Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisa Persepsi Masyarakat Tentang Biaya Administrasi Di Bank Konvensional Dengan Pendekatan Al-Urf Dan Relevansinya Pada Ekonomi Islam Fahmi, Moh Farih; Ainun, Mohammad Thoha; Fajrin, Ahmad Hanif; Mutafarida, Binti; Isnaini, Ulya Nur
Journal of Economics and Policy Studies (JEPS) Vol 4 No 01 (2023): JEPS Vol 4 No 1 2023
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jeps.v4i01.8273

Abstract

Artikel ini memabahas tentang persepsi masyarakat terhadap biaya administrasi di bank konvensional yang masih pro dan kontra bagi masyarakat Indonesia. Perbedaan tersebut bisa disebabkan karena adanya banyak faktor salah satunya adalah pemahaman yang kurang terkait perbankan dan ekonomi Islam. Maka dari itu dalam artikel ini akan mencoba membahas tentang perbedaan persepsi dimasyarakat terkait biaya administrasi, kemudian mencoba mengkaji relevansi al-urf pada biaya administrasi dan kajian ketiga adalah tentang bagaimana posisi maqashid syariah pada biaya administarsi di bank konvensional. Metode yang dipaikai pada artikel ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan maqashid syariah dan pendekatan fenomenologi. Penggalian data diperoleh dengan teknik wawancara dan observasi secara acak kepada muslim yang pernah menjadi nasabah di bank konvensioal. Hasil dari kajian ini adalah persepsi masyarakat yang berbeda telah dipengaruhi oleh banyak faktor fundamental seperti faktor kemapuan ekonomi dan pemahaman. Kedua adalah urf masih sangat relevan jika digunakan sebagai dasar biaya administarsi di bank konvensional, ketiga dari aspek maqashid syariah biaya administrasi sudah sesuai dengan kulliyat al khams. Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam artikel ini ada satu kesimpulan utama bahwa biaya administrasi tetap sah namun tetap harus ada batasan bahwa biaya administrasi hanya bisa dibenarkan ketika diimplementasikan diluar keperluan hutang piutang antara pihak bank dan nasabah
Sinkretisme Nilai Ekonomi Tradisional Jawa dan Prinsip Syariah dalam Mendorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Fahmi, Moh Farih; Mutafarida, Binti; Syakur, Abd
Journal Creative Economics and Trading Halal Ecosystem Vol. 2 No. 01 (2024): Jurnal CETHE: Maret 2024
Publisher : GERASI INSAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji sinkretisme nilai ekonomi tradisional Jawa yang diimplementasikan oleh masyarakat Desa Ngadi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Praktik ekonomi masyarakat setempat tidak hanya menekankan aspek material, tetapi juga integrasi nilai moral, etika, dan solidaritas sosial, sehingga mencerminkan keseimbangan antara kepentingan individu dan kemaslahatan kolektif. Fokus penelitian ini adalah bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Jawa, seperti kehati-hatian, kerja keras, kesederhanaan, dan rasa gotong royong, dapat selaras dengan prinsip etika ekonomi universal, termasuk keadilan, integritas, dan keberlanjutan. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan maqashid syariah dan etnografi. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai luhur Jawa ke dalam praktik ekonomi sehari-hari dan keterkaitannya dengan teori etika ekonomi modern, termasuk konsep ekonomi berkelanjutan seperti doughnut economics Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekonomi Jawa mampu menciptakan sistem ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan spiritual sekaligus mengedepankan prinsip rasionalitas ekonomi. Praktik ekonomi berbasis kearifan lokal, seperti Paron, Bawon, dan tradisi menabung, mendorong solidaritas sosial, distribusi adil, serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Nilai-nilai lokal ini tidak hanya memperkuat kohesi sosial, tetapi juga menunjukkan kompatibilitas dengan prinsip etika ekonomi global. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara tradisi lokal dan prinsip moral universal dapat menjadi alternatif model pembangunan ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat