Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PELATIHAN PENGEMBANGAN MULTIMEDIA DAN E-MODUL BAGI GURU SD DI GUGUS I KEC. BANUHAMPU KAB. AGAM Darmansyah; Rahmi Pratiwi; Luthfiani; Herdi Setiawan; Mutia Egica Putri; Athiyyah Salsabila; Alkadri Masnur
J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service Vol. 5 No. 1 (2025): J-COSCIS : Journal of Computer Science Community Service
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jcoscis.v5i1.25863

Abstract

SD di Gugus I Kecamatan Banuhampu mengungkap tantangan terkait pemanfaatan media pembelajaran. Kendalanya meliputi kurangnya akses pelatihan terkait pengembangan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi, keterbatasan sumber daya manusia di sekolah, minimnya pemahaman tentang prinsip desain media pembelajaran inovatif, serta kurangnya alokasi dana untuk pelatihan. Selain itu, pemahaman guru tentang peran media pembelajaran dalam mendukung berbagai gaya belajar siswa masih terbatas. Oleh karena itu, tim pengabdian tertarik melaksanakan pelatihan pengembangan multimedia dan e-modul. Pelatihan ini bertujuan mendukung pengembangan keterampilan berbasis teknologi di kalangan pendidik. Pelatihan ini berhasil memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, membekali guru keterampilan praktis merancang dan menggunakan multimedia serta e-modul sebagai bahan ajar digital.
PERSEPSI GURU TENTANG EFEKTIVITAS PELAYANAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Wahyuli, Wella; Susanti, Lusi; Ermita; Luthfiani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31461

Abstract

This research is motivated by the author's observations that indicate the ineffectiveness of administrative staff services in schools. The purpose of this study is to obtain data and information about the effectiveness of school administrative staff services from: 1) program success 2) target success 3) satisfaction with the program 4) input and output levels 5) achievement of overall objectives. This study uses a quantitative descriptive approach. The research population is 175 public junior high school teachers in Bayang District. Meanwhile, the research sample was taken using a simple random sampling technique totaling 65 teachers. The research instrument used is a Likert scale questionnaire with five answer choices that have been tested for validity and reliability. The results of data analysis show that the effectiveness of school administrative staff services from: 1) program success is in the effective category with a respondent achievement rate of 86.48%, 2) target success is in the effective category with a respondent achievement rate of 86.15%, 3) satisfaction with the program is in the effective category with a respondent achievement rate of 87.66%, 4) input and output levels are in the effective category with a respondent achievement rate of 86.84% and 5) achievement of overall objectives is in the effective category with a respondent achievement rate of 86.87%. Based on the results of the study, it can be concluded that the services of school administrative staff in Public Junior High Schools throughout Bayang District have shown effective services.
KEBUTUHAN PERAWATAN GIGI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA TAMAN PENDIDIKAN ISLAM MEDAN Essie Octiara; Siti Salmiah; Zulfi Amalia; Luthfiani
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.797 KB) | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v3i1.2354

Abstract

Children with Special Needs is a person who has behavioral, physical and intellectual barriers that make doctor have to change approach with various ways to do the treatment. Children with special needs is a high-risk group for health problems, especially dental caries and periodontal disease, but in fact they are often too late to get dental treatment or never get the treatment. The purpose of this study was to determine the prevalence and experience of caries and dental care needs in children with special needs atSLB Taman Pendidikan Islam in Medan. The research was conducted by descriptive survey. The sample was 96 children with special needs with aged between 5-29 years old. Clinical caries examination using def-t / DMF-T (WHO) index and modified Treatment Need Index (TNI). The study is represent that the prevalence of children's caries is 92,71%. Experience of dental caries is 2,28+3,25; while the permanent dental caries experience was 3,02+2,98. Based on Treatment Need Index (TNI), the level of dental care needs was 656 teeth or average dental treatment of each child requires was 6.83 teeth, with the three most needed treatment is a surface restoration was 2.49 teeth, followed by tooth extraction was1.43 teeth and pulp treatment was 0.70 teeth. From the study it can be concluded that the level of dental hygiene in the chidren with special needs was still quite low, as well as the utilization of dental facilities.
Dampak Asesmen Formatif Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMP Darul Qur’an Padang Felia Fitri; Tiara Cordelia; Merika Setiawati; Luthfiani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.421

