Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MENINGKATKAN MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI PELATIHAN SOSIAL MEDIA MARKETING DAN PRODUCT PHOTO STYLING BAGI SISWA SMA NEGERI 2 SLAWI Qusaeri, Muammar Afif Al; Wiliyanto, Wiliyanto; Khasanah, Muthi’atul; Khasbulloh, M. Wahab; Musripah, Musripah; Atmoko, Dwi; Subekti, Agung Tyas
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/jhe8kj04

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengembangan jiwa entrepreneurship bagi siswa SMA Negeri 2 Slawi melalui Sosial Media Marketing dan Product Photo Stailing. Metode atau tahapan untuk pengembangan jiwa entrepreneurship yang dilakukan peneliti yakni melalui pelatihan menjadi wirausaha. Dimana metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah dengan interaksi langsung melalui diskusi dan praktek dalam rangka pengembangan jiwa entrepreneurship. Hasil evaluasi terhadap peserta pengabdian kepada masyarakat menunjukkan tercapainya tujuan pengabdian kepada masyarakat, dimana adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan materi kewirausahaan. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa SMA Negeri 2 Slawi. Berdasarkan hasil kegiatan dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum siswa berminat untuk menjadi seorang entrepreneurship, namun terkendala dengan keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan biaya
Workshop Identifikasi Bahaya Pada Tenaga Medis Dan Non Medis Di Rumah Sakit X  Kabupaten Tegal Pratiwi, Anggit; Sukmandari, Erna Agustin; Rosmalia, Rosmalia; Subekti, Agung Tyas
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 8 (2024): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/dxkfge67

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat kerja yang padat karya, teknologi dan padat risiko. Dikatakan padat karya dan teknologi adalah karena merupakan tempat kerja yang mempunyai aktivitas yang beragam yang menggunakan berbagai peralatan teknologi sesuai dengan pekerjaannya. Dikatakan padat risiko adalah karena rumah sakit merupakan tempat dimana terdapat berbagai macam aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan peralatan kerja, mesin, bahan, serta sifat pekerjaan yang membwa risiko keslamatan dan kesehatan bagi pekerjanya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah karena rumah sakit merupakan tempat kerja yang berisiko sehingga penting dilakukan pemberian edukasi kepada seluruh pekerja rumah sakit untuk mengetahui risiko bahaya apasaja yang terjadi sesuai dengan aktivitas pekerjan di masing – masing unit serta bagaimana cara pencegahan dan pengendalian yang dilakukan terhadap bahaya tersebut.  Metode pengabdian dilakukan dengan metode workshop, terdiri dari penyampaian materi, kemudian dilanjutkan kegiatan praktik melalui observasi dan pengisian form identifikasi bahaya, yang terakhir melakukan evaluasi dari pengisian form. Hasil pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan bahwa tenaga medis maupun non medis telah memahami apasaja bahaya yang ada di tempat kerja dan bagaimana cara pengendaliannya, dilihat dari hasil jawaban form identifikasi bahaya. Saran bagi Rumah Sakit X Kabupaten Tegal, agar dapat melaksanakan kegiatan workshop ini secara berkala agar pelaksanaan K3 Rumah Sakit tetap berjalan.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA KONTRUKSI BAGIAN FABRIKASI DI PT. SOMATRA POLAREKASARANA Subekti, Agung Tyas; Rakhmadi, Triyono; Pratiwi, Anggit
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i1.629

Abstract

Kelelahan adalah suatu yang terjadi pada syaraf otot – otot manusia sehingga tidak dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Makin berat beban yang dikerjakan dan semakin tidak teraturnya pergerakan, maka timbulnya kelelahan akan lebih cepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi beban kerja pada tenaga kerja kontruksi bagian fabrikasi di PT. Somatra Polarekasarana, untuk mengidentifikasi kelelahan kerja pada tenaga kerja kontruksi bagian fabrikasi di PT. Somatra Polarekasarana, dan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja kontruksi bagian fabrikasi di PT. Somatra Polarekasarana. Metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan melakukan survey dimana peneliti mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena ini terjadi dengan menggunakan pendekatan Cross Secrional. Hasil penelitian : menunjukan bahwa beban kerja didapatkan hasil 12 orang (46,2%) dalam kategori ringan, 14 orang (53,8%) dalam kategori sedang, sedangkan untuk kelelahan kerja 11 orang (42,3%) dalam kategori tidak Lelah , 15 orang (57,7%) dalam kategori Lelah. Hasil uji statistic Chi – Square didapatkan nilai P Value sebesar 0,020. Simpulan penelitian : berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pada tenaga kerja kontruksi bagian fabrikasi di PT. Somatra Polarekasarana dengan nilai P < 0,05 dengan tingkat kepercayaan 80% yaitu sebesar 0,020.
ANALISIS RISIKO MUSCULOSKLETAL DISORDERS (MSDS) PADA PEKERJA USAHA MIKRO PEMBUATAN ALAT MUSIK TRADISIONAL MENGGUNAKAN NORDIC BODY MAP Pramono, Tangguh Dwi; Subekti, Agung Tyas; Atmoko, Dwi
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 15 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v15i2.693

