Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Skrining Ipswich Touch Test (IpTT) terhadap Risiko Diabetik Foot Ulcer (DFU) Pasien DM Tipe 2 Bahtiar Yusuf; Butet Agustarika; Santoso Budi Rohayu; Yasni La Harsani; Ketut Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52389

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Papua, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen, dengan Diabetes melitus (DM) merupakan penyebab utama amputasi kaki non-traumatik, di mana sekitar 85% kasus diawali oleh Diabetic Foot Ulcer (DFU). Deteksi dini gangguan persarafan perifer penting dilakukan untuk mencegah komplikasi tersebut. Salah satu metode skrining yang sederhana dan efektif adalah Ipswich Touch Test (IpTT), yang menilai sensibilitas sensorik melalui sentuhan ringan untuk mengidentifikasi risiko neuropati pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pasien DM tipe 2 yang berisiko mengalami DFU menggunakan IpTT. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei analitik melibatkan 40 responden. Pemeriksaan IpTT dilakukan oleh peneliti menggunakan lembar observasi standar, dan kadar glukosa darah sewaktu diukur dengan Autocheck. Data dianalisis secara univariat menggunakan Microsoft Excel dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 19–59 tahun (72,5%) dengan rata-rata usia 53 tahun dan didominasi perempuan (65%). Faktor risiko yang ditemukan meliputi kolesterol tinggi (35%), hipertensi (32,5%), overweight (50%), dan obesitas (15%). Sebanyak 57,5% responden mengalami hiperglikemia. Hasil IpTT menunjukkan 85% normal, 2,5% risiko rendah, dan 7,5% risiko tinggi. Keluhan yang sering muncul adalah kebas/ kesemutan (65%), rasa terbakar/nyeri (17,5%), dan baal (27,5%); 15% memiliki luka kaki. Lama menderita DM didominasi 1–5 tahun (62,5%). Kejadian neuropati perifer sebesar 7,5%, sehingga skrining IpTT direkomendasikan untuk deteksi dini komplikasi neuropati diabetik.
Efektivitas Psikoedukasi Maternal Mental Health Dengan Pendekatan Neumann System Model Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Ibu Hamil Primigravida Anggreini, Yogik Setia; Agustarika, Butet; Fabanyo, Rizqi Alvian
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 1 (2026): Januari - April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i1.1792

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan pertama (primigravida) merupakan masa adaptasi kompleks yang melibatkan perubahan fisik, emosional, dan sosial, sehingga dapat memicu stres. Stres yang tidak dikelola dapat berdampak negatif pada kesejahteraan ibu dan perkembangan janin. Psikoedukasi Maternal Mental Health dengan pendekatan Neuman Systems Model berfokus pada penguatan sistem pertahanan individu terhadap stresor internal dan eksternal melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan koping. Tujuan: Menganalisis efektivitas psikoedukasi Maternal Mental Health dengan pendekatan Neuman Systems Model terhadap penurunan tingkat stres ibu hamil primigravida di wilayah kerja Puskesmas Klasaman. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-posttest with control group dengan total 66 responden (33 kelompok intervensi dan 33 kontrol) yang dipilih menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi mengikuti sesi psikoedukasi maternal mental health dengan pendekatan Neuman Systems Model, sedangkan kelompok kontrol menerima edukasi antenatal standar. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Uji statistik menunjukkan nilai Z = -5,034 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi mengalami penurunan stres lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Psikoedukasi Maternal Mental Health berbasis Neuman Systems Model efektif menurunkan stres pada ibu hamil primigravida dan disarankan untuk diintegrasikan dalam kelas ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan mental.