Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI KONDISI JALAN DENGAN METODE PSI (PRESENT SERVICEABILITY INDEX) DAN PREDIKSI PENURUNAN UMUR LAYAN (STUDI KASUS: RUAS JALAN SURAKARTA-GEMOLONG-GEYER BTS KABUPATEN GROBOGAN) Maharyono, Prima Anugerah; Setyawan, Ary; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44028

Abstract

Tanah ekspansif pada ruas jalan Surakarta – Gemolong – Geyer menjadi salah satu masalah dalam perawatan jalan tersebut. Kerusakan hampir terjadi setiap tahun sehingga dibutuhkan solusi perbaikan jalan yang kuat dan nyaman bagi pengemudi. Penggunaan jalan dengan perkerasan kaku menjadi salah satu solusi yang diterapkan pada ruas Jalan Surakarta – Gemolong - Geyer. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi fungsional jalan berdasarkan Present Serviceability Index (PSI) pada ruas perkerasan kaku dan memprediksi penurunan umur layan pada Ruas Jalan Surakarta – Gemolong – Geyer Batas Kabupaten Grobogan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kondisi fungsional jalan dengan metode Present Serviceability Index (PSI). Nilai Present Serviceability Index (PSI) didapatkan dari korelasi dengan nilai International Roughness Index (IRI). Data nilai International Roughness Index (IRI) didapatkan dari Dinas Bina Marga Jawa Tengah. Sedangkan untuk prediksi penurunan umur layan jalan menggunakan metode AASHTO 1993, metode ini menggunakan data lalu lintas harian dari sumber data yang sama. Berdasarkan analisis kondisi fungsional jalan didapat rata – rata nilai Present Serviceability Index (PSI) pada ruas Jalan Surakarta – Gemolong – Geyer STA 16+000 – STA 17+000 sebesar 1,07 atau masuk dalam kategori “Kurang”. Sedangkan hasil analisis untuk prediksi penurunan umur layan jalan menunjukan pada tahun 2019 atau pada tahun ke-2, sisa umur layan jalan sebesar 97% dan umur layan akan berakhir pada tahun ke-5.
EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY(ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), DANBREAK EVEN POINT (BEP) BUS BATIK SOLO TRANS (STUDI KASUS KORIDOR 7) Nuraga, Mahitala Rasis; Legowo, Slamet Jauhari; Mahmudah, Amirotul Musthofiah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37326

Abstract

Tarif sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasi angkutan umum karena dapat mengakomodasi kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Angkutan bus Batik Solo Trans merupakan angkutan bus kota yang saat ini sedang digalakkan pengoperasiaannya. Perlu dilakukan evaluasi tarif BST koridor 7 untuk mengetahui tarif yang berlaku saat ini lebih besar/lebih kecil daripada tarif yang akan ditinjau. Peninjauan evaluasi tarif dihitung berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, serta ditinjau dari persepsi Ability To Pay, Willingness To Pay, dan BEP. Data didapat dengan penyebaran kuisioner kepada pengguna angkutan bus Batik Solo Trans koridor 7dan wawancara dengan awak bus Batik Solo Trans koridor 7, kemudiandata di analisis untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan 3 metode (Dishub,DLLAJ,FSTPT) dan mengetahui daya beli penumpang dari kemampuan (Ability To Pay) dan kemauan (Willingness To Pay) untuk membayar tarif bus kota, serta analisis nilai Break Even Point (BEP).Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK menurut metode Dishub Rp 1.069,07; metode DLLAJ Rp 1.069,07; metode FSTPT Rp 810,77 dengan kondisi sistem setoran, terdapat kenaikan sebesar 312,63% pada kondisi sistem normal. Berdasarkan ATP sebesar Rp 2.841,92 untuk kategori umum dan Rp 1.965,83 untuk kategori pelajar. Besarnya nilai WTP sebesar Rp 2.859,56 untuk kategori umum dan Rp 1.428,57 untuk kategori pelajar. Nilai BEP berdasarkan load factor pada hari kerja sebesar 21,11% dan pada hari libur sebesar 15,83% kondisi sistem setoran, terdapat selisih sebesar 1,65% lebih besar pada kondisi sistem normal. Jumlah armada yang dibutuhkan untuk mencapai BEP pada kondisi sistem setoran sebesar 9 pada hari kerja dan hari libur. Pada sistem normal sebesar 7 armada pada hari kerja dan 4 armada hari libur. Selain itu, pada kondisi sistem setoran waktu untuk impas/balik modal membutuhkan waktu 3,73, sedangkan pada kondisi sistem normal waktu untuk impas/balik modal membutuhkan waktu 1,004 tahun. Tarif yang berlaku saat ini lebih besar daripada tarif berdasarkan BOK, ATP dan WTP.
ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN BANK DENGAN METODE ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA (Studi Kasus di Wilayah Surakarta) Pratama, R. J.; Syafi'i, Syafi'i; Legowo, Slamet Jauhari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37485

