Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN PERAWAT DALAM KEBERHASILAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOURSE (DOTS) PADA PASIEN TB PARU Sari, Nova Nurwinda; Patria, Armen; Angayani, Rini
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 2 (2020): April 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.098 KB)

Abstract

Program kesembuhan TB paru DOTS menekankan pentingnya pengawasan terhadap penderita TB [aru agar menelan obat secara teratur sesuai ketentuan sampai dinyatakan sembuh. Mengacu pada kondeisi tersebut diperlukan adanya penanggulangan penyakit TBC ini. Pelaksanaan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) di rumah sakit merupakan salah satu upaya penting dalam penanggulangan TB. Tujuan penelitian mengetahui hubungan peran perawat dalam keberhasilan DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) pada pasien TB paru. Jenis penelitian adalahkuantitatif, dengan metode cross sectional. Jumlah responden sebanyak 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan peran perawat dalam keberhasilan Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) pada pasien TB paru di rumah sakit daerah Mayjend. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara dengan p-value 0,003.  Kata kunci : peran perawat, strategi DOTS pada pasien TB paru THE ROLE OF NURSES IN THE SUCCESS OF THE STRATEGY DIRECTLY-OBSERVED TREATMENT SHORT - COURSE (DOTS) IN PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS ABSTRACT The DOTS pulmonary tuberculosis recovery program emphasizes the importance of supervision of pulmonary TB sufferers in order to swallow the drug regularly according to the provisions until declared cured. Referring to these conditions, TB prevention is needed. DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) strategy implementation in hospitals is one of the important efforts in TB. The purpose of the study is to determine the relationship of the nurse's role in the success of the directly-observed treatment short-course (DOTS) strategy in pulmonary TB patients. This type of research is quantitative, cross sectional design. The number of respondents was 50 respondents. Data collection using a questionnaire. Univariate and bivariate (chi quare) data analysis. The results found there is a relationship between the role of nurses in the success of the directly-observed treatment short-course (DOTS) strategy in pulmonary TB patients at the Mayjend Regional Hospital. HM. Ryacudu Kotabumi North Lampung with p-value 0.003. Keywords: the role of the Nurses, strategies (DOTS) in pulmonary tuberculosis patients  
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASMA PADA ANAK DI RUANG ANAK RSUD BOB BAZAR KALIANDA Fadila, Arfina; Patria, Armen; Haryanti, Richta Puspita
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i2.15008

Abstract

Bernapas merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk menjalankan aktivitasnya, salah satu penyakit kronis yang mengganggu sistem pernapasan adalah asma, asma dapat menyerang siapa saja namun paling banyak diderita oleh anak-anak. Tingginya prevalensi asma anak di Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan menjadi beban kesehatan dimasa depan. Asma dapat menurunkan kualitas hidup anak dan menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani, asma termasuk kedalam 10 besar penyakit terbanyak di ruang anak RSUD Bob Bazar Kalianda. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asma pada anak di Ruang Anak RSUD Bob Bazar Kalianda. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis asma dan yang tidak terdiagnosis asma pada 2 Januari 2024 – 1 Februari 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian diperoleh responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 19 (52.8%), responden yang memiliki riwayat penyakit asma dalam keluarga sebanyak 28 orang (77.8%), responden yang memiliki infeksi saluran pernafasan sebanyak 26 orang (72.2%). Terdapat hubungan bermakna antara kejadian asma pada anak di Ruang anak RSUD Bob Bazar Kalianda dengan jenis kelamin (p value = 0,000), riwayat penyakit keluarga (p value = 0,000), dan infeksi saluran pernafasan (p value = 0,000). Disarankan masyarakat perlu memahami faktor pemicu serta pencegahan asma, dan rumah sakit meningkatkan pelayanan yang berkualitas dan penyuluhan kepada orang tua tentang gejala awal asma pada anak.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat ARV Pada Pasien HIV Di Puskesmas Seputih Banyak Lampung Tengah Setiawati, Wayan Devi; Maryuni, Sri; Patria, Armen
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 4 (2024): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i4.16352

