Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Social Marketing Untuk Perubahan Prilaku Hidup Sehat Pada Masyarakat Desa (2024) Rina Anggraini; Novica Jolyarni; Indri Putri Nikanti
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v2i4.558

Abstract

Behavioral change toward a healthy lifestyle in rural communities remains a major challenge requiring strategic and sustainable approaches. Social marketing has proven to be an effective tool in promoting behavior change through communication, education, and empowerment. This study aims to examine the application of social marketing education to improve health awareness and behaviors among rural communities, focusing on hygiene, balanced nutrition, and prevention of infectious diseases. The research uses a qualitative descriptive approach involving observation, interviews, and secondary data analysis from governmental and non-profit health promotion programs. The findings indicate that community-based social marketing, supported by local leaders and media, successfully increased participation in health and nutrition activities by up to 68%. The study concludes that social marketing education can effectively promote healthy behavioral changes when integrated with local cultural values and active community engagement.
Pemberdayaan Remaja Sebagai Agen Kepemimpinan Kesehatan Masyarakat Berbasis Komunitas Riyan Agus Faisal; Novica Jolyarni; Devi Nur Fitriyana
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i3.564

Abstract

Youth empowerment is an effective strategy for improving the quality of community-based public health. As the nation's next generation, adolescents have great potential to become agents of change, including in the health sector. This study aims to develop a model for empowering adolescents as agents of public health leadership at the community level. The method used is a community-based participatory research approach involving adolescents, community leaders, and health workers. The results show that leadership training, health education, and social activities can increase the capacity of adolescents to lead and educate the community about clean and healthy living behaviors. The implementation of these activities also shows increased community participation and changes in health behaviors in the target environment. In conclusion, empowering adolescents as agents of community leadership can be a sustainable strategy for strengthening a public health system based on active participation.
Factors Related to Premenstrual Syndrome in Young Women at MTsN Labuhanbatu in 2024 Jolyarni, Novica; Nadrah, Nailatun; Nasution, Fitriyani
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1011

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) is a complex and poorly understood condition consisting of one or more of a number of physical and psychological symptoms that begin in the luteal phase of the menstrual cycle. World Health Organization (WHO) in 2020 PMS has a higher prevalence in Asian countries compared to western countries. The purpose of this study was to determine the factors associated with Premenstrual syndrome in adolescent girls at MTsN 1 Labuhanbatu in 2024. This research design uses an analytic survey, namely research trying to explore how and why the phenomenon occurs. Then analyze the dynamics of the correlation between phenomena, both between related factors (Indipendent) and effect factors (Dependent). The approach used in this research is cross sectional. The population in this study was 291 people. The sample in this study amounted to 74 people. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the chi-square test. The results of statistical tests with stress categories obtained using the chi-square test at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05, the results of chi-square tests with consumption patterns at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05, the results of statistical tests with premenstrual syndrome incidence obtained using the chi-square test at a confidence level of 95% are known that psig 0.000 is smaller than 0.05. In conclusion, it is known that there is a relationship between stress, consumption patterns and exercise with the incidence of premenstrual syndrome in adolescent girls at MTsN 1 Labuhanbatu in 2024. It is suggested that the results of this study can add insight, knowledge and experience about premenstrual syndrome that can occur at any time.
Edukasi Tentang Kurang Energi Kronik Dan Pemberian Makanan Isi Piringku pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Janji Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni D, Novica Jolyarni D
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.735

Abstract

Efek dari kekurangan energi kronik (KEK) yang dialami oleh ibu hamil akan menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan ibu dan janin. Risiko atau komplikasi seperti anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi berpeluang besar terjadi pada ibu hamil yang KEK. Hasil Survey awal yang dilakukan memperoleh hasil ditemukan 5 orang ibu hamil mengalami KEK dilihat dari LiLA <23,5cm. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah suatu usaha yang dilakukan kepada ibu hami untuk menghindari KEK adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang KEK dan pemenuhan kebutuhan gizi   pada ibu hamil. Metode yang dilakukan dengan mengedukasi dan memberikan Booklet yang diharapkan memberikan tambahan informasi tentang kebutuhan asupan gizi pada ibu selama masa kehamilan diharapkan ibu hamil dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi, sehingga ibu dan janin sehat selama kehamilan dan saat melahirkan. Sasaran pengabdian ini adalah ibu hamil sebanyak 15 orang ibu hamil, dilakukan pada saat posyandu. dari 15 orang peserta 60% (10 orang) ibu hamil dapat menjawab pertanyaan dengan baik, 33,33% (5 orang) ibu cukup dalam menjawab pertanyaan Pemberian pendidikan kesehatan dan pemberian menu makanan sekali makan, memperluas pengetahuan ibu hamil dalam mengkonsumsi makanan bergizi sehari-hari.
Pemetaan Ibu Hamil Anemia dan Kek Serta Pengenalan Makanan Tambahan Berbasis Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol Nadrah, Nailatun; Handayani, Rika; Jolyarni Dornic, Novica
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.959

