Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LENGTH OF STAY PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT X BATAM Tamasoleng, Ennie Yopanti; Muharni, Sri; Wardhani, Utari Christya
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, April 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i2.41

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi pintu utama dan pintu pertama masuk rumah sakit bagi sebagian besar pasien. Permasalahan yang terjadi di dunia untuk saat ini adalah permintaan layanan darurat melebihi kemampuan IGD  waktu lama tunggu pasien dimulai dari kedatangan pasien diukur dari kedatangan pasien sampai ditransfer atau dipindahkan ke unit lain Fenomena yang ditemukan di RS X adalah 5 pasien mengatakan waktu tunggu terlalu lama pada proses pemeriksaan labotarorium di IGD, dan 5 pasien lainnya mengatakan mengalami waktu tunggu lama pada proses transfer pasien rawat dirawat inap sampai lebih dari 5 jam. Mutu IGD di Rumah Sakit X Batam 3 jam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Length Of Stay di Ruang IGD di Rumah Sakit X Batam. Metode penelitian dengan metode kuantitaif. Sampel berjumlah 60 responden yang menjalani rawat jalan di Poliklinik di Rumah Sakit X Batam tahun 2022 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data diolah dengan menggunakan uji chi-square Analisa Univariat hasil factor waktu pendaftaran 50 responden mengalami waktu lebih dari 1 jam, waktu konsultasi dokter 48 responden dan waktu rawat inap 30 responden dengan hasil LOS yang dialami pasien sebanyak 48 responden. Dari 3 faktor tersebut semua ada hubungan antara waktu pendaftaran, waktu konsultasi, waktu transfer rawat inap dengan LOS (p=0.005). Hasil penelitian ini diharapkan bisa di jadikan data dasar bagi perawat di IGD untuk meningkatkan kinerja di Rumah Sakit X Batam untuk melakukan kegiatan dalam mengurangi waktu tunggu pasien di ruang IGD.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR MASA PANDEMI COVID 19 DI RS BUDI KEMULIAAN BATAM Fienti, Yulia; Wardhani, Utari Christya; Muharni, Sri
Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, April 2023
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/saintekes.v2i2.55

Abstract

Berat Badan lahir Rendah terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan berhubungan dengan berbagai masalah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Secara keseluruhan, diperkirakan bahwa 15% sampai 20% dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah BBLR, mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang menempati urutan ketiga sebagai negara dengan prevalensi BBLR tertinggi (11,1%), setelah India (27,6%) dan Afrika Selatan (13,2%).Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi Berat Badan Bayi Baru Lahir di masa pandemi covid 19 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.Penelitian ini dirancang dengan metode pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner yang analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Terdapat hubungan yang bermakna antara kunjungan ANC dengan berat badan lahir rendah di masa pendemi covid 19 Di  Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dengan p Value (0,000<0,05) Terdapat hubungan yang bermakna antara status nutrisi dengan berat badan lahir rendah di masa pendemi covid 19 Ruang Perinotologi Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam dengan p Value (0,000<0,05).Disarankan kepada bagi perawat atau bidan Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk lebih meningkatkan pelayanan masyarakat dilingkungan rumah Sakit dan Balai Pengobatan sebagai rujukan pasien ibu hamil dan melahirkan dengan brosur atau pamphlet.
STUDI MIXED METHODS : DETERMINAN INTENSI TURNOVER PERAWAT GEN Z DI RUMAH SAKIT Jamaatus Saadah; Utari Wardhani; Wulan Pramadhani
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5924