Abstract

HIV dan AIDS baru-baru ini telah menjadi isu kesehatan global. Menurut SIHA Kemenkes (2023), terdapat 377.650 orang yang positif HIV/AIDS di Indonesia. Di Lampung Tengah, terdapat 252 pasien HIV aktif. Kecamatan Seputih Banyak merupakan salah satu dari tiga kecamatan terbesar dengan jumlah penderita HIV positif sebanyak 43 orang. Saat menjalani pengobatan dan terapi, pasien HIV harus mendapatkan dukungan terbaik dari teman dan anggota keluarga. Risiko yang terkait dengan HIV/AIDS dan memburuknya kesehatan individu yang positif HIV terutama disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang program pengobatan yang tepat atau pengobatan yang tidak memadai. Para peneliti menemukan bahwa jika pasien HIV secara teratur meminum obat ARV, kualitas hidup mereka akan meningkat. Motivasi ini juga harus diperkuat dengan dukungan dari kelompok. Metodologi penelitian ini merupakan kombinasi antara desain penelitian analitik kuantitatif dan desain penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Seputih Banyak pada bulan November hingga Desember 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 43 orang. Dua jenis uji yang dilakukan adalah uji univariat dan bivariat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien HIV di Puskesmas Seputih Banyak. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nilai sig adalah 0,534 dan nilai korelasi adalah 0,001, atau p < 0,05, atau hipotesis ditolak. Diharapkan pihak Puskesmas dapat meningkatkan edukasi kepada keluarga dan keluarga juga dapat meningkatkan keselamatan pasien, terutama dalam hal minum obat.
Hubungan kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasaan pasien perawatan luka Anggraini, Putri; Patria, Armen; Yuliani, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.957

Abstract

Background: The quality of home care services is an important factor in achieving patient satisfaction, especially for wound care patients. At the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, there is a need to assess the relationship between the quality of service provided and the level of patient satisfaction. Purpose: to analyze the relationship between the quality of home care service principles and wound care patient satisfaction at the Mekar Arum Primary Inpatient Clinic, Central Lampung, in 2024. Methods: The research method used was quantitative with a correlation design and cross sectional approach. The sample consisted of 39 respondents who were taken by total sampling. Data were collected through questionnaires measuring service quality and patient satisfaction. The results of the analysis showed that most respondents were aged 46-55 years, with the majority of female gender. The quality of service received by patients showed that 51.3% of respondents were satisfied, while 46.2% were very satisfied with the services provided. Results: The results of statistical tests obtained a significant relationship between service quality and patient satisfaction, with a P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Conclusion: Statistical tests using chi-square showed a p value = 0.000, which means there is a significant relationship between the quality of homecare services and patient satisfaction.   Keywords: Service Quality, Home Care, Patient Satisfaction, Wound Care.   Pendahuluan: Kualitas pelayanan home care menjadi faktor penting dalam mencapai kepuasan pasien, terutama bagi pasien perawatan luka. Di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, terdapat kebutuhan untuk menilai hubungan antara kualitas pelayanan yang diberikan dan tingkat kepuasan pasien. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan prinsip home care dengan kepuasan pasien perawatan luka di Klinik Pratama Rawat Inap Mekar Arum, Lampung Tengah, tahun 2024. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 39 responden yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46-55 tahun, dengan mayoritas jenis kelamin perempuan. Kualitas pelayanan yang diterima pasien menunjukkan 51.3% responden merasa puas, sedangkan 46.2% menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh adanya hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan dengan kepuasaan pasien, dengan nilai P Value = 0.000 (p ≤ 0.05). Simpulan: Uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien.   Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Home Care, Kepuasan Pasien, Perawatan Luka
Pemberdayaan Masyarakat Berisiko Tinggi melalui Edukasi dan Bimbingan Teknis Manajemen DOTS dalam Upaya Meningkatkan Kepatuhan terhadap Pengobatan TB Nela, Ari Sukma; Patria, Armen; Andriani, Sandra
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6820

