Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Sondir

PERENCANAAN STRUKTUR BAJA KOLOM ENCASE DAN BALOK CASTELLA PADA GEDUNG KULIAH TERPADU III FK UB DI RSSA MALANG DENGAN GAYA GEMPA DINAMIS Nando Risky Rahmadhani; Ester Priskasari; Bambang Wedyantadji
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2750.6 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i2.2584

Abstract

Struktur bangunan bertingkat tinggi menggunakan baja pada struktur utamanya dengan menggunakan profil yang ada dipasaran seperti profil WF, profil H pada balok dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan menahan lentur dengan metode modifikasi profil baja WF menjadi balok castella sehingga terjadi peningkatan kemampuan menahan lentur yang diakibatkan oleh peningkatan momen kelembaman karena terjadinya peninggian balok. Sedangkan kolom komposit baja beton (Encased) adalah suatu alternatif metode konstruksi yang memanfaatkan kebaikan baja yang kuat terhadap tarik dan beton yang kuat terhadap tekan. Perhitungan gaya gempa direncanakan dengan menggunakan gaya gempa dinamis dikarenakan konstruksi dikategorikan pada KDS D, dengan menghitung secara dinamis akan didapatkan model ragam getaran yang mendekati secara real apa yang terjadi pada struktur akibat gaya gempa yang terjadi.
PENGARUH PASIR PANTAI SIPELOT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT 0/5 CAMPURAN HOT ROLLED SHEET – WEARING COURSE (HRS-WC) Galang Setiyo; aditama, vega; Bambang Wedyantadji
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3143

Abstract

Pemerataan pembangunan infrastruktur terus mengalami pertumbuhan tidak hanya di Pulau Jawa saja tetapi diseluruh wilayah Indonesia, khususnya pada pembangunan jalan raya. membutuhkan bahan alternatif sumber alam lainnya agar selalu memenuhi kebutuhan dalam pembangunan jalan raya. Pasir Pantai dapat mempengaruhi nilai parameter karakteristik Marshall Test. oleh karena itu penelitian ini diharapkan menghasilkan campuran perkerasan HRS-WC yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Bahan Konstruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang pada Februari hingga Mei 2020. Pada penelitian ini menggunakan variasi kadar Pasir Pantai Sipelot 25%, 50%, 75%, 100%, untuk mencari persentase yang optimum, ditinjau dari nilai karakteristik Marshall. Berdasarkan hasil pengujian pasir pantai Sipelot sebagai pengganti agregat 0/5 pada campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan variasi pasir pantai 25%, 50%, 75% dan 100% mempengaruhi nilai karakteristik Marshall. Pengujian hipotesis untuk Stabilitas, VIM, VMA, MQ dan VFA didapatkan Fhitung>Ftabel dan dapat dinyatakan adanya pengaruh yang signifikan dengan penambahan variasi pasir pantai, sedangkan untuk flow tidak ada pengaruh yang signifikan. Persentase optimum penggunaan pasir pantai diperoleh pada variasi 37,63% dengan nilai stabilitas 1178,93 Kg, flow 3,53 mm, VIM 4,88%, VMA 19,78%, VFA 75,34%, dan Marshall Quetient 335,20 Kg/mm.
Kajian Konstruksi Bangunan dalam Upaya Pengembangan Desa Wisata Kepung Budaya Desa Watulimo Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek aditama, vega; Bambang Wedyantadji; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3170

Abstract

Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo , Kabupaten Trenggalek telah menjadi tempat untuk perencanaan desa wisata Kepung Budaya. Dengan adanya masterplen arsitektural yang telah disusun, diharapkan adanya kajian tentang struktur bangunan sehingga selain indah tapi juga memiliki kekuatan agar tahan terhadap gempa. Analisa kekuatan struktur bangunan memakai analisa secara numerik dengan menggunakan Staad Pro Connect Edition dengan memakai bahan kayu sebagai elemen utama struktur. Dari hasil perbandingan tegangan akibat tekan den geser diatas maka di dapatkan struktur kayu yang dipakai dengan memakai ukuran dan jenis yang direncanakan kuat menahan beban – beban yang direncanakan. Sosialisasi tentang pemakaian struktur kayu pada bangunan desa wisata kepung budaya telah dilaksanakan dengan melibatkan pemerintahan desa.
Deteksi Jarak Jauh Keruntuhan Beton Bertulang Berbasis Arduino aditama, vega; Wedyantadji, Bambang
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v4i2.3171

Abstract

Kegagalan pada struktur bangunan beton bertulang baik kolom, balok maupun pelat lantai merupakan kejadian yang harus dihindari. Keruntuhan suatu bangunan beton bertulang bisa dideteksi lebih awal dengan mengetahui dengan adanya retakan pada struktur beton. Desain keruntuhan beton bertulang ada 3 , antara lain : keruntuhan tekan (overreinforce), keruntuhan tarik (underreinforce) dan balance. Pentingnya mengukur ragangan untuk tulangan tarik dan regangan tekan pada beton adalah untuk mengindikasikan kegagalan struktur yang terjadi. Regangan beton maksimum untuk beton normal adalah 0,003 – 0,0035. Sensor Arduino yang dipakai untuk mendeteksi regangan suatu material adalah Strain Gauge GBF350-3AA. Dengan menggunakan alat Strain Meter untuk mendeteksi kegagalan struktur akibat regangan tulangan longitudinal maka akan dipastikan beton mengalami retakan secara struktural saat regangan berada pada saat tegangan leleh berakhir pada nilai 0,04%. Dengan demikian strainmeter dengan rangkaian modul arduino bisa mendeteksi kegagalan pada beton bertulang.
PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN BATU MARMER SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT 10/10 PADA CAMPURAN AC-WC (ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE) TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK MARSHALL Gilang Trianugrah S; Bambang Wedyantadji; Togi Nainggolan
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i1.3636

