Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pencegahan Anemia Pada Saat Menstruasi Di SMA Negeri 17 Medan Tahun 2023 Indarsita, Dina; Simangunsong, Dame Evalina S; Zega, Meidar Dwi Alfani
Sains Medisina Vol 3 No 2 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i2.521

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (HB) dalam darah lebih rendah dari normal. Remaja putri rentan anemia dikarenakan masa pubertas, dimana kebutuhan zat besi meningkat karena pertumbuhan yang pesat, dan pada saat menstruasi yang dialami setiap bulan yang membuatnya kehilangan banyak darah. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pencegahan anemia pada saat menstruasi di SMA Negeri 17 Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada  penelitian ini adalah siswi kelas XI sebanyak 63 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner,  diolah dengan distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada 46% remaja SMA Negeri 17 Medan yang tahu bagaimana mencegah anemia pada saat menstruasi. Diharapkan remaja putri lebih baik lagi dalam melakukan pencegahan anemia pada saat menstruasi dan mengikuti program yang dilaksanakan oleh UKS sekolah.
Penyuluhan dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar pada Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Manik, Herlina Evi Yanti; Togianur, Rugun; Simangunsong, Dame Evalina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17648

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat Prodi DIII Keperawatan Dairi  Poltekkes Kemenkes Medan dilakukan dalam bentuk Penyuluhan dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar  Pada Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Tahun 2024. Lokasi pengabadian masyarakat adalah Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik Kecamatan Sumbul Tahun 2024 berjumlah 100 orang. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mewujudkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Siswa/I SMA Swasta Bukit Cahaya Huta Manik mengenai bantuan hidup dasar. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bantuan hidup dasar adalah dengan  penyuluhan dan simulasi bantuan hidup dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah edukasi : ceramah dan diskusi, melakukan simulasi dan sekaligus demonstrasi tentang bantuan hidup dasar. Hasil pengabdian kepada siswa  diperoleh pengetahuan  pre test baik 32%, cukup 19 %, kurang 49%. Setelah diberikan penyuluhan diperoleh 49 % pengetahuan baik dan 51% pengetahuan cukup. Pre test keterampilan diperoleh keterampilan cukup 25 % dan 75% kurang. Setelah diberikan simulasi diperoleh keterampilan 35 % baik dan 65% keterampilan cukup.      Kata Kunci: Penyuluhan, Simulasi , Bantuan Hidup Dasar, Siswa   ABSTRACT Community service for the DIII Nursing Study Program, Dairi Health Polytechnic, Ministry of Health, Medan, was carried out in the form of counseling and basic life support simulations for students of Bukit Cahaya Huta Manik Private High School, Sumbul District in 2024. The location of community service was students of Bukit Cahaya Huta Manik Private High School, Sumbul District. In 2024 there will be 100 people. The aim of this Community Service is to realize community service as one of the Tri Dharma of Higher Education activities, increasing the knowledge and skills of students at Bukit Cahaya Huta Manik Private High School regarding basic life support.  One effort to improve basic life support knowledge and skills is through basic life support counseling and simulations. The method used in this Community Service activity is education: lectures and discussions, carrying out simulations and at the same time demonstrating basic life support. The results of the service to students obtained pre-test knowledge of 32% good, 19% sufficient, 49% poor. After being given counseling, 49% had good knowledge and 51% had sufficient knowledge. Pre test skills obtained 25% sufficient skills and 75% less. After being given the simulation, 35% of the skills were good and 65% of the skills were sufficient. Keywords: Counseling, Simulation, Basic Life Support, Students
Penurunan Keluhan Menopause dengan Latihan Kekuatan otot, Tulang dan Sendi (OTTUSEN) Dame Evalina Simangunsong; Tengku Sri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6i1.175

