Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MENTAL HEALTH PROBLEMS OF PREGNANT WOMEN, THE CAUSES, AND THE NEED FOR SOCIAL SUPPORT Tati Nuryati; Yulmaida Amir
Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) Vol. 11 No. 1 (2022): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v11i1.2022.80-88

Abstract

Some research reports that women who give birth often experience anxiety, fear, and even depression. This study aims to get an overview of mental health problems of pregnant women, the causes, and the need for social support. The study design is a quantitative study with a survey method. Data collection on mental problems for pregnant women begins with early detection for pregnant women by asking 25 simple questions. Data collection uses a questionnaire with a combination of closed and open questions. The location was at the Bojong Menteng Health Center, Rawalumbu, Bekasi City, in the first-second weeks of February 2020. Samples were taken using a population sampling technique with a total of 44 people. Data analysis uses quantitative descriptive methods. The results found pregnant women who experience depression (22.3%), anxiety (43.2%), sleep disorders (70.4%), and psychosomatic disorders. The cause is an unplanned pregnancy, an unwanted pregnancy, financial problems, a less harmonious family, birth spacing, and demands for work. The need for social support from spouses, family, friends, Posyandu cadres in the form of affection, attention, and a place to confide in, also needs support from health workers to assist them in dealing with problems to overcome their perceived complaints. Mental health problems of pregnant women, the causes, and the need for social support must be addressed with the policies and services of mental health services for pregnant women. So that pregnant women can carry out their pregnancy until delivery and the postpartum period is in a healthy and happy state.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIMUNING Ihsana El Khuluqo; Tati Nuryati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v2i1.358

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat berjudul Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Desa Cimuning Wilayah Kerja Puskesmas Cimuning bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai kesehatan pada usia lanjut. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu pendekatan persuasive dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yaitu (1) melakukan pendekatan persuasive kepada masyarakat sebagai kader posyandu, (2) Penyuluhan kesehatan/ceranah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan simulasi, (3) pemeriksaan fisik (4) serta pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan isik kesehatan masyarakat lanjut usia. Di kelurahan Cimuning baru terbentuk 8 Posyandu Lansia dari 26 RW yang ada, sehingga perlu dibentuk lagi posyandu lansia pada RW yang belum memiliki posyandu lansia. Dengan demikian Program Kerja Sama Mitra (PKM) dalam pengabdian masyarakat menawarkan solusi antara lain dengan pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia. Kegiatannya antara lain: Sosialisasi pentingnya posyandu lansia melalui Forum Kelurahan/RW, rekrutmen dan pelatihan kader posyandu lansia, layanan posyandu lansia, penyuluhan kesehatan, PMT, penimbangan, vitamin dan permainan-permainan yg menyenagkan dan menyehatkan, peningkatan kesehatan, komunikasi interpersonal yang bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Kesimpulan bahwa pelatihan dan pendampingan kader posyandu lansia kelurahan Cimuning sangat bermanfaat dalam meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia pelayanan kesehatan lansia di posyandu.Kata kunci : Lansia, Pengabdian, Posyandu AbstractCommunity service titled Training and Assistance for Elderly Posyandu Cadres in Cimuning Village Cimuning Health Center Work Area aims to build public awareness about health in old age. The method of implementing this community service activity is a persuasive approach with stages of implementation, namely (1) carrying out a persuasive approach to the community as a posyandu cadre, (2) health education / interactive stories, group discussions, questions and answers, and simulations, (3) physical examinations ( 4) as well as recording and reporting the results of health examinations for the elderly. The elderly posyandu services emphasize promotive and preventive services without ignoring curative and rehabilitative efforts. In Cimuning Village, only 8 Elderly Integrated Healthcare Center was formed from 26 existing RWs, so it is necessary to re-establish elderly Integrated Healthcare Center for RWs that do not yet have elderly Integrated Healthcare Center. Therefore the Partnership Cooperation Program in community service offers solutions including, among others, training and mentoring for elderly Integrated Healthcare Center cadres. The activities socialization of the importance of Integrated Healthcare Center for the elderly through the Village Office Forum, recruitment and training of elderly Integrated Healthcare Center cadres, elderly Integrated Healthcare Center services, health counseling, supplementary feeding, weighing, vitamins and games that are fun and healthy, improving health, interpersonal communication in collaboration with surrounding communities. The Conclusion that the training and assistance of elderly Integrated Healthcare Center cadres in Cimuning Village are very useful in improving the health status and quality of life of elderly health services in the Integrated Healthcare Center.Keywords: Integrated Healthcare Center, Elderly, Devotion
Pelatihan Bagi Kader tentang Penyuluhan Pada Kegiatan Posyandu Tati Nuryati Tati; Henny Hanna
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): JULI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i4.229

