Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAGEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF: Analysis Of The Application Of Progressive Muscle Relaxation Therapy In Clients With Nursing Problems Ineffective Health Management Murwani, Arita; Refansyah, Erul Ahmad; Mahmudah, Ani Mahsunatul; Amry, Riza Yulina; Hikmawati, Ana Nur
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan pada tekanan darah yang memberi gejala akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan untuk otot jantung.Penatalaksanaan hipertensi dibagi menjadi dua cara yaitu non farmakologis dan farmakologis. Terapi non farmakologis merupakan terapi tanpa menggunakan agen obat dalam proses terapinya, sedangkan terapi farmakologis menggunakan obat atau senyawa yang dalam kerjanya dapat menurunkan tekanan darah pasien. Pemberian terapi non farmakologis salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini untuk menganalisis terapi relaksasi otot progresif pada klien dengan masalah keperawatan managemen kesehatan tidak efektif pada tahap perkembangan keluarga usia lanjut di Pleret. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Setelah dilakukan intervensi keperawatan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi yang terjadi pada Tn.Y dan Ny.M, sebelum dilakukan pemberian terapi relaksasi otot progresif tekanan darah Tn.Y 150/80 mmHg dan setelah dilakukan intervensi mangalami penurunan tekanan darah menjadi 140/80 mmHg. Pada Ny.M sebelum dilakukan pemberian terapi relaksasi otot progresif tekanan darah 160/80 mmHg dan setelah dilakukan intervensi mangalami penurunan tekanan darah menjadi 150/80 mmHg. Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif yang terjadi pada Tn.Y dan Ny.M.
PENERAPAN JUS MENTIMUN PADA LANSIA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI SELEBRAL TIDAK EFEKTIF: Application Of Cucumber Juice In Family Nursing Care For Elderly Patients With Nursing Problems Of Ineffective Cerebral Perfusion Risk Murwani, Arita; Amry, Riza Yulina; Rahmawati
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1699

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan tantangan dalam dunia Kesehatan, secara global PTM menjadi penyebab kematian nomor 1 setiap tahunnya yaitu penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit jantung coroner, penyakit gagal jantung, stroke dan hipertensi. Masalah utama yang sering terjadi pada pasien penderita hipertensi yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif. Risiko perfusi serebral tidak efektif disebabkan oleh kerusakan vaskuler pada seluruh pembuluh perifer. Perubahan arteri kecil atau arteriola menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang mengakibatkan aliran darah akan terganggu. Tujuan Penelitian: Menganalisis asuhan keperawatan penerapan jus mentimun pada pasien dengan masalah keperawatan resiko perfusi selebral tidak efektif Metode: Metode penelitian adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Peneliti ini melibatkan dua keluarga dengan masalah keperawatan resiko perfusi selebral tidak efektif. Hasil: Hasil evaluasi keperawatan menunjukan bahwa pemberian jus mentimun selama 3 kali pertemuan dengan pemberian 1 kali sehari didapatkan tekanan darah sistolik dan diastolik pasien mengalami penurunan pada Ny. S dari 170/95 mmhg menjadi 140/70 mmhg dan Ny. D dari 150/ 78 mmhg menjadi 130/80 mmhg. Kesimpulan: Penerapan jus mentimun dapat mengatasi masalah keperawatan resiko perfusi selebral pada pasien hipertensi.
Penerapan teori adapatsi Calista Roy dalam asuhan keperawatan pada pasien CKD Mahmudah, Ani Mashunatul; Dinanti, Tirta Okta; Amry, Riza Yulina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1431

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) atau Gagal Ginjal Kronik merupakan penyakit progresif yang menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal dan membutuhkan terapi pengganti seperti hemodialisis. Salah satu masalah yang sering timbul pada pasien CKD adalah gangguan integritas kulit akibat penumpukan toksin dalam tubuh. Teori Adaptasi Calista Roy digunakan sebagai pendekatan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan fisiologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori adaptasi Calista Roy pada pasien CKD dengan masalah gangguan integritas kulit di Unit Hemodialisa. Desain Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap 2 subjek pasien CKD di Unit Hemodialisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model asuhan keperawatan yang dikembangkan berdasarkan Model Adaptasi Roy dapat mengkaji kebutuhan pasien dengan penyakit ginjal kronis dengan pendekatan individual yang holistik, dan memberikan kesempatan kepada klien untuk meningkatkan keterampilan dalam mengatasi masalah dan beradaptasi dengan penyakitnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa pendekatan keperawatan dengan teori Calista Roy sangat efektif digunakan sebagai framework dalam asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit ginjal kronis.
Penerapan Terapi Relaksasi Genggam Jari pada Keluarga Lansia dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Murwani, Arita; Malahayati, Aida; Amry, Riza Yulina
JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jond.v5i2.1567

