Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Penambangan Batubara PT Duta Tambang Rekayasa di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Alif Adityantono; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8703

Abstract

Abstract. Mining activities are carried out using an open pit mining system using a strip mining system. In overburden stripping, mechanical devices such as Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G and Dumptruck Scania P380CB are used as conveyance tools. . The use of diesel as a fuel has a significant effect on mining operational costs. There are several factors that can affect the use of fuel in mechanical devices, one of which is the road geometry. Therefore the productivity of the hauling equipment is carried out with more efficient fuel consumption. In increasing the productivity of hauling equipment with more efficient fuel consumption, several studies were carried out on several parameters, namely road slope, straight road width, bend radius, Superelevation, Cross Slope, Fuel Ratio, and Fuel Cost. The results of the study were then evaluated based on the AASHTO theory with the standard setting for the maximum road slope of 12% and Ministerial Decree No. 1827/K/30/MEM/2018. Based on the results of observations and calculations on field activities, the actual production of the means of conveyance is 344.06 BCM/hour with an average fuel consumption of 13.82 liters/hour. The actual Fuel Ratio value in research activities for transportation equipment is 0.20 liters/BCM, and the Fuel Cost is Rp. 60,067,335 / month/tool. After a study on road geometry, the productivity value increased to 440.42 BCM/hour with a Fuel Ratio of 0.15 liters/BCM, and the Fuel Cost became Rp. 47,044,368 / month/tool, so after repairs the cost decreased by Rp. 13,022,949 / month/tool. Improvements in road conditions affect production, fuel consumption, Fuel Ratio, and Fuel Cost to reduce operational costs in mining. Abstrak. Kegiatan penambangan dilakukan dengan sistem penambangan terbuka. Dalam pengupasan overburden digunakan alat mekanis seperti alat gali-muat Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G dan Dumptruck Scania P380CB sebagai alat angkut. Penggunaan solar sebagai bahan bakar memberikan pengaruh biaya operasional penambangan yang cukup besar. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan bahan bakar pada alat mekanis, diantaranya kondisi geometri jalan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Dalam meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, dilakukan beberapa kajian terhadap beberapa parameter yaitu kemiringan jalan, lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, jari–jari tikungan, Superelevasi, Cross Slope, Fuel Ratio, Fuel Cost. Hasil dari kajian tersebut kemudian di evaluasi berdasarkan teori AASHTO dengan ketetapan standar kemiringan jalan maksimal yaitu 12% dan Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan pada kegiatan lapangan, produksi alat angkut aktual adalah 344,06 BCM/jam dengan ratarata konsumsi bahan bakar alat 13,82 liter/jam. Nilai Fuel Ratio secara aktual pada kegiatan penelitian untuk alat angkut adalah 0,20 liter/BCM, serta Fuel Cost sebesar Rp. 60.067.335 /bulan/alat. Setelah dilakukan kajian pada geometri jalan, nilai produktivitas naik menjadi 440,42 BCM/jam dengan Fuel Ratio 0,15 liter/BCM, serta Fuel Cost menjadi Rp. 47.044.368 /bulan/alat, sehingga setelah perbaikan mengalami penurunan biaya sebesar Rp. 13.022.949 /bulan/alat. Perbaikan pada kondisi jalan berpengaruh terhadap produksi, konsumsi bahan bakar, Fuel Ratio, dan Fuel Cost sehingga dapat mengurangi biaya operasional pada penambangan.
Analisis Investasi dan Kelayakan Ekonomi pada Penambangan Sirtu CV Billiant Ningrat di Kecamatan Leles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat Nopian Sukmana; Zaenal; Indra Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.9219

