Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perancangan Tata Kelola TI Laboratorium Internet of Things PNUP Menggunakan Kerangka COBIT 2019: IT Governance Design for PNUP Internet of Things Laboratory Using the COBIT 2019 Framework Dewantara, Amhar Davi; Yusri, Iin Karmila; Santoso, Budy
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 2 (2026): MALCOM April 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i2.2668

Abstract

Laboratorium Internet of Things, Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Politeknik Negeri Ujung Pandang (Lab IoT PNUP) menjalankan fungsi ganda sebagai sarana praktikum mahasiswa sekaligus pusat riset dosen. Meskipun Standar Operasional Prosedur (SOP) institusional telah tersedia di tingkat jurusan, SOP tersebut belum diadopsi secara formal di tingkat operasional laboratorium, sehingga menimbulkan permasalahan berupa dokumentasi inventaris yang tidak memadai, pencatatan peminjaman perangkat yang tidak konsisten, serta kontrol akses yang lemah. Penelitian ini merancang sistem tata kelola TI untuk Lab Internet of Things (IoT) PNUP menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan mengikuti empat tahap Governance System Design Workflow. Sebelas design factor dianalisis menggunakan COBIT 2019 Design Toolkit untuk mengidentifikasi tujuh objektif tata kelola prioritas: EDM03, APO12, APO13, MEA03, DSS05, DSS04, dan DSS06. Pengukuran kapabilitas melalui kuesioner yang diisi oleh empat responden menunjukkan bahwa seluruh domain berada pada Capability Level 1, dengan kesenjangan +2 hingga +3 level terhadap target masing-masing. Mempertimbangkan skala Lab IoT PNUP sebagai organisasi kecil, diusulkan peta jalan perbaikan bertahap dalam tiga fase: jangka pendek (0–6 bulan) berfokus pada formalisasi proses, jangka menengah (6–18 bulan) memperkuat keamanan dan kepatuhan, serta jangka panjang (18–36 bulan) menginstitusionalisasikan tata kelola risiko, sebagai panduan aksi terstruktur peningkatan kematangan tata kelola TI Lab IoT PNUP.
MODEL PELATIHAN HYBRID BERBASIS WEBSITE UNTUK PENINGKATAN LITERASI INTERNET SEHAT DAN AMAN BAGI SISWA SMP NEGERI 12 MAKASSAR Iin Karmila Yusri; Yahya Thamrin; Pulung Hendro Prasetyo; Ismi Batara Agung; Arimbi Tiara Paramitha; Muh. Herlan Pratama
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3450

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi remaja, terutama dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan keselamatan saat beraktivitas di dunia maya. Kurangnya kesadaran terhadap penggunaan internet yang sehat dan aman juga sering dipengaruhi oleh minimnya dukungan lingkungan sekolah dan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sehat dan aman melalui model pelatihan hybrid berbasis website edukasi “sipakainga.com” yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua siswa SMP Negeri 12 Makassar. Metode pelaksanaan terdiri atas pelatihan tatap muka dan pembelajaran daring melalui tiga jenis modul edukasi (modul siswa, modul guru, dan modul orang tua). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terhadap siswa, serta observasi dan wawancara terhadap guru dan orang tua. Sebanyak 32 siswa, 10 guru, dan 15 orang tua berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 75,34 menjadi 76,43 dengan tingkat pertumbuhan (growth rate) sebesar 1,45%. Walaupun peningkatan ini belum signifikan secara statistik (p = 0,14), kegiatan ini mendorong perubahan perilaku positif pada siswa dalam penggunaan gawai, serta meningkatkan peran guru dan orang tua dalam pengawasan dan pembinaan digital anak. Program ini membuktikan bahwa model pelatihan hybrid berbasis website efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk menciptakan budaya digital yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Hybrid MQTT–AMQP–SSE Architecture for Efficient Data Delivery in Multi-Sensor IoT Environmental Monitoring: A Topology Comparison Study Iin Karmila Yusri; Agus Purnawan; Ismail Yusuf Panessai
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 4 (2026): JUTIF Volume 7, Number 4, August 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.4.5438

Abstract

The rapid growth of the Internet of Things (IoT) has created increasing demands for reliable and efficient data delivery mechanisms in wireless multi-sensor systems, particularly in terms of latency, scalability, and synchronization. This work introduces an efficient data transmission architecture for a wireless multi-sensor monitoring system designed for IoT-based environmental applications. The suggested design incorporates ESP8266-based sensor nodes, RabbitMQ as a message broker, InfluxDB for the storage of time-series data, and a Flask-based web interface for the viewing of real-time data. A hybrid communication protocol integrating MQTT, AMQP, and Server-Sent Events (SSE) ensures rapid data transmission, accurate message queuing, and continuous online streaming availability. We developed and evaluated three network topologies: Star, Tree, and mesh. We employed them to assess latency, throughput, packet loss, and synchronization precision. The Tree topology is optimal, exhibiting a latency of 2 to 4 seconds, ensuring 100% data consistency, and maintaining reliable communication within an 80-meter radius. The RabbitMQ broker exhibits minimal latency (30–272 ms) and has no packet loss, even under high message volume. Wi-Fi mode 802.11 N exhibits superior signal range and stability compared to mode B. The findings indicate that the integration of gateway-based aggregation with a hybrid multi-protocol communication model enhances data reliability and scalability. This provides useful insights for data transfer and distributed data management in IoT monitoring systems based on informatics.