simulasi regresi menujukkan bahwa defect rate pada proses pemotongan frame bisa diturunkan dengan mengendalikan variabel independen tersebut pada titik peningkatan (improvement point). Meski hasil simulasi menunjukkan potensi penurunan defect rate sebesar 42.7% terhadap kinerja dasar sistem produksi, hasil simulasi dengan persamaan regresi masih belum mencapai target toleransi defect rate sebesar 5%, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat stabilitas dan kapabilitas proses. Kata Kunci: Defect rate, DMAIC, Statistical Quality control.
Usulan Penerapan Aktivitas 5S Untuk Mengurangi Waste Motion Pada Proses Produksi Kelambu Tidur di PT. XYZ dengan Pendekatan Lean Manufacturing Fitra, Puput Auditya; Suryadhini, Pratya Poeri; Prasetio, Murman Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Tekstil dan Produk Tekstil. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. XYZ adalah kelambu tidur yang akan menjadi objek penelitian tugas akhir ini. Berdasarkan data historis perusahaan, terdapat jumlah gap dari ketidaktercapaian produksi pada bulan September 2021 – Desember 2021. Ketidaktercapaian produksi diindikasi karena adanya waste yang terjadi sepanjang proses produksi kelambu tidur. Oleh karena itu, dengan pendekatan lean manufacturing akan dilakukan identifikasi jenis dan penyebab waste yang terjadi. Dengan menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM) akan diketahui total waktu lead time, aktivitas Non-Value-Added (NVA), serta jenis waste yang teridentifikasi. Didapatkan lead time proses produksi kelambu tidur selama 32378,34 detik. Tugas akhir ini akan difokuskan pada waste motion karena memiliki persentase terbanyak diantara waste lainnya yaitu sebesar 63,02%. Selanjutnya akan dilakukan analisis menggunakan metode 5 Whys untuk mengetahui akar penyebab aktivitas yang menimbulkan waste motion. Dari permasalahan yang ada, dilakukan perancangan penerapan aktivitas 5S untuk meminimasi waste motion. Usulan penerapan aktivitas 5S terdiri dari kegiatan seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Hasil yang didapatkan adalah total lead time dapat berkurang sampai dengan 599,64 detik disertai dengan penerapan kaizen untuk mencapai hasil maksimal.Kata kunci— lean manufacturing, waste, 5S, PAM, VSM.
Perancangan Penjadwalan Mesin Heterogen untuk Meminimasi Total Tardiness Menggunakan Metode Genetic Algorithm di Departemen Rajut PT.Central Texindo Dita, Nabiilah Rahmah; Suryadhini, Pratya Poeri; Prasetio, Murman Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT.Central Texindo yaitu sebuah perusahaan di bidang tekstil yang berfokus pada pencelupan serta penyempurnaan bahan tekstil. rajut. Dalam melakukan pengerjaan pemesanan dari konsumen perusahaan menerapkan sistem make to order atau pull system, sehingga perusahaan akan memproduksi produk sesuai dengan jumlah permintaan dari pelanggan. Pada bulan November 2021 sampai dengan Maret 2022 perusahaan mengalami keterlambatan dalam produksi kain rajut tersebut. Keterlambatan ini diakibatkan oleh beberapa faktor salah satunya dari faktor method yaitu berupa penjadwalan produksi tidak teratur karena adanya perubahan dari First Come First Serve (FCFS) menjadi penjadwalan secara random menyebabkan adanya pergeseran proses produksi yang mengakibatkan adanya 12 job dari total 34 job yang mengalami keterlambatan dengan total tardiness sebesar 1448 jam. Terdapat 8 jenis mesin paralel heterogen berjumlah 28 mesin untuk melakukan produksi. Dalam menangani permasalahan tersebut pada penelitian ini menggunakan metode Genetic algorithm, metode ini diawali dengan melakukan inisalisasi populasi, lalu nilai fitness, selection, crossover, dan mutas. Setelah dilakukan perancangan penjadwalan dengan genetic algorithm diperoleh 7 tardy job dengan total tardiness sebesar 1104.Kata kunci-penjadwalan, tardiness, genetic algorithm, mesin paralel heterogen, pull system 
Analisis Optimasi Kebutuhan Abrasive Disc Menggunakan Metode Forecasting Dengan Pendekatan Time Series Pada Unit Kerja Dm5100 Komuna, Alfred; Prasetio, Murman Dwi; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DM5100 Standard Planning & Controlmerupakan salah satu unit kerja yang bertanggung jawabkepada DM5000 Tool Manufacturing & Services danDirektorat Produksi. Bidang ini berada pada yangmemproduksi pesawat terbang dan helikopter. Proses bisnisyang diterapkan oleh perusahaan ini yaitu Job Order dimanaproduksi dimulai ketika ada permintaan dari pelanggan. Dalammemenuhi permintaan pelanggan, departemen produksiperusahaan memiliki 2 jenis tool untuk membantu prosesproduksi. Tool ini terdiri dari aset tetap dan consumable tool.Berdasarkan data historis permintaan consumable tool padatahun 2019−2021 terdapat kesenjangan mengenai pengadaanatau pembelian consumable tool yang salah satunya yaituAbrasive Disc. Pada penelitian ini, difokuskan untukmerencanakan kebutuhan optimal pada consumable tool agardapat memenuhi permintaan departemen produksi. Usulanyang diajukan dengan menerapkan forecasting denganpendekatan time series. Dalam perhitungan time series memilikibeberapa metode yang digunakan yaitu Moving Average,Weight Moving Average, Exponential Smoothing. Metodeterpilih berdasarkan pola data uji sampel serta nilai MSEterkecil pada seluruh metode yang digunakan. Dari hasilpengolahan data, diketahui metode terpilih yaitu Single MovingAverage ordo 2 dengan nilai MSE 4.991.209. Berdasarkan hasiltersebut, metode ini memiliki hasil peramalan senilai 2200 unitpenggunaan abrasive disc setiap periode dalam 6 periodeselanjutnya dari tahun 2022−2024. Kata Kunci - Permintaan, Abrasive Disc, Forecasting, TimeSeries