Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Psyche 165 Journal

Hubungan Iklim Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Bank Nagari Kantor Pusat Padang Ade, Frihapma Semita; Asry, Vadila Annisa; Syahrina, Isna Asyri
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i4.312

Abstract

Productivity and effectiveness of the company to achieve a target or goal must have human resources or employees who can behave positively and can also create a good and comfortable atmosphere. The purpose of this study was to determine the relationship between organizational climate and organizational citizenship behavior (OCB) in Bank Nagari Employees, Padang head office. The independent variable in this study is organizational climate and the dependent variable is organizational citizenship behavior (OCB). The measurement tools used in this study are the organizational climate scale and the Organizational Citizenship Behavior (OCB) scale. The sampling technique is probability sampling. The sample in this study is based on the table from Issac and Michael with an error rate of 10%. So that the number of samples in this study were 130 people. The test results show that the validity coefficient on organizational climate moves from 0.403 to 0.849, while the reliability coefficient is 0.955, and the validity coefficient on Organizational Citizenship Behavior moves from 0.303 to 0.887, while the reliability coefficient is 0.941. Based on data analysis, a correlation value of 0.777 was obtained with a significance level of 0.000, which means that the hypothesis is accepted. This shows that there is a significant relationship between organizational climate and organizational citizenship Behavior of employees who work at Bank Nagari Padang Head Office. The effective contribution of organizational climate with organizational citizenship behavior for employees working at Bank Nagari Head Office is 60.5%.
Hubungan Job Demands dengan Workplace Well-Being Karyawan Rumah Sakit X Kota Padang Ade, Frihapma Semita; Himmah, Riadhil; Okfrima, Ria
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.361

Abstract

Manusia merupakan sumber daya yang paling penting di dalam sebuah perusahaan. Tanpa sumber daya manusia yang baik, sebuah perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Di dalam pekerjaan, karyawan dituntut untuk dapat melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan baik. Tuntutan tersebut beragam, mulai dari mengerjakan tugas tepat waktu, performa yang baik, dan masih banyak tuntutan lainnya yang terkadang menimbulkan ketidakbahagiaan pada karyawan ditempat kerjanya, karena merasa tertekan dengan berbagai tuntutan pekerjaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dengan workplace well-being pada karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala job demands dan workplace well-being. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 138 orang karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala job demands bergerak dari rix=0,313 sampai dengan rix=0,611 dengan nilai koefisien reliabilitas α=0,863 sedangkan hasil koefisien validitas pada skala workplace well-being bergerak dari rix=0,310 sampai dengan rix=0,599 dengan nilai koefisien reliabilitas α=0,891. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar -0,447 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara job demands dengan workplace well-being pada karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang.
Hubungan Work Life Balance dengan Komitmen Organisasi Pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar Ade, Frihapma Semita; Okfrima, Ria; Yanuar, Putri Nadhila
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.490

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia kerja, dikarenakan di dalam pekerjaan harus seimbang antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jika tidak tentu saja dapat berdampak negatif jika salah satu bermasalah. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara work-life balance dan komitmen organisasi, dengan mengambil studi kasus pada pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Batusangkar. Komitmen terhadap organisasi menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PERUMDA air minum batusangkar yang berjumlah 104. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sampel pada penelitian ini sebanyak 104 pegawai PERUMDA air minum Batusangkar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala work life balance dan skala komitmen organisasi. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson, yang menunjukkan bahwa r=0,718 dengan nilai p=0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA air Minum Batusangkar. Hipotesis dalam penelitian ini diterima, dan berkontribusi positif. Adapun sumbangan efektif dari variabel work life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 52%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.