Abstract

Abstract. CV Brilliant Ningrat is a sirtu commodity mining company in Leles District, Garut Regency, West Java Province. The company conducted a study to test the economic feasibility of mining and prospect reserves at the location. In investment analysis, the required data includes initial investment costs and annual mining targets. The Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) method is used to analyze economic feasibility by calculating Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), and Payback Period (PBP). The results of the analysis show that CV Brilliant Ningrat is economically feasible, because the NPV is Rp83,058,107,084, the IRR is 46.3%, and the PBP is about 2.76 years. A positive NPV value indicates a favorable rate of return on investment, IRR exceeds the minimum expected rate, and PBP is smaller than the mine life, so the investment is considered profitable. Furthermore, a sensitivity analysis was conducted to test the impact of changes in selling prices and production costs on economic viability. The results show that the company risks incurring losses if the selling price falls by 24% and production costs remain fixed. Conversely, if the selling price increases by 76% and production costs remain fixed, the company will also incur a loss. In conclusion, the results of the economic feasibility analysis show that CV Brilliant Ningrat can be considered a profitable investment, but it is necessary to pay attention to resilience to fluctuations in selling prices and production costs. The use of primary and secondary data and analysis using the DCFROR method have provided important information for making investment decisions in the future. Abstrak. CV Brilliant Ningrat adalah perusahaan pertambangan komoditas sirtu di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Perusahaan ini melakukan penelitian untuk menguji kelayakan ekonomi tambang dan prospek cadangan di lokasi tersebut. Dalam analisis investasi, data yang diperlukan meliputi biaya investasi awal dan target penambangan tahunan. Metode Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) digunakan untuk menganalisis kelayakan ekonomi dengan menghitung Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Hasil analisis menunjukkan bahwa CV Brilliant Ningrat layak secara ekonomi, karena NPV sebesar Rp83.058.107.084, IRR sebesar 46,3%, dan PBP sekitar 2,76 tahun. Nilai NPV yang positif menandakan tingkat pengembalian investasi yang menguntungkan, IRR melebihi tingkat minimum yang diharapkan, dan PBP lebih kecil dari umur tambang, sehingga investasi dianggap menguntungkan. Selanjutnya, dilakukan analisis sensitivitas untuk menguji dampak perubahan harga jual dan biaya produksi terhadap kelayakan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan berisiko mengalami kerugian jika harga jual turun hingga 24% dan biaya produksi tetap. Sebaliknya, jika harga jual naik hingga 76% dan biaya produksi tetap, perusahaan juga akan mengalami kerugian. Dalam kesimpulannya, hasil analisis kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa CV Brilliant Ningrat dapat dianggap sebagai investasi yang menguntungkan, namun perlu memperhatikan ketahanan terhadap fluktuasi harga jual dan biaya produksi. Penggunaan data primer dan sekunder serta analisis menggunakan metode DCFROR telah memberikan informasi penting untuk mengambil keputusan investasi di masa depan.
Kajian Desain Jalan Tambang Pengangkutan Batubara dari Pit Menuju Stockpile Rahma Wita; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3776

Abstract

Abstract. PT Era Perkasa Mining Site Peranap is a coal mining company operating in Katipo Village, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province, with an IUP covering 1,350 hectares. The site is located 232 km from Sultan Syarif Kasim II International Airport, an estimated 6-hour drive by land. The main issue at this site is the failure to meet the transportation production target of 200,000 BCM per month, due to non-standard road geometry and high ground pressure in some segments. The study was conducted through direct field observation to assess the site conditions. Data collected included road width, road gradient, ground pressure, cycle time, and production calculations. The results showed that the road geometry was 16 meters wide in segment R-S and the minimum road width was 4 meters. The road gradient in segment C-D was 13%, and the ground pressure was 334.55 lbs/inch². The transportation production was 181,540 BCM per month, below the target. Improvements were made by adjusting the road width and gradient to meet standards (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) and AASHTO, and adding hardening materials to reduce ground pressure. After these efforts, transportation production increased to 232,440 BCM per month, meeting the target. Abstrak. PT Era Perkasa Mining Site Peranap adalah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Desa Katipo, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dengan IUP seluas 1.350 hektar. Lokasi ini berjarak 232 km dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, dengan estimasi perjalanan darat selama 6 jam. Permasalahan di lokasi ini adalah target produksi pengangkutan yang belum tercapai sebesar 200.000 BCM per bulan, disebabkan oleh geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ground pressure yang besar di beberapa segmen. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengkaji kondisi lokasi. Data yang diambil meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, ground pressure, cycle time, dan perhitungan produksi. Hasil perhitungan menunjukkan geometri jalan 16 meter pada segmen R-S dan lebar jalan minimum 4 meter. Kemiringan jalan di segmen C-D memiliki grade 13%, dan ground pressure sebesar 334,55 lbs/inch². Produksi pengangkutan hanya mencapai 181.540 BCM per bulan, sehingga target belum tercapai. Upaya perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan lebar dan kemiringan jalan sesuai standar (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) dan AASHTO, serta menambah material pengeras untuk mengurangi ground pressure. Setelah upaya ini, produksi pengangkutan meningkat menjadi 232.440 BCM per bulan, sehingga target tercapai.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut Dimas Gumelar; Zaenal; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3817