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, karena asupan makanan yang tidak mencukupi untuk meningkatkan hemoglobin, berat badan, dan Lingkar Lengan Atas. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan Anemia dan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi. Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK dan pemberian suplementasi besi folat selama kehamilan menjadi upaya dalam penurunan permasalahan gizi dalam kehamilan di Indonesia. Di wilayah kerja puskesmas simundol terdapat 65 ibu hamil kek dan anemia. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai pemetaan ibu hamil anemia dan kurang energi kronis (KEK) serta mengenalkan makanan tambahan berbasis lokal. Kegiatan yang dilakukan untuk mendeteksi kejadian anemia dengan Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat ukur hemoglobin digital, data LiLA menggunakan pita LiLA/metlyn pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simundol. Hasil dari pemetaan mayoritas ibu hamil pada usia 20-35 tahun 81,5 %. Ibu hamil anemia 100% dan ibu hamil dengan kek 40%. didapatkan ibu hamil anemia saja sebanyak 65 orang, ibu hamil anemia dan KEK sebanyak 26 (50%) orang. Makanan tambahan berbasis lokal memiliki nutrisi yang baik dan relative mudah didapat, sehinga membantu ibu dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi
Efektivitas Strategi Sosial Marketing dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Remaja Rina Anggaraini Damanik; Novica Jolyarni Dornik; Quratih Adawiyah; Febri Aulia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2604

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang sedang berada dalam fase pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Namun, tingkat penerapan PHBS pada remaja di berbagai daerah, termasuk Rantau Prapat, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas strategi sosial marketing dalam meningkatkan perilaku PHBS pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest dan melibatkan 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Rantau Prapat sebagai kelompok eksperimen. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi PHBS dalam bentuk video edukatif, poster digital, dan kampanye sosial di media daring selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata PHBS dari 2.58 menjadi 3.47 setelah intervensi. Uji paired t-test menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.001) dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 3.674, yang termasuk dalam kategori dampak sangat besar. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi hanya mengalami peningkatan skor marginal sebesar 0.05 tanpa signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosial marketing sangat efektif dalam memengaruhi perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks kesehatan preventif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi sosial marketing secara berkelanjutan di sekolah melalui media kreatif dan pendekatan berbasis digital.
Efektivitas Strategi Sosial Marketing dalam Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Remaja Rina Anggaraini Damanik; Novica Jolyarni Dornik; Aswin Syahputra; Indri Safrina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i2.3400

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan indikator penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang sedang berada dalam fase pembentukan karakter dan kebiasaan hidup. Namun, tingkat penerapan PHBS pada remaja di berbagai daerah, termasuk Rantau Prapat, masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas strategi sosial marketing dalam meningkatkan perilaku PHBS pada remaja. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest dan melibatkan 30 siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Rantau Prapat sebagai kelompok eksperimen. Intervensi dilakukan melalui penyampaian materi PHBS dalam bentuk video edukatif, poster digital, dan kampanye sosial di media daring selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata PHBS dari 2.58 menjadi 3.47 setelah intervensi. Uji paired t-test menunjukkan hasil yang signifikan (p < 0.001) dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 3.674, yang termasuk dalam kategori dampak sangat besar. Sementara itu, kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi hanya mengalami peningkatan skor marginal sebesar 0.05 tanpa signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan sosial marketing sangat efektif dalam memengaruhi perubahan perilaku remaja, khususnya dalam konteks kesehatan preventif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi sosial marketing secara berkelanjutan di sekolah melalui media kreatif dan pendekatan berbasis digital.
Pendidikan Kesehatan Tentang Premenstuasi Syndrom Pada Siswa MTs N Rantauprapat Nailatun Nadrah; Novica Jolyarni Dornic; Rika Handayani
Battuta-Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Edisi Mei
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang kompleks dan tidak begitu dimengerti yang terdiri atas satu atau lebihdari sejumlah gejala fisik dan psikologis yang dimulai pada fase luteal dari siklus menstruasi. Jumlah wanita yang mengalami sindrom pramenstruasi masih cukup tinggi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para remaja wanita mengenai sindrom pramenstruasi dan upaya mengatasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam satu hari pada bulan 2024 di MTS N Rantauprapat, dilakukan pada remaja putri kelas VII. Kegiatan dimulai dengan melakukan pretest untuk mengidentifikasi pengetahuan mengenai sindrom pramenstruasi dan setealh dilakukan Pendidikan Kesehatan dilakukan posttest dengan soal yang sama untuk menilai pengetahuan pasca penyuluhan. pendidikan kesehatan berupa penyuluhan dengan pemberian materi melalui media power point. Hasil pretest menunjukkan bahwa 24,3% siswi memiliki pengetahuan baik dan hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan, yaitu menjadi 73%. Hasil kegiatan pengabdian ini pendidikan kesehatan melalui penyuluhan dapat membawa perubahan terhadap tingkat pengetahuan.