Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN KECELAKAAN KERJA Fahlevi, Muhammad Iqbal; Cherelia, Emily; Murdani, Ihsan; Jihad, Fikri Faidul; Luthfi, Fakhrurradhi; Fera, Dian; Oktaria, Yolanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4996

Abstract

 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat diartikan sebagai serangkaian program yang dirancang untuk mengurangi kemungkinan terjadinya cedera dan penyakit di tempat kerja. Sebagai bagian dari kurikulum ini, kita akan mencari sebab-sebab kecelakaan kerja dan cara menghentikannya. Menurut penelitian, faktor manusia mencakup 85% penyebab kecelakaan kerja, dan merupakan penyebab utama Kecelakaan Kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja  dengan Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Bongkar Muat PT. X. Metodologi penelitian kuantitatif didasarkan pada desain cross-sectional di PT. X, peneliti menggunakan Teknik Total Sampling untuk mengumpulkan data dari 30 responden. Dimana kecelakaan kerja sebagai variabel terikat dan, pengetahuan K3 sebagai faktor bebas. Kuesioner adalah instrumen penelitian pilihan untuk mengumpulkan informasi. Penelitian ini mencakup analisis bivariat dan univariat dalam analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan K3 dengan kecelakaan kerja (p-value = 0,001 < ? = 0,05, PR = 16,429), pengetahuan merupakan faktor penting dalam keberhasilan perusahaan khususnya dalam hal pencegahan kecelakaan kerja.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN SIKAP PEKERJA PENDERES DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL 1KEBUN SEI PUTIH Hairani, Putri; Luthfi, Fakhrurradhi; Kasma, Yulizar; Falevi, Muhammad Iqbal; Jihad, Fikri Faidul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46130

Abstract

Pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai alat untuk melindungi diri dari potensi risiko dan kecelakaan kerja yang bisa terjadi ditempat kerja. Dampak dari tidak menggunakan APD ialah dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja pada perkerja baik kecelakaan mayor maupun minor.Tujuan penelian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan keselamatan kesehatan kerja dan sikap pekerja penderes dengan penggunaan alat pelindung diri di PTPN IV Regional 1 Kebun Sei Putih. Penelitian ini menggunakan metodelogi kuantitatif dengan desain cross sectional.Dilakukan di Afdeling 1 kebun karet pada pekerja penderes. Pada bulan Desember 2024, jumlah populasi yaitu sebanyak 50 responden. Hasil analisis dalam penelitian ini menggunakan metode uji chi square. Menyatakan ada hubungan antara pengetahuan dengan penggunaan APD (P=0,009<0,05) dan ada hubungan antara sikap dengan penggunaan APD (P=0,001<0.05). Perusahaan agar dapat meningkatkan jumlah ketersediaan APD bagi pekerja, sehingga mendorong mereka untuk memakai APD dengan terus memberikan edukasi dan pengawasan pada pekerja. Selain itu perusahaan meliliki wewenang untuk menetapkan kebijakan dan menjatuhkan hukuman kepada karyawan yang mengabaikan kebutuan untuk mengenakan APD lengkap.
ANALISIS KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Putri, Aulia; Kiswanto, Kiswanto; Yulizar, Yulizar; Darmawan, Darmawan; Luthfi, Fakhrurradhi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47534

Abstract

Pengelolaan sampah adalah salah satu faktor utama untuk menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Kabupaten Aceh Barat memainkan peran penting dalam hal ini, namun produktivitas dan efektivitas kerja mereka masih menghadapi sejumlah masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini berfokus pada variasi produktivitas, target dan hasil kerja, ketepatan waktu, kualitas layanan, sumber daya manusia, fasilitas, dan sikap serta disiplin petugas kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sebanyak 10 informan telah dipilih secara purposive, termasuk kepala bagian pengelolaan sampah, petugas kebersihan, dan masyarakat sebagai pendukung. Untuk menguji validitas data, digunakan triangulasi, dan analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: Produktivitas, Target kerja, Pencapaian kerja, Ketepatan waktu, Sumber Daya Manusia, Kualitas pelayanan, Lingkungan kerja fisik, Kedisiplinan dan keramahan, Sarana dan prasarana, Pengelolaan sampah. Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Johan Pahlawan menunjukkan kemajuan yang baik, terutama dari aspek perencanaan dan SOP yang ada. Namun, di lapangan masih terdapat berbagai masalah, seperti kurangnya armada, ketidakaturan jadwal angkutan, kurangnya pendidikan kepada masyarakat, dan keterbatasan fasilitas pendukung. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistemik agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Luthfi, Fakhrurradhi; Syahputri, Veni Nella; Dewiana, Dewiana
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v2i3.465

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernafasan yang ditandai dengan sesak nafas, nafas cepat dan tidak teratur. Kasus ISPA mengalami peningkatan pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, dimana dari 372 kasuspada tahun 2015 menjadi 623 kasuspada tahun 2016. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini dilaksanakanPuskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Baratpada tanggal 26 Januari- 8 Februari 2017 dengan sampel 86 orang, di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan Bivariat. Hasil penelitian adanya hubungan antara faktor keberadaan perokok (Pvalue= 0,000 < α = 0,05), lingkungn (Pvalue= 0,001< α = 0,05), pengetahuan (Pvalue= 0,024< α = 0,05) dengan kejadian ISPA. Kesimpulan dalam penelitian adalah adanya hubungan antara faktor keberadaan perokok, lingkungan, pengetahuan dengan kejadian ISPA. Kepada puskesmas bagian promkes penyakit tidak menular diharapkan agar dapat menjelaskan kepada masyarakat yang mengalami ISPA bahwa penyebab ISPA adalah karena asap rokok, lingkungan yang tidak bersih sehingga diperlukan pengetahuan yang baik terhadap penyakit ISPA ini agar dapat menghindari penyakit tersebut.