Abstract

Latar Belakang : Kekurangan perawat merupakan salah satu masalah yang berada di dalam sejarah profesi keperawatan, Saat ini tenaga keperawatan sudah berada di empat generasi yaitu, generasi baby boomers, generasi X, generasi millenial, dan generasi Z. Demikian juga layanan kesehatan sepenuhnya menyadari tantangan dan kemungkinan yang ditimbulkan oleh kesenjangan generasi, karena pengaruh perbedaan setiap sepuluh tahun sehingga mempengaruhi dari segi pemikiran, perilaku, dan standar budaya yang  akan terus beradaptasi. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods, dengan rancangan penelitian explanatory sequential design. Sampel penelitian ini adalah perawat RS yang berusia 21-27 tahun dengan pengambilan sampel yaitu total sampling kuantitatif dan purposive sampling kualitatif. Waktu penyebaran kuesioner dilakukan pada tanggal 4 Juni 2024 dan wawancara mendalam dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2024. Hasil : penelitian didapatkan nilai rata-rata usia perawat adalah 25 tahun dengan masa kerja 2 tahun. Faktor-faktor determinan yang menjadi pemicu intensi turnover dari hasil penelitian ini memiliki tema pendapatan bulanan, beban kerja, kebermaknaan spiritual, dan ketidakpercayaan diri sendiri. Kesimpulan dari Hasil secara keseluruhan determinan intensi turnover menunjukkan score 212,63 dimana score tersebut masih dalam kategori sedang yang berarti bisa berubah sesuai kondisi perawat dan kondisi manajemen rumah sakit.  Diskusi : Diharapkan hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk meneliti lebih dalam pada turnover perawat Gen Z menggunakan uji korelasi untuk mengetahui apakah memiliki nilai pengaruh yang signifikan atau tidak.
Hubungan Premenstruasi Syndrome Dengan Missed Nursing Care Pada Perawat Perempuan di Rumah Sakit X Kota Batam Sri Muharni; Utari Christya Wardhani; Nuraini Novianti Lewaimang
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.356

Abstract

Latar Belakang : Perawat memiliki peran penting dalam pelayanan pasien di rumah sakit, dengan tugas utama memberikan asuhan keperawatan. Namun, kadang terjadi missed nursing care, yaitu kelalaian atau keterlambatan dalam memberikan perawatan yang dapat berdampak negatif pada kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, serta meningkatkan kejadian rawat inap kembali dan angka kematian. Salah satu faktor penyebab missed nursing care adalah premenstrual syndrome (PMS) pada perawat wanita, yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dan emosional mereka, mengganggu konsentrasi dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi pramenstruasi dalam pengelolaan perawat untuk mengurangi dampak PMS terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengaalisa hubungan premenstruasi dengan kejadian missed nursing care pada perawat perempuan  di Rumah Sakit X kota Batam. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  yang bersifat observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat perempuan di ruang rawat inap rumah sakit x, dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 172 perawat perempuan. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,000 kurang dari 0,005, sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Permesntruasi Syndrome dengan kejadian Missed Nursing Care. Kesimpulan: Ada hubungan antara Permesntruasi Syndrome dengan kejadian Missed Nursing Care
Komunikasi Efektif Perawat Dalam Upaya Peningkatan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Toapaya, Kabupaten Bintan Utari Christya Wardhani; Sri Muharni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1628

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan tercermin dari pelaksanaan asuhan keperawatan yang profesional. Perawat yang profesional dan berkualitas harus memiliki keterampilan hard skill dan soft skill, karena kesuksesan seseorang dalam dunia kerja dipengaruhi oleh keduanya. Keterampilan soft skill meliputi kemampuan untuk berkomunikasi, membangun hubungan dengan orang lain, kemampuan memahami orang lain, tanggung jawab, kerjasama, empati, dan caring. Profesional merupakan perpaduan antara pengetahuan dan keterampilan intelektual, teknikal, dan interpersonal yang dalam pelaksanaannya mencerminkan perilaku caring. Faktanya banyak perawat yang belum optimal dalam menjalankan perilaku caring ketika memberikan pelayanan kepada pasien. Peran perawat sebagai salah satu sumber daya yang memberikan layanan di puskesmas adalah memberikan asuhan keperawatan yang berasaskan sikap, perilaku, dan pengetahuan yang manusiawi. Sikap dan perilaku caring yang harus dikembangkan oleh perawat salah satunya komunikasi efektif. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam berkomunikasi yang efektif di lingkungan kerja UPT Puskesmas Toapaya maka diadakan Pelatihan Komunikasi Efektif bagi perawat. Pelatihan komunikasi efektif dibutuhkan oleh Puskesmas yang memberikan layanan publik sehingga dapat meningkatkan kepuasan bagi para pasien. Komunikasi yang baik memudahkan pasien menerima informasi yang diberikan oleh perawat di Puskesmas Toapaya. Hal ini tentu akan meningkatkan kepuasan pasien yang berobat ke Puskesmas Toapaya.
Penyuluhan Tentang Hipertensi pada Kelompok Nelayan di Kecamatan Galang Kota Batam Muharni, Sri; Wardhani, Utari Christya; Hanggara, Bayu
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i1.1109