Abstract

The journey of life in the age of 40 – 55 year experience in crisis is a woman's life, which will be old and experiencing menopause. Various complaints will be experienced by women during the menopause symptoms ranging from mild to severe. This complaint is called with complaints or climacterik syndrome. Prevention efforts with health education in avoiding risky behavior in menopausal women need to be emphasized. Doing physical exercise every day can be an alternative in addressing the various symptoms experienced at the time of menopause. Maintain body fitness while maintaining the balance of weight and physical activity in the form of strength training muscles, bones and joints need to be applied in reducing menopausal complaints. The purpose of this research was to analyze the influence of strength training muscles, bones and joints against a decrease in complaints of menopause. This type of research, quasi experiments (draft two group pretest-posttest design with control group), involves the menopausal women, as many as 70 people. The data is processed with the univariate analysis, T-test with bivariate. There is a difference in the average score decline in menopausal complaints on measuring pretest and posttest on intervention group significantly. there's a difference, decreased menopausal complaints before and after the application of exercise muscle strength and bone. Movement of age-appropriate physical activity with a frequency three times a week and the duration of 30 minutes each exercise needs to be done and ongoing.
Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi CegObs Bagi Siswi SMA Negeri 1 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Simangunsong, Dame Evalina; Marlisa, Marlisa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v2i4.131

Abstract

Obesitas perlu menjadi perhatian karena memiliki dampak yang tidak baik terhadap kesehatan. Obesitas dapat menimbulkan penyakit kronis serta menggangu kesehatan reproduksi. Obesitas yang merupakan pintu masuk dari penyakit seperti  jantung, stroke, diabetes, dan kanker merupakan kasus yang dapat dicegah. Berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi kasus ini, mulai dari implementasi kegiatan deteksi dini obesitas di masyarakat melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dengan perilaku CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress) hingga Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang bertujuan mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian ini merupakan aplikasi hasil penelitian sebelumnya (tahun 2022). Aplikasi CegObs (Cegah Obesitas) yang ditemukan, disosialisasikan pada masyarakat pengguna. Aplikasi CegObs, merupakan media promosi keehatan berbasis online, yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat pengguna android memperoleh informasi kesehatan dan upaya pencegahan peningkatan berat badan. Pengabdi merasakan perlunya melakukan pendekatan berbasis masyarakat dengan sasaran usia dini untuk wanita, berupa media online (aplikasi CegObs = Cegah Obesitas) yang memuat tentang tentang informasi dalam menjaga keseimbangan berat badan dan aktivitas fisik Ottusen yang dapat dilakukan secara mandiri. Remaja yang diberdayakan diharapkan dapat menjadi peer education bagi lingkungannya. Kegiatan pengabdian menunjukkan hasil kemampuan siswi dapat mengukur IMT nya secara mandiri dan terjadinya perubahan pengetahuan tentang pemanfaatan aplikasi CegObs dari score rata-rata 47,13 menjadi 75. Perlunya sosialisasi informasi penggunaan aplikasi Cegobs secara berkelanjutan, sebagai metode promosi kesehatan berbasis online yang dapat dipergunakan secara mandiri
Behavior Of Rural Women Of Special Region Of Yogyakarta (Diy) In An Effort To Prevent Menopausal Complaints And Weight Gain Simangunsong, Dame Evalina; Ekwantini, Rosa Delima; Marlisa, Marlisa
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i3.910

Abstract

Periodically, a woman's reproductive function will experience significant changes with age. Various complaints are experienced at this time ranging from mild to severe somatic complaints and even an increase in Body Mass Index (BMI). This study aims to identify increases in weight, blood pressure, menopausal complaints and complaint control behaviors experienced during menopause in 70 menopausal women in DIY in 2020. It was found that as many as 65.7% of women had menopause in the age group of 53-55 years, the highest level of education (72.8%) in the low category (elementary, junior high), working mothers (84.3%), the age of marriage was ≤ 20 years (81.4%) and had children > 2 people (72.9%). It was found that as many as 28 people (40%) had BMI in the fat and obesity categories, 42 people (60%) had blood pressure in the prehypertensive to hypertensive categories, had the heaviest menopausal complaints in complaints of discomfort in the joints and muscles (pain in the joints, rheumatic complaints) and behavior towards efforts to control menopausal complaints in the form of frequency and regular eating patterns until physical activity was considered still low. Ongoing health education efforts are needed for women in rural areas related to the impact of menopause and efforts to prevent complaints and weight gain experienced after menopause.
Pelatihan Kader Kesehatan dalam Mendeteksi TB Paru di Desa Bandar Khalipa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024 Dame Evalina Simangunsong; Marlisa Marlisa; Desy Ari Apsari; Suriani br Ginting
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/8na3z823