Abstract

Dalam artikel ini, mengeksplorasi asesmen formatif dalam kurikulum belajar merdeka belajar. Asesmen formatif yang berpusat pada penilaian selama proses pembelajaran, telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan pencapaian siswa. Guru dapat menggunakan metode ini secara teratur untuk memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswa mereka, memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan mereka, dan memberikan mereka peluang untuk belajar lebih banyak lagi. Selain itu, artikel ini membahas beberapa cara asesmen formatif dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang inklusif dan berkolaborasi, dan memberikan fondasi yang kuat untuk pengembangan kurikulum yang adaptif dan responsif. Dengan memahami lebih banyak tentang manfaat asesmen formatif, para pendidik diharapkan dapat memasukkan metode ini dengan lebih baik ke dalam praktik pengajaran mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak asesmen formatif dalam kurikulum merdeka terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Darul Qur’an Padang. Subjek dalam penelitian ini 2 orang guru yang merupakan seorang wakil kurikulum dan seorang kepala sekolah yang juga mengajar di kelas 9 . Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan wakil kurikulum dan kepala sekolah. Datanya dianalisis dengan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan judul penelitian.
Inovasi Dalam Manajemen Kurikulum: Pemanfaatan Teknologi Dalam Meningkatkan Pembelajaran Di SDN 13 Sarik Alahan Tigo Gusna Reksi; Tria Windia Nita; Merika Setiawati; Luthfiani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 5 (2024): GJMI - MEI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i5.434

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat sekolah dasar (SD) sudah menjadi suatu kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran siswa sekolah dasar, dengan fokus pada aplikasi pendidikan interaktif, platform pembelajaran online, dan penggunaan perangkat digital dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari berbagai sumber, antara lain survei terhadap guru dan siswa, studi literatur, dan observasi langsung praktik pembelajaran di beberapa sekolah dasar yang telah menerapkan teknologi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, memperkaya sumber belajar, dan memfasilitasi pembelajaran individu dan kolaboratif yang lebih efektif. Aplikasi pendidikan interaktif membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik melalui visualisasi dan simulasi. Platform pembelajaran online menawarkan akses ke sumber belajar yang lebih luas dan fleksibilitas waktu belajar, sementara penggunaan perangkat digital seperti tablet dan komputer memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Namun penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, antara lain ketimpangan akses terhadap teknologi, perlunya pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran, dan perlunya pengembangan konten pendidikan digital yang sesuai dengan kurikulum. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain dengan meningkatkan infrastruktur teknologi di sekolah, mengembangkan program pelatihan guru, dan berkolaborasi dengan pengembang aplikasi pendidikan untuk menciptakan konten pembelajaran yang menarik dan relevan.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di SMPN 1 Tanjung Raya Difa Tri Rahmadhani; Sindy Wisrah Wahyuni; Merika Setiawati; Luthfiani
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.531

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang penerapan kurikulum merdeka di SMPN 1 Tanjung Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas VII di SMPN 1 Tanjung Raya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berdasarkan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan beberapa pertanyaan dan observasi. Dari hasil analisis data, menurut guru yang mengajar di kelas VII penerapan kurikulum merdeka belajar di SMPN 1 Tanjung Raya sudah sangat baik diterapkan dan dilaksanakan .
Chinese Petai Leaf Extract Gel (Leucaena glauca, Benth) decreasing neutrophil number in gingival inflammation animal model of Wistar Rats Ika Astrina; Maria Novita Helen Sitanggang; Luthfiani; Febby Revita Sari; Nadiah Awliya Rahmah
Dentika: Dental Journal Vol. 28 No. 1 (2025): Dentika: Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/dentika.v28i1.20119

Abstract

When damage signals occur, neutrophils are the first cells to migrate from blood vessels as a natural response of the body. However, in chronic inflammation, neutrophils contribute to tissue injury and potentiate the immune response. This study aimed to determine the number of neutrophil cells in gingiva of rats induced with inflammation after the administration of Chinese petai leaf extract gel. The study was conducted using  true experiment with a posttest-only controlled group design in vivo. Male Wistar rats were induced with Porphyromonas gingivalis ATCC®33277TM bacteria on the cervical gingiva and kept for 4x24 hours until inflammation occurred. Inflammed gingiva in rats was treated in several groups, including gel containing Chinese petai leaf extract of 6 and 15%, Gengigel®, and distilled water. On days 3 and 5, a dissection of each treatment group was conducted to determine the number of neutrophil cells in rats using an Olympus CX31 microscope at 400x magnification. One-way ANOVA analysis revealed that the 15% concentration significantly reduced the neutrophil count on days 3 and 5 (p ≤ 0.05). In conclusion, Chinese petai leaf extract gel 15% reduced the number of neutrophils in rats with gingivitis on days 3 and 5. This signified a normal transition from the inflammatory phase, which was considered beneficial for rapid wound healing. Future research is necessary to explore the content of Chinese petai leaves at different concentrations.