Abstract

Posyandu is a form of UKBM that is managed and organized from, by, for, and with the community in the implementation of health development, in order to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health services (1). Based on the results of a previous survey in Panampangan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, in 2021 there were 655 children under five with cases of malnutrition (2.13%), malnutrition (8.5%), and stunting (11.1%) lower compared to 2019 which was 16.6%. One of the efforts to suppress stunting cases through counseling at the Posyandu is still being carried out by health workers, not yet carried out by cadres, even if there are those who provide counseling it is still perfunctory. Based on this, community service activities train counseling for Posyandu cadres, with the aim of increasing counseling on Posyandu activities using various methods and media according to the goals to be achieved. The community service method goes through the stages: Coordination with village heads, officials, village midwives, and other related parties, identifying Posyandu problems and the role of cadres in counseling at Posyandu, counseling training processes, evaluating and recording reporting. The results of community service through a review of all material both theory and practice by asking questions about the material that has been submitted, where participants who can answer get prizes from the committee, and it turns out that almost all participants can answer all quiz questions with prizes.
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Handayani Handayani; Tati Nuryati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 6: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase angka kejadian kecemasan pada ibu hamil di Indonesia mencapai 373.000.000, sebanyak 107.000.000 atau 28,7% diantaranya kecemasan terjadi pada ibu hamil menjelang proses persalinan. Senam hamil merupakan salah satu olahraga yang disarankan untuk dilakukan ibu hamil karena bertujuan untuk menyiapkan mental dan jasmani ibu hamil. Gangguan selama kehamilan yang biasanya terjadi adalah kualitas tidur yang buruk, tingginya tingkat kecemasan ibu, nyeri pinggang, frekuensi berkemih yang meningkat dan kram tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam terhadap penurunan kecemasan pada ibu hamil trimester. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan sampel 20 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer melalui pengisian kuesioner skala Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Data selanjutnya diolah menggunakan uji paired T-Test untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan setelah dilakukan senam hamil pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor penurunan kecemasan sebelum dilakukan senam hamil adalah 18,05 dan rata-rata skor penurunan kecemasan setelah dilakukan senam hamil adalah 15,30 yang berarti mengalami penurunan tingkat kecemasan. Hasil uji paired T-Test ada perbedaan yang signifikan antara penurunan kecemasan pada skor sebelum dan sesudah dilakukan senam hamil di dapatkan nilai P Value = 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah hamil mampu menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil trimester III dan sebagai bahasan rujukan untuk penelitian selanjutnya
EDUKASI MP-ASI CEGAH STUNTING DENGAN METODE EMO-DEMO CEMILAN SEMBARANGAN DI POSYANDU BALITA Tati Nuryati; Handayani Handayani; Elyin Artha Karlina
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i10.5217

Abstract

Based on the results of Basic Health Research (Riskesdas) in 2013 the prevalence of stunting under five (height per age) in Indonesia reached 37.2%, while the World Health Organization (WHO) limit was less than 20% (Ministry of Health RI, 2017)(Dewina, 2021) . Whereas in Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, in 2021 there will be 636 toddlers with stunting cases, 105 toddlers (16.6%) below the national figure, while in 2021 the number of toddlers is 655 toddlers with stunting cases 73 toddlers, (11.1%) ) malnutrition 14 toddlers, malnutrition 56 toddlers (Nuryati & Hanna, 2022). Based on the preliminary survey, most mothers who have children under two years old in Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency, provide unhealthy snacks as complementary food to breast milk (MP-ASI). Meanwhile, when they come to Posyandu every month they get additional food in the form of eggs, bananas, sometimes peanut porridge, etc. To change the behavior of mothers under five regarding MP-ASI, they have never been given counseling on healthy snacks to accompany ASI with the EMO-DEMO method. The problem of stunting, one of the disorders of malnutrition in toddlers, is still a concern of the government. Thus the LPPM UHAMKA Partner Cooperation Program (PKM) in community service offers a solution for MP-ASI Education to Prevent Stunting with the EMO_DEMO Method of Random Snacks at Posyandu Mawar 2 Panangkatan Village, Banjarharjo District, Brebes Regency. The purpose of this community service is to increase the knowledge, attitudes and behavior of mothers under five in providing complementary foods for breastfeeding. The MP-ASI education method that will be carried out with EMO-DEMO with the following stages: Coordinating with the head of Panangkatan Village, Dera Asyifa Hospital Banjarharjo, and the Bandungsari Health Center, identifying the nutritional status of toddlers, counseling on the impact of stunting on toddler health and the CONTENTS OF PIRINGKU, MP-ASI Education process using the EMO-DEMO method of random snacks, evaluating and recording reporting. The results of community service through the pretest and posttest, it turns out that the results show that there is a difference between the respondent's knowledge score before education with a score of 66 and after being given education with a score of 80.3. Apart from going through the pretest posttest also by asking questions about the material that has been presented, where participants who can answer get prizes from the committee, and it turns out that almost all participants can answer all the quiz questions with prizes
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita : Studi Literatur Hidayati, Nur; Hidayati, Nur Fauzatul; Tati Nuryati
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.388 KB)