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi prioritas masalah kesehatan yang harus ditangani dengan cepat. Indonesia menjadi penyumbang nomor dua terbanyak kasus TB setelah India. Namun hingga saat ini, masih terdapat banyak indikator program penanggulangan TBC yang belum tercapai bahkan jauh dari target, salah satunya masih rendahnya ketersediaan dan kualitas aspek program penanggulangan TBC, seperti DOTS termasuk di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, Lampung. Rendahnya tingkat kepatuhan terhadap pengobatan TB, terutama di kelompok masyarakat berisiko tinggi, menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian penyakit ini. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang telah diterapkan belum berjalan optimal tanpa adanya edukasi dan pendampingan yang intensif di tingkat masyarakat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat beresiko tinggi melalui edukasi dan bimbingan teknis manajemen DOTS guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan terapi TB, sekaligus mencegah resistensi obat dan penularan lebih lanjut. Kegiatan berlangsung selama 1 bulan, dimulai dengan tahap sosialisasi, dilanjutkan dengan sesi edukasi kelompok dan bimbingan teknis manajemen DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course). Jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang terdiri dari kader kesehatan, anggota keluarga pasien TB, dan tokoh masyarakat di wilayah Puskesmas Gedong Tataan. Persiapan kegiatan dilakukan selama dua minggu, mencakup koordinasi dengan puskesmas, rekrutmen peserta, penyusunan materi edukasi, dan pelatihan bagi fasilitator. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari secara luring di aula kecamatan. Setelah kegiatan, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta kuisioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar rata-rata 62,32% setelah intervensi edukasi dan pelatihan, serta meningkatnya motivasi kader dan keluarga pasien untuk turut memantau kepatuhan pengobatan. Partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung manajemen DOTS juga terlihat dari komitmen pembentukan kelompok pemantau berbasis komunitas. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat dalam pengendalian TB melalui strategi DOTS. Pendekatan edukatif dan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, dan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
The Relationship between Nursing Service Quality and Patient Satisfaction among Patients Covered by Indonesia’s National Health Insurance Scheme Palupi, Retno; Yuliani, Eka; Patria, Armen
Genius Journal Vol. 6 No. 2 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i2.618

Abstract

Introduction: Nursing services are a key determinant of healthcare quality and significantly influence patient satisfaction, especially among BPJS (Indonesia’s National Health Insurance) users. Inadequate nursing care has been associated with low satisfaction levels, impacting service utilization and hospital performance. Objective: This study aimed to examine the relationship between nursing services and patient satisfaction among BPJS users in the polyclinic of Dr. A. Dadi Tjokrodipo Regional General Hospital, Bandar Lampung. Method: A quantitative approach with a cross-sectional design was employed. The population included all BPJS patients in the polyclinic room in 2024. A purposive sampling technique was used to select 99 respondents who met the inclusion criteria. Data were collected using a validated structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate statistical methods, including the Chi-square test. Result: The majority of respondents rated the nursing services as good and expressed satisfaction with the services received. Among those who perceived nursing services as good, most reported being satisfied. Conversely, patients who perceived the services as not good tended to be dissatisfied. A significant relationship was found between nursing services and patient satisfaction (p-value = 0.000). Conclusion: There is a significant association between the quality of nursing services and the level of patient satisfaction among BPJS users. Improving nursing care is essential to enhance patient experiences and promote service utilization. Future studies should explore other contributing factors such as patient feedback, infrastructure, and facility availability to provide a more comprehensive understanding of healthcare quality determinants.
Optimizing the Role of Cadres and Families through Education and Digital Technical Guidance DOTS Management in Improving Tuberculosis Treatment Adherence Nela, Ari Sukma; Azka, Laisa; Patria, Armen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22938

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains one of the main challenges in the field of health in Indonesia, marked by high incidence rates and high rates of treatment discontinuation. Patient compliance in following treatment is key to the success of therapy. In previous community service activities, the role of health cadres and family support in the implementation of DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) management has been carried out, but still needs to be optimized. This is because the manual data collection system is considered quite cumbersome and has an impact on the low achievement of TB control program indicators, which are far from the expected targets. Therefore, one of the new strategies designed is the implementation of digital-based technical guidance (bimtek). This activity aims to improve the role of cadres and families through education and digital technical guidance on DOTS management in order to improve TB patient compliance. The activity was carried out over a period of one month, consisting of socialization, group education, and participatory training, including counseling, mentoring, and the use of interactive digital media. There were 30 participants, consisting of health cadres, patients' families, and community leaders in the Gedong Tataan Community Health Center area. Preparations took two weeks, while the implementation took place over two days offline. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, observations, and satisfaction questionnaires. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of cadres and families, the use of digital applications, and patient compliance with therapy up to 78%. Digital education and technical guidance on DOTS management proved to empower the community in supporting TB control. In conclusion, DOTS-based digital education and technical guidance can empower cadres and families in supporting TB patient treatment, thereby increasing the success of TB control programs in the community. Keywords: Tuberculosis, DOTS, Treatment Adherence, Health Cadres, Digital Education