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan adanya pembangunan bank di Kota Surakarta dalam kurun waktu terakhir, menyebabkan terjadinya permasalahan transportasi seperti kemacetan maupun bottleneck disekitar ruas jalan lokasi bank tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model tarikan perjalanan ke area bank di Kota Surakarta, sehingga model tersebut dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan transportasi yang ditimbulkan oleh adanya tarikan perjalanan ke area bank dengan cara manajemen maupun rekayasa lalu lintas. Selain manajemen dan rekayasa lalu lintas, model ini juga dapat digunakan untuk memprediksi permasalahan yang timbul di masa yang akan datang nantinya.Data primer yang digunakan diambil dengan cara survei langsung di lokasi bank yang akan ditinjau, sedangkan data sekunder seperti luas lantai, luas dasar bangunan, jumlah karyawan, jumlah konter pelayanan dan jumlah ATM didapat dengan meminta informasi di bagian manajemen umum masing - masing bank. Survei dilakukan dengan cara menghitung jumlah kendaraan yang menuju ke bank tersebut. Analisis data dengan regresi linear berganda dengan metode enter dan stepwise menggunakan software SPSS 16. Dari hasil penelitian didapatkan model tarikan perjalanan sebagai berikut : Y = 16.19 + 8.774X5 ; R2 = 0.931 Dimana Y = Jumlah Tarikan Perjalanan (smp/jam), X5 = Jumlah ATM (buah)
Peningkatan Kesadaran Penggunaan BIM (Building Information Modeling) 5D pada Penyedia Jasa Lokal CV. Batu Intan Pradana H S, Canggih Gilang; Pratama, Ramadhan Widy; Halimah, Rainy Shinta Nur; Pratiwi, Kholis Hapsari; Rahmi, Ardia Tiara; Deni, Delista Putri; Alfianarrochmah, 'Ilma; Kurnianingsih, Oktavia; Susanto, Tri; Legowo, Slamet Jauhari; Yanto, Fendi Hary
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i1.648

Abstract

Permintaan mengenai kebutuhan pada bidang konstruksi terus meningkat tiap waktunya. Banyaknya Perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi bersaing untuk memberikan pembangunan yang terbaik pada clien-nya. Namun pada kenyataan, setiap proyek yang berlangsung tidak selalu berjalan mulus. Banyak sekali terjadi humans erorrs selama proses konstruksi berlangsung. Hal tersebut bisa saja terjadi karena pihak penyedia jasa masih mengandalkan metode- metode konvensial pada kegiatan konstruksi dan belum menerapkan digitalisasi. Digitalisasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia konstruksi di Indonesia, khususnya area Solo raya. Untuk mencapai hal tersebut, maka dilakukanlah pengabdian yang bertujuan untuk memberdayakan penyedia jasa untuk melakukan digitalisasi pada kegiatan konstruksi melalui penerapan BIM. Penyedia jasa yang digandeng merupakan penyedia jasa lokal yakni, CV Batu Intan. Pengabdian ini berisikan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan BIM 5D. BIM 5D dipilih karena BIM 5D dapat menentukan volume material serta biaya secara akurat. Hal tersebut tentu sangatlah membantu selama kegiatan konstruksi berlangsung. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah perencanaan, sosialisasi dan pelatihan (short course), serta peninjauan dan monitoring evaluasi. Kegiatan pengabdian ini memberikan hasil yang baik pada penyedia CV. Batu Intan dalam penggunaannya terhadap BIM menjadi lebih paham dari yang sebelumnya masih awam mengenai BIM. The demand for needs in the construction sector continues to increase. Many companies operating in the construction industry compete to offer the best construction to their clients. However, in reality, every project that is carried out does not always go smoothly. Many human errors occur during the construction process. This could happen because service providers still rely on conventional methods in construction activities and have not implemented digitalization. This digitalization is a form of concern for the world of construction in Indonesia, particularly in the greater Solo region. To achieve this, a service has been produced which aims to enable service providers to digitize construction activities through the application of BIM. The partner service provider is a local service provider, namely CV Batu Intan. This service contains socialization and training activities in the use of 5D BIM. BIM 5D was chosen because BIM 5D can accurately determine material volumes and costs. This is definitely very useful during construction activities. The methods used in this service are planning, socialization and training (short courses), as well as evaluation, monitoring and follow-up. This service activity gives good results to CV providers. Batu Intan, in his use of BIM, has become more proficient than he was before.
SOSIALISASI PEMANFAATAN BETON SERAT HYBRID UNTUK PENINGKATAN DURABILITAS KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI CV. SOKOGI REKSACIPTA Deni, Delista Putri; Kurnianingsih, Oktavia; Majid, Aziz Abdul; Pratiwi, Kholis Hapsari; Nusantara, Johan Lautan Wijaya; Alfianarrochmah, Ilma; Saputra, Canggih Gilang Pradana Hardi; Legowo, Slamet Jauhari; Yanto, Fendi Hary
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2934

Abstract

Building construction in the Soloraya area often encounters cracking problems. This problem is generally caused by various factors such as improper design, poor material quality, building age, etc. which can have an impact on durability and structural strength. Therefore, Appropriate Structure Research Group conducted a community service with the aim of providing solutions to be utilized in the construction of buildings in the Soloraya area. This service was carried out with CV. Sokogi Reksacipta which is a local construction consultancy service provider. The concrete innovation presented as a solution is hybrid fiber concrete that combines natural fibers, i.e. ramie fibers and synthetic microfibers with improved mechanical properties to increase resistance to cracking. Through a series of laboratory tests and data analysis, the effectiveness of using hybrid fiber concrete in reducing the risk of cracking and increasing the durability of concrete structures was evaluated. The method used in this community service is socialization of the use and method of making innovative concrete. From the results of this program, 93.75% of participants understood the socialization activities, therefore this program is expected to contribute to the development of more durable and sustainable concrete technology for building construction applications in the Soloraya area.