Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Ambient Interior Cafe Terhadap Pemilihan Tempat Bekerja Remote Worker di Era Pandemi COVID-19 Sri Wahyuni Trisna, Ni Made; Utami, Ni Kadek Yuni; Effendi, Nabil Rahman
Waca Cipta Ruang Vol. 8 No. 2 (2022): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v8i2.7351

Abstract

The COVID-19 pandemic has boosted interest in working remotely, outside of an office, and the demand for these workers. During a pandemic, it is crucial to think about a cafe's comfort, especially the ambiance that is produced by the space's lighting, noise, and temperature. According to theory, the interior setting affects visitors' psychological well-being and can facilitate productive behavior. This study seeks to determine how the cafe's ambient environment—including lighting, sound, and temperature—affects remote workers' preferences for workspace. In order to determine the influence of the interior environment on deciding where to work during a pandemic, this study employed a quantitative methodology and surveyed 50 remote workers. Additionally, in-person observations at three well-known cafés in the Ubud area— Ruster Cafe, Milk and Madu, and Monsieur Spoon—were done to look at how the pandemic has affected the interior design. The study of the survey data demonstrated that the ambient interior's light, sound, and temperature, which can foster a sense of security and comfort against the transmission of the COVID-19 virus, had a substantial impact on remote employees' judgments about where to work during a pandemic. The findings of this study should assist café managers and owners in appreciating the importance of ambiance in their establishments. Keywords:Ambient Interior, Cafe, COVID-19 Pandemic, Remote Workers
Desain Angkringan Sebuah Resiliensi Saat Pandemi Covid-19: (Studi Kasus : Angkringan Temu Rasa, Celuk Gianyar Bali) Utami, Ni Kadek Yuni; Trisna, Ni Made Sri Wahyuni
Waca Cipta Ruang Vol. 9 No. 2 (2023): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v9i2.10747

Abstract

The use of outdoor space as resilience during a pandemic seems to answer the community's need for social interaction when regulations apply to social-physical restrictions in carrying out activities. Angkringan as a place to eat outside began to appear a lot during the Covid-19 pandemic situation by offering affordable food prices, simple design places and other adjustments that follow health protocol rules. This makes people interested in visiting and spending time in these places. This research was conducted with the aim of analyzing the design of angkringan as resilience during a pandemic. In addition, this research can also provide insight to interior designers or architects on the use of outdoor space during a pandemic and serve as a guide during an endemic. The collection method was carried out by distributing questionnaires to 100 visitor respondents angkringan and observation to angkringan Temu Rasa in the parking area of ​​the Cening Ayu Souvenir Center, Sukawati, Gianyar. Observations emphasize the efforts made by the management to create a comfortable and safe outdoor space during a pandemic. Observation data will be compared with the results of people's preferences for angkringan during a pandemic. By using relevant theory, it is hoped that through this research the design resilience efforts can be identified which include layout, circulation, materials, furniture carried out in the design.angkringan to answer the need for outdoor space that is safe, comfortable, and in accordance with health protocols.
REVITALISASI PASAR INDUK SAYUR MAYUR BATURITI DENGAN KONSEP OPEN FLOWING MARKET Utami, Ni Kadek Yuni; Maharani, I Gusti Ayu Made Regina Bintang; Suyoga, I Putu
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15720

Abstract

Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam sistem distribusi pangan di Indonesia, namun keberadaannya semakin terancam oleh perkembangan pasar modern dan e-commerce. Revitalisasi pasar tradisional menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting dan memberikan rekomendasi revitalisasi fisik Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mencakup observasi langsung, wawancara, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti menghadapi berbagai permasalahan, seperti tata letak kios yang tidak terorganisir, sirkulasi pengunjung, distribusi barang yang kurang optimal, keterbatasan fasilitas umum seperti toilet dan area interaksi sosial. Konsep Open Flowing Market diterapkan dalam perancangan revitalisasi, menekankan fleksibilitas ruang, sistem zonasi yang efisien, serta jalur pedestrian dan distribusi barang yang terpisah. Selain itu, penambahan fasilitas pendukung seperti ruang terbuka hijau, foodcourt dan toilet yang lebih memadai diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, daya tarik pasar dan mampu mempertahankan identitas budaya pasar tradisional sebagai ruang interaksi sosial masyarakat di Bali.      Kata kunci: Revitalisasi pasar, pasar tradisional, tata letak, sirkulasi, Open Flowing Market, Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti.   
Estetika Wabi-Sabi dan Kenyamanan Interior Pendekatan Berbasis Data terhadap Desain Holistik Giri, Kadek Risna Puspita; Ni Kadek Yuni Utami; Ni Made Sri Wahyuni Trisna
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 1 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i1.15822

Abstract

Konsep Wabi-Sabi dalam desain interior menekankan estetika ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keterhubungan dengan alam, yang semakin relevan dalam menciptakan ruang yang nyaman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi prinsip Wabi-Sabi dalam desain interior melalui pendekatan holistik dengan meninjau empat aspek utama kenyamanan ruang, yaitu suhu ruangan, pencahayaan alami, refleksi material, dan warna interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 80 responden yang memiliki pengalaman terhadap ruang dengan elemen Wabi-Sabi, serta analisis observasional terhadap satu restoran dengan konsep Wabi-Sabi. Teknik analisis data melibatkan regresi linier untuk memahami hubungan variabel kenyamanan interior dengan elemen desain berbasis Wabi-Sabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi material alami dan pencahayaan alami memiliki korelasi signifikan terhadap persepsi kenyamanan pengguna, sedangkan suhu ruangan dan warna interior lebih berpengaruh secara subjektif tergantung preferensi pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kenyamanan interior berbasis estetika filosofis serta menjadi referensi bagi desainer dalam menciptakan ruang yang lebih harmonis dan berkelanjutan. Kata kunci: desain holistik, estetika wabi-sabi, interior berkelanjutan, kenyamanan interior, material alami
ECO-INTERIOR RUANG PERMAKULTUR : MENGHUBUNGKAN RUANG & ALAM DI KAWASAN HUTAN DESA ABANG Ambarawati, Ida Ayu Oka; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Utami, Ni Kadek Yuni
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15813

Abstract

Perancangan Eco-Interior Ruang permakultur bertujuan untuk menciptakan ruang yang harmonis antara manusia dan alam di kawasan Hutan Abang, Desa Abang Baturiti, Bali. Lokasi ini merupakan bagian dari skema kehutanan sosial yang dikelola oleh HKm Abang Lestari, dengan tantangan utama berupa keterbatasan fasilitas dan kebutuhan akan ruang yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interior ruang publik berbasis prinsip permakultur yang adaptif terhadap konteks lingkungan dan sosial kawasan. Konsep ruang permakultur diterapkan dalam desain untuk memastikan bahwa ruang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem. Prinsip utama permakultur—perhatian terhadap bumi, perhatian terhadap manusia, dan pembagian hasil yang adil—diimplementasikan melalui pemanfaatan material alami dan daur ulang, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara, serta integrasi elemen vegetasi dalam ruang. Ruang yang dirancang meliputi area registrasi, pusat komunitas, pasar petani, workshop edukasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Metode perancangan dilakukan dengan pendekatan berbasis observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta analisis kebutuhan pengguna. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi model desain yang tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsep permakultur serta mendukung kesejahteraan ekonomi lokal. Kata Kunci: Eco-Interior, Ruang permakultur, Interior Berkelanjutan, Desa Abang