Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Descriptions of Infertile Couple Attitudes About Nyo Khana Traditional Medicine Sebtalesy, Cintika Yorinda; Kristanti, Lucia Ani
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.199

Abstract

Infertility or sterility is one of reproductive health problems that often develops into a social problem because the wife is always regarded as the cause. In 2011 demographic and health survey of East Java Province obtained the data amounting to 2% of infertile couples and in 2012 some 2.30% of the data is an increase of 0.30%. This study aims to determine variations in the treatment of infertile couples search pattern in traditional medicine Nyo Khana Magetan 2015.This research uses descriptive design. The population in this study are all infertile couples in treatment Nyo Khana Magetan as many as 45 pairs. With the sampling technique used purposive sampling, a number of 31 respondents. The instrument used was a questionnaire, analysis used is the mean ((X) ̅) and percentage (%).The result showed the behavior of infertile couples to seek health care many who visit the health services of medical and non-medical, as 19 respondents (61.3%) and infertile couples who visit non-medical treatment as much as 12 respondents (38.7%). The conclusion that the existence of a wide variety of search patterns when the treatment of infertile couples find it difficult to conceive seek treatment to non-medical. The ordinances performed infertile couples when they have long not obtained a pregnancy which is seeking medical treatment in advance to find out the problems that exist in the womb.
Pengaruh Terapi Non-Hormonal terhadap Gejala Menopause: Tinjauan Sistematik Sebtalesy, Cintika Yorinda; Irmawati Mathar; Lucia Ani Kristanti; Fitria Yuliana
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.739

Abstract

Menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen. Fase ini sering disertai dengan berbagai gejala seperti hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas hidup. Terapi hormonal sering digunakan untuk meredakan gejala tersebut, namun tidak semua wanita dapat menjalani terapi ini karena risiko kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematik efektivitas terapi non-hormonal dalam mengatasi gejala menopause.Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2019–2024. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif yang mengevaluasi intervensi non-hormonal terhadap wanita menopause. Dari 723 artikel yang ditemukan, 18 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif.Hasil menunjukkan bahwa terapi non-hormonal seperti akupunktur, yoga, terapi perilaku kognitif (CBT), dan suplemen herbal terbukti efektif dalam mengurangi gejala fisik dan psikologis menopause. Terapi-terapi ini juga dilaporkan aman dan minim efek samping. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi non-hormonal dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk meredakan gejala menopause, terutama bagi wanita yang tidak dapat menggunakan terapi hormon.
Pendidikan Kesehatan pada Kelompok Arisan Wanita dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Wanita dalam Menghadapi Masa Menopause Sebtalesy, Cintika Yorinda; Mathar, Irmawati
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v1i2.255

Abstract

Menopause dikenal sebagai masa berakhirnya menstruasi atau haid. Akibat perubahan dari haid menjadi tidak haid lagi menyebabkan timbulnya berbagai keluhan fisik, baik yang berhubungan dengan organ reproduksinya maupun organ tubuh pada umumnya. Ada baiknya jika seseorang wanita sudah mempersiapkan diri menghadapi masa menopause dengan pengetahuan yang memadai. Kesiapan seorang wanita menghadapi masa menopause akan sangat membantu ia menjalani masa menopause dengan lebih baik. Menurut Pittsburg, sebagian besar wanita menopause di dunia tidak mengetahui tentang menopause. Wanita menopause yang tidak mengetahui tentang menopause hampir 80,9%. Sebagian besar dari mereka berespon bermacam-macam terhadap datangnya masa ini, yaitu mengalami kecemasan, depresi, stres, mudah marah, daripada wanita yang mengetahui menopause. Berdasar wawancara yang dilakukan peneliti, 10 ibu yang mengalami menopause, 3 ibu mengatakan tidak mengalami perubahan kejiwaan menjelang menopause, 7 ibu mengatakan mengalami perubahan kejiwaan yaitu berupa rasa takut menjadi tua, mudah tersinggung, merasa tidak menarik lagi, takut tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut suami akan menyeleweng. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah Pendidikan Kesehatan Pada Kelompok Arisan Wanita Dalam Upaya Meningkatkan Kesiapan Wanita Dalam Menghadapi Masa Menopause. Metode yang digunakan adalah terjun langsung memberikan penyuluhan tentang menopause. Dari hasil pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan, para wanita antusias dan mengerti tentang menopause dilihat dari hasil post test. Dari hasil yang sudah di dapat tersebut di harapkan para wanita siap untuk menghadapi menopause.
Pembentukan Peer Educator Untuk Meningkatkan Personal hygiene Dalam Mencegah Scabies di Panti Asuhan Mathar, Irma; Klevina, Mertisa Dwi; Sebtalesy, Cintika Yorinda; Deviga, Lidia
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: Januari 2024
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v4i1.490

