Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effect of Spraying and Mesh Size on Surface Roughness of SS400 Steel Sandblasting Process Aldio, Rieza Zulrian; Dedikarni; Saputra, Budi
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 4 No. 02 (2021): Journal of Renewable Energy and Mechanics (REM)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2021.7500

Abstract

During this time the ship's hull often occurs due to corrosion levels of salt in the Indonesian sea varies. The repair process often done to overcome this problem is by sandblasting which aims to clean the metal from the surface of the rust and provide suitable surface roughness on the metal surface so that the coating material can stick properly. This study aims to determine the size of silica sand and the repetition of the sandblasting process on the value of surface roughness and cleanliness of the material. In this study the SS400 material was sandblasting using 12 mesh, 16 mesh and 20 mesh sand at 7 bar, spraying 1x and 2x. From the test results obtained at a particle size of 20 mesh, 7 bar pressure, repeated spraying 2x which results in a surface roughness of 19.80 µm and cleanliness results achieved according to standard SA 2 1/2 (SSPC-SP10) from these conditions obtained surface roughness values according with the standard surface roughness of sandblasting and the level of cleanliness achieved in accordance with ISO 8503 standards and has been allowed for application.
DEVELOPMENT OF A VERSATILE SLIER THAT HAS THREE VARIETIES OF SPEED BASED ON ANDROID USING ARDUINO TYPE R3 AS MICROCONTROLLER Alfandi Siregar, Fauzi; Dedikarni
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 7 No. 01 (2024): REM VOL 7 NO 01 2024
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2024.9833

Abstract

ABSTRAK Di Pekanbaru saat ini banyak dijumpai Industri rumahan yang pada umumnya masih menggunakan sistem manual dengan menggunakan pisau dan membutuhkan banyak tenaga kerja,sehingga tidaklah efesien maka dari itu perlu alat yang lebih efektif untuk menyelesaikan masalah pada industri rumahan tersebut. Hasil dari produksi manual tersebut memiliki rata-rata 20kg/hari, namun bagi Industri rumahan ini kurang efektif karena memakan waktu dan tenaga yang lebih banyak. Di penggembangan alat ini menggunakan varian tiga kecepatan yang dapat diatur menggunakan sistem bluetooth yang bisa dihubungkan ke android, untuk mata pisau menggunakan variasi 4 mata pisau dan menambahkan batrai aki 12V agar bisa digunakan pada saat listrik tidak menyala, pada pegembangan ini peneliti juga menambahkan kerangka untuk alat penggiris serbaguna ini agar lebih mudah untuk dipindahkan. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa alat pengiris ini dapat direkomendasikan untuk industri kecil hingga menengah dan juga dapat membantu para wirausaha meningkatkan hasil produksi yang dahulunya menghasilkan 20kg/hari sementara pada penelitian kali ini hasil produksi bisa menghasilkan 111kg/hari, serta menimalisir kecelakaan kerja yang ditimbulkan akibat human error.
The Effect of Silica Sand Size on Mechanical Properties, Permeability and Proppant Microstructure Martaheru, Nover; Dedikarni; Aldio, Rieza Zulrian; Yulianto, Dody; Hastuti, Kurnia
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 01 (2023): REM VOL 6 NO 01 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.11274

Abstract

Pellet silika merupakan produk teknologi keramik komposit berbahan penguat pasir silika yang diaplikasikan dalam industri minyak dan gas sebagai proppant (pasir frank) maupun sebagai filter air dan industri perminyakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh ukuran pasir silika terhadap kekuatan tekan, permeabilitas dan mikrostruktur. Pada penelitian ini, ukuran pasir silika yang dipilih ukuran pasir silika halus yaitu (200 mesh) dan pasir silika kasar yaitu (20 mesh) dan diikat oleh polyethylene glycol (PEG) 400. Hasil uji kekuatan tekan terendah didapat pada sampel I yaitu 33,24 MPa sedangkan kekuatan tekan tertinggi pada sampel III yaitu sebesar 34,05 MPa. Karena semakin banyaknya ukuran butir pellet silika halus mampu memberikan ikatan interfacial pada polyethylene glycol (PEG) 400, dengan ukuran diameter lebih kecil akan memudahkan terjadi ikatan pada matriks sehingga meningkatkan nilai kekuatan tekan. Namun, uji permeabilitas berbanding terbalik pada kekuatan tekan dimana nilai permeabilitas tertinggi didapat pada sampel I yaitu 29,93 mD, sedangkan nilai permeabilitas terendah pada sampel III yaitu sebesar 23,35 mD. Hal ini karena adanya hubungan ukuran pasir silika halus yang berlawanan arah dengan ukuran pasir silika kasar. Artinya, apabila ukuran butir pasir silika halus naik dan ukuran butir silika kasar turun maka nilai permeabilitas turun. Hasil pengamatan mikrostruktur pada sampel I terlihat lebih sedikit rongga atau porosity dan membuat suatu ikatan interfacial yang lebih kuat. Karena adanya ukuran butir pasir silika halus lebih dominan banyak dari pada ukuran butir pasir silika kasar serta dibantu oleh pengikat berupa polyethylene glycol (PEG) 400.
Perbandingan Efisiensi Inhibitor Organik dan Anorganik pada Penurunan Laju Korosi Material Radiator Hastuti, Kurnia; Argak Dwi Wandana; Yulianto, Dody; Dedikarni; Rahman, Jhonni; Anwar, Irwan
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 6 No. 02 (2023): REM VOL 6 NO 02 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2023.12338

Abstract

Radiator adalah suatu sistem atau komponen yang berfungsi utuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi ideal. Inhibitor anorganik telah terbukti dapat menurunkan laju korosi namun memiliki efek negatif karena materialnya yang tidak ramah lingkungan dan bersifat racun. Berdasarkan hal tersebut maka penggunaan inhibitor anorganik perlu dibatasi. Pada penelitian ini akan dibandingkan efisiensi inhibitor organik dan anorganik dalam menurunkan laju korosi. Inhibitor anorganik yang digunakan adalah Natrium Kromat (Na2CrO4) dengan konsentrasi 0,5%, 0,7%, dan 0,9%. Sedangkan inhibitor organik adalah Minyak Biji Kapas dengan variasi konsentrasi yaitu 25%, 30% dan 35% dalam waktu perendaman 21 hari dalam setiap inhibitor. Selanjutnya akan diuji ketahanan korosinya dengan media air biasa. Hasil pengujian laju korosi natrium kromat terendah pada konsentrasi 0,9% dengan nilai 0,0815 mm/y (0,628%) dengan waktu 21 hari. Laju korosi terendah pada konsentrasi 25% dengan nilai 0,1614 mm/y (0,273%). Penelitian ini menunjukan efisiensi perbandingan terbaik masih di lihat pada inhibitor anorganik natrium kromat, setaiap konsentrasi laju korosi semakin rendah.