Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA KADER IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TAPANULI SELATAN Suwandi, Alfi; Saputri, Nor Mita Ika; Rambe, Malim Soleh
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i4.377-387

Abstract

Konsep diri merupakan pandangan atau gambaran diri seseorang individu secara menyeluruh dan sikap seseorang mengenai dirinya sendiri. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan orang tentang dirinya sendiri meliputi karakteristik fisik, psikologi, sosial dan emosional, aspirasi dan prestasi, motivasi diri, kekuatan-kekuatan, dan kelemahan yang ada pada dirinya sendiri dibandingkan dengan orang lain. Konformitas merupakan perubahan perilaku remaja sebagai upaya untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok, mengacu pada atau tidaknya tekanan langsung sebagai tuntutan tidak tertulis pada anggota kelompok, tetapi memiliki efek yang kuat dan dapat mendorong  munculnya pola perilaku tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan konsep diri dengan konformitas pada kader ikatan mahasiwa muhammadiyah universitas muhammadiyah tapanuli selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Sampel penelitian ini berjumlah 183 kader instrument pengumpulan data menggunakan konsep diri yang berjumalah 50 pernyataan dan skala konformitas yang berjumlah 50 pertanyaan. Berdasarkan hasil data dalam penelitian ini diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan yang sangat tinggi antara konsep diri  dengan konformitas. Dalam hal ini dibuktikan dengan analisis yang menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.996 artinya hubungan konsep diri dengan konformitas sangat kuat dan  hasil Ha diterima dan hubungan yang dihasilkan positif karena kedua nilai sig lebih besar dari 0,05 yang telah ditentukan. Dalam hal ini hasil hipotesis, hasil hipotesis Ho ditolak dan  Ha diterima dengan hubungan yang dihasilkan positif. 
PELATIHAN KONSELING ASERTIF UNTUK MENCEGAH BULLYING BAGI SANTRI PESANTREN DI KOTA PADANGSIDIMPUAN Saputri, Nor Mita Ika; Rambe, Malim Soleh
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 4 (2024): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i4.586-596

Abstract

Bullying merupakan satu dari tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Bullying banyak terjadi di lingkungan pesantren, dan bahkan dampaknya lebih besar. Sehingga, penting untuk membekali Para Santri dengan kemampuan Asertivitas. Pelatihan ini menggunakan modul pelatihan konseling asertif dengan Teknik Behavioral Skill Training (BST) yang telah disusun sejak tahun 2022 hingga 2023. Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa efektif penggunaan modul konseling asertif untuk meningkatkan keterampilan asertif santri, sehingga menurunkan kasus bullying khususnya di Pesantren Darul Istiqomah dan Pesantren An-Nur Panyanggar. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 santri yang terdiri dari 20 santri Darul Istiqomah, dan 20 santri Pesantren An-nur. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan the pretest postest control group design. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala perilaku bullying 45 Item yang disusun, 2 di antaranya gugur dan 43 item valid. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan uji-t.  Berdasarkan hasil uji paired sample t Test diketahui bahwa nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,000 0,05, yang berarti terdapat pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap kelompok eskperimen
FITRAH BASED GROUP COUNSELING: A HOLISTIC APPROACH TO ENHANCING STUDENTS' CAREER MATURITY IN THE DIGITAL ERA AND CREATIVE ECONOMY Rambe, Malim Soleh; Saputri, Nor Mita Ika; Siregar, Azijah Tussolihah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9103

Abstract

Background: The advancement of the digital era and the creative economy presents multidimensional challenges in students’ career decision-making. Approximately 68% of high school students in Indonesia experience confusion in determining their career paths due to difficulties in integrating personal potential with contemporary demands. Conventional counseling approaches are considered suboptimal in addressing these needs; therefore, a holistic intervention based on Islamic values is required. Purpose: This study aims to develop and examine the effectiveness of a fitrah-based group counseling model in enhancing students’ career maturity, particularly in aspects of self-understanding, strategic planning, and adaptation to digital transformation. Method: The study employed a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group, involving 24 twelfth-grade students of SMA Negeri 8 Padangsidimpuan, divided into an experimental group (12 sessions of fitrah-based counseling) and a control group (conventional counseling). Data were collected using the Career Maturity Inventory and analyzed with the Wilcoxon test. Result: The results revealed a significant improvement in the experimental group (post-test scores 228–288; Z = –3.190, p < 0.001), particularly in the spiritual (79%), creativity (82%), and adaptability (3.2×) dimensions, while the control group showed only marginal progress (scores 159–200). Conclusion: These findings confirm that the fitrah-based counseling model effectively enhances students’ holistic career maturity. The implications include integrating this model into school counseling curricula, developing counselor training modules, and formulating educational policies that combine digital literacy with spiritual values.