Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Geoplanart

Pendekatan Soft System Methodology Untuk Penerapan Proses Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Suatu Bangunan Gedung Syapril Janizar; An An Anisarida
GEOPLANART Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.922 KB) | DOI: 10.35138/gp.v2i2.187

Abstract

SSM adalah sebuah metodologi yang cocok untuk membantu suatu organisasi dalam menjelaskan tujuan mereka dan kemudian merancang sistem aktivitas manusia untuk mencapai tujuan tersebut. Metodologi SSM didasarkan pada 7 tahapan proses yang dimulai dari pengklarifikasian situasi masalah yang tidak terstruktur melalui perancangan system aktivitas manusia yang diharapkan membantu memperbaiki situasi Model konseptual ini kemudian dibandingkan dengan situasi masalah dalam rangka mengidentifikasi perubahan yang layak. Berpikir serba sistem merupakan cara berpikir baru yang memandang permasalahan secara utuh (tidak terpisah-pisah). Berpikir sistem merupakan suatu bidang transdisiplin yang muncul sebagai respon terhadap keterbatasan dari pendekatan teknikal dalam proses reduksi untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu yang dalam hal ini dicoba untuk diterapkan melalui SSM sebagai suatu metode dalam kegiatan penilaian kelayakan teknis fungsi bidang struktur sebuah bangunan gedung .
Perkiraan Waktu Dalam Penyelesaian Proyek Kolam Retensi Sirnaraga Menggunakan Penerapan EVA (Earned Value Analysis) Syapril Janizar; Felix Setiawan; Rina Rahmawati
GEOPLANART Vol 3, No 2 (2021): EDISI MEI
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.159 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i2.354

Abstract

Kolam Retensi adalah suatu kolam yang dapat menampung atau meresap air sementara yang terdapat didalamnya, tentunya dalam pelaksanaan kontruksinya harus direncanakan penjadwalan yang matang. Metode “Nilai Hasil” (Earned Value) merupakan suatu metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan jadwal proyek secara terpadu. Metode ini dapat memberikan informasi dalam status kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan memberikan informasi prediksi biaya yang dibutuhkan serta waktu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saat pelaporan. Dalam penelitian ini dicoba menhitung perkiraan waktu dalam penyelesaian proyek dengan menggunakan metode tersebut agar diharapkan mendapatkan penjadwalan konstruksi yang efisien.
Penerapan Value Engineering Terhadap Sistem Struktur Pelat Lantai Beton Gedung Bertingkat Banyak Syapril Janizar
GEOPLANART Vol 1, No 2 (2017): Edisi November
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.07 KB) | DOI: 10.35138/gp.v1i2.129

Abstract

Ketatnya kompetisi yang terjadi dalam dunia konstruksi memaksa beberapa pelaku konstruksi melakukan inovasi terhadap beberapa konponen struktur, salah satunya adalah melakukan pemilihan sistem struktur pelat yang tepat nantinya berpengaruh terhadap efisiensi biaya, mutu dan waktu pelaksanaan proyek gedung bertingkat banyak karena pelat biasanya merupakan komponen struktur yang sangat signifikan dalam volume suatu bangunan dalam hal ini proyek rumah susun dan apartemen. Untuk itu penerapan Value Engineering atau Rekayasa Nilai merupakan pilihan yang paling tepat. Penerapan Rekayasa Nilai pada tahap perencanaan, desain dan pelaksanaan konstruksi akan diperoleh keseimbangan fungsional antara biaya, kehandalan dan performa dari suatu proyek atau produk. Oleh karena itu, penerapan Rekayasa Nilai pada Sistem Struktur Pelat Lantai Beton merupakan sesuatu yang cukup efektif dalam menentukan sistem pelat lantai yang akan dipakai, karena dengan membandingkan beberapa sistem struktur pelat lantai beton yang sering digunakan pada proyek gedung berlantai banyak maka akan didapat biaya pelat yang paling efisien dalam proyek tersebut. Pada proyek gedung bertingkat banyak Greenpark Residence yang merupakan proyek rusunami di Jakarta dalam penerapan rekayasa nilai dilakukan untuk konstruksi pelat lantai beton bertulang sehingga didapatkan pemilihan konstruksi pelat lantai beton yang tepat dan efisien sehingga dapat menekan biaya konstruksi pembangunan sesuai dengan harapan owner selaku pemilik proyek dan penggagas dari penerapan rekayasa nilai di proyek ini. Melakukan percepatan lebih besar jika dibandingkan dengan keuntungan yang didapat
Besaran Biaya Korban Kecelakaan Sepeda Motor di Kota Bandung An an Anisarida; Syapril Janizar Janizar
GEOPLANART Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.668 KB) | DOI: 10.35138/gp.v2i2.181

Abstract

Kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung mengakibatkan jumlah korban fatalitas kecelakaan sepeda motor meningkat. Jumlah korban fatalitas dapat menimbulkan besaran biaya korban kecelakaan lalu lintas. Metode perhitungan yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metoda the gross output (gross output metode). Metoda ini dapat dilihat pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah pada tahun 2005. Metode ini diasumsikan dapat menghitung nilai dari seluruh sumber daya yang hilang dari semua pihak akibat kecelakaan. Metode yang digunakan untuk menghitung biaya korban kecelakaan dilakukan melalui kategori korban kecelakaan. Kesimpulan  yang  dapat  diambil  dari  pembahasan dalam paper ini adalah jumlah besaran biaya korban kecelakaan yang ditimbulkan dari kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan pada tahun 2013 sampai tahun 2014 sedangkan sebaliknya pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2016. Peningkatan besaran biaya korban kecelakaan terbesar pada tahun 2017. Jumlah korban meninggal dunia yang besar dapat menyebabkan peningkatan biaya kecelakaan lalu lintas.