Abstract

Abstract. PT XYZ Tbk is a company engaged in the mining industry with one of its commodities in the form of bauxite located in Sanggau Regency, West Kalimantan Province. In the actual conditions in the research area there are several road geometries that are not in accordance with the standards set so that the production target is not achieved. In this research process, the road geometry at Bukit 30 Site is focused on the standardization of the hauling road to the washing plant area. Analysis using the comparative method is carried out on road geometry that refers to the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 1827 of 2018 and the American Association of State Highways and Transportation Officials Based on the actual research results, the actual productivity in the field of hauling equipment is 32.23 BCM / hour / tool with an average fuel consumption of 10.06 liters / hour and a Fuel Ratio of 0.31 liters / BCM. After simulating the road geometry improvement process using software, recommendations are obtained to increase tool productivity and reduce Fuel Ratio with road grade standardization of no more than 8%. Then obtained an increase in productivity of 69.4 BCM / hour / tool recommendations with the achievement of production of 126,469.04 tons / month with an average fuel consumption of 7.35 liters / hour and a Fuel Ratio of 0.1 liters / BCM. Abstrak. PT XYZ Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha industri pertambangan dengan salah satu komoditasnya berupa bauksit yang berlokasi di Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Pada kondisi aktual di daerah penelitian terdapat beberapa geometri jalan yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan sehingga, target produksi tidak tercapai. Dalam proses penelitian ini dilakukan terhadap geometri jalan pada Site Bukit 30 yang berfokus pada standarisasi jalan hauling menuju area washing plant. Analisis menggunakan metode komperatif dilakukan terhadap geometri jalan yang mangacu pada Keputusan Menteri ESDM No. 1827 tahun 2018 dan American Association of State Highways and Transportation Officials Berdasarkan hasil penelitian secara aktual maka didapatkan produktivitas aktual di lapangan alat angkut 32,23 BCM/jam/alat dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut 10,06 liter/jam dan Fuel Ratio sebesar 0,31 liter/BCM. Setelah melakukan proses simulasi perbaikan geometri jalan menggunakan perangkat lunak maka didapatkan rekomendasi untuk peningkatan produktivitas alat dan pengurangan Fuel Ratio dengan standarisasi grade jalan tidak lebih dari 8%. Maka didapatkan peningkatan produktivitas rekomendasi alat angkut 69,4 BCM/jam/alat dengan tercapainya produksi sebesar 126.469,04 ton/bulan dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut 7,35 liter/jam dan Fuel Ratio sebesar 0,1 liter/BCM.
Kajian Geometri dan Daya Dukung Perkerasan Jalan pada Pengangkutan Batubara Erlan Adiya Jamil; Indra Karna Wijaksana; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3894