Abstract

Tingginya kasus TBC menunjukkan belum tercapainya target penemuan kasus, hal ini berpengaruh terhadap jumlah penderita yang belum diobati. Indonesia menjadi penyandang penyakit TBC ke-2 di dunia setelah India, dengan estimasi sebanyak 969.000 kasus, tahun 2021yang terdiri dari TBC Sensitif Obat (SO) dan TBC Resisten Obat (RO). Ditemukan factor dominan berupa; kejadian putus obat, factor durasi/lama pengobatan, pekerjaan dan kontak dengan penderita serumah, pada penderita TB Paru di kota Medan, pada hasil penelitian sebelumnya. Faktor dijadikan sebagai variable dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penularan TB Paru pada kegiatan pengabdian masyarakat, dengan melakukan pemberdayaan kader di Desa Bandar Khalipa Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Daerah ini merupakan penyandang kasus terbanyak setelah Medan, tahun 2019 terdapat 3.326 kasus, tahun 2021, sebanyak 1698 kasus. Desa Bandar Khalifa, merupakan desa terpadat kedua setelah desa Tembung, dengan penduduk sebesar 41.530 jiwa dengan area 7,25 km2. Tingkat hunian,lingkungan yang kurang baik, mobilitas penduduk yang tinggi, mengakibatkan lokasi ini merupakan potensi penular kasus yang besar. Pelatihan terhadap 30 kader kesehatan, mampu mengubah tingkat pengetahuan   dan terampil menemukan secara dini penderita TB Paru. Dibutuhkan pelatihan secara kontiniu, untuk melatih kader menjadi peer educator bagi ibu rumah tangga dan masyarakat.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penguatan Program Keluarga Sehat untuk Mendukung Pengendalian Tuberkulosis Paru Dame Evalina Simangunsong; Marlisa Marlisa; Desy Ari Apsari; Samsidar Sitorus; Elkadi Elkadi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/647ct365

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pengendalian yang komprehensif di tingkat komunitas. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung program pengendalian TB, terutama dalam kegiatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan pasien selama menjalani pengobatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga penderita TB. Metode yang digunakan adalah pelatihan kader melalui pemberian materi edukasi TB, diskusi, serta simulasi komunikasi kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader serta observasi keterampilan komunikasi kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga penderita TB. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader setelah pelatihan, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pada hasil post-test dibandingkan pre-test. Penilaian keterampilan komunikasi kader menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek pembukaan, kemampuan mendengarkan, penyampaian informasi TB, edukasi pencegahan penularan, serta tahap penutup. Namun, aspek edukasi mengenai pengobatan TB masih memiliki nilai rata-rata paling rendah sehingga memerlukan penguatan materi lebih lanjut. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kader kesehatan dapat meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung program pengendalian TB di masyarakat melalui edukasi dan pendampingan pasien secara lebih efektif.
EPIDEMIOLOGI DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA MULIOREJO Dame Evalina Simangunsong; Marlisa; Yulina Dwi Hastuty; Elkadi
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v21i1.2559

Abstract

Noncommunicable diseases (NCDs) are the leading cause of death in Indonesia and continue to show an upward trend, especially among adults. Obesity, hypertension, hyperglycemia, dyslipidemia, and unhealthy behaviors contribute to the high burden of NCDs. Early detection of risk factors is an important strategy in the prevention and control of NCDs. This study aims to analyze the characteristics and prevalence of NCD risk factors. This study uses a descriptive design with a cross-sectional design. The sample size is 34 respondents aged 25 years. Data collection was conducted through anthropometric measurements (Body Mass Index and waist circumference), blood pressure, fasting blood sugar, total cholesterol, uric acid, and interviews related to behavioral risk factors (physical activity, fruit and vegetable consumption, history of NCDs, alcohol consumption, and exposure to cigarette smoke). Data analysis was performed univariately using frequency distribution and percentages. There were 85.3% of respondents in the pre-obesity to obesity category. It was found that 50% of respondents had grade I and II systolic hypertension and 35.3% were in the pre-hypertension category. A total of 29.4% had fasting blood sugar levels >200 mg/dL. A total of 64.7% had borderline to high cholesterol levels. A total of 44.1% had a history of NCDs, with a family history of 29.4% and exposure to cigarette smoke of 38.2%. Most respondents had significant risk factors for NCDs, particularly obesity, hypertension, and dyslipidemia. There is a need to strengthen community-based early detection and promotive-preventive intervention programs to reduce the risk of NCDs.