Abstract

Usaha mikro mempunyai peranan dalam mengembangkan daerah pedesaan dan memaksimalkan alokasi sumber daya dengan mengolah bagian mentah menjadi produk.Keberadaan Usaha Mikro tidak luput dari berbagai permasalahan, mereka susah berkembang, pasarnya terbatas, dalam pengelolaannya juga ada keterbatasan terkait kemampuan SDM dalam mengelola usaha, dan juga ada keterbatasan terkait financial. Dari segala keterbatasan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, permaslahan yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan kesehatan kerja pun banyak yang UMK abaikan. Pada kelompok usaha mikro pembuatan alat music rebana Desa Kaliwadas, banyak pekerja yang mengalami kelihan Kesehatan, seperti nyeri tulang punggung, leher dan lengan. Dari hasil observasi lapangan, banyak pekerja tidak dalam popsisi yang ergonomis dalam melakukan aktifitas kerja. Penyakit akibat kerja yang terjadi pada pekerja sektor UMKM dapat berpengaruh pada produktivitas kerja. Postur tubuh janggal merupakan penyebab utama penyakti akibat kerja yang berkaitan dengan faktor ergonomi, biasa disebut dengan Musculsokeletal Disorders (MSDs). MSDs merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang mengalami gangguan kronik pada otot, tendon, dan saraf yang disebabkan oleh postur janggal, durasi kerja, frekuensi gerakan berulang. Tingkat keparahan penyakit kerja MSDs dapat diukur dengan tools Nordic Body Map (NBM). NBM merupakan alat yang sudah banyak digunakan untuk mengukur keluhan sakit pada masing-masing segmen tubuh manusia.
PERAN MOTIVASI DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DALAM MEMPENGARUHI ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA PT ARIABIMA PROPERINDO Qusaeri, Muammar Afif Al; Khasbulloh, M. Wahab; Wiliyanto, Wiliyanto; Khasanah, Muthi’atul; Musripah, Musripah; Atmoko, Dwi; Subekti, Agung Tyas
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 10 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/96g3vr86

Abstract

Penelitian tentang “Peran Motivasi Dan Kualitas Kehidupan Kerja Dalam Mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior Pada PT Ariabima Properindo” berangkat dari temuan di tempat penelitian mengenai penurunan capaian kinerja pegawai pada masing-masing bagian di lingkungan Kantor PT Ariabima Properindo menjadi titik tolak penelitian ini. Penelitian diawali dengan pencarian fenomena empiris yang dapat menjelaskan terjadinya permasalahan pada kinerja pegawai. Hasil kajian teoritis yang dilakukan dalam penelitian ini menemukan bahwa kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh variabel Motivasi ,  Kualitas Kehidupan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil jawaban kuesioner selanjutnya digunakan sebagai basis data untuk menguji pengaruh antar variabel yang dilakukan dengan menggunakan uji Regresi Berganda. Hasil pengujian regresi berganda menunjukkan bahwa Motivasi dan Kualitas Kehidupan Kerja secara statistik terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara statistik dapat dijelaskan oleh variabel Motivasi ,  Kualitas Kehidupan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior.
Paparan Sampah Elektronik dan Organik pada Pekerja Informal: Laporan Kasus dengan Implikasi Kesehatan, Lingkungan, dan Keselamatan Kerja Listina, osie; Subekti, Agung Tyas
Bhamada Occupational Health and Safety Environment Journal Vol 3 No 2 (2025): Volume 3 No 2 Desember
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/bohsej.v3i2.882

Abstract

This report presents an anonymous case of an informal waste picker in an urban area who was referred to a healthcare facility with complaints suggestive of hazardous exposure: chronic cough, dermatitis on the hands, mild hearing impairment, and mild neurocognitive symptoms (fatigue, difficulty concentrating). The case highlights the complex health risks associated with waste management and the urgent need to integrate occupational safety, environmental protection, and recycling policies. The investigation revealed daily work involving manual separation of electronic waste (e-waste) and organic waste without adequate protective equipment, frequent open burning of waste, and a history of chemical contact. Management included symptomatic treatment, referral to occupational health services, preventive education, and policy recommendations for improving local recycling practices and protecting informal workers. This case underscores the urgent need to protect informal workers within waste management systems. Cross-sectoral policies are required to prevent long-term health and environmental impacts.
Edukasi Sikap Kerja Ergonomis pada Pustakawan di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Tegal Pratiwi, Anggit; Sukmandari, Erna Agustin; Rosmalia, Rosmalia; Subekti, Agung Tyas; Rakhmadi, Triyono; Atmoko, Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1166

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam menunjang produktivitas serta kualitas kerja tenaga perpustakaan. Masalah musculoskeletal pada pustakawan sering muncul karena sifat pekerjaan yang melibatkan posisi statis, gerakan berulang, dan beban kerja fisik ringan hingga sedang. Penerapan sikap kerja ergonomis pada pustakawan menjadi hal yang sangat penting, mengingat sebagian besar aktivitas kerja dilakukan dalam posisi duduk statis dan berhadapan dengan komputer dalam waktu yang cukup lama. Keluhan terbanyak pada punggung bawah dan bahu, terutama pada pustakawan yang bekerja lebih dari 5 jam sehari di depan computer. Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 10 pustakawan. Metode pelaksanaan dengan memberikan materi, praktik senam peregangan, pre-test dan post-test pada  pustakawan  di Unit Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Daerah  Kabupaten Tegal. Media yang digunakan untuk edukasi  adalah melalui power point.  Setelah pemberian edukasi, ada sesi tanya jawab dan diskusi kepada para pemateri. Evaluasi kegiatan dengan mengadakan pre test dan post test. Selain itu ada  pemberian doorprize bagi  skor pre test dan pos ttest terbaik dan untuk peserta yang memberikan pertanyaan. Berdasarkan uji t-test didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) dan terdapat kenaikan skor pengetahuan tentang sikap Ergonomis di tempat kerja (Δ =18).