Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGHITUNGAN OPTIMASI BAJA TULANGAN PADA PEKERJAAN SHEAR WALL DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN AUTOCAD (Studi Kasus Pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya) Khalifah, Suciati Nur; Hartono, Widi; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.088 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36746

Abstract

Pada pelaksanaan suatu proyek konstruksi tidak dapat dihindari munculnya sisa material. Sisa material yang paling banyak dijumpai yakni sisa-sisa potongan baja tulangan, maka perlu dilakukan penghitungan yang teliti dan tepat dalam menentukan jumlah kebutuhan material tulangan yang akan digunakan dalam proyek. Salah satu cara untuk meminimalisir munculnya sisa material baja tulangan adalah dengan membuat suatu penghitungan bar bending schedule. Untuk mempermudah dalam proses penghitungan dapat dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dan AutoCAD. Microsoft Excel digunakan untuk melakukan penghitungan kebutuhan tulangan karena di dalamnya terdapat program tambahan berupa Add-In Solver yang dapat digunakan untuk menganalisis data sehingga diperoleh hasil yang optimal. Metode yang digunakan dalam proses penghitungan kebutuhan tulangan struktur shear wall adalah linear programming dengan meminimumkan sisa potongan baja tulangan, sedangkan AutoCAD digunakan untuk menampilkan gambar hasil penghitungan. Dari hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan waste baja tulangan yang minimum serta terjadi penghematan kebutuhan tulangan shear wall untuk masing-masing tipe yakni sebesar 38,66% pada shear wall tipe 2, 26,67% pada shear wall tipe 3, dan 51,89% pada shear wall tipe 9 dan 10. Hal ini dapat diartikan bahwa penggunaan program bantu pengerjaan bar bending schedule dinilai cukup efektif jika dibandingkan dengan penghitungan manual di lapangan.
Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Pada Proyek Pembangunan Gedung Sudirman Suite Jakarta Menggunakan Metode Multi Objectives Function Siahaan, Enriko; Sugiyarto, Sugiyarto; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.013 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36576

Abstract

Tujuan dari tata letak fasilitas adalah mengembangkan sebuah sistem area yang efisien dan efektif dengan cara mendekatkan fasilitas-fasilitas yang dilalui pekerja. Pendekatan antar fasilitas yang dilalui pekerja ini agar kehilangan jam kerja karna jarak perjalanan dapat dikurangi. Metode yang digunakan ialah Multi Objectives Function, yaitu analisis terhadap lebih dari satu fungsi objektif, pada hal ini adalah traveling distance dan safety index. Perhitungan traveling distance yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai minimum TD terjadi pada skenario 2 dengan nilai sebesar 11168,1383 m, atau mengalami penurunan sebesar 27% dari kondisi awal. Perubahan dari tata letak fasilitas pada penelitian ini tidak menunjukkan penurunan nilai safety index secara signifikan, dengan ini disimpulkan bahwa skenario 2 merupakan saran dari peneliti sebagai kondisi optimal pada penelitian ini.
Pengaruh Kadar Fly Ash terhadap Kuat Tekan (f’c) Material pada High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Usia 28 Hari Amalia, Karina Puspa; Budi, Agus Setiya; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.965 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36555

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batu bara yang memiliki kandungan kimia berupa silika dan alumina mencapai 80%. Senyawa tersebut bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen dan membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menambah kekuatan beton. Secara fisik fly ash memiliki bentuk yang hampir bulat semppurna sehingga memiliki ball bearing effect pada bidang gelincir adukan mortar atau semen. Fly ash sebagai subtituen semen sering digunakan dalam jumlah besar (>50%). Konsep tersebut dikenal dengan High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). Untuk mengatasi permasalahan terbentuknya rongga pada beton bertulang, konsep HVFAC dipadukan dengan Self Compacting Concrete (SCC). Penelitian ini mengkaji pengaruh persentase fly ash terhadap kuat tekan pada beton HVFA-SCC. Metode penelitian ini adalah eksperimen, dimana digunakan 3 variasi kadar fly ash pada beton HVFA-SCC yaitu 50%, 60%, 70% serta beton normal. Tiap variasi terdiri dari 3 sampel berukuran 75 mm x 150 mm. Pengujian beton segar HVFA-SCC dilakukan dengan 3 metode yaitu : flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin bertambahnya kadar fly ash maka workability dari beton segar tersebut semakin baik. Pengujian beton keras dilakukan untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton. Kuat tekan yang dihasilkan HVFA.28.50, HVFA.28.60, HVFA.28.70, dan NC.28 berturut turut adalah 49,86 MPa, 39,16 MPa, 23,71 MPa, dan 47,78 MPa. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan kadar fly ash maka kuat tekan semakin menurun. Hal tersebut diakibatkan karena tidak hanya menurunnya bahan ikat utama beton tetapi juga fly ash belum bereaksi secara optimal pada usia 28 hari.
PENGARUH UKURAN BUTIRAN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON KINERJA TINGGI GRADE 80 Purwati, Agus; As'ad, Sholihin; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37436

Abstract

The use of reactive materials with finer grains, like mikrosilica (silica fume) and superplasticizer enables to produce a more dense concrete with lowwater-cement ratio. Extra dense concrete improves the concrete compressive strength. One way to increase the concrete compressive strength withextra dense concrete manufacture is applying micro-sized particle filler. In addition, aggregate gradation plays an important role in determining thequality of the high performance concrete is grade 80. If the aggregates are finer and their grain are vary, the pore volume of concrete will be less.This is due the tiny grains that fill the pores between the larger grains. Less pore in concrete that leads to form more compact concrete. This studyaims to acces the compressive strength and modulus of elasticity of high performance concrete by varying the size of the aggregates. The study used anexperimental method with a total of 18 samples, there were 3 variations of each sample. Specimens used by cylinder in diameter 7.62 cm and15.24 cm in height. The compressive strength and modulus of elasticity of concrete were tested at the 28 days of concrete age. Compressive strengthof concrete with a larger grain size has a value lower compressive strength than concrete with a small grain size. Concrete made of aggregate size 19mm has the lowest compressive strength recorded 42.66 MPa and its modulus of elasticity was 16366.887 MPa and concrete made of aggregatesize 0.85 mm has the higest compressive strength recorded 84.7 MPa and its modulus of elasticity was 24870.674 MPa. Good aggregategradation will be able to result in maximum density and minimum porosity. This generates higher compressive strength in concrete.