Abstract

Abstract. To support this, good road geometry and bearing capacity are essential. Currently, some road segments do not meet standards, and poor surface conditions marked by undulations (subsidence) hinder transportation activities. This study uses a quantitative methodology with direct field data collection through observations and measurements, including road geometry data and Dynamic Cone Penetrometer (DCP) tests. Data analysis involves comparing road geometry and soil bearing capacity with the standards set in Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. For geometry that does not meet standards, design improvements will be made, and for insufficient soil bearing capacity, additional road pavement layers will be added. The study found that some roads had narrowed widths and inadequate superelevation. The highest soil bearing capacity was 7.40 kg/cm², insufficient to support the vehicle load of 9.43 kg/cm². This results in road damage, marked by surface depressions and undulations. Therefore, road reinforcement is needed by adding a sub-base course using 84 cm thick soil material in segment 1 and 63 cm in segment 2, followed by a base course using 20 cm thick class A crushed stone for both segments. Abstrak. Salah satu kegiatan utama perusahaan ini adalah proses pengangkutan batubara. Untuk mendukung aktivitas tersebut, diperlukan kondisi geometri dan daya dukung jalan yang baik. Berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terdapat beberapa segmen jalan yang belum memenuhi standar dan kondisi permukaan yang buruk, ditandai dengan adanya undulasi (amblasan), yang dapat mengganggu aktivitas pengangkutan. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara langsung di lapangan melalui pengamatan dan pengukuran, meliputi data geometri jalan dan pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Analisis data dilakukan dengan membandingkan geometri jalan dan daya dukung tanah dengan standar yang ditetapkan dalam Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. Untuk geometri jalan yang belum sesuai, dilakukan perbaikan desain, sedangkan untuk daya dukung tanah yang kurang memadai, dilakukan penambahan lapisan perkerasan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jalan mengalami penyempitan dan superelevasi yang tidak sesuai standar. Daya dukung tanah terbesar yang diperoleh adalah 7,40 kg/cm², yang dinilai kurang dalam menopang beban kendaraan sebesar 9,43 kg/cm². Hal ini menyebabkan kerusakan jalan, ditandai dengan penurunan permukaan dan undulasi. Oleh karena itu, diperlukan perkerasan jalan dengan penambahan sub-base course menggunakan material tanah setebal 84 cm pada segmen 1 dan 63 cm pada segmen 2, serta base course menggunakan batu pecah kelas A setebal 20 cm untuk kedua segmen.
Kajian Geometri Jalan Angkut dari Lokasi Loading Point Menuju Lokasi Dumping Arif Mangkusagara; Zaenal; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5144

Abstract

Abstrak. PT Silva Andia Utama adalah perusahaan tambang batu andesit yang beroperasi di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan metode tambang terbuka (surface mining), perusahaan ini menghadapi tantangan dalam mencapai target produksi. Pada September 2023, produksi aktual hanya mencapai 13.654,65 BCM dari target 24.000 BCM, setara dengan 56,89%. Faktor utama yang menghambat adalah geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ketidakserasian (match factor) antara alat gali-muat dan alat angkut. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan melakukan evaluasi teknis berbasis Keputusan Menteri ESDM 1827 tahun 2018 dan AASHTO 1965. Fokus evaluasi adalah perbaikan geometri jalan untuk mendukung produktivitas. Awalnya, match factor tercatat sebesar 0,42, dengan produksi 47,74 BCM/jam menggunakan 1 unit excavator Hitachi Zaxis 350 H dan 2 unit dump truck Mitsubishi Fuso 220 PS. Setelah optimasi, match factor meningkat menjadi 0,74, dengan produksi 87,02 BCM/jam. Hasilnya, produksi bulanan mencapai 24.887,94 BCM, melampaui target dengan persentase ketercapaian 103,70%. Kajian ini menunjukkan pentingnya evaluasi teknis dalam meningkatkan efisiensi operasional, terutama terkait geometri jalan dan penggunaan alat mekanis, untuk mendukung pencapaian target produksi perusahaan. Abstract. PT Silva Andia Utama operates in the andesite stone mining sector, located in Batujajar District, West Bandung Regency, West Java. The company employs surface mining methods and faced challenges in September 2023 when actual production reached only 13,654.65 BCM, achieving 56.89% of the 24,000 BCM target. The shortfall was attributed to substandard road geometry and an inefficient match factor between loading and hauling equipment. To address these issues, a technical evaluation was conducted, referencing the Minister of Energy and Mineral Resources Decree 1827 of 2018 and AASHTO 1965 standards. The evaluation aimed to improve road geometry and optimize equipment performance. Findings revealed a match factor of 0.42 and production of 47.81 BCM/hour using one Hitachi Zaxis 350 H excavator and two Mitsubishi Fuso 220 PS dump trucks. Following optimization efforts, productivity increased to 87.02 BCM/hour, with the match factor improving to 0.74. Monthly production rose to 24,887.94 BCM, exceeding the target with a 103.70% achievement rate. This case highlights the critical role of technical evaluations in optimizing equipment operations and road conditions, ensuring effective and efficient achievement of production goals.
Analisis Kestabilan Lereng untuk Rencana Pit Tambang Batubara PT. XYZ Muhammad Dhafin Razaqa; Iswandaru; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5217