Abstract

Batam merupakan daerah pesisir yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan maritim,  sebagai salah satu kota besar di Kepulauan Riau memang dikenal sebagai pusat industri, perdagangan, dan pelabuhan. Namun, di sebagian wilayahnya, terutama di daerah pesisir, masih terdapat masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan, salah satunya adalah masyarakat kecamatan galang. Kehidupan nelayan secara umum sangat bergantung pada hasil laut, seperti ikan, udang, kepiting, dan hasil laut lainnya. Kelompok nelayan di rumah laut sijantung, Galang merupakan mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yang berjumlah 20 orang. Nelayan memiliki gaya hidup dan pola kerja yang membuat mereka rentan terkena hipertensi. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sebagian besar nelayan menderita hipertensi dan kurang mengetahui bagaimana mencegah dan menangani hipertensi. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mitra tentang hipertensi serta memberikan panduan untuk mencegah dan mengelola hipertensi. Metode yang digunakan berupa memberikan penyuluhan dan sosialisasi pada mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan (84%) mitra terkait hipertensi. Melalui penyuluhan kesehatan tentang hipertensi  ini sangat penting bagi nelayan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong pola hidup sehat.
Nurse Caring Behavior Experienced Patients Based on Swanson's Theory in The Inpatient Room of X Hospital Batam Putra Hidayat, Muhammad; Muharni, Sri; Christya Wardhani, Utari
Indonesian Health Journal (IHJ) Vol. 2 No. 2 (2023): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v2i2.71

Abstract

Caring is an act related to respect, understanding, and responsibility. In nursing services, there are still attitudes of nurses who still need to implement caring behaviour optimally. In Indonesia, the majority of low caring behaviour is performed by nurses, as much as 56.3%. A preliminary study was conducted at a private hospital in Batam City; it was found that patients said nurses had only interacted with patients for a short time. This study aimed to explore patient experiences related to caring behaviour based on Swanson's theory in the Inpatient Room of X Hospital Batam. This research method uses qualitative methods with a phenomenological approach. Data was collected using semi-structured in-depth interviews, recorded using mobile phones for 7 participants according to the inclusion and exclusion criteria, and the data analysis process used Creswell data analysis. The results of the study obtained three themes, namely, (1) growing confidence and trust in patients, (2) showing professionalism to patients, and (3) providing information and providing support to patients. This study concluded that the nurses had caring behaviour according to Swanson's theory, but from the participants' experiences, not all aspects of Swanson's caring process were reflected in this study. It is hoped that future researchers can explore all aspects of Swanson's caring theory or prove it was using other theories related to caring behaviour given by nurses.
Beban Caregiver Merawat Anak Penderita Thalassemia diRuang Anyelir RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Handayani, Sherly; Wardhani, Utari Christya; Muharni, Sri
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2425