Abstract

Personal hygiene merupakan usaha inividu untuk menjaga kesehatan, menghindari penyakit dengan memperhatikan kebersihan diri. Kurangnya pemberian informasi mengenai personal hygiene dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu penyakit yang banyak timbul dilingkungan panti asuhan adalah scabies. Usaha kegiatan peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan membentuk peer educator yaitu pendidik yang bertugas untuk memberikan informasi dan mempunyai kepedulian dalam rangka pencegahan penyakit. Berdasarkan uraian diatas maka penting dilaksanakan kegiatan peningkatan personal hygiene melalui pembentukan peer educator untuk mencegah timbulnya scabies dilingkungan panti asuhan. Tahap yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian ini adalah yang pertama pembentukan peer educator kemudian yang kedua pemberian pre test kepada penghuni Panti Asuhan Insan Berseri yaitu para anak asuh, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi oleh peer educator. Setelah pemberian materi dan diskusi, diberikan post test dan terakhir evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan perilaku anak mengenai personal hygiene. Hal ini dibuktikan dengan hasil post test setelah adanya pemberian materi oleh peer educator dan perubahan perilaku pada anak di panti asuhan dengan memperhatikan kebersihan pakaian, tangan dan kuku, kebersihan kulit dan penggunaan handuk serta kebersihan tempat tidur sehingga dapat mencegah terjadinya scabies dan mencegah penularan penyakit scabies dilingkungan panti asuhan intan berseri.
Dukungan Kader Dalam Program GRATIS sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang MPASI dan Pencegahan Malnutrisi Afindaningrum, Rochmanita Sandya; MS, Novi Paramitasari; Dewi, Kunawati Tungga; Janasti, Laksmitha; Sebtalesy, Cintika Yorinda; Ripursari, Tety; Harisa, Karmila
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v5i2.719

Abstract

Edukasi tentang MPASI dengan materi kesulitan makan dan aturan makan penting diberikan kepada kader untuk memcegah malnutrisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 28 November 2024 di Kelurahan Pakunden dengan 23 kader. Kegiatan dimulai dengan pretest dilanjutkan dengan pemberian edukasi dengan media e-modul MPASI, dan dilanjutkan dengan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Kader pelaksanaan kegiatan edukasi tentang MPASI berjalan dengan baik MPASI. Kader posyandu menunjukkan minat, antusiasme yang tinggi, dan penerimaan positif terhadap materi.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Pencegahan Fluor Albus Pada Siswi di SMPN 9 Madiun Sebtalesy, Cintika Yorinda; Kartika; Lucia Ani Kristanti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 9 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v9i1.517