Abstract

Abstrak. Penambangan terbuka memiliki risiko ketidakstabilan massa batuan, sehingga analisis kestabilan lereng menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis serta sifat fisik dan mekanik batuan penyusun lereng, sekaligus merekomendasikan geometri lereng yang stabil berdasarkan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran. Data sifat fisik (densitas natural dan saturated) dan sifat mekanik (kohesi dan sudut gesek dalam) dianalisis menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Monte Carlo untuk probabilitas kelongsoran. Analisis dilakukan pada lereng tunggal dengan tinggi 5, 8, dan 10-meter serta kemiringan 40-60°, sedangkan lereng keseluruhan menggunakan sudut 20-50° pada berbagai elevasi. Untuk lereng timbunan, analisis mencakup tinggi 10-40 meter dengan kemiringan 19, 21, dan 23°. Hasilnya, geometri lereng tunggal yang direkomendasikan adalah sandstone (tinggi 8 m, sudut 55°), siltstone dan claystone (tinggi 10 m, sudut 45°), serta carbonaceous claystone dan coal (tinggi 10 m, sudut 60°). Geometri lereng keseluruhan yang disarankan meliputi sudut 35° untuk high wall dan low wall pit Selatan (elevasi 0 mdpl), 28° untuk high wall pit Utara (elevasi -30 mdpl), dan 32° untuk low wall pit Utara (elevasi -20 mdpl). Untuk lereng timbunan, direkomendasikan geometri dengan tinggi 40 meter dan sudut 21°. Analisis ini memberikan acuan penting bagi perencanaan tambang yang aman dan efisien. Abstract. Open-pit coal mining poses risks of rock mass instability, necessitating slope stability analysis. This study aimed to evaluate rock types, physical and mechanical properties, and recommend slope geometries based on safety factors and failure probabilities. Data included rock densities, shear strength (cohesion and friction angle), and analyses using the Limit Equilibrium Method (LEM) and Monte Carlo Method. Single slope stability was analyzed for heights of 5, 8, and 10 meters with angles of 40-60°, while overall slope stability considered angles of 20-50° at varying elevations and heights. Disposal slope stability was examined for heights of 10-40 meters with slopes of 19, 21, and 23°. Recommendations include single slope geometries for sandstone (8 m height, 55° angle), siltstone and claystone (10 m height, 45° angle), and carbonaceous claystone and coal (10 m height, 60° angle). Overall slope recommendations are 35° for South pit high and low walls at 0 mdpl, 28° for North pit high wall at -30 mdpl, and 32° for North pit low wall at -20 mdpl. For disposal slopes, a geometry of 40 m height with a 21° angle is suggested.
Kajian Teknis Dimensi Sump dan Kebutuhan Pompa pada Penyaliran Tambang Terbuka PT. XYZ Muhammad Fawwaz Mursyid; Noor Fauzi Isniarno; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i2.5282