Abstract

Thalassemia disebut anemia mediterania adalah penyakit keturunan yang terjadiakibat kurangnya jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia sehingga produksihemoglobin menjadi berkurang. Di Indonesia prevalensi carrier thalassemiamencapai sekitar 3-8%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi secaralebih dalam beban caregiver dalam pengalaman merawat anak penderitathalasemia di RSUD Raja Ahmad Tabib. Metode penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancaramendalam semi terstruktur yang direkam menggunakan voice recorder terhadap 10partisipan sesuai kriteria inklusi meliputi orang tua dari anak thalasemia, Orang tuakooperatif dan mau menjadi responden dan Orang tua yang bersedia untuk diwawancara dengan privasi dan proses analisa data menggunakan analisa tematik.Hasil penelitian didapatkan empat tema yaitu tema 1 beban psikologis,2 beban fisik,3beban social, 4 beban ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adanya informasimengenai beban yang dirasakan dan dihadapai caregiver dalam merawat anakthalassemia yang tergambar dari penelitian ini . Diharapkan bagi rumah sakitmeningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan pengkajian terhadapkebutuhan caregiver, sehingga akan semakin tepat dalam memberikan intervensiterutama untuk meminimalkan beban yang dirasakan orang tua sebagai caregiver.Kata kunci : Beban caregiver, Merawat Anak, Thalassemia   Thalassemia called Mediterranean anemia is a hereditary disease that occurs due toa lack of red blood cells in the human body so that the production of hemoglobindecreases. This research method uses qualitative methods with a phenomenologicalapproach. Data collection was conducted using semi-structured in-depth interviewsrecorded using a voice recorder for 10 participants according to inclusion criteriaincludes parents of thallassemia children, parents who are coorerative and willing tobe respondent and parents who are willing to be interviewed inprivacy and the dataanalysis process used thematic analysis. The results of the study obtained 4 themesnamely, themes 1 burden psychological, 2 physical burden,3 social burden, 4economic burden. It is concluded that information regarding the burden felt and facedby parents as caregivers in caring for children with thalassemia is illustrated in thisstudy. It is hoped that hospitals will improve the ability of nurse to assess the needsof caregiver, so that they will be more appropriate in providing interventions,especially to minimize the burden felt by parents as caregivers.Keywords: Caregiver burden, Caring for children, Thalassemia
Hubungan Pengetahuan Perawat Dalam Menjalankan SOP Pemberian Obat High Alert Dengan Kejadian Medication Error Arisma, Degi; Muharni, Sri; Wardhani, Utari Christya
REAL in Nursing Journal Vol 6, No 3 (2023): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v6i3.2753

Abstract

Background: Patient safety is now a global issue due to the large number of reports regarding claims for medical errors that occur to patients. This research aims to determine the relationship between nurses' knowledge in implementing the SOP for administering high alert medications and the incidence of medication errors at Raja Ahmad Tabib Regional Hospital. Methods: This type of research is quantitative descriptive with a cross-sectional approach. The sampling method was a total sampling of 103 respondents. Data collection methods and tools used a questionnaire with 16 statement items related to standards for administering High Alert medication. Data analysis was carried out using the chi-square test. Results: The results of research using univariate analysis show that the level of knowledge of nurses in carrying out SOPs for administering high alert medications is in the high category, namely 94.2% and for medication error incidents with a percentage of 1%. Bivariate analysis showed significant results on nurses' knowledge in carrying out standard operational procedures for administering high alert medications with the incidence of medication errors being 0.000 (< 0.05). Conclusion: It was concluded that there was a significant relationship between nurses' knowledge in carrying out standard operational procedures for administering high alert medications and the incidence of medication errors at Raja Ahmad Tabib Hospital, Riau Islands Province. It is recommended for nurses to be disciplined in carrying out standard operational procedures for administering high alert medications so as to minimize the incidence of medication errors and as a form of accountability in nursing professional ethics.Keywords: Knowledge, Standard Operating Procedure, Medication Error
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Pelaksanaan Handover Di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau Pertiwi, Huilianti; Muharni, Sri; Wardhani, Utari Christya
REAL in Nursing Journal Vol 6, No 3 (2023): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v6i3.2755

Abstract

Background: Conditions that indicate that there are still deficiencies in implementing caring behavior and effective handovers at the Raja Ahmad Tabib Regional Hospital in Riau Islands Province This study aims to identify the relationship between nurses' caring behavior and the implementation of handovers at Raja Ahmad Tabib Hospital, Riau Islands Province. Methods: In this research, researchers used quantitative research methods with a cross-sectional design. The sample consisted of 87 respondents with a sampling technique, namely proportional random sampling. This research used a questionnaire instrument containing 21 questions related to the seven components of caring, according to Rouch, and data analysis used a Likert scale and chi-square test. Results: Univariate analysis showed that nurses' caring behavior was in the good category by as much as 55% and handover implementation was in the correct category by as much as 66%. Bivariate results show that there is a significant relationship between nurses' caring behavior and handover implementation, with a P-value of 0.0003 (<0.05). Conclusion: It was concluded that there was a significant relationship between nurses' caring behavior and the implementation of handovers in the inpatient room. It is recommended that nurses pay attention to and develop caring behaviors in order to increase accuracy in implementing handover activities.Keywords: Caring Behavior, Handover Implementation, Nursing