Abstract

Persoalan gizi dalam pembangunan kependudukan masih merupakan persoalan yang dianggap menjadi masalah utama dalam tatanan kependudukan dunia dan Indonesia khususnya. Stunting merupakan ganguan pertumbuhan linier yang disebabkan adanya malnutrisi asupan zat gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD menurut standar WHO. Stunting dapat berakibat fatal terhadap produktifitas di masa dewasa. Keadaan ini adalah manifestasi jangka panjang dari faktor asupan gizi dan penyakit infeksi berulang dan faktor lingkngan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada Balita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dengan berbagai referensi, yaitu artikel atau jurnal penelitian, review jurnal, annual report yang diterbitkan dari tahun 2016 - 2021. Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari google di internet dengan kata kunci yang terkait, seperti: stunting, faktor resiko, dan determinan stunting. Pencarian database dilakukan di ResearchGate, WHO dan Depkes RI. Kesimpulan faktor pola asuh makan memiliki hubungan paling dominan terhadap kejadian stunting. Disarankan lebih ditingjatkan lagi program perbaikan pola asuh dan pola makan dalam mencegah stunting melalui Puskesmas, Posyandu, Kelas Ibu Hamil, maupun fasilitas kesehatan lainnya. Ibu juga disarankaqn agar aktif mencari informasi dan menambah pengetahuan mengenai stuning dan cara pencegahannya melali berbagai media penyuluhan yang disediakan.
Determinan Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 di Pasar Tradisional Sepatan Kabupaten Tangerang Tahun 2022 Tanto; Tati Nuryati; Bambang Setiaji
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i1.308

Abstract

Kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 adalah penerapan penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan terhadap tingkat kepatuhan protokol kesehatan pada tanggal 22 Oktober 2021 menunjukan tingkat kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 di pasar sepatan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di pasar tradisional sepatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional dan didukung data-data kualitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah non random sampling kategori purposive sampling. Responden yang diambil adalah pedagang pakaian dan pengunjung. Total responden adalah 100 yang diambil dengan metode survey. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa distribusi responden tidak patuh 59,0% dan patuh 41,0%, pengetahuan kurang 56,0% dan baik 44,0%, laki-laki 53,0% dan perempuan 47,0%, pendidikan rendah 42,0% dan tinggi 58,0%, ketersediaan sarana tidak lengkap 54,0% dan lengkap 46,0%, lingkungan sosial tidak baik 6,0% dan baik 94,0%. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil variabel pengetahuan (pvalue=0,851>0,05), jenis kelamin (pvalue=0,616>0,05), tingkat pendidikan (pvalue=0,348>0,05), ketersediaan sarana (pvalue=0,000<0,05), dan lingkungan sosial (pvalue=1,000>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah variabel ketersediaan sarana berhubungan siginifikan dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
PERILAKU IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PANANGGAPAN KECAMATAN BANJARHARJO, KABUPATEN BREBES Tati Nuryati; Handayani Handayani; Zahra Thunzira
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 12: Juli 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran perilaku orang tua dalam pencegahan stunting pada balita dan adanya rekomendasi upaya perubahan perilaku ibu dalam mencegah stunting pada balita. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif pendekatan cross sectional jenis survey yang mengamati sebuah objek penelitian. Populasi seluruh  ibu balita yang datang ke Posyandu Balita pada saat buka pelayanan Posyandu di RW 2 Desa Pananggapan, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Sampel sejumlah 30 responden dengan pengambilan sampel  menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data dengan kuesioner.  Analisa data menggunakan data univariat dengan presentase. Hasil: Dari  30 responden yang diteliti sebagian besar responden dengan tingkat penbetahuan cukup (73.4%) dan Sebagian besar responden dengan perilaku pencegahan stunting dengan baik (80%). Perilaku ibu dalam pencegahan stunting yang kurang baik terutama dalam pemberian telur jarang sekali bahkan ada yang tidak pernah sebanyak 16 balita (53,3%), ibu yang jarang  memberika buah sayur sebanyak (46.7%) dan ibu yang jarang memberikan  minum susu sebanyak (40.0%).
Pengaruh Dukungan Sosial dan Metode Coping terhadap Tingkat Stres Ibu Hamil Tati Nuryati; Yulmaida Amira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i06.1452