Abstract

Abstrak. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama saat curah hujan tinggi. Penelitian ini berfokus pada desain geometri kolam penampungan dan pemilihan pompa yang optimal untuk memastikan efisiensi sistem pengelolaan  air tambang. Kolam penampungan dirancang untuk menampung limpasan air hujan tanpa mengganggu operasi tambang, sementara pompa yang tepat diperlukan untuk menjaga efektivitas pengaliran air dan keselamatan kerja. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer dari lapangan, seperti debit air limpasan dan kapasitas kolam, serta data sekunder dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Analisis menggunakan metode E.J. Gumbell untuk menghitung curah hujan ekstrem dan statistika untuk keseimbangan air di kolam. Hasil menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan 3805,87 m³/hari. Desain kolam penampungan memiliki dimensi panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran penyaliran didesain dengan lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan dirancang dengan lebar 50 m, panjang 25 m, dan kedalaman 2 m. Untuk tahun pertama, kebutuhan maksimum adalah tiga pompa guna mengelola air secara optimal sesuai kapasitas desain. Abstract. Operasi tambang terbuka di PT XYZ menghadapi tantangan signifikan dalam manajemen air akibat fluktuasi cuaca, terutama selama curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang geometri kolam penampungan dan memilih pompa optimal untuk memastikan pengelolaan air tambang yang efisien serta mendukung kelancaran operasi dan keselamatan kerja. Kolam penampungan dirancang untuk mengakomodasi limpasan air hujan tanpa mengganggu aktivitas tambang, sementara pompa yang dipilih harus mampu mengalirkan air secara efektif. Data primer dikumpulkan langsung dari lapangan, termasuk debit limpasan dan kapasitas kolam, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan cuaca historis dan literatur terkait. Metode E.J. Gumbell digunakan untuk menganalisis curah hujan ekstrem, sementara analisis statistik diterapkan untuk menghitung keseimbangan air di kolam. Hasil penelitian menunjukkan intensitas curah hujan maksimum mencapai 20,37 mm/jam, debit limpasan hingga 9419,67 m³/jam, debit air tanah 64,65 m³/hari, dan debit pemompaan sebesar 3805,87 m³/hari. Kolam penampungan dirancang dengan panjang dasar 40 m, panjang permukaan 50 m, dan kedalaman 5 m dengan kemiringan 45°. Saluran drainase memiliki lebar dasar 0,40 m, lebar permukaan 0,81 m, dan kedalaman 0,42 m. Kolam pengendapan didesain dengan lebar 25 m, panjang 60 m, dan kedalaman 2 m. Pada tahun pertama, diperlukan tiga unit pompa untuk pengelolaan air yang optimal sesuai kapasitas desain.
Increasing Added Value in Basalt Rocks for Making Basalt Fiber Yuliadi; Zaenal; Moralista, Elfida; Prabowo, Jerry Dwifajar; Noufal Abhinaya
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2024): (Januari, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sai
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i1.2903

Abstract

Andesite and basalt are generally mined materials used only for building (construction). To increase the added value, basalt rock is currently starting to be widely used as a construction material that is converted into composites with fiber reinforcement. In this initial research, the aim is to examine the characteristics of basalt rock at three locations in the Greater Bandung area (Gunung Bohong, Cipatik, and Batu Templek), including its chemical composition, physical and mechanical properties, and mineral composition. The research methodology is carried out on three rock characteristics that can be used as basalt fiber, namely the XRF method to determine chemical composition (Al2O3 and SiO2), physical and mechanical testing, as well as the petrographic analysis method to discover mineral composition by examining the presence of Plagioclase minerals. The results of the chemical analysis of all samples are suitable, but there are chemical compounds that do not match the parameters, namely Fe2O3 + FeO and MgO. Samples from Cipatik and Batu Templek are suitable. The physical properties test is also suitable. For mechanical property testing, only samples from Gunung Bohong and Cipatik are suitable. Petrographic tests conclude that the three rock samples fit into the basaltic andesite rock category.
Enhancing Inventory Accuracy through Structured Stock Opname in Semi Digital Warehousing: A Case Study from PT. Sumber Alfaria Trijaya, Central Sulawesi Zaenal; Bakri, Suardi
Sinergi International Journal of Logistics Vol. 3 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/sijl.v3i2.751

Abstract

This study investigates the implementation and impact of structured stock opname practices on inventory accuracy within a semi digitized retail warehouse environment in Indonesia. Conducted at PT Sumber Alfaria Trijaya’s warehouse in Palu, the research aims to assess how periodic physical inventory verification, supported by barcode technology and revised SOPs, contributes to reducing stock discrepancies and enhancing operational performance. Using a qualitative case study approach, the study involved semi structured interviews, on site observations, and document analysis over a five year period (2019–2023). Findings reveal that the consistent execution of stock opname, supported by hybrid inventory systems, led to a decline in discrepancy rates from 2.13% in 2022 to 1.66% in 2023 despite increasing inventory volumes. Improvements in warehouse layout, employee training, and the adoption of barcode scanners contributed to more efficient inventory reconciliation and data synchronization. The research demonstrates that even partial digitization, when strategically implemented, can significantly enhance supply chain reliability in resource constrained settings. The results contribute to academic and practical discourse by offering insights into adaptive warehouse practices in developing economies and underscore the role of structured procedures and technological integration in modern inventory control systems.