Abstract

Keterbatasan material batu kali untuk campuran perkerasan lama kelamaan akan mengalami pengurangan. Dalam penelitian ini mengambil alternatif pemanfaatan limbah batu marmer sebagai pengganti agregat 10/10 pada campuran AC-WC. Di Kabupaten Tulungagung khususnya Desa Gamping Rejo mempunyai limbah batu marmer dari hasil pengolahan kerajinan yang hanya digunakan sebagai timbunan jalan berlubang dan kurang bernilai secara ekonomis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah batu marmer sebagai pengganti agregat 10/10 ditinjau dari nilai karakteristik Marshall dan juga kelayakan dari limbah batu marmer. Kemudian melakukan pembuatan benda uji berjumlah 45 buah dilanjutkan dengan pengujian menggunakan metode Marshall Test di laboratorium bahan konstruksi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang. Dari hasil pengujian Marshall sebelum dan sesudah menggunakan batu marmer didaptkan nilai Kadar Aspal Optimum sebesar (5,80%) dan (5,81%). Untuk kadar limbah pecahan batu marmer yang baik didapatkan pada variasi 25% dengan nilai karakteristik Marshall : Stabilitas (973,63 Kg), Flow (3,00 mm), VIM (3,99%), VMA (16,88%), VFA (76,36%), MQ (328,19 Kg/mm). Berdasarkan hasil pengujian batu marmer layak digunakan sebagai pengganti agregat 10/10 pada lapis AC-WC dengan nilai : Flakiness (20,04 %), Impact (12,98 %), Abrasi (27,26 %), Berat jenis (2,58), Penyerapan (1,43 %).
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PENGERAS BETON SUPERFLUID NAPTHALENE TERHADAP KEKUATAN BETON Beda Wutun, Stephanus; aditama, vega; Wedyantadji, Bambang
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v5i2.4195

Abstract

Beton merupakan campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, semen, air maupun dengan atau tanpa bahan tambahan yang dicampurkan menjadi satu bagian. Beton sering dipakai secara luas sebagai bahan utama bangunan. Dengan kebutuhan yang sangat pesat dan beraneka ragan maka dibutuhkan bahan tambahan (Admixture). Bahan tambahan yang digunakan bisu juga berasal dari produk sisa dari bahan – bahan yang ada digunakan untuk keperluan tertentu contohnya adalah Superfluid Naphthalene -fc yang berasal dari tar batu bara yang dapat digunakan sebagai bahan mempercepat pengerasan beton.Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Superfluid Naphthalene -fc pada beton dengan kondisi normal dan beton yang ditambahkan Superfluid Naphthalene –fc pada beton dengan mutu rencana 20 Mpa, maka ditentukan kadar Superfluid Naphthalene -fc yang digunakan sebesar 0%, 0.1%, 0.4%, 0.7% dan 1% dari berat semen yang direncanakan. Adanya pengaruh signifikan dari penambahan Superfluid Naphthalene –fc pada pengujian kuat tekan beton yang dihasilkan dapat dibuktikan dari hasil pengujian hipotesis dan analisa regresi, dimana thitung > ttabel atau 31.958 > 3,182 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 94.79% perubahan nilai kuat tekan beton dipengaruhi prosentase Superfluid Naphthalene –fc, kemudian nilai koefesien korelasi (R) atau tingkat hubungan yang sangat kuat sebesar 0,9739.
PENGGUNAAN LIMBAH ABU KAYU HALABAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN SEBAGIAN SEMEN PADA CAMPURAN BETON Jovan Perdhana; Bambang Wedyantadji; Vega Aditama
SONDIR JURNAL SONDIR
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/sondir.v6i1.5173

Abstract

Halaban wood ash is the result of chemical changes from the process of burning Halaban wood with a fire of about ±1000ºC and it takes about 150 minutes to turn the wood lump cells into ash. Halaban wood ash contains silica which is a good aggregate binder and is quite high, so it has pozzolanic properties. This study aims to determine the effect of adding ash from burning halaban wood on the mechanical properties of concrete and also knowing the optimum percentage of halaban wood ash from 0%, 5%, 10%, 15% in terms of compressive strength of concrete, split tensile strength of concrete and flexural tensile strength. concrete. The method used in this study is the DOE (Design Of Experiment) method using a cylindrical specimen with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for testing the compressive strength of concrete, beams with a size of 15 cm x 15 cm x 62 cm for testing the flexural strength. The test object was made with 4 variations of the composition of Halaban Wood Ash as a concrete testing material, namely 0%, 5%, 10%, 15% by weight of cement. Testing of the specimens was carried out at the age of 28 days. The number of test objects as many as 64 pieces. Based on the research conducted, it is known that there is no effect in increasing the strength of concrete with the addition of halaban wood ash on the mechanical properties of concrete. This is indicated by the decrease in the results of testing the compressive strength, split tensile strength, and flexural tensile strength of normal concrete with a mixture of halaban wood ash. And the absence of the optimum percentage of Halaban wood ash from 5%, 10%, 15% in terms of the compressive strength of concrete, split tensile strength of concrete and flexural tensile strength of concrete.