Abstract

Stres pada masa kehamilan merupakan gangguan mental ibu hamil. Salah satu upaya mengatasi stres ibu hamil bisa menggunakan metode coping dan dukungan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan metode coping terhadap tingkat stres ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 88 ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Bojong Menteng Kota Bekasi dari tanggal 24-29 Agustus 2019. Alat ukur untuk pengumplan data adalah skala dukungan sosial, skala coping stres, dan skala tingkat stress yang disusun oleh tim peneliti. Data dari ketiga variabel diolah dengan teknik statistic regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian tidak ada pengaruh antara dukungan sosial (Koef. Beta = 0,035; nilai p = 0,787) maupun coping stress (Koef Beta = 0,007; nilai p = 0,965) terhadap tingkat stress pada ibu hamil, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama (R2=0,001; nilai p = 0,941). Ibu hamil dalam penelitian ini pada umumnya tidak mengalami stress atau hanya memiliki stress dengan tingkat sangat rendah. Hal ini bisa dipahami karena mereka tidak memiliki sumber stress yang yang potensial membuat stress-nya tinggi. Terbukti bahwa ibu hamil yang mengalami stress selama masa kehamilannya (rerata = 1,38), sering mendapatkan dukungan sosial (rerata = 2,65). Dari berbagai tipe dukungan sosial, terlihat yang bekorelasi secara signifikan dengan coping stress ibu hamil adalah dukungan keluarga, dukungan teman, dan dukungan ahli.
Determinants of Hypertension in Poltekkes Kemenkes Jakarta III Students in 2022 Mustikasari, Nina; Hanna, Henny; Nuryati, Tati
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2023.258

Abstract

Hypertension is the leading cause of death in the world every year. The high prevalence of hypertension, especially at a young age, is a major health problem that must be faced by the government. Hypertension that is not treated immediately will increase the risk of cardiovascular disease and can cause coronary heart disease, heart failure, stroke and transient ischemic attack earlier. This study generally aims to get an overview of the incidence of hypertension and to find out the related factors and the factors that most dominantly influence the incidence of hypertension among students at the Poltekkes Kemenkes Jakarta III in 2022. The method used in this study was a cross-sectional study with a purposive sampling technique to obtain a total of 107 respondents. Retrieval of respondent data is done by direct examination and filling out questionnaires that have been tested for validity and reliability. The results of the univariate analysis showed that most of the respondents were a female sex of 61 people (57%) with a prevalence of hypertension and prehypertension of 39 people (36.5%). 81 people (75.7%) do not have hypertension, smoke 20 people (18.7%), have abnormal body fat percentage 38 (35.4%), are inactive 39 people (36.4%) experienced stress as many as 41 people (38.3%) and all of them did not consume alcohol. In the results of bivariate analysis using the Chi-Square analysis test, it was found that there was a relationship between smoking (0.000), percent body fat (0.000), sex (0.001) and the incidence of hypertension in Poltekkes Kemenkes Jakarta III students. The results of multivariate analysis using logistik regression showed that percent body fat and smoking were the most dominant risk factors for hypertension in respondents. Each with a significance value of 0.000 and 0.013. Respondents with abnormal body fat percentage had a 7,098 chance and respondents with smoking habits had a 5,428 chance of experiencing hypertension. The conclusion is that percent body fat and smoking habits are the most dominant independent variabels in the occurrence of hypertension in Poltekkes Kemenkes Jakarta III students in 2022.