Rambe, Malim Soleh
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FITRAH BASED GROUP COUNSELING: A HOLISTIC APPROACH TO ENHANCING STUDENTS' CAREER MATURITY IN THE DIGITAL ERA AND CREATIVE ECONOMY Rambe, Malim Soleh; Saputri, Nor Mita Ika; Siregar, Azijah Tussolihah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 04 (2025): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v14i04.9103

Abstract

Background: The advancement of the digital era and the creative economy presents multidimensional challenges in students’ career decision-making. Approximately 68% of high school students in Indonesia experience confusion in determining their career paths due to difficulties in integrating personal potential with contemporary demands. Conventional counseling approaches are considered suboptimal in addressing these needs; therefore, a holistic intervention based on Islamic values is required. Purpose: This study aims to develop and examine the effectiveness of a fitrah-based group counseling model in enhancing students’ career maturity, particularly in aspects of self-understanding, strategic planning, and adaptation to digital transformation. Method: The study employed a quasi-experimental design with a Non-Equivalent Control Group, involving 24 twelfth-grade students of SMA Negeri 8 Padangsidimpuan, divided into an experimental group (12 sessions of fitrah-based counseling) and a control group (conventional counseling). Data were collected using the Career Maturity Inventory and analyzed with the Wilcoxon test. Result: The results revealed a significant improvement in the experimental group (post-test scores 228–288; Z = –3.190, p < 0.001), particularly in the spiritual (79%), creativity (82%), and adaptability (3.2×) dimensions, while the control group showed only marginal progress (scores 159–200). Conclusion: These findings confirm that the fitrah-based counseling model effectively enhances students’ holistic career maturity. The implications include integrating this model into school counseling curricula, developing counselor training modules, and formulating educational policies that combine digital literacy with spiritual values.
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA PADA PERAN AYAH DENGAN REGULASI EMOSI DI SMA NEGERI 1 SIBABANGUN TAPANULI TENGAH Farida, Sri; Rambe, Malim Soleh; Arrasyid, Harun
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i10.1147-1153

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap peran ayah dengan regulasi emosi pada siswa SMA Negeri 1 Sibabangun. Persepsi terhadap peran ayah adalah pandangan individu terhadap bagaimana seorang ayah melaksanakan perannya dalam memberikan perhatian, perlindungan, dukungan emosional, dan pembimbingan kepada anak. Sementara itu, regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengelola, mengekspresikan, dan mengontrol emosi secara adaptif sesuai dengan tuntutan lingkungan dan situasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibabangun tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah sampel sebanyak 67 siswa yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala Likert, terdiri dari 30 item untuk variabel persepsi terhadap peran ayah dan 30 item untuk variabel regulasi emosi, yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas.Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan regulasi emosi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi r = 0,557 yang tergolong dalam kategori hubungan sedang dan nilai signifikansi p = 0,000 (p 0,05). Artinya, semakin positif persepsi siswa terhadap peran ayah, maka semakin baik pula kemampuan regulasi emosinya. Dengan demikian, kehadiran dan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak terbukti berperan penting dalam perkembangan emosional remaja, khususnya dalam mengelola dan mengekspresikan emosi secara sehat. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan kesadaran orang tua, khususnya ayah, dalam menjalankan peran secara aktif dan positif demi mendukung perkembangan emosi anak. Selain itu, hasil ini juga menjadi masukan bagi guru Bimbingan dan Konseling untuk memberikan layanan konseling yang menekankan pada peran keluarga dalam pengembangan regulasi emosi siswa
IMPLEMENTASI KONSELING FITRAH SEBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MINAT DAN BAKAT SISWA SEKOLAH DASAR Rambe, Malim Soleh; Dela, Vitria Larseman; Syaputra, Adi; Harahap, Eli Marlina; Siregar, Azijah Tussolihah; Jonathan, Ricky
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.91-98

Abstract

Pengembangan minat dan bakat siswa sekolah dasar merupakan aspek penting dalam membangun motivasi belajar berkelanjutan dan perkembangan peserta didik secara holistik. Namun, banyak sekolah dasar belum memiliki layanan bimbingan konseling yang terstruktur untuk mendukung pengembangan potensi siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konseling fitrah sebagai pendekatan pengembangan minat dan bakat siswa kelas IV–VI di SD Muhammadiyah Hutalambung, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif dikumpulkan melalui desain one group pretest–posttest menggunakan angket minat dan bakat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan melibatkan 60 siswa. Data kualitatif diperoleh melalui observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas dan guru pamong, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor minat dan bakat siswa setelah implementasi konseling fitrah (p 0,001) dengan nilai N-Gain sebesar 0,52 yang berada pada kategori sedang. Temuan kualitatif menguatkan hasil tersebut melalui peningkatan kesadaran diri siswa terhadap minatnya, kepercayaan diri dalam mengekspresikan potensi, serta konsistensi keterlibatan dalam aktivitas yang diminati. Integrasi teknik konseling Islami seperti bil hikmah, mauizha hasanah, tabayyun, dan mujadalah dalam pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler terbukti mendukung proses pengembangan potensi siswa secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling fitrah merupakan pendekatan yang efektif dan relevan untuk pengembangan minat dan bakat siswa sekolah dasar, khususnya pada sekolah yang belum memiliki layanan bimbingan dan konseling formal.