Abstract

Keluarga lanjut usia merupakan tahap perkembangan keluarga ketika pasangan suami istri telah memasuki usia ≥60 tahun. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia adalah hipertensi, yaitu kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis yang kerap disertai keluhan nyeri kepala. Penatalaksanaan nyeri pada pasien hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam asuhan keperawatan adalah terapi relaksasi genggam jari, yang bertujuan membantu relaksasi otot dan menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi relaksasi genggam jari pada klien lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas dua keluarga lansia dengan hipertensi yang mengalami nyeri akut dengan skala ringan hingga sedang. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi keperawatan berupa terapi relaksasi genggam jari secara rutin selama tiga hari, terjadi penurunan nyeri yang ditandai dengan berkurangnya ekspresi meringis, perbaikan kualitas tidur, serta penurunan skala nyeri dari 6 menjadi 3 pada Klien I dan dari 5 menjadi 2 pada Klien II. Terapi relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan nyeri pada lansia dengan hipertensi.The elderly family represents a stage of family development in which married couples have entered older adulthood, defined as aged ≥60 years. One of the most common health problems experienced by the elderly is hypertension, a condition characterized by a chronic increase in blood pressure that is often accompanied by complaints of headache. Pain management in patients with hypertension can be carried out through pharmacological and non-pharmacological approaches. One non-pharmacological intervention that can be applied in nursing care is finger-grip relaxation therapy, which aims to promote muscle relaxation and reduce pain perception. This study aimed to analyze family nursing care through the application of finger-grip relaxation therapy in elderly clients with hypertension experiencing acute pain. This study employed a descriptive design with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation studies. The participants consisted of two elderly families with hypertension who experienced acute pain with mild to moderate intensity. Data analysis was conducted using a descriptive narrative approach. The results showed that after routine nursing interventions in the form of finger-grip relaxation therapy for three consecutive days, there was a reduction in pain, as indicated by decreased grimacing, improved sleep quality, and a reduction in pain scale from 6 to 3 in Client I and from 5 to 2 in Client II. Finger-grip relaxation therapy was effective in reducing pain in elderly patients with hypertension.
Penerapan Teknik Imajinasi Terbimbing pada Pasien Fraktur Preoperasi dengan Ansietas Mahmudah, Ani Mashunatul; Nurmaningsih, Nurmaningsih; Masitoh, Rohayati; Amry, Riza Yulina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1347

Abstract

Latar Belakang : Fraktur adalah hilangnya continuitas tulang, tulang rawan, baik yang bersifat total maupun sebagian. Biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik. Tindakan pembedahan atau operasi adalah salah satu penatalaksaan fraktur, pembedahan tersebut  menjadi salah satu penyebab terjadinya ansietas pada pasien yang hendak menjalani tindakan operasi. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan ansientas pada pasien pre operasi adalah dengan terapi teknik imajinasi terbimbing dapat mengurangi ansietas tanpa efek samping dan mempunyai manfaat terutama pada pasien yang mengalami pembedahan. Tujuan Penelitian ini untuk mendapat gambaran penerapan teknik imajinasi terbimbing dalam menurunkan ansietas pada pasien fraktur pre operasi. Metode : Metode Penelitian dilakukan menggunakan studi kasus dengan mendekatan asuhan keperawatan. Subjek penelitian yaitu pasien yang mengalami fraktur dengan masalah ansietas Hasil : Setelah dilakukan teknik imajinasi terbimbing pada kedua pasien mengalami penurunan tingkat ansietas, dibuktikan dengan pasien mengatakan rasa cemas menurun, lebih rileks, tekanan darah membaik dan frekensi nadi membaik, pola berkemih membaik, pola tidur membaik. Simpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik imajinasi terbimbing terbukti efektif dalam menurunkan tingkat ansietas pada pasien fraktur yang mengalami masalah ansietas pre operasi.
Penerapan Edukasi Latihan Fisik Walking Exercise dengan Masalah Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif Murwani, Arita; Khalifah, Nanik Nor; Amry, Riza Yulina
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i1.1443

Abstract

Latar Belakang : Masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif merupakan ketidakmampuan mengelola, dan/atau menentukan bantuan untuk mempertahankan kesehatan karena kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga. Adapun intervensi secara nonfarmakologis pada penderita diabetes mellitus terdiri dari edukasi dan latihan fisik. Edukasi kesehatan khususnya latihan fisik seperti walking exercise dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengelolaan mandiri pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas edukasi latihan fisik walking exercise dalam asuhan keperawatan keluarga dewasa pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode studi kasus terhadap satu keluarga dengan anggota yang mengalami Diabetes Melitus Tipe II. Hasil : Setelah dilakukan intervensi edukasi, keluarga menunjukkan pemahaman perilaku sehat meningkat, kemampuan menunjukkan perilaku sehat meningkat, memiliki system pendukung meningkat dan menunjukkan minat meningkatkan perilaku sehat meningkat dalam memelihara kesehatan anggota keluarga. Simpulan : Edukasi latihan fisik walking exercise terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan pasien serta keluarga dalam pemeliharaan kesehatan, serta dapat dijadikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan pada kasus serupa.