Abstract

Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan seperti nanah dari vagina, namun tidak mengeluarkan darah. Ada dua jenis keputihan yaitu fisiologis dan patologis. Menurut studi World Health Orgnization (WHO), masalah kesehatan reproduksi perempuan yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang diderita para perempuan di dunia, salah satunya adalah Fluor Albus. Sekitar 75% wanita di dunia pasti akan mengalami Fluor Albus paling tidak sekali seumur hidup dan sebanyak 45% wanita mengalami Fluor Albus 2 kali atau lebih, sedangkan wanita Eropa mengalami angka keputihan sebesar 25%, dimana 40-50% akan mengalami kekambuhan. Dari sepuluh siswi kelas 7 SMPN 9 Madiun , 7 siswi (28%) tidak mengetahui tentang Fluor Albus yaitu tidak mengetahui tentang informasi Fluor Albus, cara pencegahan Fluor Albus dan penatalakasanaannya.Penelitian ini menggunakan metode pre-test dan desain yang digunakan adalah one-group pre-test-post-test design. Dari segi teknik pengambilan sampel, penelitian menggunakan purposive sampling dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) menggunakan alat ukur. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon sign-rank test dengan taraf signifikansi α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tertinggi siswa SMPN 9 Madiun sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan berada pada kategori sesuai, dan rata-rata nilai pengetahuan siswa SMPN 9 Madiun sebesar 23,94. Perilaku siswa SMPN 9 Madiun setelah diberikan pendidikan kesehatan tertinggi berada pada tingkat cukup, dan rata-rata nilai pengetahuan siswa SMPN 9 Madiun sebesar 26,35. Pemberian pendidikan kesehatan melalui majalah berpengaruh terhadap pengetahuan siswi SMPN 9 Madiun tentang pencegahan fluor albus dengan nilai signifikansi P value 0,003 < α 0,05. Siswi SMPN 9 Madiun diharapkan memiliki pengetahuan tentang pencegahan keputihan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan alat kelamin dan untuk SMPN 9 Madiun diharapkan memasukkan materi tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan atau fluor albus.
Peningkatan Produksi ASI Ibu Menyusui dengan Penyuluhan Pola Makan Seimbang dan Penurunan Tingkat Stress di Bogorejo, Magetan Sebtalesy, Cintika Yorinda; Anisia, Dian; Mulyati, Sesaria Betty
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v2i1.258

Abstract

Menyusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kelahiran bayi tanpa memberikan tambahan makanan padat atau cairan selain Air Susu Ibu (ASI) bermanfaat bagi banyak segi kehidupan. Produksi ASI yang lancar diperlukan untuk proses tersebut. Makanan dan ketenangan jiwa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI tersebut selain dipengaruhi oleh faktor hormon prolaktin dan oksitosin. Kandungan ASI terdiri dari berbagai macam jenis gizi yang sangat khusus dan sempurna sesuai yang dibutuhkan oleh bayi. Tujuh dari sepuluh ibu di Bogorejo memiliki pengetahuan yang kurang mengenai pola makan untuk ibu menyusui dan belum mengetahui mengenai pengelolaan stres. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui khususnya mengenai pola makan dan pengelolan stres sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dan diberikan evaluasi pengetahuan berupa pre-test dan post test dengan jumlah peserta 17 responden ibu menyusui bayi usia 0-12 bulan. Dari kegiatan penyuluhan ini diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan pada ibu menyusui bayi usia 0-12 bulan dilihat dari perbandingan hasil pre-test dan post test.
Penyuluhan Keluarga Berencana Berbasis Komunitas Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Lestari, Heni Eka Puji; Sebtalesy, Cintika Yorinda; Villasari, Asasih; Kartika, Kartika; Kristanti, Lucia Ani
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i1.1382

Abstract

Rendahnya tingkat pengetahuan dan partisipasi pasangan usia reproduktif dalam program Keluarga Berencana (KB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di daerah pedesaan, termasuk Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Besarnya masalah ini tercermin dalam rendahnya pemanfaatan metode kontrasepsi modern, khususnya kontrasepsi reversibel jangka panjang, yang meningkatkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, dan mendorong partisipasi aktif dalam KB melalui pendekatan konseling berbasis masyarakat. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif yang melibatkan petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan kader posyandu di empat pos kesehatan masyarakat di Desa Sidomukti. Kegiatan pendidikan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan penggunaan media pendidikan seperti brosur dan alat peraga kontrasepsi. Evaluasi program dilakukan menggunakan asesmen pra-uji dan pasca-uji untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan peningkatan rata-rata sebesar 34%, disertai dengan penurunan persepsi negatif dan peningkatan minat pada metode kontrasepsi yang lebih efektif. Konseling keluarga berencana berbasis komunitas terbukti sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan memiliki potensi yang kuat sebagai model intervensi berkelanjutan untuk mendukung keluarga berencana dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat pedesaan.